PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
CHAPTER 8


__ADS_3

...CLBK( CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI)...


Saat sedang melamun tanpa Hendra sadari Lisa melihatnya dari kejauhan dia merasa sangat senang bisa bertemu dengan sang mantan. Deburan perasaan yang dipendam selama ini mulai muncul kembali. Lisa memang sengaja menggoda Hendra tadi ingin melihat reaksi nya yang terlihat kelimpungan sendiri. Dia sengaja untuk memberikan lampu hijau ke Hendra supaya bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


“ Ternyata ini yang dinamakan CLBK ya. Kata orang-orang kalo masih cinta harus dikelarin. Kayaknya aku harus buka hati lagi buat Kak Hendra nih”, gumam Lisa dalam hati.


“ Semoga aja kamu mau memperjuangkan lagi kisah cinta dulu ya kak. Aku yakin kamu itu jodohku walaupun kita udah putus aku masih belum bisa move on. Kalo kamu tau aku sering stalking instagram mu dan fotomu dijadikan wallpaper di ponselku”, gumam Lisa lagi dalam hatinya yang berbunga-bunga.


Setelah itu dia beranjak pergi dari sana untuk menemui sesama rekan polisi lainnya. Kegiatan hari ini berjalan lancar dan kisah cinta Lisa bisa bersemi lagi karena pertemuan tidak sengaja bahkan keponakannya memberi lampu hijau Lisa merasa yakin kalo Hendra sangat sayang keponakannya itu. Dalam perjalanan pulang Lisa selalu kepikiran perasaannya ke Hendra dan berharap akan berakhir indah.


Sedangkan Hendra telah kembali ke rumah Tuan Wardhana, dia pun sempat bertemu dengan Revi yang duduk di ruang tamu. Revi merasa aneh melihat Hendra hanya bengong saat dia panggil dan seperti memikirkan sesuatu. Karena melihat gelagat aneh Revi pun mengikuti Hendra yang masuk kedalam kamar tidurnya. Revi juga ikut masuk kedalamnya dan duduk di sofa dalam kamar Hendra.


“ Woyy.. kok bengong lo gak kesambet kan?”, tanya Revi merasa aneh melihat tingkah Hendra.


“ Sembarangan aja. Gue gak papa kok cuman lagi ada pikiran aja”, ucap Hendra galau.


“ Owhh lagi galau gara-gara apa. Cerita aja ke gue siapa tau bisa bantu”, ucap Revi menawarkan bantuan.


“ Gini Vi. Gue lagi galau nih habis ketemu mantan tadi di panti asuhan ternyata Arin setuju kalo gue dekat sama mantan gue”, ucap Hendra menjelaskan nya ke Revi.


“ Ya udah usaha lagi lah. Biar dapetin hati nya kan lo dah lama di luar negeri jadi tau lah dekatin cewek. Santai bro”, ucap Revi menenangkan Hendra.


“ Gue tau tapi lo bakal terkejut. Kalo mantan gue tuh temen kost an nya Naya gadis pujaan lo”, ucap Hendra pasrah.


“ Hah, beneran tuh. Tunggu dulu nama mantan lo bukan Lisa kan”, ucap Revi penuh selidik.


“ Yap bener. Mantan gue Lisa makanya gue bingung soalnya seolah dia semakin dekat ke gue”, ucap Hendra sedu.


“ Gak papa Ndra. Kita usaha bareng-bareng aja lo dekatin Lisa gue dekati Naya. Nah nanti bisa jadi teman kalo nikah”, ucap Revi menyemangati Hendra.


“ Makasih Vi dah ngertiin. Gue bakal perjuangin lagi kisah cinta gue”, ucap Hendra mulai semangat. Revi hanya menganggukkan kepalanya dan membayangkan kalo dah nikah bakal kayak apa mereka nanti.


 


...PULANG KAMPUNG...

__ADS_1


Tepat hari ini, Naya pulang kampung ke Jambi untuk menghadiri acara pernikahan Mbak Laras dan Bang Dika. Naya juga sudah izin ke atasannya untuk menghadiri pernikahan kaka nya selama 2 hari. Naya pergi bersama Lisa karena tidak tega kalo Naya berangkat sendirian apalagi Naya habis sembuh dari sakitnya. Lisa sangat senang karena diizinkan menemani Naya pergi ke Jambi walaupun kampung halaman Lisa di Aceh. Dia pernah kuliah di Jambi dan berpacaran dengan Hendra disini namun harus putus.


Naya dan Lisa memilih menaiki pesawat terbang karena dinilai cepat waktu dari pada naik bus. Sedangkan Revi ikut kedua orang tua nya ke Jambi juga didampingi Hendra. Kebetulan Pak Gumara tidak ikut karena banyak pekerjaan yang harus di handle nya saat ini. Naya dan Lisa berangkat 2 jam lebih cepat dari pada Revi. Saat di pesawat terbang Naya dan Lisa mengobrol bareng agar tidak bosan.


“ Gimana hubungan lo sama Revi Nay. Masih lancarkan?”, ucap Lisa menanyakan hubungan Naya dan Revi.


“ Lancar kok. Gue belum mau menerima cinta nya pengen liat perjuangannya apalagi lo tau gue mau dijodohin sama orang tua gue”, ucap Naya menjelaskan hubungan nya ke Lisa.


“ Ya udah. Gue dukung kok keputusan lo tapi jangan sakiti hati nya cowok ya Nay. Semoga jodoh lo ganteng dan baik”, ucap Lisa memberikan support untuk Naya.


“ Makasih ya Sa. Gue gak bakal nyakitin hati nya kok. Ammin”, ucap Naya membenarkan ucapan Lisa tadi.


“ Persiapan lo untuk tes kenaikan Pangkat dan tes CPNS sudah berapa persen Nay”, ucap Lisa mengalihkan perhatian Naya.


“ Udah 90 persen dong. Doain bulan depan lancar ya”, ucap Naya meminta doa Lisa.


“ Gue bakal doain lo kok. Ya udah tidur yuk ngantuk”, ucap Lisa mulai menguap. Naya pun sama mereka pun tertidur.


Setelah ngobrol sebentar Naya dan Lisa pun tertidur. Mereka istirahat karena perjalanan akan berlangsung sekitar 1 jam an lebih. Naya dalam mimpi nya sempat bermimpi akan menikah dengan Revi, mimpi itu hanya sebentar namun membuatnya terkejut. Kemudian terbangun tiba-tiba karena tidak ingin menganggu istirahat Lisa, Naya bangun pelan-pelan dan duduk sebentar dalam pikirannya sempat berpikir tentang mimpi nya.


 


...KANGEN AYAH DAN IBU...


Sesampainya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Naya dan Lisa saat turun keluar dari pesawat disambut oleh ayahnya dan keponakannya. Mereka menjemput karena keluarga nya sibuk menyiapkan acara pernikahan mbaknya. Padahal Mbak Laras memaksa mau menjemput Naya di bandara tapi dilarang oleh sang ayah karena sesuai adat anaknya sedang dipingit jadi tidak boleh kemanapun jadi sang ayah yang menjemput Naya.


Ayah Naya bernama Suwardi seorang pengusaha rumah makan yang baru merintis usaha 4 tahun terakhir. Dia adalah sosok ayah terbaik dan selalu menyayangi anak-anaknya. Ikut juga keponakan Naya yang bernama Gibran Aryawan seorang bocah gendut dan nakal. Dia masih berusia 9 tahun anak kandung Mbak Laras dari suami sebelumnya. Naya yang melihat ayahnya langsung menemui nya diikuti oleh Lisa dibelakang nya.


“ Assalamualaikum Yah. Apa kabarnya?”, tanya Naya.


“ Walaikumsalam Nak. Kabar ayah baik kok”, ucap Ayah Suwardi sambil tangannya menyalami Naya dan memeluknya haru.


“ Udah lama. Gak ketemu yah Naya kangen banget”, ucap Naya sangat kangen ke sang ayah.


“ Ya Nak. Kan sekarang ketemu”, ucap Ayah Suwardi sambil mencium kepala sang anak.

__ADS_1


“ Yah kenalin ini. Temen Naya di Jakarta namanya Lisa”, ucap Naya memperkenalkan Lisa ke ayahnya. Lisa menyalami tangan ayah Naya dan perkenalkan diri.


“ Aunty, Gibran kok gak disayang sih”, ucap Gibran cemberut gara-gara dicuekin.


“ Maaf ganteng aunty lupa. Kamu makin gemoy aja pipi nya”, ucap Naya mencubit pipi Gibran.


“ Aunty sih, dah tua gampang lupa”, ucap Gibran mengejek Naya.


“ Owhh gitu bilang aunty tua. Oleh-oleh nya gak dikasih ya”, ucap Naya kesal.


“ Maaf aunty yang cantik. Senyum semanis gula merah”, ucap Gibran merayu Naya agar dikasih oleh-oleh.


“ Pinter ya dah punpulanayu”, ucap Naya.


“ Ya dong. Aunty siapa tante yang cantik tuh?”, tanya Gibran genit melihat Lisa.


“ Mata nya awas keluar. Masih kecil kok genit”, ucap Naya mencubit pipi gemoy Gibran. Lisa hanya tersenyum melihat tingkah Naya dan Gibran yang berantem terus.


“ Kenalin nama Tante Lisa. Temannya aunty kamu”, ucap Lisa tersenyum.


“ Salam kenal Tante Lisa. Aku Gibran cowok paling ganteng disini”, ucap Gibran narsis. Lisa yang melihatnya hanya senyum sedangkan Naya hanya menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan Gibran.


Akhirnya setelah drama kegenitan Gibran ke Lisa mereka pun pulang naik mobil pribadi yang dibawa sang ayah. Gibran memang terkenal genit sejak kecil kalo melihat cewek cantik tapi masih dalam kategori wajar karena dia suka kepo pada orang baru. Naya dan Lisa duduk di kursi belakang sedangkan yang menyopir ayah Naya. Kalo Gibran hanya duduk di depan sambil memandangi Lisa dari kaca spion. Dia merasa nyaman bisa kenal Lisa karena tidak memiliki kaka perempuan jadi dia berusaha dekat dengannya.


Sepanjang perjalanan Gibran banyak celoteh dengan mengejek Naya. Naya hanya mendengus kesal mendengar celotehan Gibran, Lisa yang melihatnya hanya bisa mengulas senyum melihat tingkah mereka. Sang ayah terus fokus ke jalanan kebetulan lumayan padat karena saat itu weekend jadi banyak pekerja yang libur. Sesampainya di rumah Naya, mereka bergegas turun bersama dan disana disambut oleh sang ibu.


“ Assalamualaikum Buk. Naya kangen”, ucap Naya berlari memeluk Ibu Kinan.


“ Walaikumsalam Nak. Ibu juga kangen kamu”, ucap Ibu Kinan terharu atas kedatangan Naya. Setelah itu dari belakang muncul Mbak Laras yang mendengar kedatangan Naya.


“ Cuman ibu aja yang dipeluk Nay. Mbak Laras kangen juga lo”, ucap Mbak Laras juga menyambut Naya.


“ Ya mbak. Naya kangen sama Mbak ku”, ucap Naya memeluk Mbak Laras.


Naya dan Lisa merasa senang disambut hangat oleh keluarganya. Naya merasa bersyukur karena dihari bahagia kaka nya nanti mereka bisa hadir semua, termasuk Naya. Dengan perasaan bahagia Naya masuk kedalam rumah diikuti Lisa dibelakang nya. Mereka juga tidak lupa membagi oleh-oleh kepada seluruh anggota keluarga. Gibran sangat senang dibawakan mainan terbaru yang pernah diminta nya kepada Naya.

__ADS_1


__ADS_2