
Kemudian anak kecil itu memasukkan bubuk obat tidur perlahan takut ketauan kedalam minuman Anak Buah Andre yang tengah tidur. Beberapa saat Anak Buah Andre terbangun dan menenggak minumannya tadi hingga mereka semua benar-benar pingsan. Setelah memastikan mereka semua pingsan Anak Kecil itu mengajak teman-temannya keluar menuju Pintu belakang Mall dengan berjalan pelan-pelan dan tidak berbunyi. Mereka takut Anak Buah Andre bakal bangun lagi dan menangkap mereka lagi. Arga merasa tenang anak-anak yang berhasil keluar dengan selamat. Arga sempat memastikannya dengan menghubungi Tim Alfa untuk mengetahui kabar dari anak-anak itu dan Tim Alfa menyatakan aman. Arga mengikat 4 orang Anak Buah Andre kemudian menyeretnya keluar dari Lantai Dasar menuju Halaman Belakang Mall dan langsung diamankan Tim Alfa.
Arga dan Tim Alfa masuk kedalam Mall menyusuri setiap lantai. Mereka sempat terlibat baku tembak yang begitu sengit di Lantai 2 Mall namun Arga dan Tim Alfa berhasil melumpuhkan Anak Buah Andre. Tiba-tiba aja terjadi ledakan cukup besar di Lantai 2 Mall membuat Arga dan Tim Alfa sempat terlontar oleh ledakan tadi. Setelah ledakan yang cukup besar tadi, Andre melakukan Siaran di TV besar yang ada di Lantai 2 Mall itu. Arga terkejut bahwa Andre Berani melakukan Siaran Langsung disaat situasi tengah genting dan berbahaya.
“ Arga pasti lo liat ini kan. Putri Kembarnya Naya ada ditangan gue. Lo macam-macam mereka bakal death”, ucap Andre mengancam sambil menodongkan pistolnya pada kepala Mona-Moni. Arga terkejut melihat wajah Kedua Putrinya itu tengah berada ditangan Andre. Seketika wajah Arga menjadi pucat pasi dan tidak percaya memandangi gambar dalam Siaran langsung itu. Arga merasa bersalah melibatkan Kedua Putrinya dalam situasi ini.
“ Coba dengerin ini”, ucap Andre mengarahkan pengeras suara kearah Mona-Moni terdengar suara tangisan saat itu. Suara tangisan Mona-Moni terdengar jelas membuat hati Arga terenyuh dan iba. Dia tidak tega Kedua Putrinya menderita oleh perbuatan Andre. Dia juga sempat melihat berkali-kali Andre mengarahkan pistolnya kearah kepala Kedua Putrinya membuat hatinya rapuh dan sakit sekali.
“ Dah dengerkan”, ucap Andre tersenyum kearah Kamera yang merekam dirinya yang tengah melakukan Siaran Langsung. Arga masih tak percaya yang dilihatnya tadi. Wajah Kedua Putrinya tak berdosa menjadi sandera Andre saat ini. Arga masih teringat wajah polos yang ada dalam Siaran Langsung tadi tengah menangis membuatnya lemas dan tak bersemangat seketika.
Arga sempat terdiam setelah melihat Siaran Langsung tadi karena saat ini Mona-Moni disandera oleh Andre. Arga menitikkan air matanya melihat masih Kedua Putrinya nanti bahkan dia takut kalo Andre bakal membunuh keduanya dan membuat Naya membencinya. Salah seorang Ketua Tim Alfa menenangkan Arga yang begitu syok dan kaget setelah melihat Siaran Langsung itu. Anggota Tim Alfa bersimpati kepada Arga kemudian menyemangati nya dan menghiburnya.
Arga sempat berpikir berulang kali sebelum mengambil keputusan untuk menemui Andre sendiri. Banyak Anggota Tim Alfa tidak menyetujui ide Arga itu yang menurut mereka gila dan terlalu beresiko. Tapi Arga bersikeras menemui Andre sendiri aja takut Andre bakal berbuat nekat dan membunuh Kedua Putri Kembarnya. Ketua Tim Alfa memberikan sebuah ide untuk Arga boleh pergi tapi dengan syarat Tim Alfa akan mengawasinya dari jarak tertentu dan Arga harus memakai seluruh safety untuk melindungi tubuhnya dari tembakan. Arga menyetujui ide itu hingga dia melangkah menuju Lantai Paling Atas.
Tak lupa Arga membawa senjata lengkap, safety, dan alat komunikasi sebagai bekalnya menghadapi Andre secara langsung. Sebelum pergi Arga menghubungi Rezi untuk memberi perintah menjaga rahasia ini dan tidak memberitahu Naya sebelum misi ini berhasil. Rezi mengerti paham karena resiko yang dihadapi Arga begitu berat dia harus memilih kehilangan nyawanya atau Kedua Putrinya. Arga berterima kasih kepada Rezi berjanji merahasiakan dari Naya. Saat akan berjalan Arga sempat bergumam dalam hatinya dia berjanji akan membawa Kedua Putrinya keluar dengan selamat dan tidak luka sama sekali.
“ Papa datang Nak. Kalian jaga diri baik-baik disana. Papa tidak akan memaafkan Andre yang berani menyakiti kalian”, gumam Arga dalam hati berjanji menyelamatkan Kedua Putrinya.
...MENUMPAS ANDRE PART II...
__ADS_1
Di Ruangan Paling Atas, Andre tengah membujuk Mona-Moni untuk makan namun mereka malah menangis dan meronta-ronta. Andre sudah tidak bisa menahan emosi dan amarahnya melihat penolakan Mona-Moni untuk makan makanan yang dibawanya. Andre dengan berani mengambil pistolnya kemudian mengarahkannya ke Kaca Ruangan itu dan menembakinya. Mona-Moni yang meliha itu terdiam dan mau memakan makanan itu sendiri. Andre senang melihat mereka berdua ketakutan kemudian mau makan dengan lahapnya namun dengan perasaan was-was dan khawatir bakal ditembak.
Andre menemui Anak Buahnya untuk memperketat pengamanan menuju Ruangan itu dan meminta mereka tidak segan-segan membunuh Arga langsung ditempat. Jika berhasil Andre menjanjikan bonus yang banyak kepada mereka yang berhasil menjalankan tugas. Andre menyiapkan dirinya dengan pistol, rompi anti peluru, helm pengaman, dan sebuah belati. Andre juga menyuruh Anak Buahnya menyekap Mona-Moni ke Ruangan Gudang. Anak Buahnya segera membawa Mona-Moni menuju Gudang di Lantai 6 dengan pengamanan ketat dan terukur.
Saat tengah berjalan di Lantai 6, Arga melihat Kedua Putrinya tengah dibawa kedalam Ruangan Gudang. Dia mengikuti Anak Buah Andre secara diam-diam sambil mengawasi dan mencari celah. Dia mempunyai ide dengan masuk melalui Lubang Ventilasi Ruangan Toko Baju Muslim. Dia tak lupa memakai baju gamis dan kerudung panjang untuk memudahkan menyembunyikan Mona-Moni saat berhasil menyelamatkan mereka. Dia memasuki Lubang Ventilasi mencari arah Lubang Ventilasi Ruangan Gudang hingga akhirnya Arga berhasil menemukannya.
Arga keluar dari Lubang Ventilasi tadi dan langsung membekap mulut Mona-Moni karena tadi mau berteriak dan membisikkan bahwa dia adalah Om Arga yang bakal menyelamatkan mereka. Sontak Mona-Moni memeluk Arga karena yakin bahwa Arga bakal datang dan menyelamatkan mereka. Setelah berpelukan Arga mulai berbicara jujur tentang identitas aslinya kepada Kedua Putrinya supaya mereka tau fakta sebenarnya.
“ Sebenarnya Om ini. Papa kandung kalian nama asli om adalah Revi bukan Arga. Kalian pernah dengarkan Mama cerita itu”, ucap Arga menceritakan identitas aslinya kepada Kedua Putrinya.
“ Ya pernah Om”, ucap Moni membalas ucapan Arga tadi. Mona melihat kearah Arga dengan tatapan penuh selidik dan tak percaya. Dia curiga bahwa Arga hanya bohong dan mengaku-ngaku kenal mereka berdua. Akhirnya dia angkat bicara lagi dan mengatakan ucapan kritis tidak percaya kepada Arga.
“ Coba kalian tes”, ucap Arga meminta Kedua Putrinya mengetesnya.
“ Coba sebutin nama asli kamu om?”, ucap Mona menantang Arga menyebutkan nama asli mereka berdua. Mona mencoba mengetes Arga karena sangat tidak percaya dan tidak yakin kepada ucapan Arga tadi. Mona selalu diajari oleh Mama nya untuk jangan percaya kepada orang lain kecuali ada bukti yang kuat. Mona memegang teguh ucapan Mama nya itu.
“ Nama kalian adalah Ramona Ariska Wardhana dan Ramoni Ariska Wardhana”, ucap Arga menyebutkan nama Kedua Putrinya dengan benar dan tepat.
“ Kalo nama panggilan kami apa Om?”, tanya Moni menanyakan nama panggilan Dia dan Kakanya.
__ADS_1
“ Ini gak semua orang tau ya. Kalo Mona biasa dipanggil Mami sedang Moni biasa dipanggil Princess. Cuman Papa dan Mama yang tau nama panggilan kalian berdua”, ucap Arga menjawab pertanyaan Moni dan menjelaskan nama panggilan Mona-Moni. Mona-Moni sempat tak percaya mendengar ucapan Arga tadi. Mereka mulai bisa percaya kepada Arga karena selama ini yang tau nama panggilan mereka hanya Papa dan Mama nya saja. Karena sudah percaya mereka berdua memanggil Arga dengan sebutan Papa.
“ Papa”, jawab Keduanya kompak sambil memeluk Arga.
“ Kalian nurut ya sama ucapan Papa”, ucap Arga menyuruh Kedua Putrinya untuk menuruti ucapannya.
“ Ya Pa”, jawab Keduanya kompak.
“ Pertama, kita keluar melalui Lubang Ventilasi ini menuju Ruangan Toko Baju Muslim. Kedua, kalian pake baju muslim dan kerudung kayak Papa. Ketiga, kita bergandengan tangan keluar dari Ruangan Toko Baju Muslim terus jangan lihat ke belakang. Keempat, jangan teriak dan lari nanti mereka curiga. Kelima, kalo mereka tanya kalian bilang habis ke Toilet dan habis tidur siang”, ucap Arga memberikan arahan kepada Kedua Putrinya. Mona-Moni menganggukan kepalanya paham. Mereka berdua percaya pada rencana Papa nya pasti berhasil dan berjalan lancar. Mereka tak sabar bisa keluar dari Mall itu kemudian menemui Mama nya.
“ Nanti kita bakal ketemu sama mama kan Pa?”, tanya Mona kepada Arga karena tidak sabar bertemu Mama nya.
“ Iya Sayang kita bakal bertemu Mama”, ucap Arga tersenyum sambil mengusapi kening Mona.
“ Papa janji jangan tinggalin kami lagi”, ucap Moni meminta Papa nya berjanji tidak meninggalkannya lagi.
“ Ya Papa janji”, ucap Arga mengusapi kening Moni.
“ Ya udah yuk kita mulai keluar dari sini”, lanjut Arga mengajak Kedua Putrinya untuk segera keluar dari Gudang melalui Lubang Ventilasi menuju Ruangan Toko Baju Muslim. Mona-Moni mengerti maksud Papa nya itu dan mengikuti langkah kaki nya masuk kedalam Lubang Ventilasi. Mereka masuk dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan bunyi dan kecurigaan dari Anak Buah Andre. Akhirnya mereka berhasil keluar dari Lubang Ventilasi dengan aman dan selamat kemudian mulai memakai baju muslim.
__ADS_1