PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 63


__ADS_3

“ Kok lama banget masuknya? kami dah dari pagi nungguin ibu masuk”, tanya Arum protes alasan Bosnya lama masuk kedalam Kantor dan menjelaskan bahwa Semua Karyawan telah menunggunya masuk.


“ Ma..ma...maaf kalian lama nunggu ya”, ucap Naya melihat semua Karyawannya meminta maaf terlalu menunggu dirinya.


“ Tenang aja Buk. Kami senang kok Buk Naya dah balik lagi. Kami semua kangen sama ibu”, ucap Arum menenangkan Bosnya dan mengucapkan rasa senangnya melihat Bosnya kembali mewakili teman-temannya. Naya memeluk Arum begitu erat karena terharu dan rindu. Setelah berpelukan dengan Arum, Naya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh Karyawan yang datang menyambutnya. Naya mengambil buket bunga pemberian Arum tadi kemudian akan mentraktir Seluruh Karyawannya hari ini.


“ Makasih bunganya Rum”, ucap Naya menerima bunga pemberian Arum.


“ Sama-sama Buk”, ucap Arum membalas ucapan Bosnya.


“ Untuk semua hari ini ibuk bakal traktir makan kalian. Kita makan dulu ibu sudah pesan Nasi Padang di Warung Langganan ibu. Kalian bebas mau pesan menu apa aja”, ucap Naya mengumumkan mentraktir seluruh Karyawannya makan Nasi Padang dan menyuruh mereka pesan bebas pesan menua apa aja. Sontak para Karyawan tidak percaya mencoba mencerna ucapan Naya tadi itu beneran atau prank. Suasana yang tadi riuh menjadi hening seketika. Hingga Arum mulai berkata mewakili teman-temannya memastikan ucapan Naya tadi.


“ Ibu yakin mau teraktir kami semua?”, tanya Arum memastikan ucapan Bosnya tadi yang ingin mentraktir Seluruh Karyawannya.


“ Yakinlah. Kebetulan traktiran ini dari kantong pribadi ibu kok. Kalian tenang aja ini hadiah buat kalian karena ibu dengar kalian berhasil mendapatkan 7 tender sekaligus, ibu bangga pada kalian”, ucap Naya yakin mentraktir Seluruh Karyawannya sebagai hadiah atas pencapaian Karyawannya mendapatkan 7 tender sekaligus.


“ Makasih Buk dah mau traktir kami”, ucap Arum berterima kasih kepada Bosnya mewakili Seluruh Karyawan lainnya.


Setelah penyambutan itu, Seluruh Karyawan menuju Ruang Tunggu untuk makan bersama termasuk Naya. Naya bercerita dengan Arum dan Rahmi sambil bercanda ria. Cukup lama mereka semua menunggu akhirnya pesanan Nasi Padang telah datang. Mereka semua menyantap makanan dengan lahap dan nyaman. Jumlah Karyawan Naya seluruhnya sekitar 244 orang termasuk Arum dan Rahmi. Seusai acara makan bersama mereka kembali beraktivitas dengan normal.


Saat ini, Naya tengah duduk di kursi sambil mengecek laporan keuangan dan perkembangan project yang tengah ditangani. Naya tersenyum bangga kemudian melamun membayangkan keberhasilannya memimpin Perusahaan Wardhana Group mampu berkembang dengan pesatnya. Tiba-tiba Pintu Ruangannya diketuk oleh Arum, Naya kembali tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara ketukan pintu itu.


Tok..tok...tok suara ketukan Pintu Ruangan Naya.

__ADS_1


“ Masuk”, ucap Naya mempersilahkan masuk Arum.


“ Makasih Buk dah boleh masuk”, ucap Arum berterima kasih diizinkan masuk oleh Bosnya.


“ Silahkan duduk”, ucap Naya mempersilahkan Arum untuk duduk dikursi depan mejanya Naya.


“ Kenapa Rum?”, tanya Naya menanyakan kenapa Arum menemuinya.


“ Mau bilang terima kasih atas traktiran tadi aja”, ucap Arum berterima kasih atas traktiran Bosnya tadi. Naya hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Arum. Dia begitu senang karena mampu membuat orang lain menjadi bahagia setelah mendapatkan traktiran darinya. Dia mulai berbicara untuk memecah keheningan mereka berdua.


“ Owhh gitu, anggap aja itu sebagai hadiah dari ibu atas keberhasilan Kamu dan Karyawan Lain memenangkan 7 tender kemarin”, ucap Naya kepada Arum supaya menganggap traktiran tadi sebagai hadiah keberhasilan Arum dan Karyawan Lain.


“ Hahaha ya Buk, sering aja traktiran kayak tadi pasti temen-temen lainnya pada senang”, ucap Arum bercanda kepada Bosnya.


“ Enak aja kamu. Lama-lama kantong ibu jebol dong. Sekali-kali nyenangin Seluruh Karyawan kan dapat pahala”, ucap Naya membalas candaan Arum tadi.


“ Hubungan kamu sama Farrel gimana Rum?”, tanya Naya penasaran pada hubungan Arum dan Farrel saat ini.


“ Iya gitu-gitu aja sih Buk. Seminggu lalu Farrel dan Orang Tuanya datang menemui Orang Tuaku Buk katanya mau melamarku. Tapi aku belum jawab masih ragu-ragu sama dia”, ucap Arum menjelaskan bahwa Farrel dan Orang Tuanya datang menemui Orang Tua Arum ingin melamarkan Arum untuk Farrel namun Arum ragu.


“ Gini Rum, kalo ibu liat kalian cocok lo meskipun dulu pernah ditolak cintanya sama Farrel tapi sekarang malah Farrel dan Orang Tuanya datang mau melamar kamu jarang ada lo cowok zaman sekarang berani kayak gitu”, ucap Naya menasehati Arum supaya berubah pikiran menerim lamaran Farrel.


“ Tapi Buk, aku tuh ragu sama dia gara-gara pas zaman kuliah pernah prank aku dengan melamarku didepan Kampus. Ya aku terima dong tapi faktanya ternyata dia prank aku. Alasannya dia kalah taruhan main Remi sama temannya jadi hukumannya nyuruh Farrel melamarku didepan Kampus”, ucap Arum menjelaskan alasannya ragu kepada Farrel karena pernah di prank saat zaman kuliah dulu. Naya berusaha menahan tawa mendengar ucapan Arum tadi karena pernah diprank oleh Farrel dengan melamar Arum akibat kalah taruhan main Remi. Arum cemberut dan kesal atas tanggapan Bosnya malah menertawainya karena masalah Farrel. Saking kesalnya Arum malah menyindir Bosnya dengan ketus.

__ADS_1


“ Ketawa aja terus Buk”, ucap Arum ketus setelah melihat Naya tertawa lepas mendengar ceritanya.


“ Sorry Rum. Ibu tadi refleks ketawa aja. Habisnya Farrel kok aneh-aneh berani ngeprank kamu kayak gitu”, ucap Nay meminta maaf dan tidak menyangka Farrel bakal ngeprank Arum seperti itu.


“ Jangan ngambek dong sama ibu atau mau ibu kasih bonus biar senyum lagi”, ucap Naya mencoba merayu Arum untuk tidak ngambek kepadanya. Arum mendengar itu langsung senyum sumringah mendengar kata bonus buat dia sebagai permintaan maaf Bosnya. Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan tanda dia telah memaafkan Bosnya. Saking senangnya Arum langsung menagihnya kepada Bosnya.


“ Langsung kasih aja ya Buk bonusnya”, ucap Arum tersenyum sumringah sambil menengadahkan kedua tangannya minta bonus dari Bosnya.


“ Giliran bonus aja langsung gercep”, ucap Naya menyindir Arum sambil mengambil beberapa lembar duit Rp 300 ribu dan diberikannya kepada Arum.


“ Makasih Buk Naya yang cantik dan baik hati”, ucap Arum memuji Naya setelah menerima bonus dari Bosnya. Naya geleng-geleng kepala karena baru aja ditagih bonus oleh Arum. Kemudian Naya tertawa mendapatkan pujian dari Arum yang dinilainya berlebihan. Tak lupa Naya mengingatkan bahwa jangan bilang siapa-siapa dia memberikan bonus untuk Arum.


“ Ingat jangan bilang siapa-siapa. Itu dari dompet ibu jadi gak masuk kedalam pembukuan Kantor. Kamu bisa pake buat beli sembako maupun make up”, ucap Naya mengingatkan Arum tidak bilang siapa-siapa dan tak perlu khawatir karena itu duit pribadi Bosnya.


“ Beres Buk, Arum bakal ingat pesan Buk Naya”, ucap Arum sambil memasukkan duit tadi kedalam dompetnya.


“ Bisa-bisanya dirampok sama Sekretaris sendiri”, ucap Naya bercanda dan menepuk jidatnya pelan melihat tingkah Arum yang berhasil menagih bonus darinya.


“ Itu namanya sedekah Buk. Kan ibu ngasih buat Arum biar gak ngambek jadi Arum terima deh. Yang penting ibu dah ikhlaskan”, ucap Arum ngeles menjawab ucapan Naya tadi yang keheranan.


“ Iya ibu dah ikhlas kok itu beneran buat kamu”, ucap Naya ikhlas memberikan bonus untuk Arum.


“ Ya udah lanjut kerja sana”, perintah Naya menyuruh Arum bekerja kembali. Arum beranjak berdiri dari duduknya kemudian keluar Ruangan Naya dengn hati riang gembira dan bahagia. Karena mendapatkan bonus dari Bosnya yang jumlahnya lumayan. Saking senangnya saat berjalan menuju Meja Kerjanya banyak pasang mata melihatnya tertawa sendiri dan kegirangan.

__ADS_1


Setelah kepergian Arum, Naya melanjutkan kerjanya dengan serius dan teliti memahami berkas di Meja Kerjanya. Hari ini Naya hanya mengecek pekerjaan Karyawannya dia meminta Arum mengatur jadwalnya ulang karena masih ingin istirahat dan tidak terlalu kecapekan. Sesekali Naya bersantai sambil menelpon Kedua Putrinya memastikan mereka berdua sudah belajar atau belum. Selama ini Naya memang mendidik Kedua Putrinya dengan ilmu agama maupun pengetahuan serta keterampilan lain. Naya memilih menyekolahkan Kedua Putrinya secara Homeschooling karena pernah mendapatkan pembullyan di Sekolahnya dulu hingga akhirnya Naya memilih Homeschooling sebagai satu-satunya cara menjamin pendidikan terbaik untuk Kedua Putrinya.


Pekerjaan Naya hari ini telah selesai, Naya memilih pulang ke Kediaman Tuan Wardhana menaiki Taksi Online karena sopirnya tidak bisa menjemput karena mobilnya sedang melakukan perawatan rutin. Naya terpaksa memilih naik Taksi Online untuk pulang ke Kediaman Tuan Wardhana. Untungnya Naya mendapatkan Driver Taksi Online seorang perempuan jadi membuatnya tenang dan lega kembali. Selama perjalanan Naya mengobrol banyak hal dengan Driver Taksi Online itu. Si Driver menanggapi obrolan Naya santai dan asik mungkin karena usia mereka ternyata hampir seumuran. Akhirnya sampai di Kediaman Tuan Wardhana dengan selamat dan sehat. Tak lupa Naya membayar ongkos Taksi Online tunai sekaligus memberikan tip untuk Si Driver. Setelah itu Naya langsung masuk kedalam Kediaman Tuan Wardhana.


__ADS_2