PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 60


__ADS_3

Mereka berdua menikmati suasana berdua dengan memakan cokelat dan saling menyuapi satu sama lain. Naya menampilkan senyum paling manis melihat sikap manja dan menggemaskan Revi. Bagi dirinya saat-saat seperti ini hal yang paling ditunggu hampir 7 tahun setelah Revi pergi. Sedangkan diluar Ruangan banyak Polwan mengintip kemesraan pasangan Revi-Naya. Diantara mereka ada yang kagum dan ada yang iri melihatnya.


Hampir 2 jam Revi mengajak Naya pergi ke Ruangan Tunggu itu. Mereka berdua memutuskan kembali ke Ruangan Istirahat untuk melihat keadaan Kedua Putrinya. Saat tengah membuka pintu, Naya dan Revi dikejutkan oleh tatapan tajam Kedua Putrinya. Mona-Moni telah bangun 15 menit sebelumnya mereka berdua menyadari Papa dan Mamanya pergi. Tatapan Mona-Moni membuat Naya dan Revi salting karena ketahuan berduaan oleh Kedua Putrinya yang tengah menatapnya tajam. Mona-Moni mulai berbicara dengan menanyai Papa-Mamanya penuh selidik dan curiga.


“ Papa dan Mama habis darimana?”, tanya Mona penuh selidik menatap kearah Papa dan Mamanya.


“ Habis ngobrol tadi. Karena ada hal penting yang mau dibicarakan. Kalian tidur jadi gak diajak”, ucap Revi mencoba mencari alasan agar Kedua Putrinya percaya.


“ Mama kok mau diajak?”, tanya Moni dengan wajah curiga agar Mamanya takut. Naya kebingungan menjawab pertanyaan Moni karena baru pertama kali ini dirinya ketangkap basah habis berduaan dengan Suaminya. Dia gugup dan salting saat menatap Moni yang terus melihatnya penuh selidik. Dia tidak tau harus berbicara apa takut anaknya marah nanti atas ucapannya nanti.


“ Maafin Mama. Tadi terpaksa ikut ajakan Papa mu masuk kedalam Ruangan Tunggu. Kami harus berbicara beberapa hal penting berdua aja karena kami takut membangunkan kalian”, ucap Naya meminta maaf kepada Kedua Putrinya dan menjelaskan alasannya pergi ke Ruangan Tunggu bersama Suaminya.


“ Oke anggap aja kami percaya Mama”, ucap Mona mulai percaya kepada ucapan Mamanya.


“ Papa dan Mama harus ingat gak boleh macam-macam disini. Kalo ketahuan kami aduin ke Kakek biar dihukum. Papa dan Mama pahamkan”, ucap Moni mengingatkan Papa dan Mamanya untuk tidak macam-macam serta memberikan peringatan kalo ketahuan bakal dilaporkan ke Kakeknya. Naya dan Revi saling pandang tidak percaya Kedua Putrinya bisa protektif sekali tehadapa mereka. Revi memberikan isyarat menyenggol lengan istrinya supaya Naya tersadar dari lamunannya. Kemudian setelah sadar dari lamunannya Naya hanya menganggukkan kepalanya paham atas ucapan Kedua Putrinya.


“ Papa paham Nak”, ucap Revi tersenyum paham sambil memegang pipi Kedua Putrinya itu.


“ Jangan diulangi lagi”, ucap Mona mengingatkan kepada Papa dan Mamanya dengan tatapan serius.

__ADS_1


“ Iya kami ngerti kok”, ucap Revi mengerti ucapan Mona tadi yang mengingatkan mereka berdua. Naya begitu bangga kepada Kedua Putrinya yang sudah terlihat semakin dewasa dan protektif kepadanya. Dia tersenyum bahagia melihat perilaku lucu Kedua Putrinya itu. Saking kagumnya Naya memuji perilaku Kedua Putrinya sambil mengusapi kepala mereka berdua dengan gemas.


“ Anak Mama dah dewasa ya. Sekarang protektif banget sama Papa. Mama bangga sama kalian berdua”, ucap Naya memuji Kedua Putrinya sambil mengusapi rambut Keduanya gemas.


“ Ya dong Ma”, jawab singkat Moni percaya diri setelah mendengar ucapan Mamanya tadi.


“ Kami gak mau Mama sedih. Makanya kami begitu protektif dan menjaga Mama. Sejujurnya kami belum percaya sama Papa”, ucap Mona menjelaskan alasan mereka berdua protektif dan takut Mamanya disakiti lagi seperti dulu.


“ Iya Mama, ngerti kok Mama bangga sama kalian”, ucap Naya tersenyum kearah Kedua Putrinya. Mona-Moni membalas senyuman Naya dengan memeluk erat tubuh Naya. Naya juga membalas pelukan mereka berdua dan mencium kening Keduanya. Revi yang melihat mereka berpelukan hanya tersenyum bahagia setelah pelukan berakhir Revi berbicara untuk memecah suasana hening saat itu.


“ Mona-Moni kita cari makan yuk pasti dah lapar kan”, ucap Revi mengajak Kedua Putrinya mencari makan bersama.


“ Makan apa Pa?”, tanya Moni polos kepada Papanya.


“ Makan sate Sayang. Ketempat langganan Papa aja.  Kalian pasti suka”, ucap Revi menjelaskan pertanyaan Kedua Putrinya dengan mengajak makan sate ditempat langganan Papanya. Naya yang mendengarnya heran kok bisa Revi mengajak makan sate Kedua Putrinya ditempat langganannya. Dia mulai curiga kalo Revi pernah ke Kota Surabaya sebelumnya. Karena sudah cemburu dam sangat curiga Naya mulai bertanya kepada Revi penuh selidik.


“ Mas dah pernah kesini? sama siapa kesininya?”, tanya Naya curiga dan penuh selidik kearah Revi.


“ Dah pernah dong. Makanya Mas ajak kalian makan sate ditempat langganannya Mas. Sama cewek hahaha”, ucap Revi bercanda sengaja menggoda Naya agar cemburu dan kesal kepadanya.

__ADS_1


“ Owhhh sama cewek”, ucap Naya sambil menjewer kuping Revi cukup keras.


“ Auww... Ampun sayang ini sakit tau”, ucap Revi meminta ampun kepada Naya sambil memegangi kupingnya dan meringis kesakitan. Naya melepaskan jewerannya di kuping Revi. Dia terlihat puas menghukum Suaminya itu. Dia begitu kesal dan meluapkan emosinya kepada Suaminya itu.


“ Habisnya kamu sih bilang pernah kesana sama cewek”, ucap Naya kesal dan emosi mengingat ucapan Suaminya tadi.


“ Maaf Sayang. Memang benar Mas kesini sama cewek tapi bukan seperti kamu maksud cewek itu adalah Neneknya Rezi. Rezi pernah mengajak Mas bertemu Neneknya kebetulan orang Surabaya”, ucap Revi meluruskan kesalahpahaman dengan Naya tadi yang menuduh dirinya selingkuh.


“ Upss... Sorry Mas aku gak tau”, ucap Naya meminta maaf kepada Suaminya dengan nada lembut dan manja.


“ Dah ah.. Malas bahas itu lagi”, ucap Revi ngambek kepada Naya. Naya tertawa renyah melihat perilaku ngambek Suaminya itu. Menurutnya sangat menggemaskan dan lucu karena selama Suaminya menghilang Naya tidak pernah bisa melihat Suaminya ngambek seperti sekarang. Dia berusaha merayu Suaminya agar tidak ngambek lagi.


“ Mas jangan ngambek dong”, ucap Naya merayu Suaminya sambil mengusapi pipi Suaminya yang ganteng dan menawan itu.


“ Mas gak ngambek. Udah yuk kita berangkat. Takut rame nanti”, ucap Revi tersenyum menanggapi rayuan Naya tadi.


Akhirnya Revi, Naya, dan Kedua Putrinya berangkat menuju Warung Sate langganan Revi. Didalam mobil Mona-Moni ribut terus membahas menu apa yang akan dipesannya nanti. Revi dan Naya hanya tersenyum bahagia melihat tingkah lucu Kedua Putrinya itu yang sangat menggemaskan. Dalam hati Naya merasa sangat bahagia merasakan suasana yang hangat dan kekeluargaan seperti ini sejak dulu. Walaupun bayangan kehilangan Revi masih ada Naya berusaha untuk melupakannya dan memulai lembaran baru dengan keluarga kecilnya ini.


...MAKAN SATE BERSAMA...

__ADS_1


Setelah menempuh waktu sekitar 15 menit, mobil Revi telah sampai di Warung Sate yang dimaksud. Mereka semua keluar dari mobil segera masuk kedalam Warung Sate itu. Naya memilihkan tempat duduk yang masih kosong bagi mereka untuk duduk. Naya dan Kedua Putrinya telah duduk bersama menantikan kedatangan Revi yang kebetulan memesan makanan di Meja Kasir.


Revi datang dan duduk disamping Moni. Naya sangat heran karena Moni sangat dekat kepada Papanya namun Naya tidak mempersalahkannya bagi dirinya mungkin Moni rindu kasih sayang seorang ayah. Pesanan yang ditunggu telah datang dan tersaji di Meja mereka saat ini. Revi menyuapi Moni dengan penuh perhatian dan kasih sayang membuat Moni sangat antusias. Naya melihat itu hanya geleng-geleng kepala kelakuan Moni sangat manja kepada Papanya.


__ADS_2