PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 24


__ADS_3

...PERNIKAHAN HENDRA DAN LISA...


Hari bahagia bagi Hendra dan Lisa yang akan melaksanakan acara pernikahannya di Rumah Kost Bu Narsih. Lisa meminta acara pernikahan dilaksanakan di tempatnya Bu Narsih agar ibu nya maupun keluarga bisa hadir semua disana. Tamu undangan berjumlah 200 orang dan acara nya pun diselenggarakan dengan sederhana tapi modern minimalis. Naya menemani Lisa di rias oleh tim MUA di dalam kamarnya dan mereka pun sempat mengobrol bersama.


“ Wah cantiknya calon pengantin baru. Bentar lagi bakal jadi istrinya pangeran kodok. Pasti wajah pangeran kodok mu ganteng”, ucap Naya bercanda.


“ Kok pangeran kodok sih Nay seharusnya Pangeran Hendra terus gue Princess Lisa”, ucap Lisa protes kepada Naya.


“ Dek liat tuh Aunty Lisa ngambek gara-gara mama ejekkin hahaha”, ucap Naya tertawa melihat wajah Lisa yang ngambek sambil mengelus perutnya yang membuncit.


“ Dek gak usah dengarin mama mu ya. Mama mu gitu suka bikin Aunty kesal. Adek besok gak biru mama ya”, ucap Lisa membalas candaan Naya tadi sambil mengelus perutnya Naya. Naya hanya tersenyum melihat tingkah nya Lisa yang mengelus perutnya. Lisa berusaha mengobrol dengan calon keponakannya yang tengah di kandung dalam perut Naya.


Tok.. tok... tok suara ketukan pintu.


“ Sa udah siap belum, ayo kita keluar. Mempelai pria udah nunggu diatas pelaminan tuh. Ibu nungguin kamu gak keluar”, ucap Bu Narsih mengajak Lisa keluar menuju atas pelaminan.


“ Baik buk Lisa dah selesai nih”, ucap Lisa beranjak menuju keluar kamarnya.


“ Kayaknya Lisa grogi tuh buk kan bentar lagi bakal jadi bini orang”, ucap Naya bercanda. Lisa yang melihatnya hanya melototi Naya. Sedangkan Naya berusaha menahan tawa nya. Bu Narsih hanya tersenyum melihat tingkah Naya dan Lisa yang tengah berantem.


“ Udah-udah jangan berantem kita keluar yuk”, ucap Bu Narsih menggandeng tangan Lisa dan Naya bareng.


Akhirnya, Lisa keluar didampingi oleh Naya dan Bu Narsih menuju atas meja pelaminan. Saat berjalan banyak pasang mata terpaku memandangi wajah Lisa yang begitu cantik bahkan Hendra yang tengah duduk disana hanya bengong melihat Lisa. Lisa yang dipandangi Hendra hanya tertunduk malu sedangkan Hendra sempat melamun melihatnya. Hendra dan Lisa telah duduk bersebelahan hanya dibatasi oleh Nyonya Nisa sebagai simbol pembatas. Hendra pun bersiap mengucapkan kalimat akad nikah.


“ Apakah Ananda Hendra Achrian Gumara telah siap?”, ucap Tuan Wardhana selaku wali Lisa sambil menjabat tangan Hendra. Disana ada Pak Gumara, Penghulu dan Pamannya Lisa maupun beberapa saksi yang tengah hadir. Hendra menarik napas panjang agar tidak gugup.

__ADS_1


“ Saya siap Pak”, ucap Hendra lantang dan yakin.


“ Baiklah bisa kita mulai. Saya nikahkan Ananda Hendra Achrian Gumara bin Gumara dengan saudari Alisa Rianty Azizah binti Alm. Gatot Wiyono dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 2,5 gram. Di bayar tunai”, ucap Tuan Wardhana lantang dan tegas.


“ Saya terima nikahnya Alisa Rianty Azizah binti Alm. Gatot Wiyono dengan mas kawin tersebut. Di bayar tunai”, ucap Hendra lantang dalam satu tarikan napas.


“ Sah..sah”


“ Sah”


“ Sah” ucap para saksi yang hadir.


Hendra merasa lega setelah berhasil mengucapkan kalimat akad dengan baik dan lancar. Dia pun melirik Lisa yang tertunduk malu sekaligus haru karena dia telah menjadi seorang istri. Kemudian Hendra memakaikan cincin nikah di jari manis Lisa sebaliknya Lisa memakai kan cincin nikah yang sama di jari manis Hendra. Dengan perasaan bahagia, Hendra mencium kening Lisa sedangkan Lisa mencium punggung tangan Hendra.


Saat ini, Hendra dan Lisa tengah duduk diatas pelaminan. Mereka bersalam-salaman dengan para tamu undangan. Giliran Revi dan Naya naik keatas pelaminan bersalaman dengan pengantin baru. Revi pun juga membawakan buket bunga buat kedua mempelai pengantin itu. Tidak lupa juga Revi memberikan minuman jamu hasil racikan Mama Nisa.


“ Aww... sakit sayang kok dicubit sih”, ucap Revi mengaduh saat dicubit Naya.


“ Habisnya kamu nih nyebelin godain pengantin baru”, ucap Naya kesal kepada Revi.


“ Gak papa kok Nay. Udah siniin jamu Vi dan bilangin ke Mama Nisa makasih ya. Kasihan suami mu tuh kesakitan Nay”, ucap Lisa mengambil jamu pemberian Revi.


“ Liat tuh Yang. Lisa aja terima dikasih jamu. Aku kok yang dicubit”, ucap Revi protes ke Naya sambil memegangi pinggang nya yang dicubit Naya.


“ Bodo amat. Kita foto yuk Ndra-Sa. Biarin aja Mas Revi marah”, ucap Naya tidak peduli dan mengambil ponselnya. Mereka pun bersiap berfoto bersama Revi menyerobot ikut foto. Membuat foto mereka blurrr dan akhirnya harus foto lagi. Habis itu Naya turun lebih dulu dari atas pelaminan meninggalkan Revi disana. Revi mengejar Naya yang ngambek dan berusaha menenangkan. Hendra dan Lisa yang melihat itu hanya tertawa renyah.

__ADS_1


Acara selanjutnya, seperti biasa Lisa dan keponakannya memperlihatkan kebolehan nya mematahkan berlapis-lapis beton dan batu bata banyak para tamu yang takjub tak terkecuali Hendra hanya bergidik ngeri. Sedangkan Revi pun hanya melongo melihat hal itu dan Naya hanya tersenyum melihat kemampuan Lisa. Sehabis pertunjukkan itu, Lisa mengajak Hendra berduet nyanyi diatas panggung. Disusul pasangan Revi dan Naya sambil drama rebutan microfon sontak menjadi bahan tertawaan para tamu undangan.


Acara pernikahan Hendra dan Lisa berlangsung meriah walaupun sederhana namun banyak para tamu yang kagum. Karena Hendra sangat hebat dalam menyiapkan dekorasi pernikahan maupun kateringnya. Sebelum acara pernikahan nya, Hendra terkenal sebagai orang yang biasa mengurusi launching perusahaan Wardhana dan sering terlibat mendekorasi seluruh acara bahkan menjadi sukses besar. Jadi kemampuan nya sudah diragukan lagi oleh banyak orang.


...MALAM PERTAMA HENDRA-LISA...


Pukul 22.00 malam, acara pernikahan Hendra dan Lisa telah usai para tamu undangan pulang. Sedangkan hanya tinggal ibu dan keluarga besar Lisa yang masih tinggal di Kost an Bu Narsih mereka akan pulang keesokan hari. Didalam kamar Lisa tengah berbaring karena kelelahan saat acara pernikahan tadi yang berlangsung cukup lama. Hendra yang melihat istrinya pun tersenyum dan memilih mandi agar lebih segar. Setelah keluar kamar mandi, dia terkejut karena Lisa telah bangun sedang meminum jamu dari Revi tadi


“ Sa kok kamu minum sih itu kan jamu nya Revi”, ucap Hendra terkejut melihat Lisa meminum jamu dari Revi.


“ Yah dah habis Mas. Habisnya aku haus nungguin kamu lama. Terpaksa deh aku minum”, ucap Lisa terlanjur meminum jamu itu.


“ Mas baju nya udah aku siapin diatas kasur buruan ganti ya”, ucap Lisa dengan senyum menggoda. Tanpa bicara Hendra memakai baju yang disiapkan Lisa tadi. Dia masih memandangi Lisa yang tersenyum sensual. Dia curiga kalo Lisa sudah terkena efek jamu itu.


“ Kamu aneh Sa kok senyum gitu sih? Mas takut banget nih?”, tanya Hendra kebingungan.


“ Kan senyum itu ibadah mas. Suami sendiri disenyumin masa gak boleh. Aku gak mau mas disenyumin janda kompleks sebelah”, ucap Lisa menggoda Hendra. Karena takut Hendra sedikit mundur dan membalikkan badannya membelakangi Lisa. Dia menghadap ke arah lemari takut menatap Lisa yang terus menggoda nya. Lisa melangkah ke arah Hendra dan memeluknya dari belakang dengan erat.


“ Mas gak usah takut. Aku sayang kamu pasti tadi mikir kalo aku bakal patahin tangan mas kan. Mas kan suami ku mana aku tega”, ucap Lisa masih memeluk punggung Hendra erat.


“ Ya sayang. Mas juga sayang kamu. Kamu jadi genit sama mas gara-gara minum jamu itu kan”, ucap Hendra to the poin.


“ Salah Mas. Sebenarnya sedikit pengaruhnya dari jamu yang aku minum. Ini datangnya dari hati mas, aku ingin menjalankan tugas sebagai istri”, ucap Lisa tanpa malu ingin menjalankan tugasnya sebagai istri.


Akhirnya, Hendra berbalik arah menghadap Lisa dan memeluknya erat. Dia menatap mata Lisa dengan dalam sebagai tanda cinta nya. Lisa terbuai oleh tatapan suami nya dan Hendra membisikkan kata-kata romantis di telinga nya Lisa membuatnya hati nya berbunga-bunga. Hendra sengaja menyentuhkan bibirnya ke bibir Lisa yang sangat menggoda baginya. Lama-kelamaan yang awalnya cuma menempel berubah menjadi ******* panas.

__ADS_1


Lisa hanya menikmati perlakuan Hendra yang begitu pelan dan penuh perasaan membuatnya melayang. Lisa berusaha membalas ******* Hendra dengan begitu bergairah. Setelah lama dalam pergumulan itu, Hendra turun menuju leher jenjang Lisa dan **********. Karena sudah bergairah Lisa pun mendesah pelan menikmati perlakuan suami nya terhadap dirinya. Hendra dan Lisa menikmati malam pertama nya dengan pergumulan panas hingga berakhir pada penyatuan keduanya. Sehabis melakukan kewajiban suami-istri, Lisa tertidur diatas dada nya Hendra sedangkan Hendra memeluknya erat. Mereka pun tertidur pulas menyelami mimpi berdua.


 


__ADS_2