PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 43


__ADS_3

...ANDRE BERAKSI KEMBALI PART II...


Di Rumah Andre, Andre telah menyusun rencana untuk mendapatkan hatinya Naya. Setelah Naya menantangnya dengan Arga untuk bisa mendapatkan hatinya Naya. Dia merasa tertantang untuk membuktikan dirinya sebagai sosok yang cocok mendampingi Naya. Dia juga telah berkonsultasi dengan pakar cinta dari Prancis maupun Spanyol tentang cara mendapatkan hatinya Naya. Para pakar cinta menyarankan Andre untuk untuk mendekati orang tercintanya, seperti kedua putri Naya, kedua orang tua Naya, dan kedua mertua Naya.


Andre mengerti maksud dari para pakar cinta yang menyarankannya mendekati orang-orang tercinta bagi Naya. Andre akan menjalankan seluruh rencananya dengan mempertimbangkan saran yang didapatkannya. Kebetulan hari ini adalah hari libur, rencananya Andre ingin mengajak Naya bersama kedua putri nya ikut. Naya setuju dengan rencana Andre mengajaknya berlibur bersama ke Kebun Binatang Ragunan.


Naya meminta Andre tidak menjemputnya takut mertua nya tau pasti terjadi keributan nanti. Naya menyarankan Andre datang lebih dulu dan Naya bersama kedua putrinya menyusul. Andre menyetujui saran dari Naya kemudian dia berangkat menuju Kebun Binatang Ragunan. 1 jam Andre menunggu kedatangan Naya hingga hampir habis kesabarannya namun Andre berusaha menahan emosi nya dan tenang kembali. Akhirnya, Naya muncul dengan menggandeng kedua tangan putrinya menuju kearah Andre. Andre tersenyum bahagia melihat Naya datang walaupun harus telat.


“ Maaf yah Ndre tadi Moni anakku rewel saat diajak jadi lama nungguinnya”, ucap Naya meminta maaf kepada Andre karena kelamaan nunggu lama.


“ Santai aja gak papa kok”, ucap Andre tersenyum ramah.


“ Moni gak mau sama ikut sama om ini. Maunya sama Om Arga aja. Moni mau pulang aja Ma”, ucap Moni merengek tidak mau ikut dan minta pulang.


“ Moni gak boleh gitu. Om Andre kan dah lama nungguin kita jadi Moni haru hormati ya. Mama gak suka Moni gak hormat sama orang lain”, ucap Naya memberikan pengertian kepada Moni.


“ Iya dek kasihan Om Andre dah lama nunggu kita”, ucap Mona setuju dengan pesan dari Mama nya tadi.


“ Iya Ma. Iya Kak. Moni ikut”, ucap Moni terlihat malas dan tak bersemangat.


“ Ya udah Moni minta maaf sama Om Andre”, perintah Naya menyuruh Moni minta maaf kepada Andre. Moni hanya menganggukkan kepalanya paham atas ucapan Mama nya. Naya tersenyum Moni mau menurut pada perintahnya tadi untuk meminta maaf. Akhirnya, Moni meminta maaf kepada Andre dengan lembut dan sopan.


“ Om maafin Moni ya”, ucap Moni dengan lembut dan sopan meminta maaf kepada Andre.


“ Ya Om maafin kok. Om gak marah kan kita juga baru kenal. Ini om bawain cokelat buat Moni dan Kaka”, ucap Andre menerima maaf dari Moni dan memberikannya cokelat.


“ Ini buat Moni?”, tanya Moni tidak percaya diberikan cokelat oleh Andre.


“ Buat kamu sama kaka”, ucap Andre tersenyum menjawab pertanyaan dari Moni.

__ADS_1


“ Makasih Om”, ucap Moni kesenangan dan memeluk Andre. Andre yang mendapatkan pelukan dari Moni pun terkejut. Dia merasa seperti seorang ayah yang baru dipeluk oleh anaknya. Perasaan nya begitu bahagia dan nyaman saat memeluk Moni. Setelah berpelukan, Moni menggandeng tangan Mona dan Mama nya kedalam melihat koleksi binatang di Kebun Binatang Ragunan dengan antusias. Andre hanya mengikuti mereka dengan perasaan bahagia dan terharu setelah dipeluk oleh Moni.


Akhirnya mereka semua berjalan bersama. Naya menggandeng tangan Mona sedangkan Andre menggendong Moni diatas kepalanya. Moni sangat senang mendapatkan gendongan dari Andre. Mereka semua melihat banyak binatang dalam kandang masing-masing, Mona dan Moni bertanya pada Mama nya tentang binatang yang mereka lihat tadi. Bahkan Andre juga ikut menjelaskan nama-nama binatang yang ditunjuk Mona maupun Moni.


Setelah cukup lama berkeliling mereka memutuskan mampir ke salah satu Warung Bakso disana. Naya meninggalkan Mona dan Moni bersama dengan Andre. Naya menuju ke meja kasir untuk memesan makanan yang telah dipesan oleh Kedua Putri nya, Dia, dan Andre. Andre mengajak ngobrol Mona dan Moni agar tidak bosan menunggu pesanan yang dipilih Naya.


“ Om boleh tanya gak sama Mona?”, tanya Andre kepada Mona dengan berbisik agar tidak kedengaran oleh Naya.


“ Boleh Om”, jawab singkat Mona memperbolehkan Andre bertanya padanya.


“ Mama kamu suka makanan apa?”, tanya Andre menanyakan makanan kesukaan Naya kepada Mona.


“ Mama suka makanan kayak bakso, mie ayam, nasi goreng seafood, cumi saus Padang, dan tumis kangkung Om”, ucap Mona menjelaskan makanan kesukaan Mama nya kepada Andre.


“ Mama juga suka martabak dan pisang keju”, ucap Moni menambahkan makanan kesukaan Mama nya kepada Andre.


“ Om mau masak itu semua ya?”, tanya Mona penasaran kenapa Andre menanyakan makanan kesukaan Mama nya.


“ Iya Om mau masak semua nya”, ucap Andre tersenyum kearah Mona.


“ Wah keren. Mama suka cowok yang bisa masak lo Om. Kata Mama keren bisa dimasakin setiap hari”, ucap Moni menjelaskan Mama nya suka pada cowok yang bisa masak.


“ Kebetulan dong. Om ini juga jago masak. Nanti biar om masakin semuanya”, ucap Andre penuh percaya diri.


“ Tapi jangan bilang Mama ya biar surprise”, ucap Andre berbisik kepada Mona dan Moni untuk tidak memberitahukan kepada Mama nya tentang rahasia mereka.


“ Beres Om”, ucap Mona dan Moni mengerti atas ucapan Andre tadi.


Akhirnya, Naya datang dengan membawa pesanan mereka tadi. Naya mulai menyuapi kedua putrinya bergantian agar tidak belepotan dan berantakan makannya. Andre turut menyantap bakso pesanannya tadi dengan lahapnya sambil memandangi kearah Naya yang begitu telaten menyuapi kedua putrinya makan bakso. Mereka telah selesai makan bakso dan membayar makanan itu di meja kasir. Saat Naya akan membayarnya namun ditahan oleh Andre supaya dia saja yang membayar seluruh bakso pesanan Naya sekaligus pesanannya. Naya berterima kasih kepada Andre atas kebaikannya.

__ADS_1


Naya bersama dengan kedua putrinya telah berpisah dari Andre. Naya melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah untuk menikmati suasana bersama dengan kedua putrinya. Naya senang melihat kedua putrinya bahagia setelah diajak ke Kebun Binatang bersama Andre tadi. Untuk memecah keheningan Naya mengajak Mona dan Moni mengobrol bareng meminta pendapat tentang Andre tadi. Naya ingin mendengar penilaian kedua putrinya terhadap perlakuan Andre hari ini.


“ Mona-Moni suka gak sama Om Andre?”, tanya Naya meminta pendapat kedua putrinya suka tidak kepada Andre.


“ Kalo Mona sih lebih suka Om Arga. Soalnya Om Arga baik dan lucu. Mona tadi yang ngajak Om Arga tapi bukan, ya udah Mona ikut mama aja”, ucap Mona jujur atas penilaiannya yang lebih suka Arga.


“ Oke gak papa Sayang”, ucap Naya mengerti atas pendapat Mona.


“ Kalo Moni gimana? tadi paling banyak dramanya?”, tanya Naya kepada Moni meminta pendapatnya tentang Andre dan menggoda Moni yang dari awal banyak alasan saat diajak.


“ Ihh... Mama nyebelin”, ucap Moni ngambek saat digoda Oleh Mama nya.


“ Iya deh. Mama minta maaf ya cantik. Princess Moni kan cantik jadi jangan ngambek ya”, ucap Naya meminta maaf dan memuji Moni dengan memanggilnya Princess. Moni tersenyum dipanggil Princess oleh Mama nya membuatnya senang hingga melupakan rasa ngambeknya. Mona yang mendengar adiknya dipanggil Princess ikut tertawa renyah. Naya hanya tersenyum bahagia meliha kedua putrinya senang. Kemudian, Moni mulai mengungkapkan pendapatnya tentang Andre.


“ Om Andre baik sih Ma, tapi Moni gak begitu suka tadi gak sengaja sehabis dari toilet liat Om Andre marahin pelayan warung tadi. Moni lebih suka Om Arga baik banget”, ucap Moni memberikan penilain jujur tentang Andre dan memberikan sebuah fakta baru kepada Naya.


“ Oke thanks Princess Mona-Moni. Nanti kita beli es krim ya. Sebagai hadiah buat kalian karena jujur menilai Om Andre”, ucap Naya berterima kasih dan akan membelikan es krim sebagai hadiah atas kejujuran mereka menilai Andre.


“ Makasih Ma”, ucap Mona-Moni kompak berterima kasih kepada Mama nya.


Naya menepati janji nya membelikan es krim untuk kedua putrinya sebagai hadiah atas kejujuran menjawab pertanyaan Naya tadi. Mona-Moni sangat menikmati es krim yang dibelikan oleh Mama nya. Setelah memakan es krim bersama mereka melanjutkan perjalanan pulang. Akhirnya mereka semua telah sampai di Rumah Tuan Wardhana tepat saat sore tiba.


Didalam kamarnya sehabis mandi, Naya memilih beristirahat sambil merebahkan dirinya di Ranjang Tindurnya. Sebelumnya Naya telah mengantar kedua putrinya kedalam kamar mereka. Mereka tertidur pulas setelah pulang liburan tadi dan Naya hanya tersenyum mencium kening kedua putrinya kemudian kembali ke Kamarnya. Sambil memandangi langit-langit kamarnya Naya memikirkan penilaian mengenai Andre.


Naya sempat mengira bahwa Andre benar-benar telah berubah menjadi baik dan ramah namun penilain itu runtuh seketika setelah mendengar ucapan Moni dia percaya pada kejujuran putrinya. Naya teringat kejadian tadi saat menuju ke Toilet sama persis dengan penuturan Moni. Naya tanpa sengaja melihat Andre memarahi seorang perempuan yang diketahui nya sebagai Pelayan di Warung Bakso itu. Karena tidak tega Naya memutuskan menemui pelayan itu. Naya berusaha menenangkan agar dia mau bercerita kepadanya tentang kejadian sebenarnya. Akhirnya pelayan itu menceritakan seluruh kejadian tadi dengan rinci. Setelah kejadian itu Naya semakin yakin apabila Andre tidak layak menjadi pendampingnya.


“ Maaf ya Andre. Kayaknya kamu gak lolos penilainku. Aku gak nyangka kalo kamu tega membohongi ku maupun kedua putri kembar ku”, ucap Naya lirih sambil memegangi dadanya yang begitu sesak saat mengingat kejadian tadi.


“ Aku takut kalo memilihmu hal yang sama akan menerima kedua putri kembar ku. Bisa-bisa mereka nanti kamu telantarkan lebih parahnya lagi kamu masukkan ke Panti Asuhan. Aku gak rela Ndre”, ucap lirih Naya menitikkan air mata nya kemudian membasahi kedua pipi nya membayangkan kedua putrinya bakal ditelantarkan oleh Andre.

__ADS_1


__ADS_2