PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 34


__ADS_3

Kemudian, Arga menggandeng tangan Naya untuk mencari keberadaan mama nya. Arga sempat bingung karena sudah mencari ke semua tempat tapi belum menemukan keberadaan mama nya Mona. Dia pun mengajak Mona membeli bakso bakar dan jus jeruk Kemudian mereka duduk di kursi. Arga merasa senang melihat Mona menikmati makanan dan minuman yang dibelikannya tadi kepada Mona. Naya dari kejauhan melihat putri nya sedang duduk dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal namun Mona terlihat sangat bahagia. Naya yang ingin menghajar laki-laki itu tidak tega dan akhirnya menghampiri Mona berada.


“ Mona”, ucap Naya tenang karena menemukan putri nya.


“ Mama”, ucap Mona senang bertemu mama nya.


“ Dari mana aja? Mama nyariin lo?”, tanya Naya penasaran.


“ Maaf Ma. Tadi Mona mainnya kejauhan. Jadi terpisah dari mama”, ucap Mona meminta maaf dan merasa bersalah.


“ Kaka Mona gak papa kan. Moni khawatir banget tadi nyariin kaka. Kaka jangan pergi lagi ya”, ucap Moni khawatir.


“ Iya Dek. Makasih dah nyariin kaka. Maaf kalo kaka nakal ya dek”, ucap Mona meminta maaf pada Moni.


“ Ingat kaka jangan pergi lagi ya”, ucap Moni sambil memeluk Mona.


“ Iya adek yang cantik”, ucap Mona tersenyum sambil memeluk Moni.


Naya terenyuh hati nya setelah melihat kedua putrinya. Naya tidak tega memarahi Mona karena Moni pasti akan sedih. Naya pun ikut memeluk kedua putri nya itu yang sangat bahagia setelah bertemu. Arga yang melihat itu pun tersenyum bahagia melihat mereka saling menumpahkan kasih sayang. Setelah drama pertemuan Naya dengan Mona yang hilang tadi. Arga mengajak kenalan Naya karena tadi dipaksa oleh Mona.


“ Kenalin nama saya Arga Pradipta Herlambang”, ucap Arga berkenalan dengan Naya.


“ Saya Kanaya Ariska Putri”, ucap Naya berkenalan dengan Arga.


“ Makasih ya Mas. Dah bantuin antar anak saya tadi. Maaf kalo Mona merepotkan”, ucap Naya berterima kasih pada Arga.


“ Iya Mbak sama-sama”, ucap Arga tersenyum kepada Naya. Naya yang mendapatkan senyuman dari Arga kemudian menjadi salting. Mona dan Moni yang melihat itu hanya tersenyum melihat mama nya. Naya yang menyadari kedua putri nya tersenyum melihat Naya yang salting mengajak mereka makan siang.

__ADS_1


“ Sayang kita makan siang dulu yuk”, ucap Naya mengajak kedua putrinya makan.


“ Yuk Ma”, jawab singkat Moni.


“ Om ikut yuk biar rame”, ucap Mona menarik tangan Arga.


“ Mona gak boleh gitu. Om nya kan harus istirahat. Om nya dah capek masa mau diajak jalan lagi”, ucap Naya lembut menjelaskan pada Mona.


“ Om gak mau ikut?”, tanya Mona memastikan Arga tidak menolak.


“ Om Arga mau kan ikut kami”, ucap Moni memelas kepada Arga.


“ Baiklah Om ikut. Tapi Mona nanti digandeng tangan om sedangkan Moni digandeng mama ya. Jangan ada yang pergi sendiri ya”, ucap Arga memberi pengertian ke Mona dan Moni agar mau bergandengan tangan.


“ Oke Om”, ucap Mona dan Moni berbarengan.


Mereka makan dengan lahap hingga selesai. Setelah itu mereka bermain di salah satu wahana bersama, mereka menikmati wahana itu dengan perasaan sangat bahagia. Naya mengajak kedua putri nya untuk pulang karena sudah letih dan mengantuk. Sebelum Naya pulang, Arga sempat meminta nomor ponsel Naya agar mudah berkomunikasi apabila Mona dan Moni menanyakan keberadaan Arga. Naya awalnya keberatan namun setelah mengingat bantuan Arga mengantarkan anaknya yang sempat hilang hingga kembali bertemu dengan Naya kembali. Naya pun memberikan nomor ponselnya tapi dia juga mengingatkan untuk tidak menelponnya di jam sibuk karena Naya jarang mengangkat telpon. Setelahnya, Arga berpisah dengan Naya yang membawa kedua putrinya menuju Rumah Tuan Wardhana.


Di dalam mobilnya, Revi terus tersenyum bahagia mengingat saat dirinya bisa bersama istri dan kedua putri nya yang telah ditinggalkan cukup lama. Dia sadar bahwa telah egois meninggalkan Naya sendirian mengurus kedua buah hati nya karena suatu alasan yang penting. Dia akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali dekat dengan Naya maupun kedua putri kembarnya yang telah lama dirindukan nya. Perasaan bahagia terpancar dari wajah Revi saat ini walaupun harus menahan rasa bersalahnya pada Naya dan kedua putri nya itu.


“ Maafin aku Nay. Sudah tinggalin kamu dengan Mona dan Moni. Aku janji bakal menembus kesalahan ku. Aku harap kamu mau menerima ku”, ucap Revi lirih.


“ Baiklah aku akan coba dekati Naya sebagai Arga bukan Revi. Aku akan tes kesetiaan mu Nay. Setelah aku menemukan jawaban nya aku akan bongkar semua nya”, lanjut Revi dengan wajah sedih dan merasa bersalah.


 


...MENJADI CEO BARU...

__ADS_1


1 bulan kemudian....


Naya telah mengambil keputusan untuk menerima tawaran Tuan Wardhana menjadi Pewaris Tunggal Perusahaan Wardhana Group menggantikan suami nya yang telah meninggal. Awalnya sangat berat untuk menerima tawaran itu namun karena bujukan Pak Wardi dan Bu Kinan akhirnya Naya pun menerima nya dan memutuskan akan segera memimpin perusahaan itu. Naya kembali ke Kota Jakarta bersama kedua putri kembarnya agar lebih mudah untuk menjaga dan merawatnya disana. Selama 1 bulan Naya telah mempelajari tentang profil perusahaan maupun perkembangan bisnisnya selama ini yang memiliki masa depan yang baik.


Tepat hari ini, Tuan Wardhana akan melakukan konferensi pers sekaligus pengumuman penunjukkan Naya sebagai penggantinya turut hadir beberapa wartawan dari banyak media. Naya didampingi Pak Gumara dan Hendra turut menghadiri wawancara itu. Banyak para wartawan yang ada disana berbisik siapa yang akan menjadi pengganti Revi sebagai Pewaris Tunggal Perusahaan Wardhana Group. Naya terlihat gugup saat akan dimulai nya wawancara itu. Tuan Wardhana yang mengetahuinya pun berusaha menenangkan Naya dan memberikan support padanya.


“ Baik rekan-rekan media yang telah hadir, saya Wardhana Sanjaya pemimpin Perusahaan Wardhana Group. Saya ingin mengumumkan bahwa jabatan saya akan di gantikan oleh saudari Kanaya Ariska Putri. Keputusan ini telah melalui pertimbangan matang karena telah melihat kemampuan dan kredibilitas Kanaya selama bekerja sebagai seorang polisi maupun guru. Kanaya akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan ini menggantikan suami nya Revi Aditya Wardhana yang telah meninggal 5 tahun yang lalu”, ucap Tuan Wardhana mengumumkan penunjukkan Naya sebagai penggantinya kepada awak media.


“ Saya juga memperingatkan siapa saja yang berani macam-macam kepada Kanaya berurusan dengan saya. Mengingat kejadian yang pernah terjadi saya memberikan peringatan keras tanpa toleransi lagi. Camkan bagi media yang mengekspos kehidupan Kanaya sebagai bahan konsumsi khalayak publik saya pastikan hancur saat itu juga”, tambah Tuan memberikan peringatan kepada awak media maupun semua orang berani mengusik kehidupan Naya.


Semua yang hadir saat itu tercengang karena Tuan Wardhana memberikan peringatan keras yang macam-macam kepada Naya. Mereka pun takut apabila salah berbicara nanti langsung terkena dampaknya. Sontak suasana menjadi hening seketika, para awak media masih tercengang dan takut kepada peringatan Tuan Wardhana. Setelah mereka kembali tenang beberapa wartawan melontarkan pertanyaan kepada Naya maupun Tuan Wardhana dengan kalimat sopan.


“ Apakah anda telah setuju menjadi pemimpin perusahaan ini?”, tanya seorang wartawan kepada Naya.


“ Saya setuju. Karena sudah saya pertimbangan dengan matang selama beberapa waktu. Saya yakin bisa menjalankan amanah ini dengan baik”, ucap Naya tersenyum yakin atas jawabannya tadi.


“ Apakah anda telah mengetahui profil perusahaan? Perkembangan bisnisnya selama ini?”, tanya seorang wartawan lagi kepada Naya.


“ Saya telah mengetahui seluruh profil dari perusahaan ini dengan baik. Sebelumnya, ketika suami saya masih hidup saya sering membantu menemani nya bekerja tak langsung dari situ saya bisa banyak belajar tentang mengurus perusahaan ini. Perkembangan perusahaan ini sangatlah bagus saya yakin masa depan perusahaan ini akan baik kedepannya”, ucap Naya menjawab pertanyaan wartawan tadi.


“ Tuan Wardhana apakah yakin terhadap kemampuan Buk Naya?”, tanya seorang wartawan kepada Tuan Wardhana.


“ Saya sangat yakin kalo Naya mampu menjalankan amanah dari saya dengan baik dan penuh tanggung jawab”, ucap Tuan Wardhana menjawab pertanyaan wartawan tadi bahwa dia yakin pada kemampuan Naya.


“ Apabila sudah saya akhiri konferensi pers hari ini”, ucap Tuan Wardhana mengakhiri konferensi pers.


Setelah berakhirnya konferensi pers itu Tuan Wardhana mengajak Naya pergi meninggalkan tempat itu. Dia tau banyak wartawan yang berebut mewawancarai Naya hal itu mungkin membuat Naya menjadi tertekan. Rombongan Tuan Wardhana memutuskan pulang ke rumahnya karena diketahui hotel itu dikepung oleh banyak wartawan. Dengan pengamanan ketat dari pengawal akhirnya Tuan Wardhana berhasil membawa Naya kembali dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2