
Naya pun menyuapi Mona untuk membalas perbuatan Revi dan Moni. Hingga menu makanan yang tersaji telah habis disantap mereka semua. Naya maju ke Meja Kasir untuk membayar menu makanan yang disantapnya tadi. Revi memandangi Kedua Putrinya sambil tersenyum dan mengusapi rambut mereka berdua. Revi mulai bertanya kepada Kedua Putrinya mengenai sikap Mamanya selama ini.
“ Papa boleh tanya ke kalian gak?”, tanya Revi meminta izin kepada Kedua Putrinya untuk bertanya.
“ Boleh Pa”, jawab singkat Keduanya kompak.
“ Selama ini Mama kamu sudah didekati berapa cowok?”, tanya Revi agak ragu-ragu kepada Kedua Putrinya menanyakan berapa cowok yang mendekati Mamanya.
“ Banyak banget Pa, tapi Mama selalu nolak”, ucap Mona menjelaskan Mamanya pernah didekati banyak cowok tetapi Mamanya menolak semua cowok yang mendekatinya.
“ Mulai dari guru, dokter, polisi, pilot, pejabat, dan pebisnis. Semua mendekati Mama tapi ya gitu ditolak. Mama sering minta pendapat kita tentang cowok-cowok itu kalo kita gak suka Mama memilih menolak mereka”, tambah Moni menjelaskan siapa saja yang telah mendekati Mamanya dan mengatakan bahwa Mamanya selalu meminta pendapat Kedua Putrinya. Revi begitu terkejut karena dia tak menyangka kalo Naya telah menolak banyak cowok yang mencoba mendekatinya dan selalu meminta pendapat Kedua Putrinya. Dia percaya cerita Kedua Putrinya yang jujur dan begitu polos menjawab pertanyaannya. Dia memeluk tubuh Kedua Putrinya sambil mencium kening mereka.
“ Makasih ya dah jawab pertanyaan Papa”, ucap Revi berterima kasih kepada Kedua Putrinya.
“ Sama-sama Pa”, ucap Keduanya kompak.
Naya sempat mendengar obrolan Revi dan Kedua Putrinya. Dia begitu terharu setelah mendengar jawaban Kedua Putrinya yang jujur dan polos menjawab seluruh pertanyaan Papanya. Dia mengulas senyuman bahagia melihat keakraban Revi dan Kedua Putrinya itu. Naya melangkahkan kakinya menghampiri Revi dan Kedua Putrinya yang tengah asik bercanda bersama.
__ADS_1
Seusai makan sate bersama, Revi mengajak Naya dan Kedua Putrinya ke Rumah Neneknya Rezi. Mereka semua sangat mampir sebelum kembali ke Jakarta lagi. Naya dan Kedua Putrinya begitu antusias diajak berkunjung ke Rumah Neneknya Rezi karena ingin lebih kenal dan menjalin silaturahmi dengan Neneknya Rezi. Sesampainya di Rumah Neneknya Rezi, mereka semua mendapatkan sambutan hangat dari Rezi, Hendra, dan Neneknya Rezi. Disana rencananya Revi dan Naya akan menginap selama 2 hari sebelum kembali ke Jakarta.
Naya sengaja ingin menginap disana selama 2 hari sekalian mengajak Kedua Putrinya pergi jalan-jalan berkeliling Kota Surabaya. Kata Neneknya Rezi di Kota Surabaya banyak tempat wisata maupun kuliner yang wajib mereka kunjungi selama disana. Selama disana mereka semua telah mengelilingi banyak tempat wisata maupun kuliner yang enak dan pastinya murah meriah dibandingkan Jakarta. Revi, Naya, dan Kedua Putrinya sangat bahagia menikmati menghabiskan waktu bersama.
KEMBALI KE JAKARTA
Setelah 2 hari berada di Surabaya, Naya memutuskan kembali ke Jakarta karena banyak kerjaan dan meeting menantinya. Meskipun cuma 2 hari di Surabaya Naya merasa sangat bersyukur dan bahagia bersama ketiga orang tercintanya suatu kebersamaan yang sangat dirindukannya. Naya masih tak percaya atas keajaiban tuhan telah memberikan rencana terbaiknya untuk Naya jalani hingga seperti sekarang.
Di Jakarta, Revi pamit berpisah dengan Naya dan Kedua Putrinya karena mau mengurus pekerjaannya yang sempat tersendat. Naya mengizinkan Revi mengurusi pekerjaannya lagi sementara waktu mereka bakal terpisah beberapa waktu. Revi telah berjanji kepada Naya apabila pekerjaannya selesai Revi akan meminta Pak Herlambang melamarkan Naya untuknya sekaligus menjelaskan identitas aslinya kepada Kedua Orang Kandungnya. Di Rumah Tuan Wardhana, Naya dan Kedua Putrinya disambut meriah oleh Tuan Wardhana, Nyonya Nisa, dan Asisten Rumah Tangga. Mereka menanyakan keadaan Naya dan Kedua Putrinya yang sempat disandera oleh Andre. Naya mengatakan bahwa keadaannya baik dan tidak mengalami luka apa pun.
Sehabis ngobrol bersama di Ruang Tamu, Naya mengajak Kedua Putrinya ke Kamar Anaknya untuk beristirahat. Didalam Kamar Anaknya Naya terus memandangi wajah Kedua Putrinya yang tengah tertidur dengan perasaan bahagia dan senang. Karena Naya dan Kedua Putrinya berhasil bertemu Papa Kandungnya walaupun cuma sebentar. Sehabis memandangi wajah Kedua Putrinya Naya memilih keluar Kamar Anaknya, dia memilih ke Dapur karena merasa lapar dan membuat mie rebus favoritnya. Saat tengah menyantap mie rebusnya datang Mama Nisa menemuinya dan duduk di kursi sebelahnya sambil mengobrol bersama.
“ Naya juga senang Ma. Naya kangen banget sama Papa dan Mama. Gak nyangka bisa balik lagi ke Rumah ini”, ucap Naya tersenyum membalas pelukan erat Mama Nisa.
“ Andre beneran dah meninggal Nay?”, tanya Mama Nisa penasaran pada berita meninggalnya Andre yang didengar di TV.
“ Iya Ma dah meninggal kemarin Naya melihat langsung ke Rumah Sakit tempat jasad Andre dikremasi”, ucap Naya menjelaskan pertanyaan Mama Nisa meyakinkanny bahwa Andre telah meninggal. Wajah Mama Nisa yang khawatir dan was-was berubah tenang setelah mendengar ucapan Naya. Bagi Mama Nisa sikap kasar dan suka kekerasan Andre tidak cocok dekat dengan Naya. Selama ini Mama Nisa memang tidak suka kepada Andre karena dia pernah melihat Andre kasar ke seorang Pelayan Butiknya dulu. Mama Nisa yang telah tenang mulai berbicara dan menanyakan hubungannya dengan Arga.
__ADS_1
“ Hubungan kamu sama Nak Arga gimana Nay?”, tanya Mama Nisa penasaran pada hubungan Naya dan Arga.
“ Baik Ma. Aku sudah suka dan cinta sama Mas Arga. Apalagi Mona-Moni juga nyaman sama Mas Arga”, ucap Naya tersenyum menjawab pertanyaan Mama Nisa tadi bahwa hubungannya dengan Arga baik dan Kedua Putrinya nyaman dengan Arga.
“ Wah bagus dong”, ucap Mama Nisa ikut senang mendengar ucapan Naya tadi.
“ Kapan kalian melangkah ke jenjang serius?”, tanya Mama Nisa kepada Naya menanyakan kapan mereka melangkah ke jenjang serius.
“ Mas Arga ada kerjaan Ma. Mungkin lusa Mas Arga mau melamarku. Aku sebenarnya deg-degan menanti Mas Arga datang”, ucap Naya malu-malu menjawab Arga akan melamarnya pada hari lusa. Sontak Mama Nisa terkejut setelah mendengar ucapan Naya tadi. Dia merasa tak percaya bahwa Arga telah berjanji bakal melamar Naya. Dia merasa bahagia sekali dan menggoda Naya yang masih malu-malu.
“ Ciee... Yang mau dilamar”, ucap Mama Nisa menggoda Naya.
“ Apaan sih Ma. Jangan gitu Naya jadi malu. Kan ini kedua kalinya ada cowok yang mau serius sama Naya”, ucap Naya menjawab godaan Mama Nisa malu-malu.
“ Iya deh. Mama bakal siapin semuanya. Lamaran kamu di wali kan Papa Dhana ya”, ucap Mama Nisa setuju ucapan Naya tadi dan mengatakan kalo lamaran Naya bakal di wali kan oleh Papa Dhana.
“ Naya setuju banget”, ucap Naya setuju dengan saran Mama Nisa.
__ADS_1
“ Ya udah Mama mau ke Ruang Kerja Papa untuk memberitahukan kabar baik ini”, ucapa Mama Nisa beranjak dari kursi dan pamit kepada Naya pergi ke Ruang Kerja Papa Dhana.
“ Ya Ma makasih”, ucap Naya berterima kasih kepada Mama Nisa. Mama Nisa beranjak dari kursi tempatnya duduk menuju ke Ruangan Kerja Papa Dhana untuk memberitahukan kabar baik itu. Mama Nisa tersenyum mengingat kejadian tadi yang membuatnya terkejut sekaligus senang. Mama Nisa masuk kedalam Ruangan Kerja Papa Dhana tidak lupa membawa kue dan teh untuk Papa Dhana.