
Arga dan Kedua Putrinya keluar dari Toko Baju Muslim. Mereka berjalan santai dan seolah-olah seperti pengunjung Mall. Saat melewati pengamanan yang dibuat Anak Buah Andre, mereka dihentikan oleh salah seorang dari Anak Buah Andre. Anak Buah Andre yang menghentikan langkah Arga dan Kedua Putrinya kemudian bertanya kepada mereka yang menaruh rasa curiga pada ketiganya.
“ Kalian mau kemana?”, tanya Anak Buah Andre kepada Arga dan Kedua Putrinya.
“ Kami tadi habis dari Toilet Mas. Anak saya kebelet pipis. Jadi kami gak bisa ikut kumpul-kumpul di Lantai Dasar Mall”, ucap Arga berpura-pura memberikan alasan agar Anak Buah Andre percaya kepadanya.
“ Owhh pipis”, jawab singkat Anak Buah Andre mengerti ucapan Arga tadi. Mona-Moni saling pandang bingung harus berbicara apa. Mereka berdua memiliki ide untuk mengikuti akting Papa nya dan berpura-pura ingin pergi ke Toko lainnya. Mona-Moni mulai berbicara dengan berpura-pura merengek dan minta diantar ke Toko Sepatu.
“ Mama ayo ke Toko Sepatu”, ucap Mona berpura-pura merengek minta diantar ke Toko Sepatu oleh Arga.
“ Iya Ma. Aku pengen beli sepatu baru. Kata temenku ada sepatu baru launching modelnya bagus dan kekinian”, ucap Moni berpura-pura merengek minta dibelikan sepatu baru kepada Arga.
“ Liat Mas. Anakku merengek semua minta beli sepatu baru. Kami mau pergi bolehkan”, ucap Arga sambil jarinya menunjuk kearah Mona-Moni yang merengek minta beli sepatu baru. Arga berharap Anak Buah Andre semuanya percaya kepadanya. Dia harap-harap cemas melihat ekspresi menyelidik dan tidak percaya pada ucapan Arga. Hingga akhirnya Anak Buah Andre itu memberikan izin untuk mereka pergi serta menyuruh mereka segera ke Lantai Dasar Mall.
“ Oke saya izin kan. Kalian pergi. Jangan lupa kalian nanti turun ke Lantai Dasar Mall bergabung dengan yang lain”, ucap Anak Buah Andre memberikan izin kepada Arga dan Kedua Putrinya pergi serta menyuruh mereka menuju Lantai Dasar Mall.
“ Makasih”, ucap Arga ramah kearah seluruh Anak Buah Andre yang telah mengizinkannya pergi.
__ADS_1
Arga dan Kedua Putrinya turun menuju Lantai Dasar Mall yang telah dikuasai oleh Tim Alfa dan Beta. Sebelumnya Arga menghubungi Timnya untuk menjemput sekaligus mengamankannya di Lantai Dasar Mall itu dengan pengamanan ketat dan terukur. Akhirnya mereka bertiga telah keluar dari dalam Mall itu. Seluruh personel dan tenaga kesehatan merasa lega karena resiko untuk tidak selamat dan menjadi korban jiwa mampu diatasi. Semua orang memberikan tepuk tangan dan pujian kepada Arga sebagai tanda penghargaan karena berhasil menyelamatkan Mona-Moni.
Arga dan Timnya kembali menggelar Rapat Darurat membahas situasi saat ini dan penyelesaian masalahnya. Arga memberikan arahan kepada seluruh anggota Timnya untuk waspada dan tidak bertindak gegabah. Arga mengingatkan bahwa Andre bukan orang sembarangan. Arga yakin Andre sudah menyiapkan rencana maupun tindakan untuk menghadapi Polisi. Arga mewanti-wanti apabila Mall itu diledakan akan menimbulkan dampak besar dan berbahaya bagi sekitar.
Rapat Darurat telah selesai, Arga memutuskan akan masuk kembali didampingi oleh Tim Alfa, Tim Beta, Tim Utama, dan Densus 88. Karena segala kemungkinan pasti bisa aja terjadi. Situasi dan kondisi belum begitu mendukung untuk melakukan penindakan keras. Bahkan Arga tidak berani mengambil tindakan menggunakan roket untuk meledakkan Mall itu. Arga lebih memilih tindakan represif dengan langsung masuk kedalam situasi itu dan menganalisa tindakan dalam melumpuhkan Andre maupun Anak Buahnya.
Akhirnya, Arga mulai bergerak dengan personel tadi masuk kedalam Mall tadi sambil menyisir dan melumpuhkan lawan. Saat sampai di Lantai 3 terjadi ledakan besar membuat mereka terkejut. Banyak puing-puing atap yang jatuh menimpa personel yang menyisir Lantai 3. Keadaan disana sangat mencekam karena jaringan listrik mati dan alat komunikasi tidak berfungsi normal. Arga berusaha menenangkan personelnya agar tidak panik dan khawatir terhadap kondisi itu.
Tanpa mereka duga banyak tembakan diarahkan ke mereka semua. Banyak anggota personel meninggal seketika setelah mendapatkan serangan mendadak itu. Arga memerintahkan kepada anggota yang masih selamat dan sehat mengevakuasi anggota yang terluka maupun meninggal. Setelah seluruh anggota personal tadi keluar dari sana, Arga masuk kedalam Toko Mainan untuk mengecoh dan mengalihkan perhatian lawan.
Anak Buah Andre yang sempat melihat Arga masuk tadi kemudian ikut menyisir masuk kedalam Toko Mainan itu. Ada sekitar 6 orang yang menyisir didalam Toko Mainan mencari keberadaan Arga. Tiba-tiba dari arah belakang Rak Mainan itu jatuh dan menimpa mereka. Dengan cepat Arga melumpuhkan mereka dengan mudah tanpa perlawanan berarti. Saat tengah memastikan keadaan mereka ada sebuah panggilan melalui HT yang diketahui dari Andre.
{ “Tim Raptor dah dilumpuhkan”}, ucap Arga membalas pertanyaan Andre tadi.
{ “Bangsat lo Arga”}, ucap Andre kesal dan marah sambil mengumpati Arga.
{ “Rencana lo gagal lagi”}, ucap Arga mengejek rencana Andre gagal.
__ADS_1
{ “Sini lo, gue bakal matiin lo kayak Revi dulu”}, ucap Andre mengancam membunuh Arga.
{ “Lo gak tau”}, ucap Arga sengaja membuat Andre bingung.
{ “Tau apa bangsat?”}, tanya Andre emosi dan meluapkan amarahnya kepada Arga.
{ “Gue ini Revi”}, jawab singkat Arga sambil menertawai Andre.
{ “Hah, jadi lo masih hidup”}, ucap Andre seakan-akan tak percaya kepada ucapan Arga tadi.
{ “Kagetkan. Lo gak bakal bisa matiin gue. Dah lama gue selidiki lo”}, ucap Arga tertawa renyah mendengar Andre terkejut.
{ “Kebetulan gue mau matiin lo Polisi Bangsat”}, ucap Andre kembali meluapkan amarahnya kepada Arga.
{ “Lo cepat temuin gue”}, ucap Andre menantang Arga bertemu.
{ “Oke”}, jawab Arga singkat setuju pada tantangan Andre kemudian mematikan HT itu.
__ADS_1
Setelah mematikan panggilan HT, Arga mulai menyisiri setiap lantai dengan baik dan teliti. Kadang dia terlibat baku tembak dengan Anak Buah Andre namun berhasil dilumpuhkan oleh Arga. Arga sempat terkepung oleh Anak Buah Andre yang membawa banyak senjata terpaksa terjadi pertarungan sengit menggunakan senjata dan bela diri tangan kosong. Arga berhasil mengalahkan mereka semua dengan luka di lengan dan wajahnya yang tergores belati. Akibat pertarungan tadi cukup membuat Arga kelelahan namun dia berhasil mengatasinya.
Sesampainya di Ruangan Paling Atas Mall, sengaja Arga meledakkan granat tangan untuk mengalihkan perhatian dan mengecoh Anak Buah Andre. Banyak dari mereka berhasil lumpuh terkena granat tangan itu. Arga kembali maju menuju Ruangan Tempat Andre bersembunyi. Saat mau membuka pintu tiba-tiba terdengar beberapa kali tembakan yang ditujukan kearah Arga. Arga berhasil menyingkir dari pintu itu dan bersembunyi dibawah troli makanan. Andre dan beberapa Anak Buahnya keluar menuju arah berlawanan dari tempat Arga.