
{ “Iya deh, aku ngikut kamu aja kan calon imam dan Papa dari anak-anak kita nanti”}, ucap Naya setuju dan mengalah kepada Arga atas ucapannya tadi.
{ “Hoam, Mas aku ngantuk mau bobok. Aku izin matiin video call nya ya. Dah 5 watt nih kekuatan mata ku”}, ucap Naya mulai mengantuk dan minta izin mematikan video call Suami nya.
{ “Ya udah Sayang matiin aja, Mas juga dah ngantuk”}, ucap Arga sama seperti Naya sudah sama-sama mengantuk.
{ “Assalamualaikum, Suamiku”}, ucap Naya mengucapkan salam dan mau mematikan panggilan video call dari Suami nya.
{ “Walaikumsalam, Istriku yang paling aduhai dan menawan”}, ucap Arga membalas salam dari Naya dan memuji penampilan Naya. Naya segera mematikan panggilan video call itu setelah Suami nya kembali memuji penampilan dirinya. Dia merasa berbunga-bunga hati nya setelah mendapatkan pujian dari Suami nya itu. Dia hanya melihat langit-langit Kamar Revi sambil membayangkan wajah Suami nya itu yang tampan dan tampak gagah. Jantung Naya berdetak cukup kencang mengingat kejadian tadi. Naya berusaha menenangkan dirinya sendiri supaya tidak salting dan kepedean mendapatkan pujian dari Suaminya. Setelah tenang Naya mencoba tidur hingga akhirnya tertidur pulas menyelami mimpi nya malam itu dengan perasaan bahagia dan senang.
Setelah panggilan video call tadi, Arga memilih melihat-lihat foto Dirinya bersama Naya sesudah dan sebelum terungkap identitas asli nya. Dia begitu bahagia tidak menyangka dapat bertemu kembali dengan wanita pujaan hati nya sekaligus bertemu Kedua Putrinya. Pertemuan yang tidak sengaja saat liburan di Ancol membuat gejolak kerinduan dalam hati nya bisa sedikit terobati setelah anak kecil yang hilang saat di Ancol adalah Putrinya Sendiri. Dia masih ingat membantu anak kecil itu bertemu Mama nya yang tak lain adalah Naya bersama seorang Putri Kembarnya saat itu. Dia hanya mengulas senyum bahagia mengingat kejadian yang lalu.
Saat tengah melamun mengingat kejadian lalu, Arga memiliki sebuah ide ingin mengajak Naya ngedate. Kebetulan besok malam adalah malam minggu dia bakal mengajak Naya ke Kota Tua Jakarta. Diketahui disana sedang ada Festival Kuliner dan Budaya tentu nya bakal berlangsung meriah. Arga yakin Naya bakal sangat menyukainya karena Naya sangat suka kuliner dan belanja pakaian yang unik. Arga akan menemui Naya besok sore ke Kantornya sekaligus menjemputnya supaya lebih mudah mereka berdua berangkat ngedate setelahnya.
__ADS_1
Seusai memikirkan ide nya itu, Arga memutuskan untuk tidur karena malam sudah semakin larut. Arga tertidur pulas menyelami mimpi nya sambil membayangkan wajah cantik Naya. Arga memimpikan Naya memakai gaun pernikahan yang telah disiapkannya khusus untuk Naya seorang. Dalam mimpi nya Arga sangat bahagia sekali membayangkan pernikahannya dengan Naya untuk kedua kali nya. Saking semangatnya bermimpi, Arga tak sadar telah telat bangun sampai kesiangan. Arga hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena membayangkan mimpi menikah dengan Naya hingga akhirnya dia memilih bangun dan segera menuju Kamar Mandi untuk membersihkan badannya. Setelah menyelesaikan mandi nya Arga kembali melanjutkan rutinitas dengan berangkat bekerja menuju Kantor Polisi untuk bekerja sebagai Polisi.
...NGEDATE ROMANTIS...
Hari ini, Arga berencana mengajak Naya ngedate romantis ke Kota Tua Jakarta sambil menikmati Festival disana. Arga sudah mengabari Naya pada pagi hari bahwa dia bakal mengajak Naya ngedate ke Kota Tua Jakarta. Naya setuju dengan ajakan Arga kebetulan malam ini Naya sedang sendirian setelah ditinggal Kedua Putrinya yang ikut Kakek dan Neneknya pergi ke Kota Jogja mengunjungi Keponakan Tuan Wardhana yang baru melahirkan. Naya sengaja tidak ikut karena masih banyak pekerjaan yang harus diurusnya jadi dia meminta Kedua Putrinya untuk ikut bersama Kakek dan Neneknya.
Pada jam pulang Kantor, Arga datang menjemput Naya di Kantornya. Naya yang melihat Arga datang menjemputnya sangat antusias masuk kedalam Mobilnya Arga. Tak lupa Naya mencium punggung tangan Arga kemudian Arga membalas mencium kening Naya. Naya masuk kedalam mobil dam duduk didepan menemani Arga yang mengemudi. Selama perjalanan Naya dan Arga ngobrol bareng membahas rencana ngedate mereka maupun rencana pernikahannya nanti. Naya mengusulkan untuk pernikahannya dilaksanakan di Kantor KUA karena lebih efisien dan hemat biaya. Arga hanya menyetujui rencana yang diusulkan Naya tadi.
“ Mas tau gak. Kalo aku sangat bahagia bersama dengan kamu Mas. Saat-saat yang aku rindukan selama 7 tahun akhirnya terwujud juga”, ucap Naya tersenyum mengungkap perasaan bahagia bersama Suami nya lagi.
“ Mas sangat bahagia banget bersama Istriku ini yang sudah mencuri hatiku”, ucap Arga merasa bahagia bersama dengan Naya dan mencoba merayu Naya.
__ADS_1
“ Mas ihh...Suka banget merayu aku kan malu dirayu gitu”, ucap Naya malu-malu mencubit lengan Suami nya pelan. Arga tersenyum melihat Naya malu-malu setelah dirayu olehnya. Dia membalas mencubit pipi chubbya Naya yang menurutnya semakin menggemaskan. Setelah mencubit pipi Naya, Arga mendaratkan ciuman di pipi Naya yang membuat Naya semakin salting dan merona pipi nya.
“ Mas Rega kok cium-cium sih, kalo diliat Bik Asih kan malu nanti dilaporin ke Papa Dhana lo”, protes Naya malu-malu setelah mendapatkan ciuman dari Suami nya dan takut Bik Asih tau akan melaporkan pada Papa Dhana.
“ Justru itu kan bagus, besok pagi kita segera nikah”, ucap Arga bercanda meledek setelah melihat Naya yang takut ketahuan oleh Bik Asih.
“Ihhh... Nyebelin banget sih”, ucap Naya mencubit pinggang Arga cukup kencang.
“ Auww... Sakit Sayang”, ucap Arga meringis kesakitan akibat dicubit pinggangnya oleh Naya. Naya tersenyum puas setelah dia bisa mencubit pinggang Suami nya itu. Dia tidak meminta maaf karena sudah mencubit pinggang Suami nya namun malah menertawainya. Setelahnya Naya menyindir Suami nya itu sambil menunjukkan wajah kesal dan cemberut.
“ Salah sendiri ledekin aku, rasain enakan dicubit Istri sendiri”, ucap Naya menyindir Suami nya yang tengah meringis kesakitan setelah dicubit pinggangnya oleh Naya tadi.
“ Iya deh Mas minta maaf. Jangan nyubit lagi ya ini sakit banget. Kamu mau kan maafin kesalahan Mas tadi”, ucap Arga mengalah dan meminta maaf kepada Naya.
__ADS_1
“ Ya aku maafin tapi jangan diulangi lagi kayak tadi”, ucap Naya memaafkan Suami nya serta mengingatkan tidak mengulangi kayak tadi.
“ Mas aku boleh kan manggil kamu Mas Arga?”, tanya Naya meminta izin memanggilnya Suami nya dengan nama Arga. Naya memelaskan wajahnya supaya Suami nya mengizinkannya. Dia berharap Suami nya paham maksudnya tadi dan tidak marah kepadanya. Hingga akhirnya Arga mulai berbicara dengan menyetujui permintaan Naya tadi.