
...OBROLAN SERIUS...
Di Kediaman Herlambang, Arga mengajak Bryan dan Pak Herlambang ngobrol bareng di Ruang Tamu. Arga sengaja mengajak Bryan dan Pak Herlambang ngobrol karena ingin membahas rencana lamaran Arga kepada Naya dan ingin segera membongkar identitas asli Arga. Arga berharap Bryan dan Pak Herlambang bakal setuju dengan rencananya itu. Selama ini Arga menunggu saat-saat seperti ini lagi agar bisa kembali bersama dengan Naya dan Kedua Putrinya.
Arga tengah duduk bersantai di Sofa sambil membaca buku Novel karya Naya yang begitu ia sukai. Tiba-tiba datanglah Bryan dan Pak Herlambang duduk di Sofa lainnya mereka berdua tersenyum melihat kembalinya Arga. Mereka berdua sempat berpikir bahwa Arga bakal tidak selamat lagi namun pikiran itu tidak benar dengan bukti Arga masih hidup dan kembali dengan selamat tanpa kekurangan apa pun. Hingga Bryan memulai obrolan itu dengan bersyukur Arga dapat kembali dengan selamat.
“ Gue bersyukur Ga. Lo bisa balik dengan selamat. Gak nyangka aja lo balik kesini lagi”, ucap Bryan bersyukur dan tak menyangka Arga bisa kembali dengan selamat.
“ Makasih Bang, aku balik karena kangen kalian”, ucap Arga tersenyum mendengar ucapan Bryan tadi dan merasa kangen Bryan maupun Pak Herlambang.
“ Ayah juga senang Ga kalo kamu bisa kembali dengan selamat”, ucap Pak Herlambang berdiri dan memeluk Arga. Arga membalas pelukan Pak Herlambang dengan erat dan penuh kerinduan. Dia merasa terharu atas kekhawatiran Ayah Angkatnya itu yang telah menganggapnya seperti anaknya sendiri. Setelah berpelukan Arga menyeka air mata nya dan mulai berbicara membalas ucapan Ayah Angkatnya itu.
“ Arga juga gak menyangka bisa kembali dan menemui Bang Bryan maupun Ayah”, ucap Arga begitu terharu atas kasih sayang Ayah Angkatnya.
“ Lo mau ngomong apa Ga katanya penting?”, tanya Bryan penasaran hal penting apa yang bakal dibicarakan Arga.
“ Gue minta restu kalian melamarkan Naya buat Arga”, ucap Arga meminta restu Bryan dan Pak Herlambang melamarkan Naya untuknya.
__ADS_1
“ Ayah setuju kalian rujuk kembali mungkin sudah saatnya kalian bersama lagi”, ucap Pak Herlambang setuju dengan ucapan Arga supaya bersatu kembali dengan Naya.
“ Kalo Abang sih setuju aja yang terpenting kalian hidup bahagia”, ucap Bryan setuju dengan ucapan Arga agar mereka bisa hidup bahagia. Arga senang mendengar persetujuan Bryan dan Pak Herlambang sambil memeluk mereka bergantian. Dia merasa bersyukur ditemukan orang-orang yang sayang kepadanya seperti keluarga. Dia kembali berbicara ingin membongkar identitas aslinya didepan Kedua Orang Tua Kandungnya nanti saat lamaran.
“ Arga ingin membongkar identitas asli Arga kepada Papa dan Mama saat lamaran lusa nanti”, ucap Arga berniat membongkar identitas aslinya kepada Kedua Orang Tuanya saat lamaran lusa nanti.
“ Lo yakin Ga?”, tanya Bryan tak percaya pada ucapan Arga tadi.
“ Gue dah yakin Bang. Makanya gue minta bantuan Abang dan Ayah. Sudah saatnya untuk bongkar identitas asli Arga,”, ucap Arga yakin membongkar identitas aslinya dan meminta bantuan Keduanya.
“ Ayah berharap setelah semua ke bongkar kamu masih mau jadi Anak Angkatnya Ayah. Jangan putus silaturahmi dengan kami Ga. Ayah juga sayang kepada Naya dan Kedua Putrimu seperti anak maupun cucu sendiri”, ucap Pak Herlambang menitikkan Air matanya meminta Arga masih mau jadi Anak Angkatnya dan tidak memutus silaturahmi. Arga berdiri menuju tempat duduknya Ayah Angkatnya itu kemudian memeluknya erat dan penuh kasih sayang. Dia berusaha menenangkan Ayah Angkatnya itu agar tidak sedih maupun merasa kehilangan. Dia mengatakan tetap menjadi Anak Angkatnya Pak Herlambang dan tidak bakal memutuskan silaturahmi dengan Abang maupun Ayah Angkatnya.
“ Ayah tenang aja. Arga tetap bakal jadi Anak Angkatnya Ayah mungkin hanya pake nama Revi aja Yah biar gak ketuker. Arga janji selalu jaga silaturahmi dangan Abang dan Ayah. Arga sering-sering kesini mengajak Naya dan Kedua Putri kami ke Rumah Ayah. Arga pasti bakal nepati janji Yah”, ucap Arga tersenyum menjawab seluruh ucapan Ayah Angkatnya yang mungkin khawatir kehilangannya.
“ Lo jangan lupa bawa keponakan gue yang lucu-lucu itu”, ucap Bryan mengingatkan Arga membawa Kedua Putrinya ke Rumah Herlambang.
“ Ayah percaya kok sama janji kamu. Jangan lupa sering-sering main kesini sama Naya dan Kedua Putrimu. Ayah kangen masakan Naya terus juga kangen main bareng sama Mona-Moni”, ucap Pak Herlambang tersenyum yakin bahwa Arga bakal menepati janjinya dan mengingatkan Arga sering-sering mampir bersama Naya dan Kedua Putrinya.
__ADS_1
“ Siap laksanakan Yah-Bang”, ucap Arga mengerti nasehat Ayah Angkatnya dan Bryan.
Setelah obrolan serius tadi, Arga memutuskan kembali ke Kamarnya. Arga teringat pesan Naya kalo mau tidur harus video call dulu supaya gak saling kangen. Arga mengambil ponsel diatas nakasnya sambil mencari kontak Naya tidak sabar baginya video call an. Perilaku Arga saat ini seperti abg yang sedang kangen pasangannya dan terlalu bucin. Padahal mereka sudah menikah tapi masih sedikit canggung dan malu saat bertemu mungkin karena menghilangnya Revi membuat keduanya sangat canggung maupun malu.
Beberapa panggilan Arga tidak diangkat oleh Naya. Arga tidak kehabisan akal mulai menghubungi Naya kembali dengan harapan Naya bakal mengangkat video call darinya. Sempat ingin menyerah tiba-tiba ada panggilan dari Naya Arga meloncat kegirangan kemudian mengangkatnya. Arga heran melihat penampilan Naya yang begitu seksi dan menggoda menggunakan mini dress berwarna merah. Naya kebingungan melihat Suaminya itu yang melihatnya bengong dan melamun memandangi nya.
{ “Assalamualaikum, kok Mas bengong?”}, ucap Naya mengucapkan salam dan menanyakan Suaminya bengong melihatnya. Naya tau kalo suaminya bengong melihat penampilannya yang seksi dan menggoda. Dia sudah suka memakai baju tipis dan mini sejak kepergian Suaminya dulu. Dengan cara itu baginya dengan mudah menghilangkan rasa kangen dan kerinduan yang membuncah.
{ “Walaikumsalam. Mas liatin kamu pake mini dress gitu. Bikin salfok liatnya”}, ucap Arga menjawab salam Naya dan menjelaskan alasannya bengong melihat penampilan Naya yang seksi dan menggoda imannya.
{ “ Suka-suka aku lah. Yang pake baju aku kok. Kalo gak mau liat pake kacamata hitam Mas”}, ucap Naya sengaja menggoda Suaminya dia tau kalo iman Arga tergoda olehnya. Naya semakin berani menggoda Arga dengan mengibas-ngibaskan kaki mulusnya. Dia tersenyum sensual untuk membuat Arga menjadi kelabakan digoda oleh Naya. Dia sempat melihat Arga salting dengan berkali-kali membuang muka untuk tidak melihat Naya. Hingga akhirnya Arga mulai ngeles menghindari godaan Naya.
{ “Bukan gitu Sayang, takut ada semut masuk nanti gangguan kamu tidur”}, ucap Arga bercanda membalas ucapan Naya yang sengaja menggodanya.
{ “Kamu gak usah bohong Mas, aku tau kok kamu tergoda kan liat aku begini”}, ucapa Naya tau apabila Suaminya itu sudah tergoda dengan penampilan Naya.
{ “Tergoda banget gak sabar pengen jadi semutnya”}, ucap Arga tersenyum mesum menatap Naya. Arga sudah masuk jebakan godaan Naya yang membuatnya berpikir mesum. Dia gak tahan digoda oleh Naya yang menurutnya begitu seksi. Kepalanya Arga cukup pusing akibat melihat Naya yang terus menggodanya. Naya mencoba menantang Arga dengan
__ADS_1