PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 54


__ADS_3

...MENUMPAS ANDRE...


Sehari setelah berhasil membuat kekacauan di Kota Surabaya. Andre dan anak buahnya berada di Tempat Persembunyian di Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka sedang menyusun rencana menghadapi kedatangan Arga dan Timnya yang ditugaskan menangkapnya. Andre begitu murka mendapatkan kabar bahwa Alvin telah dilumpuhkan dan Naya selamat dari penyanderaan. Dendam dalam dirinya kembali membuncah hebat saat itu setelah mendengar kabar itu.


Pada awalnya, Andre meragukan kemampuan Arga karena dia menilai Arga hanya polisi biasa dan lemah namun hal itu terbantahkan setelah mendapatkan informasi bahwa Arga adalah Wakil Kepala Divisi Penyelidikan Komisi International Police. Jabatan yang tak main-main dan mengejutkan karena tidak sembarang orang bisa mendapat jabatan itu. Andre yakin bahwa Arga datang untuk menumpasnya baik hidup atau mati. Dengan perasaan khawatir dan was-was Andre mengambil ponselnya kemudian menghubungi nomor Arga untuk menantangnya datang ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.


{ “Halo, bangsat”}, ucap Andre menghina Arga dengan bahasa kasar.


{ “Halo juga. Makasih sambutannya. Gue merasa terhormat mendapatkan sambutan begitu”}, ucap Arga tersenyum menjawab hinaan Andre.


{ “Gak usah basa-basi”}, ucap Andre mulai emosi dan meluapkan amarahnya.


{ “Lo tau kan mau gue apa?”}, ucap Arga mencoba menantang Andre.


{ “Gue tantang lo datang kesini”}, ucap Andre menantang Arga datang mencarinya.


{ “Oke gue bakal datang”}, ucap Arga setuju datang menemui Andre.


{ “Lo tau kan kisahnya Revi. Dia bakal kayak lo mati. Tangan gue siap matiin lo”}, ucap Andre mengintimidasi Arga supaya Arga takut dan tak macam-macam kepadanya.


{ “Gue gak takut”}, ucap Arga tersenyum ucapan Intimidasi dari Andre.


{ “Baru lo yang berani sama gue. Sebelumnya semua orang yang berurusan sama gue takut. Inget sehabis lo mati Naya bakal sama gue”}, ucap Andre memuji keberanian Arga dan mengingatkan bahwa setelah kematian Arga, Naya akan jadi miliknya.


{ “Kita buktiin aja”}, ucap Arga menjawab santai dan tenang pujian Andre yang masih mengintimidasi dan merendahkannya.

__ADS_1


{ “Bye”}, ucap Andre mematikan telponnya secara sepihak dengan Arga.


Seusai panggilan telpon itu, Arga tersenyum puas karena dia berhasil menjebak Andre masuk kedalam jebakannya. Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah banyak personel Kepolisian mengepung ditempat persembunyian yang aman dan tidak diketahui. Arga dan Timnya berangkat menuju lokasi tempat Andre berada saat ini. Selama perjalanan Arga memberikan arahan kepada Tim Kepolisian untuk hati-hati dan menghindari lokasi yang berpotensi terdapat bom. Sesampainya Arga dan Timnya di Pelabuhan Tanjung Perak, mereka disambut oleh ledakan mobil yang dahsyat. Mereka semua berhasil menghindar tanpa ada korban jiwa.


“ Baik mari kita mulai rencananya. Tim Alfa menyisir Area Galangan Kapal dan Bengkel Perbaikan. Sedangkan Tim Beta sisir Area Kontainer dan Crane. Kalo sudah paham mari bergerak”, ucap Arga memberikan perintah kepada Timnya menyebar ke beberapa lokasi dan memastikan semua paham tugas masing-masing.


“ Baik kami mengerti”, jawab Semua anggota Timnya mengerti perintah dari Arga.


Di Area Galangan Kapal, Tim Alfa dikejutkan oleh ledakan baja ringan yang menumpuk dan menimbun beberapa anggota Tim Alfa. Tim Alfa dibagi menjadi 2 terdiri atas anggota yang banyak maju dan sisanya membawa yang terluka keluar Area Pelabuhan. Belum lama berjalan Tim Alfa ditembaki oleh anak buah Andre dari berbagai arah. Karena terkepung Tim Alfa menghubungi pusat untuk meminta bantuan. Entah dari arah mana datang 7 buah drone tanpa awak menembaki anak buah Andre yang bersembunyi hingga lumpuh. Drone itu kembali dan mengawasi dari atas untuk membantu Tim Alfa apabila terdesak.


Tim Beta memasuki Area Kontainer dengan berhati-hati dan senyap. Hingga mereka berhasil melumpuhkan anak buah Andre yang tengah berjaga dan bersantai. Terdapat seorang yang masih hidup kemudian mereka menginterogasi di tempat itu. Mereka mendapatkan informasi bahwa Andre tengah berada di Kantor Pengawas. Mereka segera menghubungi Arga dan Tim Utama menuju Lokasi Andre berada saat ini. Setelah Arga dan Tim Utama bergerak, Tim Beta kembali menyisir beberapa area lainnya hingga mereka menangkap anak buah Andre hidup-hidup tanpa melumpuhkannya.


Tim Alfa berhasil menjalankan tugas namun ada beberapa korban luka. Tim Alfa membawa anak buah Andre yang menyerah dan beberapa senjata yang telah disiapkan. Anggota inti Tim Alfa kembali masuk ke Area Pelabuhan untuk membantu Arga dan Tim Utama. Beberapa drone digunakan untuk mengawal anggota inti Tim Alfa agar aman dan menghindari terjadi sabotase oleh pihak lawan.


Pihak lawan mendekati Kontainer tempat mereka sembunyi hingga terdengar suara tembakan dari luar. Diketahui bahwa itu tembakan dari Tim Drone datang tepat pada waktunya. Seluruh anggota pihak lawan berhasil dilumpuhkan dengan baik dan terukur. Tim Drone mengawal pergerakan Arga dan Tim Utama tanpa diketahui penyebabnya Kantor Pengawas meledak. Arga menyadari bahwa Andre tidak akan meninggalkan bukti disana dan pergi meninggalkan tempat itu. Tim Beta melaporkan bahwa Andre telah melarikan diri kearah Pusat Kota.


Seusai mendapatkan informasi dari Tim Beta, Arga bergerak sendirian menaiki mobil kemudian melajukannya dengan kencang. Sedangkan Timnya memilih menyebar di tempat strategis pada Pusat Kota. Arga melihat dari kejauhan mobilnya Andre berhenti didepan Mall Tunjungan Plaza. Arga mengira bahwa Andre akan menyandera atau meledakkan Mall itu. Arga bergegas masuk melalui pintu belakang Mall itu supaya Andre tidak membunuh orang tak berdosa dan tidak tau apa-apa.


Saat memasuki Lantai Dasar Mall itu, Arga melihat anak buah Andre mengumpulkan para pengunjung menjadi satu. Mereka memilih satu persatu anak kecil untuk memijati dan menyuapi makanan. Apabila ada yang menolak akan ditodong pistol tepat dikepalanya. Arga tidak tega melihatnya dia memutuskan menyamar sebagai Cleaning Service sengaja lewat dengan santai dan tenang didepan mereka. Salah seorang dari mereka menghentikan langkah Arga dan bertanya kepada Arga.


“ Mau kemana lo?”, tanya Anak Buah Andre kepada Arga dengan sempoyongan karena mabuk dan sedikit halu.


“ Mau kerja Bang. Dah seminggu gak kerja. Kemarin sakit tipes”, ucap Arga santai dan tenang menjawab pertanyaan Anak Buah Andre. Anak Buah Andre yang mabuk tadi sempat curiga dan mengelilingi sekitar badannya Arga memandang seragam Cleaning Service itu. Arga sempat akan mengambil pistol dalam saku celananya namun tidak jadi karena Anak Buah Andre itu hanya menatap sekilas. Anak Buah Andre kembali duduk menenggak minuman keras miliknya dan mengajak Arga bergabung bersama.


“ Gak usah kerja kita have fun”, ucap Anak Buah Andre yang mabuk sambil menawari Arga minuman keras.

__ADS_1


“ Maaf Bang. Saya biasa minum beras kencur. Lebih sehat bahkan bisa bikin mabuk”, ucap Arga mencoba bercanda menolak halus ajakan Anak Buah Andre. Anak Buah Andre yang tengah mabuk itu hanya tertawa renyah mendengar candaan Arga tadi. Bahkan mengajak temannya tertawa bareng. Hingga Anak Buah Andre itu menertawakan tingkah lucu Arga dan berusaha menahan kencingnya. Anak Buah Andre itu menyuruh Arga pergi segera pergi takut dia bakal mengompol.


“ Hahaha lo lucu, ya udah sono”, ucap Anak Buah Andre menyuruh Arga pergi dari sana.


“ Baik Bang”, jawab singkat Arga sambil berlalu dari sana.


Arga sempat memanggil anak kecil yang berada disana untuk menemui di Toilet. Anak itu paham kemudian izin kepada Anak Buah Andre yang tengah mabuk ke Toilet berpura-pura kebelet pipis. Sesampainya di Toilet, Arga menarik masuk anak kecil itu agar tidak ketahuan dan dicurigai oleh Anak Buah Andre yang lain. Arga berusaha mengajak ngobrol anak kecil itu sambil menanyainya dan meminta bantuan kepadanya.


“ Dek kalo boleh tau ada berapa orang yang ada di luar sana?”, tanya Arga pelan kepada Anak Kecil itu agar mengerti maksudnya dan tidak ketakutan.


“ Ada 4 orang kak”, ucap Anak Kecil itu jujur kepada Arga.


“ Kak tolongin kami. Kami takut mereka suka nodongin pistol dikepala aku sama teman-teman lainnya. Kami takut hiks...hiks..hiks”, ucap Anak Kecil itu meminta pertolongan dan ketakutan kemudian menangis. Arga terenyuh hatinya melihat Anak Kecil itu menangis meminta tolong. Dia berusaha menenangkan Anak Kecil itu. Dia pun mulai berbicara akan membantu Anak Kecil itu supaya lebih tenang dan gak ketakutan lagi.


“ Tenang Dek, kaka bakal bantuin kamu”, ucap Arga menenangkan Anak Kecil itu.


“ Makasih Kak”, ucap Anak Kecil itu tersenyum memandang Arga.


“ Kaka boleh minta bantuanmu?”, tanya Arga meminta bantuan Anak Kecil itu.


“ Bisa Kak”, ucap Anak Kecil itu bersedia membantu Arga. Arga merasa senang mendapatkan respon baik saat dirinya meminta bantuan Anak Kecil itu tanpa penolakan darinya. Dia yakin bahwa rencana ini bakal berhasil dan mampu mengeluarkan semua anak lainnya. Dia mulai berbicara dan memberikan bubuk obat tidur kepada Anak Kecil itu.


“ Gini Dek. Adek masukin bubuk ini ya ke minuman mereka. Kalo dah pingsan semua adek langsung keluar melalui Pintu Belakang disana dah ada polisi yang nunggu”, ucap Arga memberikan bubuk obat tidur kepada Anak Kecil itu dan memintanya pergi apabila Anak Buah Andre telah pingsan.


“ Beres Kak”, ucap Anak Kecil itu mengambil bungkusan bubuk obat tidur dari tangan Arga dan berlalu ke tempatnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2