PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 65


__ADS_3

{ “Coba aja kalo bisa Wle”}, ucap Naya semakin menggoda Arga dengan menantang dan menjulurkan lidahnya mengejek Arga. Arga tak percaya melihat Naya menantang dirinya dengan gaya sensual dan genit. Dia hanya bisa terbengong melihat perilaku Naya tadi. Dia kemudian membalas ucapan Naya yang menantang dirinya.


{ “Owhh nantangin ya”}, ucap Arga menjawab tantangan Naya dengan tatapan mengancam dan mesum.


{ “Hahaha, dasar mesum. Digituin aja dah kayak cacing kepanasan. Gak pernah liat cewek seksi dan hot ya”}, ucap Naya tertawa dan menyindir Arga. Arga hanya membuka mulutnya mendengar ucapan Naya tadi. Dia tak percaya kalo Naya bakal berkata seperti itu selama ini mengira Naya kalem dan baik namun sekarang sangat sensual dan agresif. Dia penasaran menanyakan siapa aslinya orang yang diajak video call itu.


{ “Kamu siapa? bukan jurik kan, jangan umpetin Naya”}, tanya Arga asal menanyakan siapa yang diajak video call itu.


{ “Aku ini Naya asli. Enak aja dibilang jurik. Ini liat foto KTP ku masih sama kayak dulu”}, ucap Naya kesal dibilang jurik dan menunjukkan foto KTPnya. Naya begitu kesal kepada Arga niatnya sengaja menggoda malah dibilang jurik olenya. Dia sudah hilang moodnya untuk menggoda Arga lagi. Dia memilih minum susu hangat di Meja Kecil dekat Ranjangnya sambil menenangkan rasa kesal dan emosinya.


{ “Sorry Sayang. Jangan ngambek dong. Mas suka kok semenjak kapan kamu pake pakaian seksi gitu setau aku dulu kamu paling malas pake gitu-gituan”}, ucap Arga meminta maaf dan penasaran sejak kapan Naya memakai pakaian seksi itu.


{ “Iya aku maafin Mas Arga. Siapa juga yang marah jangan halu deh. Semenjak kamu kayak Bang Toyip gak pulang-pulang makanya buat lepasin rindu aku pake pakaian seksi gitu”}, ucap Naya memaafkan Arga dan menjelaskan memakai pakaian seksi untuk menghilangkan rindu.


{ “Owhh gitu ternyata rindu nih”}, ucap Arga mencoba menggoda Naya lagi. Naya hanya membolakan kedua mata nya malas menanggapi ucapan Arga. Dia tau kalo nanti ditanggapi olehnya Arga akan semakin menggodanya dan mesum kepadanya. Dia berpura-pura menjadi cuek kepada Arga supaya tidak digoda lagi olehnya.


{ “Sayang”}, ucap Arga memanggil Naya lembut dan manja.


{ “Hemm”}, ucap Naya menjawab panggilan Arga dengan berdehem.

__ADS_1


{ “Sayang”}, ucap Arga lagi mulai kesal mendapatkan panggilan dari Naya berdehem.


{ “Hemm”}, ucap Naya kembali membalas panggilan Arga dengan berdehem.


{ “Polwan galak”}, ucap Arga memanggil Naya Polwan galak.


{ “Ihhh... Apaan sih Mas Arga”}, ucap Naya protes kepada Arga dipanggil Polwan galak.


{ “Abisnya kamu dipanggil gak nyahut cuman Hemm gitu. Mas kan jadi kesal sama kamu. Cuekin Suami dosa lo”}, ucap Arga kesal karena tidak ditanggapi ucapannya oleh Naya dan menakuti Naya dosa cuekin suami.


{ “Iya deh Mas Arga. Aku ngalah sama Suami brondongku. Maafin istrimu ya”}, ucap Naya sambil tersenyum mengalah sekaligus meminta maaf kepada Arga. Naya mengulas senyuman manisnya untuk meminta maaf kepada Suaminya supaya memaafkannya. Dia yakin suaminya tidak tega marah kepadanya. Dia merasa tenang melihat suaminya memberikan senyuman tampannya kepada dirinya.


{ “Ya Mas maafin kamu, tapi kok kamu manggil Arga sih kan aku Suami mu adalah Revi”}, ucap Arga memaafkan Naya dan protes dipanggil Arga terus oleh Naya.


{ “Hahaha Iya deh Sayang. Mas tetap bakal jadi Arga nya kamu. Mas gak bakal berubah meskipun kita sebenarnya adalah Suami-Istri”}, ucap Arga menerima ucapan Naya sambil tertawa renyah.


{ “Makasih Mas, makin sayang sama Mas Arga dan Mas Revi”}, ucap Naya tersenyum manis mendengar ucapan Suaminya tadi. Muncul ide di otaknya Arga untuk memberikan sebuah nama panggilan kesayangan buat dirinya. Arga ingin Naya memanggilnya “Rega” gabungan dari nama Revi-Arga supaya kedua nama itu tidak tertukar lagi. Arga mulai berbicara dengan mengusulkan nama “Rega” kepada Naya saat mereka sedang berdua supaya tidak salah paham lagi.


{ “Sayang kamu manggil Mas “Rega” aja ya biar keren”}, ucap Arga mengusulkan nama panggilan kesayangan kepada Naya.

__ADS_1


{ “Hah, kok Rega Mas?”}, ucap Naya terkejut dan bertanya kepada Arga arti nama itu.


{ “Iya Sayang, arti dari kata “Rega” adalah Revi-Arga biar gak ketuker namanya dan supaya kamu nyaman manggil aku tanpa kehilangan 2 orang kesayangan kamu”}, ucap Arga menjelaskan arti nama “Rega” kepada Naya dan maksud dibaliknya. Sontak Naya tertawa lepas setelah mendengar nama panggilan kesayangan Suaminya itu. Menurutnya nama panggilan kesayangan itu sangatlah lucu dan keren. Kemudian Naya hanya menyetujui ide Suaminya minta dipanggil “Rega” sambil tertawa lepas.


{ “Nama panggilan kesayangan Mas lucu dan keren. Setuju banget sama ide nya Suami yang tampan ini. Aku bakal jadi istri terbaik buat mu Mas”}, ucap Naya setuju dengan nama panggilan kesayangan Suami nya itu sambil tersenyum sensual dan kembali menggodanya.


{ “Kamu godain Mas lagi kan?”}, ucap Arga mengerti bahwa Naya kembali menggoda dirinya itu.


{ “Kalo iya kenapa, kan suami sendiri yang digoda sama aku”}, ucap Naya kembali menantang Arga dengan mengedipkan sebelah mata nya dan membusungkan dadanya kearah Arga.


{ “Iya Mas, jadi gak tahan pengen nerkam kamu sekarang”}, ucap Arga tersenyum setelah melihat dirinya digoda oleh Naya. Naya tersenyum setelah mendengar ucapan Suami nya yang telah tergoda olehnya tadi. Dia malah semakin berani mendaratkan ciuman sensual ke Layar Ponselnya saat sedang video call dengan Arga. Setelah mencium Layar Ponselnya, Naya kembali berkata dengan kata-kata yang lebih berani dan menggoda iman Arga.


{ “Mas gak kangen apa sama Naya?”}, ucap Naya menaikkan sebelah alis mata nya menanyakan Suami nya kangen kepada dirinya.


{ “Kangen banget dong. Apalagi bisa pelukan sama kamu. Mas selama ini tersikas hanya bisa peluk guling bukannya kamu”}, ucap Arga kepada Naya dengan nada manja dan kangen pada Naya.


{ “Kalo Mas kangen cepat nikahin aku dong”}, ucap Naya membalas ucapan Arga tak kalah manjanya.


{ “Iya Mas bakal nikahin kamu secepatnya. Kalo bisa setelah lamaran kita bisa langsung nikah aja. Mas dah booking Kantor KUA buat kita berdua”}, ucap Arga bercanda ingin cepat menikahi Naya di Kantor KUA.

__ADS_1


{ “Ngebet banget sih”}, ucap Naya tertawa renyah setelah mendengar ucapan Arga.


{ “Habisnya gak sabar bisa malam pertama lagi sama kamu”}, ucap Arga tersenyum membalas ucapan Naya tadi yang menyindir dirinya. Naya hanya bisa tertawa renyah mendengar alasan Suaminya itu. Dia bahagia karena Arga ada niatan baik untuk mengikat ikatan cinta mereka ke jenjang serius walaupun harus nikah lagi. Saking senangnya Naya terus mengulas senyum termanisnya kearah Arga.


__ADS_2