PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 72


__ADS_3

“ Kamu gak papa Ngga?”, tanya Naya menanyakan kondisi Lingga saat ini.


“ Maaf Nay. Perutku mules banget nih sampe kentut-kentut terus. Kayaknya tadi aku salah makan deh jadi gini”, ucap Lingga meminta maaf kepada Naya karena terganggu oleh suara kentutannya tadi. Mama Nisa yang kasihan dan tidak tega melihatnya sakit perut. Dia sempat khawatir pada kondisinya Lingga yang tampak pucat dan lemas menahan kentutnya. Dia berusaha menawarkan bantuan mengantarkannya ke Toilet.


“ Nak Lingga mau ke Toilet biar saya antar ya”, ucap Mama Nisa menawarkan bantuan mengantar Lingga ke Toilet.


“ Gak perlu Nyonya, kayaknya saya mau pamit aja”, ucap Lingga beranjak dari duduknya dan ingin pamit kepada Naya dan Mama Nisa. Lingga memutuskan untuk pamit pulang karena tak enak hati kepada Naya dan Keluarga Wardhana karena ulahnya telah menganggu mereka. Dia merasakan perut yang mules dan kentut-kentut terus saat berdiri. Akhirnya Mama Nisa mengerti kondisi Lingga tanpa melarangnya untuk pulang tapi malah mengizinkannya pulang berharap Lingga segera berobat.


“ Owhh gitu Nak Lingga. Saya izinkan Nak Lingga pulang jangan lupa berobat segera ya. Lain kali main lagi kesini”, ucap Mama Nisa mengizinkan Lingga untuk pamit dan tak lupa mengingatkan untuk berobat.


“ Betul kata Mama. Kamu segera berobat aja Ngga biar cepat sembuh. Aku liat wajah mu pucat banget takut kenapa-kenapa Ngga”, ucap Naya setuju dengan ucapan Mama Nisa serta menyarankan Lingga segera berobat.


“ Makasih ya Nay-Nyonya atas perhatiannya”, ucap Lingga berterima kasih kepada Naya dan Mama Nisa.


“ Sama-sama Nak Lingga”, ucap Mama Nisa tersenyum mendengar ucapan Lingga terima kasih kepadanya.

__ADS_1


“ Santai aja Ngga”, jawab singkat Naya menenangkan Lingga yang tak enak hati kepadanya. Lingga hanya menganggukkan kepalanya mengerti ucapan Naya tadi. Saat tengah tengah tersenyum kearah Naya tiba-tiba aja dia kembali kentut lagi tapi sekarang lebih keras. Saking malu nya Lingga memilih pamit kepada Naya dan Mama Nisa.


“ Aku pamit ya Nay-Nyonya, permisi”, ucap Lingga pamit dari sana ingin pulang ke Rumahnya.


“ Ya Ngga hati-hati di jalan”, ucap Naya tersenyum manis kearah Lingga yang beranjak keluar dari Rumah Tuan Wardhana.


“ Hati-hati dijalan Nak Lingga”, setengah teriak Mama Nisa mengingatkan Lingga hati-hati di jalan. Setelah kepergian Lingga, Naya dan Mama Nisa pergi ke Ruang Makan untuk mencari udara segar. Mereka berdua cukup lama menahan bau kentutnya Lingga. Mereka berdua sempat bercerita tentang kejadian tadi terlihat sedikit janggal kok bisa Lingga sakit perut padahal minum teh yang sama dengan mereka. Tak mau ambil pusing Naya dan Mama Nisa memilih kembali ke Kamar masing-masing.


Sedangkan Kakek Dhana, Mona, dan Moni tengah tertawa bersama mengingat kejadian Lingga kentut-kentut. Mona-Moni tertawa lepas setelah misi nya mengerjai Lingga berhasil semua. Mereka berdua yakin setelahnya Lingga bakal mikir berkali-kali untuk mendekati Mama nya lagi. Kakek Dhana heran melihat Kedua Cucu nya tertawa begitu lepas seperti habis berhasil mengerjai orang. Karena sudah penasaran Kakek Dhana akhirnya bertanya kepada Kedua Cucu nya itu.


“ Kalian kok ketawa nya lepas banget? ada apa sebenarnya?”, tanya Kakek Dhana penasaran terhadap apa yang terjadi.


“ Misi apa?”, tanya Kakek Dhana semakin penasaran.


“ Misi ngerjain Om tadi Kek, kami sengaja bikin cemburu dan sakit perut Om tadi”, ucap Moni polos menjelaskan Kepada Kakek nya. Sontak Kakek Dhana tertawa mendengar penjelasan Kedua Cucu nya itu. Menurutnya tingkah mereka sama persis dengan Alm. Revi dulu suka jahil kepada orang yang tidak disukainya. Kakek Dhana tak menyangka tingkah jahil anaknya diturunkan kepada Kedua Cucu nya itu.

__ADS_1


“ Kakek kok ketawa?”, tanya Moni penasaran melihat Kakeknya tertawa.


“ Tingkah kalian berdua sama persis dengan Alm. Revi Papa kalian”, ucap Kakek Dhana tersenyum mengatakan bahwa tingkah mereka berdua sama persis dengan Revi.


“ Owhh ya Kek, wah kami bangga punya Papa hebat”, ucap Moni tersenyum membanggakan Papa nya.


“ Berarti bakat kami diturunkan dari Papa dong”, ucap Mona setuju ucapan Moni yang membanggakan Papa nya.


“ Iya betul banget. Kalian harus bangga kepada Papa kalian. Papa kalian selalu bikin Kakek dan Nenek bahagia karena selalu berbakti kepada Kedua Orang Tua, jadi kalian harus contoh Papa kalian ya”, ucap Kakek Dhana mengingatkan Kedua Cucu nya selalu bangga kepada Papa nya dan mencontoh sikap Papa nya yang berbakti kepada Kedua Orang Tua. Mona-Moni hanya menganggukkan kepalanya paham. Mereka berdua memeluk dan mencium pipi Kakeknya yang mereka anggap seperti Papa mereka. Mereka berdua sangat sayang kepada Kakeknya tanpa pernah nakal dan membantah perintahnya. Setelah berpelukan Kakek Dhana penasaran ingin memastikan penilaian Kedua Cucu nya itu tentang Arga.


“ Kalian setuju gak kalo Mama kalian Kakek nikahkan dengan Om Arga?”, tanya Kakek Dhana memastikan penilaian Kedua Cucu nya tentang Arga.


“ Kalo Mona setuju Kek. Om Arga baik, sabar, lucu, penyayang, dan bertanggung jawab. Cocok banget sama Mama”, ucap Mona setuju Kakeknya menikahkan Mama nya dengan Arga.


“ Kalo Moni suka sama Om Arga selalu manjain dan pengertian sama Moni”, ucap Moni setuju Kakeknya menikahkan Mama nya dengan Arga.

__ADS_1


“ Alhamdulillah kalo kalian setuju. Kakek bakal persiapkan semuanya untuk pernikahan Mama kalian nanti. Mama kalian mengusulkan pernikahannya di KUA aja secara sederhana”, ucap Kakek Dhana bersyukur Kedua Cucu nya telah setuju dan memberi restu. Pada awalnya Kakek Dhana tidak yakin kalo Arga bakal mendapatkan restu dari Kedua Cucu nya itu namun keraguan itu akhirnya hilang setelah tau Kedua Cucu nya menyukai Arga. Dia berharap bahwa pernikahan Naya ini bakal menjadi yang terakhir kali sampai maut memisahkan mereka. Meskipun berat bakal melepaskan menantu kesayangannya bersanding dengan laki-laki lain namun kenyataan meninggalnya Revi membuat segala kemungkinan bisa terjadi saat ini.


Kakek Dhana memutuskan tidur bersama Kedua Cucu nya setelah izin dengan Istri nya dulu. Nenek Nisa setuju ide Kakek Dhana yang ingin menemani Kedua Cucu nya tidur bersama. Nenek Nisa paham apabila saat ini Suami nya itu sedang merindukan Revi. Nenek Nisa tidak berani melarangnya karena kasihan kepada kesehatan Suami nya bisa aja drop. Mona-Moni antusias ditemani tidurnya bersama Kakek Dhana karena bisa cerita-cerita bareng maupun baca komik favorit mereka masing-masing. Kakek Dhana bahagia bisa membuat Kedua Cucu nya tersenyum hal itu cukup mengobati kerinduannya kepada Revi anaknya.


__ADS_2