
...TUGAS PERTAMA CEO BARU...
Hari ini, Naya pertama kali masuk kerja sebagai CEO baru di Perusahaan Wardhana Group. Sebelumnya Naya harus mengurus surat kepindahan nya yang berdomisili di Jambi ke Jakarta maupun mengurusi perlengkapan sekolah kedua putrinya. Di dalam mobil nya, Naya terlihat sangat gugup saat diantar oleh sopir karena belum dibolehkan menyetir oleh Tuan Wardhana terkait keamanan. Naya memakai baju kemeja putih dengan rok panjang mirip seorang karyawan baru karena sibuk Naya hanya bisa menyiapkan beberapa kemeja termasuk yang dikenakan nya sekarang.
Sesampainya Naya di Kantor Utama Wardhana Group, Naya terlihat sangat takjub melihatnya karena gedungnya sangatlah tinggi dan besar. Dia tidak pernah mau diajak oleh Revi berkunjung ke kantor ini karena malu dan merasa grogi namun sekarang statusnya sebagai seorang CEO Perusahaan Wardhana Group otomatis harus terbiasa. Naya melangkah menuju ke arah pintu masuk kantor namun dicegah oleh petugas security karena tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk. Security tidak tau kalo berhadapan dengan bosnya sendiri karena harus menjalankan prosedur yang berlaku.
“ Maaf Buk. Anda tidak boleh masuk kedalam. Hanya bos dan karyawan saja yang boleh masuk kedalam”, ucap Security mencegah Naya masuk.
“ Ma..maa...maaf saya baru disini jadi gak tau”, ucap Naya terbata-bata dan gugup.
“ Anda pegawai magang?”, tanya Security memastikan bahwa pegawai magang yang akan masuk hari ini.
“ Ya pak saya baru masuk hari ini”, jawab Naya yang masih gugup.
“ Baik Buk. Silahkan duduk disana. Nanti Staff Hrd akan memanggil anda”, ucap Security sopan menyuruh Naya duduk di kursi sebelah pintu masuk kantor tersebut. Naya hanya menganggukkan kepalanya pelan paham kemudian menuju kursi yang ditunjuk dan duduk disana. Naya terlihat kebingungan karena tidak tau harus berbuat apa. Naya pun duduk berharap Tuan Wardhana datang ataupun orang yang mengenalnya menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi saat ini.
Naya hanya terduduk diam dengan wajah pucat dan gugup. Security yang melihatnya tidak tega kemudian menawarkan minuman kepada Naya agar tidak gugup lagi. Naya menerima minuman itu dan meminumnya keadaanya sekarang terlihat lebih tenang. Hingga, beberapa saat datanglah seorang Kepala Divisi bernama Rahmi Widyawati menemui Naya yang tengah duduk di kursi dengan wajah yang masih pucat dan gugup.
“ Buk Naya kok ada disini? kenapa gak masuk aja?”, tanya Rahmi bingung melihat Naya duduk di luar.
“ Alhamdulillah kamu datang. Tadi ibu gak dibolehin masuk sama Security sini katanya gak semua orang boleh masuk kecuali bos dan karyawan. Ya udah ibu duduk sini”, ucap Naya tersenyum bahagia karena ada Rahmi yang mengenalnya.
__ADS_1
“ Maaf Buk. Memang begitu prosedurnya mungkin ini cuman salah paham aja kan Buk Naya bos nya sekarang jadi boleh masuk. Ibu gak usah takut lagi”, ucap Rahmi meminta maaf ke Naya karena kesalah pahaman tadi.
“ Iya ibu ngerti kok. Mungkin gara-gara pake baju kemeja putih dan rok putih ya dikira anak magang. Tadi sempat bingung gak dibolehin masuk dengan Security Kantor”, ucap Naya tertawa mengingat kejadian tadi.
“ Hahaha ya Buk”, ucap Rahmi ikut tertawa.
“ Security mana yang melarang ibu?”, tanya Rahmi penasaran kepada Security yang berani melarang bos nya masuk kantor.
“ Yang itu Mi. Tapi jangan dimarahin ya kasihan. Ibu udah maafin kok”, ucap Naya kasihan kepada Security yang melarang nya masuk.
“ Gak kok buk mungkin cuman negur aja dan jelasin salah paham tadi”, ucap Rahmi menjelaskan akan menegur Security tadi. Naya hanya menganggukkan kepalanya paham atas ucapan Rahmi tadi. Tapi dia tidak tega melihat Security itu dimarahi maupun terkena sanksi. Naya terus meminta Rahmi untuk tidak memberikan sanksi kepada Security itu. Rahmi hanya menyetujui permintaan Naya sebagai bosnya mungkin biasanya apabila ada karyawan melakukan kesalahan akan mendapatkan teguran maupun sanksi.
“ Kamu namanya siapa?”, tanya Rahmi dengan nada galak.
“ Sa..sa...saya namanya Gilang Rajendra Security baru disini Buk”, ucap Gilang terbata-bata dan kaget.
“ Owhh baru. Berarti sudah kenal saya belum? baru berapa bulan disini?”, tanya Rahmi dengan tatapan menakutkan.
“ Kenal ibu namanya Rahmi Widyawati. Kepala Divisi Personalia disini. Saya baru 4 bulan disini Buk”, ucap Gilang tertunduk takut kepada Rahmi. Rahmi tidak menjawab ucapan Gilang. Rahmi terus menatap tajam kearah Gilang yang tengah menundukkan kepalanya. Naya yang melihat sikap Rahmi itu pun menepuk lengan Rahmi sambil mengisyaratkan jarinyan untuk tidak memarahi Gilang. Rahmi hanya menuruti permintaan Naya.
“Kamu kenal siapa yang disebabkan saya?”, tanya Rahmi menunjuk tangannya kearah Naya.
__ADS_1
“ Maaf sebelumnya saya tidak kenal karena baru masuk lagi setelah sakit kemarin”, ucap Gilang meminta maaf kepada Rahmi dan Naya.
“ Oke saya akan jelaskan. Beliau ini adalah CEO baru disini namanya Kanaya Arisk Putri diangkat oleh Tuan Wardhana menggantikan posisi nya. Buk Naya baru sempat masuk hari ini”, ucap Rahmi menjelaskan kepada Gilang siapa yang tadi dia larang masuk.
“ Hah, beneran buk?”, tanya Gilang terkejut mendengar ucapan Rahmi.
“ Ya betul”, jawab singkat Rahmi.
“ Maafin saya Buk Naya. Saya tadi gak sengaja melarang ibu masuk kedalam kantor ini. Saya betul-betul minta maaf Buk”, ucap Gilang meminta maaf kepada Naya dengan bersungguh-sungguh.
“ Iya gak papa kerja kamu bagus mampu menjalankan tugas dengan baik”, ucap Naya tersenyum ramah menerima permintaan maaf Gilang.
“ Lain kali jangan diulangi. Coba tanya dulu keperluan orang yang ingin masuk kesini dan jangan diusir ya. Kamu harus jaga kesehatan juga”, ucap Naya mengingatkan Gilang agar tidak mengulangi lagi kesalahan tadi.
“ Baik Buk Naya. Terima kasih atas kemurahan hatinya memaafkan. Sekali lagi saya minta maaf buk”, ucap Gilang berterima kasih kepada Naya.
“ Iya sama-sama. Saya masuk dulu Mas Gilang. Yuk Mi masuk”, ucap Naya pamit kepada Gilang dan mengajak Rahmi masuk bareng. Gilang yang mendapatkan sebutan Mas dari Naya pun tersenyum bahagia karena bos baru nya sangatlah baik dan ramah. Sebelumnya Gilang pernah berpikir mengenai gosip selama ini bos baru di kantor itu sangatlah galak. Namun itu ternyata tidak benar sama sekali hanya berita bohong. Gilang yakin dibawah kepemimpinan Naya perusahaan akan berkembang sangat pesat.
Rahmi masuk dahalu baru disusul oleh Naya karena malu dan gugup. Dia tidak pernah mendapatkan previllage dihormati oleh banyak orang. Karena banyak karyawan yang berlalu lalang didekat Naya banyak yang memberi hormat bahkan menyapa nya. Akhirnya mereka sampai di Ruangan Utama CEO setelah itu Rahmi izin pamit kepada Naya dan meninggalkan Naya dalam ruangan itu sendirian. Naya sempat melihat-lihat isi ruangan itu mirip dalam Drakor yang selama ini dia tonton bersama kedua putri nya.
“ Ternyata gini ya rasanya jadi CEO. Enak banget mirip sama yang di Drakor yang sering ku tonton. Kan ini masih magang masa langsung ngurusi semua nya sih”, gumam Naya dalam hati sambil memandangi seisi kantor.
__ADS_1