PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 57


__ADS_3

Mereka berniat melarikan diri keluar dari Mall itu. Arga dengan perlahan mengikuti mereka hingga ke Parkiran Mobil. Arga menembaki Anak Buah Andre dari arah yang tak terduga. Mereka berhasil dilumpuhkan oleh Arga seorang diri. Andre memasuki mobil dan memerintahkan Anak Buahnya menghalangi Arga. Terjadi kontak tembak antara Arga dan Anak Buah Andre cukup sengit. Semua Anak Buah Andre yang melawannya berhasil dilumpuhkannya.


Arga memerintahkan kepada Timnya untuk melakukan tindakan apa pun demi menghentikan Andre. Timnya mulai bergerak setelah mendapatkan perintah langsung dari Arga tadi. Arga segera menaiki mobil mengikuti arah mobil Andre diketahui menuju Jalan Tol. Arga memberikan arahan untuk Timnya untuk melakukan pencegatan di Gerbang Tol terakhir dan pengejaran supaya mereka dapat terpojok. Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya dapat mengejar mobil Andre.


Tim Beta berhasil membuat blokade jalan di Gerbang Tol terakhir sedangkan Tim Alfa mengejar mobil Andre hingga terpojok. Tiba-tiba terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Andre menabrak truk tangki Pertamina yang kebetulan berjalan disana. Kecelakaan lalu lintas itu melibatkan sekitar 10 mobil termasuk mobil Andre. Setelah kecelakaan itu terjadi ledakan hebat disana menyebabkan hampir seluruh penumpang 10 mobil itu terbakar dan tidak teridentifikasi lagi.


Arga terkejut mendengar laporan Ketua Tim Alfa bahwa Andre telah tewas akibat kecelakaan hebat di Jalan Tol itu. Arga masih tak percaya kabar itu hingga melajukan mobilnya menuju kesana. Sesampainya di Lokasi Kecelakaan itu masih terlihat asap besar kebakaran. Semua orang memandangi peristiwa miris itu dengan perasaan ngeri dan kasihan. Arga maju melihat hal itu tak percaya bahwa akhir hidup Andre akan tragis. Ditengah rasa bersalahnya Arga kepada Andre, pundaknya Arga ditepuk oleh Hendra sambil menenangkan dan menguatkan Arga.


“ Tenangkan dirimu Ga. Dia dah dapat karma dari kejahatan terdahulu. Lo gak perlu merasa bersalah”, ucap Hendra memegang pundak Arga untuk menenangkannya.


“ Iya gue tau”, ucap Arga masih tak percaya kejadian itu.


 “Kenapa nasibnya harus berakhir tragis gini?”, tanya Arga kepada Hendra menanyakan nasib Andre berakhir tragis. Hendra mengerti atas rasa bersalah Arga. Dia tau meskipun mereka bermusuhan tapi rasa kemanusiaan dan peduli Arga pada nasib Andre lebih besar. Dia berusaha menenangkan kembali Arga dengan menjelaskan itu pilihan Andre dan bukan kesalahan Arga.


“ Dia dah milih nasibnya sendiri. Itu memang resiko dari pekerjaannya dan kita tidak bisa merubahnya kecuali dia sendiri. Jadi lo gak usah merasa bersalah semua bukan kesalahan lo Ga”, ucap Hendra kepada Arga kembali menenangkannya dengan menjelaskan itu pilihan hidup Andre dan bukan kesalahan Arga.


“ Thanks Ndra dah mau tenangin gue”, ucap Arga berterima kasih kepada Hendra yang telah menenangkannya. Arga tersadar pada sebuah rahasia yang selama ini dia pendam. Dia yakin bahwa Hendra bakal percaya kepadanya dan tidak membencinya. Dia mulai berbicara menanyakan perkembangan pencarian Revi.

__ADS_1


“ Lo dah ketemu Revi?”, tanya Arga kepada Hendra untuk memecah keheningan saat itu.


“ Belum Ga. Susah banget nyarinya. Gue nyerah deh”, ucap Hendra kepada Arga pasrah dan menyerah mencari Revi.


“ Hahaha iya gak bakal ketemu lah”, ucap Arga meledek dan tertawa renyah mendengar ucapan Hendra. Hendra menjadi bingung atas ucapan Arga. Menurut Hendra aneh setelah dia menceritakan menyerah mencari Revi. Saking bingungnya Hendra berbalik bertanya penyebab Arga tertawa mendengar ucapannya tadi.


“ Lo kenapa ketawa?”, ucap Hendra bingung mendengar ucapan Arga.


“ Ya ampun. Lo dari tadi gak nyadar diledekin sama gue. Parah memang”, ucap Arga sambil menoyor kepala Hendra.


“ Jan..jang...jangan lo Magician bisa baca pikiran gue”, ucap Hendre terbata-bata asal menebak kalo Arga seorang Magician. Arga kembali tertawa renyah mendengar ucapan Hendra. Dia berhasil mengerjai Hendra seperti dulu. Dia yakin Hendra tidak tau identitas asli nya.


“ Lo beneran Revi? mana buktinya?”, tanya Hendre terkejut mendengar ucapan Arga tadi dan memastikan nya dengan meminta bukti.


“ Nih liat foto KTP gue. Itu foto pernikahan Gue sama Naya. Dah jelaskan kalo gue Revi”, ucap Arga menjelaskan bahwa dirinya adalah Revi. Hendra melihat seksama seluruh foto tadi. Dia memastikan bahwa itu foto asli bukan editan. Dia yakin kalo ini bukan mimpi.


“ Gue masih tidur nih sampe bermimpi gini”, ucap Hendra tak percaya dan menganggapnya mimpi.

__ADS_1


“ Auww... Sakit tau”, ucap Hendre mendapatkan cubitan dilengannya dari Arga.


“ Lo kelamaan loadingnya gue ceritain aja. Jadi setelah kecelakaan itu gue diselamatkan oleh Dokter Bryan dan dibawa ke Korea untuk perawatan dan operasi plastik. Kebetulan Keluarga Herlambang mengangkat gue jadi anak angkatnya memakai nama Arga Pradipta Herlambang”, ucap Arga menjelaskan rahasia yang selama ini dipendam kepada Hendra. Hendra sempat tak berkedip mendengar itu dan masih tak percaya. Dia merasa aneh selama ini orang yang dicari ada didekatnya. Dia kesal dan meluapkan emosinya kepada Revi.


“ Kurang ajar lo ngerjain gue”, ucap Hendra kesal dan meluapkan emosinya kepada Revi.


“ Sorry Ndra. Gue harus melakukan gini gara-gara ulah Andre. Banyak orang yang mengincar nyawa gue”, ucap Revi meminta maaf kepada Hendra dan menjelaskan menyembunyikan identitas aslinya.


“ Tetap aja gue kesal sama lo”, ucap Hendra memeluk tubuh Revi karena rindu dan tak menyangka dapat bertemu.


“ Maafin gue Bang Hendra”, ucap Revi membalas pelukan Hendra dan mengungkapkan nama “Bang” kepada Hendra. Hendra dan Revi berpelukan erat saling melepas rindu. Setelah berpelukan mereka berdua sempat diam suasana menjadi hening. Hingga Hendra bertanya tentang nasib pernikahan Revi-Naya.


“ Gimana nasib pernikahan lo Vi?”, tanya Hendre penasaran terhadap nasib pernikahan Revi-Naya.


“ Iya terpaksa nikah lagi. Tapi kayaknya gue bakal pake nama asli Revi biar semua orang tau kalo gue masih hidup. Gue juga dah ikhlas Naya menjadi Pewaris Tunggal Perusahaan Wardhana Group, dia cocok banget dalam memimpin”, ucap Revi mengatakan terpaksa menikah dengan Naya lagi dan mengikhlaskan Naya sebagai Pewaris Perusahaan Wardhana Group.


“ Gue setuju aja. Soalnya semenjak lo pergi, Tuan Wardhana dan Nyonya Nisa lo lebih sayang kepada Naya kayak anaknya sendiri”, ucap Hendra setuju dengan keputusan Revi. Revi hanya menganggukkan kepalanya paham atas ucapan Hendra. Dia setuju dengan ucapan Hendra tadi karena Naya memiliki kemampuan me-manage organisasi dan membangun relasi. Dia sangat yakin dibawah Kepemimpinan Naya Perusahaan Wardhana Group semakin berkembang pesat.

__ADS_1


Setelah obrolan Revi dan Hendra selesai, mereka berdua pergi ke Kantor Mapolda Jawa Timur. Tempat Kedua Putrinya Revi berada disana dengan aman dan terlindung. Sejak kejadian penyanderaan Kedua Putrinya Revi merasa bersalah karena melibatkan mereka dalam masalah ini. Bagi Revi saat ini menjamin keamanan Kedua Putrinya sebagai prioritas utama sehingga dia lebih memilih mengamankan anaknya di Mapolda Jawa Timur.


__ADS_2