PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 42


__ADS_3

Andre terus berpikir keras mengenai sebuah cara terbaik memenuhi tantangan dari Naya. Setelah cukup lama berpikir akhirnya Andre berhasil mendapatkan sebuah ide yang akan dia lakukan. Andre tersenyum senang karena dengan ide itu Naya akan luluh hatinya dan tak perlu bersaing lagi dengan Arga. Andre yakin kali ini pasti berhasil dalam menaklukkan hati nya Naya.


“ Gue bakal pakai cara ini aja. Gak sia-sia gue dapat gelar Playboy terhebat di Indonesia maupun Dunia. Gue pastiin Naya bakal takluk kepada gue dan gak perlu repot-repot bersaing lagi sama Arga”, gumam Andre dalam hati sambil tersenyum yakin bahwa ide nya bakal berhasil.


Naya tengah duduk di kursi dalam Ruangannya. Naya sempat menghela napas panjang berat baginya membayangkan ada 2 cowok memperebutkan hati nya saat ini. Pertama, Arga telah meluluhkan hati nya yang telah mati akibat meninggalnya Revi. Naya seorang diri merawat kedua putri kecilnya tanpa seorang suami meskipun berat Naya berusaha menjalani dengan tabah dan ikhlas agar kedua putri nya sehat. Setelah kedatangan Arga hati Naya kembali bersemi atas ketulusan dan kesungguhan Arga menaklukan hatinya yang telah mati itu. Kedua, Andre kembali lagi bertekad menaklukkan hatinya Naya dengan perhatian dan keromantisan nya. Meskipun begitu Naya ragu terhadap ketulusan Andre mencintainya. Naya takut apabila dia menerima cinta Andre anak-anaknya bakal terlantar dan tak terurus lagi. Naya pun melamun memikirkan kedua hal yang begitu berat itu harus memilih salah satu dari mereka berdua. Naya berusaha menenangkan pikirannya yang sudah berpikiran kemana-mana.


“ Tenangin pikiran mu Nay. Kamu gak boleh gegabah ambil keputusan antara memilih Arga maupun Andre. Kamu harus liat dulu perjuangan dan kesungguhan mereka dapetin hati mu”, gumam Naya dalam hati sambil menenangkan pikirannya yang sudah kemana-mana.


 


...MAIN KE KANTOR NAYA...


 Hari ini Arga akan membuat kejutan kepada Naya. Arga sengaja tidak memberitahu kalo dirinya ke Kantor nya Naya. Arga yakin kalo Naya pasti terkejut oleh kedatangan nya yang mendadak itu. Memang selama berpacaran dengan Naya, Arga selalu membuat kejutan yang bikin Naya jantungan sekaligus kesal. Namun Naya yang sudah terlanjur cinta pada Arga tidak tega menolak kejutan dari Arga.


Arga telah sampai di Kantor Naya dan dia tengah duduk santai pada kursi di Ruang Tunggu VVIP khusus tamu penting. Arga meminta resepsionis memanggil Naya untuk datang ke tempatnya menunggu itu. Akhirnya resepsionis itu pergi ke Ruangan Naya namun ditahan oleh Arum karena bos nya tengah sibuk. Resepsionis itu menyampaikan pesannya pada Arum setelahnya berlalu menuju tempatnya bekerja. 1 jam kemudian setelah menunggu Naya yang tengah sibuk, Arum masuk ke Ruangan Naya dan menyampaikan pesan dari Arga kepada Naya.


“ Permisi, Buk Naya”, ucap Arum menyapa ramah Naya.


“ Silahkan duduk Rum”, ucap Naya mempersilahkan Arum duduk di kursi depan meja kerja Naya.


“ Ada perlu apa Rum?”, tanya Naya penasaran pada Arum.


“ Gini Buk, saya mau menyampaikan pesan dari Pak Arga. Bahwa beliau menunggu anda di Ruang Tunggu VVIP sekarang. Saya tadi mau menyampaikan ke Buk Naya namun tadi ibu lagi ada meeting secara daring dengan klien”, ucap Arum menyampain pesan dari Arga kepada Naya.


“ Kamu yakin Rum kalo Mas Arga menunggu saya?”, tanya Naya tidak percaya pada ucapan Arum tadi.


“ Betul Buk”, jawab singkat Arum takut saat melihat wajah Naya memerah seakan mau marah. Naya menyadari bahwa Arum memperhatikan wajahnya yang sedang marah itu. Naya berusaha meredam kemarahannya dengan tersenyum kepada Arum agar tidak merasa terintimidasi dan takut kepada Naya lagi. Beberapa hari terakhir, Naya sedang marahan dengan Arga karena Arga tidak bisa dihubungi dan pergi tanpa kabar. Kemudian Naya mengucapkan terima kasih kepada Arum dan menyuruhnya melanjutkan pekerjaannya kembali.


“ Makasih atas info nya. Silahkan kembali bekerja. Saya akan pergi menemui Mas Arga langsung”, ucap Naya berterima kasih atas info dari Arum dan mempersilahkan Arum kembali bekerja.


“ Saya permisi Buk”, ucap Arum pamit kepada Naya.


Setelah kepergian Arum, Naya dengan wajah malas dan kesal memilih menemui Arga karena kasihan sudah menunggunya 1 jam. Naya menuju ke Ruang Tunggu VVIP tempat Arga menunggu nya sekarang setelah berjalan cukup lama berjalan akhirnya Naya sudah tiba. Naya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arga dan melihat lambaian tangan Arga dari arah meja dekat kaca Kantor. Naya menemui nya dengan wajah masam membuat Arga yang melihatnya tertawa. Naya pun duduk berhadap-hadapan dengan Arga sambil cemberut dan kesal.

__ADS_1


“ Sayang kok cemberut gitu sih? kamu masih kesal sama aku?”, tanya Arga manja kepada Naya


“ Iya memang kenapa suka-suka lah. Kamu tuh ngeselin mas dihubungi gak bisa dan gak ada kabar. Ya aku kesal lah sama kamu”, ucap Naya meluapkan kekesalannya kepada sikap Arga.


“ Maaf ya Sayang. Kan mas kemarin kerja dikirim ke Papua disana sinyal ponsel susah harus naik pohon atau gak gunung. Mas minta maaf pacarnya mas yang paling cantik”, ucap Arga meminta maaf dan berusaha merayu Naya agar tidak kesal padanya.


“ Ya aku maafin”, jawab singkat Naya malas menjawab ucapan Arga.


“ Tapi ada syaratnya”, ucap Naya memberi syarat kepada Arga.


“ Syarat apa?”, tanya Arga penasaran kepada syarat dari Naya.


“ Aku minta oleh-oleh dibawain gak mas. Jangan bilang lupa kan aku dulu belum pernah dikirim ke Papua saat jadi polisi. Penasaran sama kerajinan dari sana Mas”, ucap Naya meminta oleh-oleh kepada Arga sebagai syarat darinya.


“ Beres sayang ini aku bawakan. Ada Noken, Tas Selempang buat belanja, Ikat kepala khusus cewek, dan Baju khas Papua. Semua aku bawain buat kamu”, ucap Arga memberikan oleh-oleh yang dibelinya kepada Naya.


“ Makasih Mas. Dah repot-repot bawain oleh-oleh buat aku. Jadi makin sayang sama Mas”, ucap Naya menerima oleh-oleh dari Arga dan gombal kepada Arga.


“ Sama-sama Sayang”, ucap Arga senang melihat Naya bahagia menerima oleh-oleh darinya.


“ Maaf kalo lama nunggu. Tadi aku meeting secara daring sama klien. Klien ku itu dari Arab Saudi, kayaknya Pangeran Arab wajahnya ganteng dan cool cocok pakai brewok bikin aku salfok”, ucap Naya meminta maaf dan menjelaskan alasannya lama menemui Arga.


“ Hmm... Mas pengen pake brewok biar kamu gak genit sama cowok Arab lagi”, ucap Arga merasa cemburu kepada Naya yang membahas cowok Arab didepannya.


“ Hahaha Mas Arga cemburu nih”, ucap Naya mengejek Arga yang cemburu kepadanya. Naya mencubit hidungnya Arga karena senang melihat Arga cemburu kepadanya. Naya terus tertawa renyah memperhatikan ekpresi Arga yang kesal dan cemberut. Karena Naya tidak berhenti menertawainya, Arga menatap Naya dengan tatapan serius membuat Naya gusar dan menghentikan tawa nya.


“ Naya... Mas serius”, ucap Arga dengan wajah serius melihat Naya tertawa setelah mengejeknya.


“ Kalo menurutku gak cocok sih. Karena wajah kamu tuh baby face dan imut-imut gitu. Aku mah suka yang kayak Mas”, ucap Naya mengatakan jujur lebih suka kepada wajahnya Arga. Naya memegang pipi Arga dengan lembut. Arga merasa tidak percaya Naya berani memegang pipi nya sambil menatap kearah Naya. Arga yang masih tidak percaya pada jawaban Naya akhirnya menanyakan kebenarannya untuk memastikan kebenaran ucapan Naya tadi.


“ Kamu beneran Nay?”, tanya Arga seolah tak percaya kepada ucapan Naya.


“ Beneranlah Mas. Aku suka yang apa adanya seperti kamu. Gak suka yang neko-neko”, ucap Naya meyakinkan Arga Naya lebih menyukai wajah Arga.

__ADS_1


Akhirnya, Naya dan Arga kembali baikan kembali setelah marahan selama beberapa hari akibat Arga menghilang tanpa kabar. Arga mengungkapkan kata-kata romantis untuk Naya hal itu membuat Naya hatinya berbunga-bunga mendengar kata-kata romantis dari Arga. Saat tengah asik pacaran di Ruang Tunggu VVIP, datanglah Andre ingin menemui Naya. Naya dan Arga terkejut atas kedatangan Andre tiba-tiba itu. Andre cemburu melihat kemesraan mereka berdua dan memutuskan bergabung duduk bersama dengan mereka berdua.


“ Enak ya pacaran disini”, ucap Andre menyindir Arga.


“ Iya enaklah. Kan ditemenin ayang ketimbang lo datang kesini ingin gangguin kita kan. Ngerasa tersaingi ya lo”, ucap Arga membalas sindiran dari Andre. Naya yang mendengar ucapan Arga hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu tertangkap basah pacaran. Naya bingung mau berbuat apa dan memilih diam saja. Sedangkan Andre tersulut emosi nya atas ucapan Arga tadi yang menyindir dirinya.


“ Apa lo bilang. Minta dihajar lo. Mulut lo memang gak bisa dijaga”, ucap Andre emosi atas sindiran Arga tadi.


“ Gue gak tau ayo kalo mau berantem”, ucap Arga menantang Andre berantem dengannya saat ini juga. Naya yang melihatnya begitu terkejut wajahnya pucat dan ketakutan. Naya bingung karena Arga dan Andre akan berantem di Kantornya saat ini juga. Kemudian, Naya melerai keduanya yang mulai menarik kerah baju masing-masing.


“ Udah-udah jangan berantem. Kalian kayak anak kecil aja suka nya berantem gak malu sama usia kalian. Kita selesaiin baik-baik kan bisa gak harus pake cara kekerasan”, ucap Naya menasehati Arga dan Andre agar tidak berantem.


“ Kalian berjabatan tangan sebagai tanda telah damai”, perintah Naya menyuruh Arga dan Andre berjabatan tangan sebagai tanda telah damai. Arga dan Andre hanya menuruti perintah Naya tadi. Dengan terpaksa mereka berdua berjabatan tangan sebagai tanda telah damai. Naya yang melihatnya tersenyum keduanya yang telah berdamai supaya tidak ribut lagi.


“ Nay apa mau tanya ke kamu?”, tanya Andre kepada Naya dengan wajah masam setelah memandang sebentar Arga.


“ Tanya apa Ndre”, jawab Naya penasaran pada pertanyaan Andre.


“ Kamu lebih memilih gue atau Arga? coba kamu jawab jujur. Aku ingin jawaban pasti dari kamu”, tanya Andre kepada Naya untuk meminta kepastian lebih memilih dirinya atau Arga.


“ Ya tentu Naya pilih gue lah”, ucap Arga penuh kepercayaan diri kalo Naya lebih memilihnya.


“ Diam lo”, bentak Andre menyuruh Arga untuk diam dan menunggu jawaban dari Naya. Arga pun diam setelah mendapatkan bentakan dari Andre yang sangat marah itu. Pandangan Arga beralih kepada Naya yang masih diam karena bingung mau menjawab apa. Naya mengambil napas panjang kemudian berusaha menjawab pertanyaan dari Andre tadi.


“ Jujur aku belum tau jawabannya. Aku masih bingung memilih salah satu dari kalian berdua. Aku butuh waktu”, ucap Naya menjawab pertanyaan Andre tadi dengan wajah sedu dan mata berkaca-kaca.


“ Aku ingin liat dulu perjuangan kalian berdua mendapatkan hati ku. Ingat gak boleh ada kecurangan bersaing sehat aja. Aku bakal menilai seberapa seriusnya kalian berjuang”, lanjut Naya memberikan penjelasan mengenai penilaian mendapatkan hatinya kepada Arga dan Andre.


“ Baik kami setuju”, ucap Keduanya bersamaan. Sontak Arga dan Andre saling pandang terkejut karena jawaban mereka sama. Setelah saling berpandangan keduanya memilih membuang muka kearah lain. Naya yang melihatnya tertawa lucu dan mulai menyemangati keduanya.


“ Semangat berjuang”, ucap Naya memberikan semangat kepada Arga dan Andre.


Setelah pertemuan yang tidak disengaja tadi, Naya memutuskan kembali kedalam Ruangan kerjanya. Sedangkan Arga dan Andre masih duduk disana tanpa menegur sapa. Keduanya memilih membisu sampai membuang muka masing-masing kearah lain. Akhirnya keduanya memutuskan pergi dari Kantornya Naya dan kembali ke tempat masing-masing.

__ADS_1


 


__ADS_2