
...MERAWAT BAYI...
Di sore hari, Naya dan Lisa sudah pulang dari kerja nya mereka pulang pukul 18.00 malam karena banyak pekerjaan yang menumpuk. Sesampainya di rumah kost Bu Narsih Naya dan Lisa mengendong bayi itu layaknya seperti anaknya sendiri dengan kasih sayang. Melihat itu Naya dan Lisa sangatlah terharu karena adanya bayi itu Bu Narsih tidak merasa kesepian.
“ Buk, dedeknya bobok ya”, ucap Naya menghamburkan pikiran Bu Narsih yang begitu fokus ke bayi itu.
“ Ya nih Nay. Bobok mungkin capek”, ucap Bu Narsih sangat senang.
“ Buk kami bawain pokok, susu, selimut, bantal, dan baju bay nih. Tadi kami beli kira-kira ukurannya muat”, ucap Lisa memberikan keperluan bayi ke Bu Narsih.
“ Makasih Sa-Nay. Ibu gak enak ngerepotin gini”, ucap Bu Narsih merasa merepotkan Naya dan Lisa.
“ Santai aja Buk. Kan kita juga sayang ke dedek bayi”, ucap Naya mengungkapkan rasa sayang.
“ Sekalian kami mau belajar merawat dedek bayi”, ucap Lisa seakan ingin belajar ngurus bayi.
“ Ibu udah ngasih nama nih buat dedek bayi nama nya Arisanti Nur Arsih. Kalian setuju gak Nay-Sa?”, tanya Bu Narsih.
“ Setuju Buk. Namanya cantik banget ada nama ibu juga”, ucap Naya setuju.
“ Aku juga setuju Buk. Kan sekarang jadi adek kami”, ucap Lisa setuju.
“ Ibu terinspirasi dari kalian berdua jadi ibu kasih nama itu aja”, ucap Bu Narsih menjelaskan maksud dari nama itu. Naya dan Lisa hanya mengangguk paham akan maksud Bu Narsih.
Naya, Lisa, dan Bu Narsih asik ngobrol bersama mengenai tingkah lucu bayi yang telah diangkat jadi anak Bu Narsih. Mereka semua sangat menyayangi nya seperti keluarga apalagi Naya maupun Lisa bakal menikah. Mereka bisa sekalian belajar cara mengurus bayi dan merawatnya sampai besar nanti. Naya sempat terharu melihat Bu Narsih merawat sendiri bayi yang telah menjadi anak angkatnya.
...MISI REVI PART III...
Di seberang sana, Revi tengah duduk di sofa dalam kamar nya dengan memandang foto Naya saat lamaran kemarin. Walaupun sudah 2 hari berlalu dia merasa belum percaya dan menganggap itu hanya lah mimpi. Dia juga di menyangka kalo Naya akan menerima perjodohan itu yang membuat Revi sangat terkejut sekaligus bahagia karena akan menikah. Saat memegangi foto cantik Naya Revi pun memikirkan sebuah ide mengenai misi selanjutnya.
“ Nay aku gak menyangka kalo kamu mau menerima perjodohan kita, aku harap kamu mau menerima cinta ku. Meskipun aku tau kamu belum bisa move on dari mantan tunangan mu dulu. Aku akan berusaha membuatmu benar-benar jatuh cinta kepada ku”, gumam Revi dalam hati memegang foto Naya.
“ Aku ada ide kayaknya bisa nih buat misi selanjutnya besok. Aku akan buat kamu terkejut dan membuatmu bahagia”, gumam Revi dalam hati karena muncul sebuah ide.
Setelah memandangi foto Naya, Revi beranjak dari sofa ke atas ranjang tidurnya. Dia sempat tersenyum memandangi atap kamarnya karena masih terbayang wajah manis Naya membuatnya bahagia. Revi terus mengulas senyum bahagia mengingat kenangan dengan Naya dulu. Akhirnya Revi pun tertidur pulas dalam mimpi nya sambil membayangkan wajah Naya.
Keesokan pagi nya, Revi berangkat bekerja sekarang dia menjabat sebagai wakil direktur perusahaan Wardhana Group. Jabatan yang sangat tinggi karena dia juga pewaris tunggal perusahaan itu jadi harus banyak belajar lagi. Seharian dia bekerja dengan semangat dan mencatat semua hal mengenai kebijakan perusahaan dari papa nya. Papa nya masih mendampingi nya sampai masa transisi berakhir dan akan mengundurkan diri digantikan oleh Revi.
__ADS_1
Setelah kerja seharian Revi pun langsung menuju kost an Naya. Karena akan memberikan sebuah kejutan. Dia sempat tersenyum bahagia saat melihat wajah Naya yang terkejut dia sengaja membuat surprise dinner di caffe. Ini merupakan kencan pertama nya untuk Revi karena hal itu sangatlah spesial bisa makan malam romantis dengan gadis pujaan hati nya. Sesampainya di kost an Naya, Revi terlihat sangat gugup dan mengetuk pintu kost beberapa kali.
Tok...tok...tok pintu di ketuk oleh Revi.
“ Assalamualaikum Bu”, ucap Revi mengucapkan salam.
“ Walaikumsalam, siapa ya”, ucap Bu Narsih sembari membuka kan pintu.
“ Ehh.. Nak Revi. Ada perlu apa datang kesini?”, tanya Bu Narsih menambahkan ucapan nya.
“ Ya Bu. Ehh...itu.. siapa buk kok ada bayi disini”, ucap Revi balik nanya ke Bu Narsih karena terkejut Bu Narsih mengendong bayi.
“ Owhh ini... adalah anak adopsi ibu sekaligus adiknya Naya dan Lisa. Ibu juga baru merawatnya”, ucap Bu Narsih menjelaskan.
“ Owhh gitu Buk. Naya nya ada buk ada perlu nih”, ucap Revi mencari Naya berada .
“ Ada Nak. Bentar ibu panggil kedalam kayaknya lagi istirahat tadi”, ucap Bu Narsih berlalu ke kamar Naya. Revi hanya menganggukkan kepala nya.
Setelah nya muncul Naya yang diikuti oleh Bu Narsih. Naya terlihat habis bangun tidur karena wajahnya masih acak-acakan. Revi yang melihatnya hanya tertawa renyah melihat Naya. Naya mendengus kesal karena di tertawa kan oleh Revi membuatnya marah sekaligus emosi dibuatnya.
“ Kenapa mas ketawa gitu, awas kalo macam-macam aku hajar kamu”, ucap Naya memperingatkan Revi. Revi pun masih tersenyum melihat Naya emosi.
“ Gak sayang. Kamu habis bangun tidur ya tuh ilernya masih ada hahaha”, ucap Revi bercanda ke Naya.
“ Maaf sayang. Makin cantik kalo marah gitu”, gombalan Revi.
“ Gombal, dasar buaya”, ucap Naya sangat kesal.
“ Ya deh maafin ya. Aku mau ajak kamu ke suatu tempat”, ucap Revi mengajak Naya diajak keluar.
“ Tempat apa, jangan bilang ke hotel. Sah aja belum dasar otak mesum”, ucap Naya asal. Revi hanya tertawa renyah melihat ekspresi wajah Naya yang makin marah.
“ Ya gak lah. Besok aja kalo itu mah. Sekarang kamu buruan dandan yang cantik”, ucap Revi menyuruh Naya dandan untuk diajak keluar. Naya tidak menjawabnya hanya merenggut kesal pada Revi. Dia berlalu ke kamarnya dan berganti pakaian.
“ Nak Revi mau ajak Naya kemana?”, tanya Bu Narsih berbisik.
“ Mau ajak kencan Buk. Saya izin bawa Naya bentar aja pengen dinner berdua”, ucap Revi menjelaskan maksudnya mengajak Naya kencan.
“ Owhh gitu ibu izinin kok. Wah anak muda sekarang suka nya kencan. Jangan larut malam pulang ya Nak Revi”. Ucap Bu Narsih paham dan mengingatkan Revi.
__ADS_1
“ Oke Buk, makasih bantuannya. Siap buk gak bakal sampe larut kok”, ucap Revi paham pada ucapan Bu Narsih.
Naya berganti baju cukup lama, di memilih baju dress panjang menampilkan lehernya yang jenjang dan tubuhnya yang elegan. Lama mematung memandangi wajahnya di cermin akhirnya Naya keluar kamar. Setelahnya dia menemui Revi dan Bu Narsih di ruang tamu yang tengah asik mengobrol. Sontak Revi maupun Bu Narsih dibuat melongo dengan penampilan Naya yang terlihat sangat cantik.
“ Kamu cantik sekali Nay. Ibu sampe pangling liat kamu”, ucap Bu Narsih melongo melihat penampilan Naya.
“ Wah calon istri ku cantik banget. Kalo nikah betah nih dirumah seharian”, ucap Revi melongo dan bercanda. Hal itu membuat Naya malu wajahnya seolah berubah warna merah merona karena malu.
“ Apaan sih mas dan ibu. Mana ada Naya cantik ini biasa aja kok”, ucap Naya malu-malu.
“ Gak Nay, kamu cantik banget. Mirip sama ibu pas masih abg kayak kamu gini”, ucap Bu Narsih masih melongo melihat Naya.
“ Ibu ihhh... Naya malu nih. Cantikan ibu lah paripurna”, ucap Naya semakin salting.
“ Ya deh. Cepat sana jalan sama Nak Revi. Kasihan dah nungguin”, ucap Bu Narsih. Revi masih bengong melihat penampilan Naya yang sangat cantik dan seksi. Naya memang terlihat berbeda dengan penampilan seperti ini. Naya pun menggandeng tangan Revi yang masih bengong.
“ Ayo Mas. Kita jalan nanti keburu larut malam”, ucap Naya menggandeng tangan Revi.
“ Ya sayang. Kami pamit dulu ya Bu”, ucap Revi menggenggam tangan Naya dan berpamitan dengan Bu Narsih.
Didalam mobil Naya dan Revi hanya diam tanpa bersuara. Hening saat itu karena penampilan Naya bikin Revi salfok saat melihatnya. Naya hanya tertunduk malu dilirik oleh Revi wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus saking malu nya. Revi melajukan ke sebuah caffe temannya yang telah di booking untuk dia dinner malam ini. Naya yang melihatnya seakan tidak percaya karena itu termasuk restoran mahal di Jakarta.
“ Mas Revi yakin mau makan disini. Ini kan tempatnya mahal gaji ku aja belum tentu cukup apa gak kita cari tempat lain”, ucap Naya tidak percaya oleh acara dinner Revi.
“ Tenang aja sayang. Mas sudah memesan tempat ini kok dan ini tempat teman ku jadi kita bebas mau makan apa aja”, ucap Revi santai.
“ Ta..tap.. tapi mas kan sayang cuman makan harus mahal begini. Mending duitnya buat bantu anak yatim-piatu aja”, ucap Naya menyarankan Revi. Revi yang mendengar ucapan Naya sontak terkejut dia tidak menyangka kalo Naya akan berpikiran seperti itu. Dia ingin membantu orang lain dan sikap solidaritas ini yang disukai oleh Revi.
“ Ya sayang, kamu tenang aja. Kita dinner begini sekali ini aja besok gak kayak gini. Aku kagum sama kamu masih mau membantu orang lain”, ucap Revi kagum terhadap sikap Naya yang baik dan mau membantu.
“ Ihh.. apaan sih Mas. Kan aku cuman kasih saran aja”, ucap Naya malu karena ucapan Revi.
Setelah perbincangan itu, Naya dan Revi menikmati menu makanan yang telah dipesan. Mereka sempat bercanda bersama hal itu menjadi perhatian banyak pelanggan lain. Naya merasa senang mendapatkan perlakuan yang romantis karena selama ini belum ada yang begitu. Dimas pun jarang melakukan itu karena sibuk menjadi dokter. Selesai menyantap makanan Revi tiba-tiba menggenggam tangan Naya sambil berlutut. Naya terkejut melihat perlakuan romantis Revi itu.
“ Naya mau kah kamu menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak-anak kita nanti?”, tanya Revi romantis kepada Naya. Banyak pelanggan yang melihatnya terasa terharu melihat perlakuan romantis Revi.
“ Aku mau Mas. Menjadi istri mu dan ibu anak-anak kita”, ucap Naya berkaca-kaca menjawab pertanyaan Revi.
“ Alhamdulillah makasih sayang. Telah mau menerima ku menjadi suami mu”, ucap Revi mencium punggung tangan Naya. Naya pun menjadi malu karena diliatin oleh banyak orang di caffe itu. Sedangkan Revi sangatlah senang melihat ekspresi setuju Naya tadi.
__ADS_1
Seusai dinner itu Naya dan Revi langsung bergegas pulang menuju kost an Naya. Tidak lupa mereka membeli beberapa makanan terenak untuk Bu Narsih dan Lisa. Sesampainya di kost an Naya, Revi langsung pamit ke Bu Narsih dan bergegas pulang menaiki mobilnya. Naya yang masih duduk di ruang tamu hanya tersenyum mengingat kejadian tadi. Bu Narsih dan Lisa hanya tersenyum melihat Naya bahagia.