PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 40


__ADS_3

KENCAN PERTAMA ARGA DAN NAYA


Pada malam minggu, Arga mengajak Naya kencan pertama sebagai sepasang kekasih. Arga sempat izin kepada Tuan Wardhana karena akan mengajak Naya kencan dan Tuan Wardhana memberikan izin. Naya terpaksa meninggalkan kedua putri kembarnya dilarang oleh Mama Nisa karena menganggu kencan pertama menantu nya itu dan sedikit khawatir takut kedua cucu nya sakit akibat keluar malam. Akhirnya, Arga dan Naya pergi bersama ke Pasar Malam untuk kencan mereka karena Naya suka dengan banyaknya wahan permainan.


Sesampainya di Pasar Malam, Arga menggandeng tangan Naya. Naya melihat kearah Arga kemudian mengulaskan senyuman manis. Mereka saat ini seperti pasangan abg yang sedang dimabuk asmara. Arga mengajak Naya masuk wahana rumah hati berdua, Naya sempat menolak namun Arga yang kekeh mengajak Naya masuk. Naya hanya pasrah sambil memeluk lengan Arga begitu erat karena takut.


“ Mas aku takut lo kok malah diajak kesini”, ucap Naya takut sambil memeluk lengan Arga erat.


“ Tenang aja Sayang. Mas ada disini kok kamu pegang erat lengan Mas. Mas gak bakal ninggalin kamu”, ucap Arga menenangkan Naya yang takut.


“ Nanti kalo ada pocong aku tonjokin nanti”, ucap Naya kesal apabila di kagetin nanti.


“ Jangan dong Nay. Kasihan pocongnya nanti ketakutan lo. Kalo nangis kan berabe”, ucap Arga bercanda mendengar ucapan Naya.


“ Ihh.. Mas kok ledekkin aku”, ucap Naya cemberut dan ngambek.


“ Cantik jangan ngambek dong”, ucap Arga merayu Naya agar gak cemberut dan ngambek. Naya tidak menanggapi rayuan Arga karena masih takut dan was-was dikagetin sama hantu. Arga hanya tersenyum melihat Naya yang begitu ketakutan itu. Hingga tiba-tiba dari arah depan ada 2 hantu, yaitu pocong dan kuntilanak yang muncul didepan Naya dan Arga.


“ Hihihi”, suara hantu menakuti Naya dan Arga.


Karena kaget, Naya berlari setelah dikageti oleh hantu-hantu tadi. Naya berlari menuju pintu keluar meninggalkan Arga sendiri. Arga hanya terbengong melihat Naya berlari dengan kencang entuh menuju kemana. Arga hanya geleng-geleng kepala mengingat Naya yang begitu ketakutan dikejutkan oleh hantu-hantu tadi hingga berlari entah kearah mana. Sedangkan, Naya telah sampai di pintu keluar dan terlihat kebingungan dimana keberadaan Arga.


“ Lho Mas Arga mana ya. Bukannya tadi memegang tangan ku. Kok dah gak ada sih”, ucap Naya kebingungan mencari keberadaan Arga.

__ADS_1


“ Mending aku cari deh”, ucap Naya mencari Arga ke seluruh tempat di Pasar Malam itu.


1 jam Naya telah mencari Arga namun tidak ketemu. Karena lapar dan capek akhirnya Naya memilih membeli bakso di Warung Bakso. Naya memesan menu bakso lengkap dan es teh manis. Naya begitu lahap menyantapnya tanpa beban padahal dia kehilangan jejak Arga yang entah dimana. Datanglah, seseorang duduk berhadapan didepan Naya sambil cemberut dan manggut-manggut bibirnya.


“ Nay kok makan sendirian aja sih”, ucap Arga cemberut dan kesal pada Naya.


“ Maaf Mas. Kecapekan nyariin kamu jadi aku laper. Terus makan deh”, ucap Naya meminta maaf dan menjelaskan kenapa dia berada di Warung Bakso.


“ Mas kesal sama kamu”, ucap Arga kesal dan ngambek.


“ Mas jangan kesal ya”, ucap Naya merayu Arga yang kesal dan ngambek. Naya bingung bagaimana cara nya merayu Arga agar tidak kesal dan ngambek padanya. Muncul sebuah ide agar Arga mau baikan dengannya. Naya akan menyuapi Arga bakso supaya Arga luluh hatinya dan tidak ngambek lagi seperti tadi.


“ A.. a... ehmm pinter”, ucap Naya menyuapi bakso ke mulut Arga agar tidak marah lagi.


“ Enak sayang”, ucap Arga senang setelah disuapi bakso oleh Naya.


“ Mau sayang suapi lagi ya”, ucap Arga senang ditawari disuapi bakso oleh Naya.


“ Ini Mas”, ucap Naya menyuapi bakso ke mulut Arga.


Setelah drama makan bakso, Naya meminta Arga mengantarkannya pulang kembali ke Rumah Tuan Wardhana. Didalam mobil Naya terus bercerita kalo dirinya bahagia diajak kencan Arga. Tak lupa Naya juga bercerita kalo dirinya merasa seperti sedang bersama suaminya. Arga hanya bisa tersenyum bahagia karena berhasil menikmati kencan mereka. Muncul perasaan sedih di hari Arga karena harus menutupi identitas aslinya adalah Revi dari sang istri.


Seusai mengantar Naya, Arga pamit kepada Tuan Wardhana karena sudah larut malam tidak enak bawa anak orang. Tuan Wardhana mengizinkan Arga untuk kembali ke rumahnya sesudah mengantar Naya. Di perjalanan, Arga sempat berhenti didekat Taman Air Mancur dengan memandangi foto Naya didalam ponselnya yang sempat di potretnya tadi.

__ADS_1


“ Gak nyangka Nay. Kita bisa pacaran lagi kayak dulu meskipun sekarang kita belum menikah lagi. Aku senang hati kamu menyadari keberadaan ku”, ucap Arga sambil menciumi foto Naya dalam ponselnya.


...KEHEBATAN NAYA...


Di Perusahaan Wardhana Group sedang diadakan acara menyambut 1 tahun Kepemimpinan Naya. Acara ini dihadiri oleh Tuan Wardhana, Nyonya Nisa, Putri Kembar Naya, Kedua Orang Tua Naya, Seluruh Karyawan, Rekan Bisnis, dan beberapa undangan penting lainnya. Tuan Wardhana sedang berbincang dengan beberapa rekan bisnis, mereka memuji kehebatan Naya dalam melobi bisnis sekaligus mengambil keputusan tepat.


Naya masih dalam Ruangan Make Up dengan perasaan ragu untuk keluar ruangan itu menemui semua orang. Naya melamun terpaku memandangi dirinya melalui cermin didepannya. Naya begitu menawan dan cantik malam ini dengan dress panjang dipadukan hijabnya yang senada meskipun make up nya tipis menampilkan aura kecantikan nya. Tiba-tiba, pintu Ruangan Make Up diketuk dari luar oleh Arum dan menemui Naya.


Tok..tok...tokk suara ketukan pintu.


“ Masuk pintunya tidak dikunci”, ucap Naya memberikan izin Arum masuk kedalam ruangan.


“ Makasih Buk Naya”, ucap Arum berterima kasih setelah diizinkan masuk kedalam ruangan itu.


“ Ada apa Rum? kok menemui saya?”, tanya Naya menanyakan alasan Arum menemui nya.


“ Ini Buk Naya saya diminta mengantar kotak hadiah ini dari Pak Arga”, ucap Arum memberikan kotak hadiah kepada Naya.


“ Beneran dari Mas Arga?”, tanya Naya tidak percaya.


“ Beneran Buk. Tadi Pak Arga menitipkan ini sama saya. Sekalian bilang ke Buk Naya apabila Pak Arga sudah menunggu ibu dibawah tempat acaranya”, ucap Arum menjelaskan tentang kebenaran kotak hadiah dari Arga.


“ Makasih Rum”, ucap Naya berterima kasih kepada Arum.

__ADS_1


“ Ya udah Buk saya permisi dulu”, ucap Arum pergi meninggalkan Naya yang masih dalam ruangan itu.


Naya begitu penasaran hadiah apa yang disiapkan Arga. Setelah membuka nya Naya begitu terharu mendapatkan sebuah hadiah gaun cantik berwarna merah lengkap dengan hijabnya. Naya berpikir kalo Arga begitu perhatian padanya mirip dengan Alm. Revi yang selalu memberikan kejutan yang sangat romantis dan tak terduga. Dengan perasaan bahagia, Naya menyimpan kotak hadiah tadi ditempat yang aman.


__ADS_2