
Sesampainya Revi dan Hendra di Kantor Mapolda Jawa Timur, mereka berdua sambut oleh Mona-Moni. Revi sangat senang mendapatkan sambutan dari Kedua Putrinya. Mona-Moni mengajak Revi dan Hendra menuju Kamar Istirahat mereka selama disana. Revi begitu terkejut karena didalam Kamar itu terdapat foto dirinya dengan sang istri. Revi terharu melihat kejutan yang diberikan oleh Kedua Putrinya dan mengucapkan terima kasih kepada Kedua Putrinya.
“ Terima kasih Sayang”, ucap Revi terharu sambil mengusapi pipi Kedua Putrinya.
“ Sama-sama Papa”, ucap Mona membalas ucapan Papa nya tersenyum manis.
“ Papa makin ganteng”, ucap Moni genit kearah Papa nya. Revi menyadari sikap genit Moni hanya mencubit pipinya gemas. Dia tertawa setelah mendengar ucapan Moni yang genit itu. Dia membalas ucapan Moni dengan ucapan manja dan menggemaskan.
“ Princess genit ya sama Papa”, ucap Revi manja dan menggemaskan kepada Moni.
“ Kan sama Papa sendiri biarin genit”, ucap Moni tersenyum membalas ucapan Revi.
“ Ihh... Adek gak boleh gitu nanti Mama marah lo”, ucap Mona mengingatkan adiknya untuk tidak genit ke Papa nya.
“ Gak papa kok. Papa senang digenitin Princess. Kan kalian anak Papa jadi seterah kalian mau genit atau manja bebas”, ucap Revi memberikan pengertian kepada Mona karena mereka berdua bebas mau bersikap genit atau manja kepadanya. Hendra yang mendengarnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepalanya melihat tingkah Kedua Putrinya Revi. Dia merasa heran melihat sikap Kedua Putrinya Revi mirip menurun dari Kedua Orang Tuanya. Hendra mulai berbicara untuk mencari perhatian ketiganya.
“ Kalian gak kangen Om Hendra?”, tanya Hendra kepada Mona-Moni menanyakan kangen atau tidak kepadanya.
“ Gak”, jawab singkat Keduanya kompak.
“ Hahaha... Kasihan banget”, ucap Revi tertawa mengejek Hendra. Hendra kesal kepada Revi yang sengaja mengejeknya. Dia menginjak kakinya Revi hingga merah dan mengasuh kesakitan. Dia merasa puas membalas ejekan Revi tadi sampai dia berbicara kepada Mona-Moni dengan wajah melas dan kasihan.
__ADS_1
“ Yah kok gitu. Kan Om Hendra kangen sama Mona-Moni. Liat nih wajah Om kangen kalian”, ucap Hendra menunjukkan wajah melas dan kasihan kepada Kedua Putrinya Revi.
“ Iya deh kami kangen Om”, ucap Mona mengalah dan memeluk Hendra dengan erat dan penuh perasaan.
“ Moni juga kangen Om”, ucap Moni polos memeluk Hendra dengan erat dan penuh perasaan.
Setelah acara temu kangen, Mona-Moni mengajak Revi dan Hendra membeli nasi goreng favoritnya. Revi dan Hendra hanya menuruti keduanya tanpa mau menolak kebetulan mereka juga lapar. Didalam mobil Mona-Moni berceloteh ria tanpa beban maupun memikirkan kejadian tadi. Bagi mereka saatnya bahagia bersama dengan orang tercinta. Revi sempat teringat Naya, dia sangat sedih karena belum bisa berkumpul bersama. Revi sempat menghubungi Rezi untuk menanyakan kabar Naya namun Rezi memberitahu bahwa Naya masih belum sadar dan masih koma. Dengan berat hati Revi berusaha menutupi kesedihannya didepan Kedua Putrinya.
...RAHASIA BESAR...
3 hari berselang, Naya tersadar dari koma nya kepalanya masih terasa pusing efek obat bius yang diberikan oleh Anak Buah Andre. Naya sempat melihat sekelilingnya namun dia tersadar dan bingung karena berada di Sebuah Rumah Sakit. Naya mencoba mengingat-ingat kejadian yang lalu yang diingatnya hanya kejadian kejar-kejaran mobil di atas Jembatan Suramadu. Mobil yang membawa Naya terdesak karena dikepung dari segala arah hingga terjadi kontak tembak petugas melawan Anak Buah Andre. Naya sempat mendapatkan suntikan obat bius yang membuat dirinya pingsan dan tak sadarkan diri.
“ Nama kamu siapa?”, tanya Naya penuh selidik kearah Rezi.
“ Nama saya Fahrezi Anggara. Saya anak asuh dari Pak Revi. Saya juga bertugas sebagai ajudan pribadinya selama menjadi Arga”, ucap Rezi menjelaskan identitas dirinya kepada Naya.
“ Buk Naya masih ingat dengan anak kecil yang pernah diceritakan oleh Pak Revi dulu?”, lanjut tanya Rezi mencoba mengingatkan tentang cerita anak kecil yang pernah diceritakan Revi kepadanya. Naya mengikuti ucapan Rezi dengan mengingat tentang anak kecil yang diceritakan oleh Suaminya dulu. Dia berusaha keras mengingat namun gagal mungkin efek obat bius yang pernah disuntikkan kepadanya itu. Karena susah mengingat Naya menjawab jujur kepada Rezi dan meminta dia ceritakan hal itu lagi.
“ Maaf saya tidak bisa mengingatnya mungkin efek obat bius itu”, ucap Naya meminta maaf kepada Rezi karena susah mengingat apa pun.
“ Gak papa Buk. Biar saya ceritakan saya adalah anak kecil yang pernah diselamatkan oleh Pak Revi dari Sindikat Perdagangan Orang milik Andre dan dijual ke Amerika. Setelah saya diselamatkan Pak Revi memasukkan saya kedalam Akademi Kepolisian disana”, ucap Rezi menjelaskan secara detail siapa dirinya kepada Naya.
__ADS_1
“ Saya turut prihatin mendengarnya”, ucap Naya merasa prihatin kepada Rezi.
“ Makasih”, ucap Rezi berterima kasih mendapatkan perhatian dari Naya. Naya masih terlihat penasaran hubungan Revi dan Rezi. Dia ingin tau dengan jelas dan rinci semua hal yang dialaminya sekarang. Dia mulai berbicara lagi dengan penuh selidik dan penasaran.
“ Coba jelaskan hal yang dirahasiakan oleh Revi kepada saya”, perintah Naya meminta Rezi menjelaskan semua hal yang dirahasiakan oleh Revi kepadanya.
“ Sebelum kembali ke Indonesia, Pak Revi pernah masih Dinas FBI sebagai anggota eksternal. Beliau bekerja mengumpulkan informasi rahasia dan menangani kejahatan luar biasa. Beliau sempat mendapatkan tawaran menjadi Kapten Polisi Khusus di Interpol namun ditolaknya beliau lebih memilih kembali ke Indonesia. Setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawa nya Pak Revi menghubungi saya minta dimasukkan kedalam Kepolisian di Korea, saya menyetujui permintaan Pak Revi. Setalah sehat Pak Revi pergi Ke Amerika atas undangan Direktur Tinggi Interpol. Beliau ditawari jabatan sebagai Wakil Direktur Penyelidikan Khusus dan Intelijen Interpol. Jadi beliau mengambil tugas untuk menangkap buronan atas nama Andrean Fadillah baik hidup atau mati”, ucap Rezi menjelaskan dengan detail rahasia besar yang ditutupi oleh Revi selama ini.
“ Jadi Mas Revi kerja di Interpol?”, tanya Naya seakan tidak percaya pada ucapan Rezi tadi. Naya begitu terkejut dengan fakta itu karena selama ini Revi tidak pernah bercerita kepadanya. Dia masih terbengong setelah mengetahui fakta itu semua. Dia berusaha menenangkan dirinya dan menantikan jawaban dari Rezi lagi.
“ Iya Buk. Pak Revi sengaja merahasiakan semuanya karena demi keamanan dan memudahkan tugasnya. Yang tau hal itu hanya Saya dan Pak Revi aja”, ucap Rezi menjawab dengan jujur kepada Naya.
“ Semuanya terasa mimpi”, ucap Naya kembali duduk lemas diranjangnya.
“ Rezi kamu bisa antarkan saya ke Surabaya?”, tanya Naya lirih kepada Rezi ingin diantarkan ke Surabaya.
“ Baik Buk”, ucap Rezi mengerti ucapan Naya tadi. Rezi memanggil Dokter untuk meminta jawaban bahwa Naya segera pulang segera. Dokter mengizinkan Rezi membawa Naya untuk pulang karena sudah sadar dan sehat. Rezi membantu mengangkat Naya menuju mobilnya.
Mereka berdua pergi ke Surabaya untuk menemui Revi dan Kedua Putrinya yang ternyata ada disana. Naya mengetahui bahwa Kedua Putrinya menjadi sandera oleh Andre cerita itu diketahui dari Rezi. Sontak Naya begitu terkejut ingin bertemu Andre dan menghajarnya hingga babak belur namun hal itu ditahan oleh Rezi. Rezi juga memberitahukan bahwa Andre telah meninggal akibat kecelakaan hebat di Tol beberapa hari lalu. Naya sangatlah terkejut mengetahui hal itu dia tidak menyangka akhir hidup Andre begitu tragis.
Perjalanan berlangsung selama 2 jam, Naya sempat tertidur karena kelelahan dan letih. Dia tertidur pulas sekali memimpikan bertemu Revi dan Kedua Putrinya nanti. Rezi yang melihat Naya telah sehat dan pulih kembali merasa bersyukur karena masih mendapatkan kesempatan hidup. Rezi tidak mau memberitahu kepada Naya obat yang disuntikkan kepadanya itu bukan obat bius namun obat racun dosis tinggi. Untungnya Rezi ahli meracik obat dia membuatkan penawar untuk Naya agar tidak berakibat fatal.
__ADS_1