PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 29


__ADS_3

...LAHIRAN NAYA...


Naya mengalami beberapa kali kontraksi karena khawatir Papa Dhana dan Mama Nisa membawa Naya ke Rumah Sakit ternama di Jakarta. Mereka tidak ingin menantu kesayangan nya maupun kedua cucu mereka kenapa-napa akibat kontraksi itu. Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit itu setelahnya Naya dibawah oleh tim dokter maupun perawat. Papa Dhana dan Mama Nisa yang khawatir terus berdoa agar semua nya baik-baik saja.


Usia kandungan Naya telah 9 bulan dan akhir-akhir ini Naya sering mengalami kontraksi palsu. Revi sempat ingin menjaga Naya namun dicegah oleh Naya agar Revi tetap bekerja. Dia tidak bisa menolak permintaan Naya agar dia tetap bekerja. Dia meminta Papa dan Mama menjaga nya maupun melaporkan perkembangan kondisi Naya. Papa Dhana pun berusaha mencoba menghubungi Revi namun belum diangkatnya hingga pada panggilan yang sekian kali Revi mengangkat panggilan Papa nya.


“ Halo Pa, ada apa? Kondisi Naya gimana Pa?”, tanya Revi khawatir.


“ Naya sekarang berada di Rumah sakit. Tadi sempat kontraksi hebat jadi papa dan bawa langsung kesini. Kemungkinan besar akan lahir hari ini”, ucap Papa Dhana menjelaskan kondisi Naya.


“ Baik Pa. Revi akan kesitu sekarang juga. Papa terus kabari Revi ya”, ucap Revi merasa khawatir.


“ Papa kirim alamatnya di WhatsApp”, ucap Papa Dhana mengirimkan alamat Rumah Sakitnya.


“ Revi titip Baby Twins ke Papa ya. Tolong azanin sekalian Pa. Owhh ya Pa tolong kasih nama ini Ramona Ariska Wardhana dan Ramoni Ariska Wardhana ya Pa. Thanks dah menjaga Naya dan Baby Twins Pa” ucap Revi penuh haru menitipkan anaknya dan memberikan nama nya.


“ Ya sama-sama Vi. Kamu gak boleh ngomong gitu. Papa yakin kamu gak bakal kenapa-kenapa. Cepat kesini”, ucap Papa Dhana menenangkan anaknya yang khawatir itu.


“ Ya Pa. Revi langsung meluncur kesana. Titip salam buat Naya dan Baby Twins”, ucap Revi menitipkan salam ke istri dan anaknya.


“ Ya Papa sampaikan”, ucap Papa Dhana mematikan telpon. Papa Dhana menemani Mama Nisa tengah duduk bersama. Di ruang tunggu karena tidak diizinkan masuk kedalam. Mereka hanya menunggu kabar dari dokter yang menangani Naya.


Papa Dhana dana Mama Nisa begitu khawatir menunggu kabar dari dokter yang tengah menangani Naya. Sedangkan Revi belum datang juga mungkin terjebak macet di jalan jadi lambat akan sampainya. Setelah menunggu beberapa saat, seorang dokter keluar ruangan menemui keluarga pasien. Dokter itu berbicara pada Papa Dhana untuk menyetujui prosedur operasi Cesar.


“ Apa tidak bisa lahir normal saja dok? kenapa haru Cesar?”, tanya Papa Dhana memastikan penjelasan dokter tadi.


“ Untuk lahiran normal tidak bisa pak. Soalnya janin dalam kandungan Buk Naya bergerak terlalu aktif dan membuat kontraksi hebat. Bukaan nya tidak terlalu lebar menyulitkan untuk kelahiran normal. Kalo tetap dipaksa akan membahayakan ibu dan kedua janin nya”, ucap Dokter menjelaskan.

__ADS_1


“ Lakukan yang terbaik saya mewakili anak saya minta dokter menyelamatkan menantu dan cucu saya”, ucap Papa Dhana penuh harap.


“ Baik Pak. Kami akan segera melakukan prosedur operasi Cesar. Dan mungkin membutuhkan waktu sekitar 30 menit”, ucap Dokter sambil berlalu kedalam ruangan operasi Cesar.


Papa Dhana dan Mama Nis harap-harap cemas pada kondisi Naya maupun kedua calon anaknya itu. Mereka juga merasa khawatir pada Revi yang belum juga sampai ke Rumah Sakit. Sekitar 30 menit setelahnya, dokter keluar ruangan dan memberitahukan kalo operasi Cesar berhasil dijalankan dengan baik. Mereka masuk kedalam ruangan melihat Naya yang masih belum sadar efek obat bius.


Sesuai janji nya pada Revi, Papa Dhana mengazani kedua bayi kembar itu dengan sangat merdu. Mama Nisa terharu melihat suaminya mengazani kedua cucunya. Cucunya lahir kembar dan berjenis kelamin perempuan lahir dengan selamat. Papa Dhana dan Mama Nisa sangat senang menggendong kedua cucu nya itu. Naya yang tengah tertidur akibat obat bius terbangun dengan wajah pucat karena bermimpi buruk tentang suami nya.


“ Mas Revi jangan tinggalin aku”, ucap Naya berteriak dan terbangun dari tidurnya.


“ Nay kamu kenapa? ada apa dengan Revi?”, tanya Mama Nisa lembut dan berusaha menenangkan Naya.


“ Ma aku mimpi Mas Revi kecelakaan di tabrak kereta. Aku mimpi ada orang yang mencelakai Mas Revi. Aku takut Ma. Hiks...hiks...hiks”, ucap Naya menitikkan air mata nya.


“ Naya kamu tenang dulu. Sini kamu gak usah khawatir ya. Pak Gumara sedang mencari Revi”, ucap Mama Nisa memeluk Naya yang sangat panik.


“ Boleh sebentar ya”, ucap Mama Nisa sambil meninggalkan Naya. Mama Nisa menuju inkubator bayi dan meminta suster membantu nya menggendong si kembar. Mama Nisa dan suster melangkah ke arah Naya kemudian meletakkan bayi nya Naya di sebelah ibu nya. Naya tersenyum melihat kedua anaknya yang telah lahir.


“ Wajahnya cantik Ma mirip Naya sedangkan bibir dan mata nya mirip Mas Revi”, ucap Naya tersenyum bahagia.


“ Ya Nay. Mirip kalian berdua. Mama aja susah bedain keduanya”, ucap Mama Nisa tersenyum bahagia.


“ Nama nya siapa Ma?”, tanya Naya pelan karena masih lemas.


“ Nama nya Ramona Ariska Wardhana dan Ramoni Ariska Wardhana”, ucap Mama Nisa memberikan nama kedua cucunya.


“ Nama yang cantik Ma”, ucap Naya kembali tersenyum.

__ADS_1


“ Owhh ya Ma. Tadi katanya Papa Dhana disini kok udah gak ada. Dan dimana Mas Revi Ma”, ucap Naya mencari Revi dan Papa Dhana.


“ Papa Dhana nyusul Revi kayaknya terjebak macet”, ucap Mama Nisa berbohong agar Naya tidak khawatir.


“ Naya mau lanjut istirahat ya Ma”, ucap Naya ingin kembali istirahat.


“ Ya Nay. Istirahat aja biar Mama yang jaga Si Kembar. Kamu harus pulihin kondisi mu”, ucap Mama Nisa menasehati. Naya hanya menganggukkan kepalanya paham. Mama Nisa dan suster menggendong kembali Si Kembar kedalam inkubator. Agar kedua bayi kembar itu juga bisa beristirahat dengan tenang.


Mama Nisa keluar ruangan tempat Naya berada dan beberapa kali menelpon suami nya tapi tidak diangkat. Tanpa sengaja Mama Nisa melihat berita di Tv bahwa terjadi kecelakaan sebuah mobil tertabrak kereta dan terbakar hebat hingga polisi memastikan jasad tersebut tidak bisa dikenali akibat luka bakar 95%. Nisa sempat berpikir mengenai mimpi Naya tadi sama persis dengan berita yang didengar dari Tv. Mama Nisa sontak menjadi khawatir Revi menjadi korban kecelakaan tertabrak kereta tanpa palang pintu. Mama Nisa terduduk lemas karena nomor plat mobil itu sama seperti mobilnya Revi. Hingga beberapa saat berdering sebuah panggilan dari Papa Dhana yang memberi kabar buruk.


 


{ “ Halo Pa. Ada apa? Revi gak papa kan Pa?”}, tanya Mama Nisa begitu khawatir hingga menangis.


{ “ Revi mengalami kecelakaan mobilnya tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu dan mobilnya terbakar hebat. Polisi memastikan bahwa penumpang nya tidak selamat. Jasadnya sulit teridentifikasi karena luka bakar hebat hampir separuh badannya. Saat ini Papa sedang memastikan nya di Rumah Sakit lain”}, ucap Papa Dhana menjelaskan kronologi Revi kecelakaan.


{ “ Astaghfirullah, jadi benar berita di Tv tadi. Mama khawatir sama psikis Naya pasti akan terguncang dan hancur. Papa buruan pastiin ya kalo itu bukan Revi anak kita”}, ucap Mama Nisa meminta suami nya memastikan kabar itu.


{ “ Oke Ma. Papa akan segara ke Rumah Sakit yang menangani jenazah kecelakaan itu. Mama jangan cerita dulu ke Naya sampai Papa dapat bukti kuat kalo itu bukan jenazah Revi. Mama harus jaga rahasia jangan sampai ketahuan”}, perintah Papa Dhana meminta berita ini dirahasikan dari Naya.


{ “ Baik Pa. Mama mengerti mama akan merahasiakan kabar ini dari Naya karena gak tega kalo psikis dan kondisi Naya drop. Mama kasihan pada menantu kesayangan kita”}, ucap Mama Nisa mengerti atas perintah Papa Dhana.


{ “ Ya Ma. Papa matikan dulu ya telponnya. Papa mau langsung ke Rumah Sakit”}, ucap Papa Dhana hendak mematikan panggilan telpon Mama Nisa.


{ “ Baik Pa”}, jawab singkat Mama Nisa dengan raut wajah khawatir dan sedih.


Setelah itu, panggilan telpon tadi berakhir karena Papa Dhana akan memastikan kabar itu dulu. MamaNisa dengan raut wajah khawatir dan sedih saat mendengar kabar tadi. Mama Nisa tidak tega untuk memberitahukan kabar itu kepada Naya agar kondisi fisik dan psikis Naya tidak drop. Mama Nisa akan menceritakan hal itu setelah Naya kembali pulih. Mama Nisa akan ada disampingnya untuk menguatkan Naya agar hati nya kuat dan tegar menerima kabar berat itu.

__ADS_1


 


__ADS_2