
...KEPUTUSAN NAYA...
Sesuai janji Naya pada sang Ayah Mertua nya. Naya memutuskan pergi ke Jakarta bersama Mona dan Moni menemui kakek maupun neneknya. Mereka sudah 3 bulan tidak bertemu karena Tuan Wardhana dan Nyonya Nisa ada acara di Jerman melakukan pengobatan disana. Mona dan Moni sangat antusias karena akan bertemu kakek maupun neneknya di Jakarta. Mereka tak henti-hentinya membahas rencana nya selama di Jakarta nanti bersama kakek dan neneknya nanti.
Di sore hari, Naya bersama kedua putri nya telah sampai di Jakarta. Mereka disambut oleh supir yang di utus Tuan Wardhana untuk menjemput tamu spesial nya. Naya, Mona, dan Moni duduk bersama di kursi belakang sambil memandangi pemandangan Kota Jakarta yang sangat indah. Sesampainya di Kediaman Tuan Wardhana, mereka disambut oleh si empu nya rumah dan beberapa asisten rumah tangga. Tuan Wardhana mempersilakan Naya bersama kedua putri nya masuk dan menemui Nyonya Nisa.
“ Assalamualaikum Nenek cantik”, ucap Mona memuji Nenek Nisa.
“ Nenek cantik banget mirip Ratu”, ucap Moni ikut memuji Nenek Nisa.
“ Walaikumsalam. Cucu nenek kan cantik-cantik mirip Princess. Sini peluk nenek”, ucap Nenek Nisa sambil memeluk kedua cucu nya.
Naya ikut menyalami Mama Nisa yang tengah duduk memangku kedua cucu nya itu. Naya tersenyum bahagia melihat keakraban Mama Nisa dengan kedua cucu nya yang terlihat sangat dekat. Setelah dipangku sang nenek, Mona dan Moni main boneka yang telah disiapkan sang nenek. Mereka terlihat sangat senang bermain dengan boneka yang lucu dan imut. Papa Dhana datang dan ikut duduk bersama Naya dan Mama Nisa. Mereka pun terlibat perbincangan serius mengenai masa depan perusahaan.
“ Naya apa kamu setuju menjadi pengganti Pewaris Perusahaan Wardhana Group? papa harap kamu bersedia”, ucap Papa Dhana meminta persetujuan Naya menjadi Pewaris Perusahaan Wardhana Group.
“ Naya coba pikirkan dulu ya Pa. Naya juga perlu mempelajari dulu mengenai perkembangan perusahaan dan tata kelola nya. Papa bisa kasih waktu ke Naya untuk ambil keputusan”, ucap Naya mempertimbangkan permintaan Papa Dhana.
“ Mama yakin kamu pasti bisa Nay. Kami juga sudah menua jadi tidak mungkin terus mengurus perusahaan. Mama harap kamu setuju ya”, ucap Mama Nisa meminta Naya mau menjadi Pewaris Perusahaan Wardhana Group.
“ Gini aja Pa-Ma. Naya minta waktu 1 bulan aja. Untuk ambil keputusan sanggup atau tidaknya Naya memimpin perusahaan ini”, ucap Naya meminta kelonggaran waktu.
__ADS_1
“ Baik Papa setuju. Nanti Papa akan minta Pak Gumara mengirim contoh berkas dan project yang biasa ditangani perusahaan. Kamu bisa pelajari nya”, ucap Papa Dhana setuju dengan ide Naya.
“ Makasih Pa. Naya akan mempelajari nya dengan baik. Naya usahakan untuk tidak mengecewakan Papa dan Mama”, ucap Naya meyakinkan Papa Dhana dan Mama Nisa. Papa Dhana merasa yakin Naya mampu menjadi pemimpin perusahaan. Karena selama ini dia memantau perkembangan Naya yang sangat mengejutkan mampu menjabat jabatan strategis di Sekolah tempat Naya mengajar. Papa Dhana sangat kagum kepada kemampuan Naya yang semakin berkembang dengan baik.
“ Nay kamu udah punya pacar?”, tanya Mama Nisa penasaran.
“ Belum Ma. Aku belum bisa move on. Aku takut bikin Papa dan Mama kecewa karena menjalin hubungan dengan laki-laki lain”, ucap Naya tidak ingin menyinggung perasaan kedua mertua nya.
“ Gak papa Nay kan itu hak kamu untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lain karena sekarang kamu single parent pasti banyak laki-laki yang ngantri buat lamar kamu”, ucap Mama Nisa menasehatinya Naya.
“ Betul kata Mama. Kamu harus cari laki-laki lain untuk dampingi kamu dan menjadi ayah kedua putri mu. Kami tidak kecewa Nay”, ucap Papa Dhana menambahkan ucapan Mama Nisa.
“ Untuk sekarang Naya ingin fokus sama kerjaan dan anak-anak aja”, ucap Naya menolak halus.
“ Pa Ma. Naya mau ajak Mona dan Moni tidur ya. Kayaknya mereka dah ngantuk”, ucap Naya pamit sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya.
“ Tidur yang nyenyak ya Nay”, ucap Mama Nisa tersenyum. Naya berlalu mengajak kedua putri nya ke kamar untuk tidur. Papa Dhana dan Mama Nisa masih mengobrol untuk rencana selanjutnya agar Naya move on. Mereka telah sepakat akan menjodohkan Naya dengan anak angkat Herlambang Prasojo yang kebetulan masih single. Mereka merasa cocok apabila Naya menikah dengan anak angkat Keluarga Herlambang.
Setelah menidurkan, kedua putri nya di Kamarnya dulu bersama Revi. Saat berada disana Naya terbayang kenangan indah dengan suami nya yang banyak akal untuk mengerjai nya dan menggoda dirinya. Seketika Naya tersenyum mengingat wajah suami nya yang tampan saat tersenyum. Naya juga rindu pada pelukan Revi yang membuatnya nyaman.
Naya mengambil sebuah foto dirinya bersama Revi saat prewedding dan foto pernikahannya. Naya menitikkan air mata nya sedih karena secepat itu suami nya meninggalkan dirinya dengan kedua putri kembar mereka. Hati nya hancur mengingat sebuah fakta kalo suami nya menjadi korban pembunuhan berencana dibaluti rekayasa kecelakaan kereta. Dia mengetahui fakta itu dari Papa Dhana yang telah menyelidiki kasusnya yang terlihat ganjal. Kemudian Naya melamun karena merindukan Revi sambil duduk di Balkon Kamar Revi.
__ADS_1
“ Mas aku kangen kamu. Aku yakin kamu masih hidup. Mas gak lupa janji mas kan selalu bersama”, ucap Naya lirih dan menangis memandangi foto Revi.
Sedangkan dari kejauhan, seseorang sedang mengawasi Naya yang duduk di Balkon Kamar Revi. Orang itu ikut menitikkan air mata nya karena telah lama merindukan Naya. Laki-laki itu adalah Revi yang sekarang wajahnya telah berbeda dari sebelumnya karena wajahnya hancur dan sulit untuk dikenali lagi oleh orang lain. Revi saat ini menyamar sebagai Arga Pradipta Herlambang, salah satu keluarga kaya dan pebisnis hebat. Setelah menangis, Revi menyeka air matanya kemudian tersenyum kearah Naya.
“ Aku sudah kembali Naya. Tunggu sebentar lagi Revi akan balik. Pasti kamu bakal terkejut Nay”, ucap Revi lirih memandangi Naya dari kejauhan.
“ Selama ini aku mengawasi kamu terus Nay. Aku berterima kasih kamu masih setia sama mas. Aku juga gak sabar bertemu Si Kembar”, tambah Revi tersenyum yang terus memandangi Naya.
...PERTEMUAN ARGA DAN NAYA...
Hari minggu, Naya mengajak kedua putri nya liburan ke Ancol. Mona dan Moni pun sangat antusias di ajak mama nya liburan. Didalam perjalanan Mona dan Moni terus berceloteh ria membuat Naya tersenyum bahagia melihat kedua putri nya senang. Sesampainya di Ancol, Naya mengajak kedua putri nya menaiki wahana komedi putar. Wajah mereka semua sangat bahagia menikmati setiap wahana yang di naiki.
Tiba-tiba Mona hilang dari pantauan Naya entah kemana. Naya yang menyadari itu pun bingung mencari Mona sambil mengajak Moni. Naya terus mencari bahkan meminta bantuan petugas keamanan untuk mencari anaknya. Sedangkan Mona terduduk disebuah kursi sambil menangis karena tidak mengetahui keberadaan sang mama. Datanglah seorang laki-laki menemui Mona yang menangis sendirian di kursi itu. Laki-laki itu adalah Arga alias Revi yang kebetulan berlibur di Ancol.
“ Halo, adek kok nangis? mungkin om bisa bantu?”, tanya Arga iba ingin membantu gadis kecil itu.
“ Ya om. Aku bingung nyari mama. Tadi kan mona megang tangan mama tapi banyak orang lewat pegangan tangan mona lepas om”, ucap Mona kebingungan mencari Mama nya.
“ Ya udah ikut om kita nyari mama”, ucap Arga mengajak Mona mencari Mama nya.
__ADS_1
“ Yuk Om”, ucap Mona tersenyum memegang tangan Arga. Seketika Arga tersenyum melihat senyuman Mona mengingatkannya pada Naya. Arga terus menepis pikirannya tersebut, dia tidak boleh gegabah menilai kalo Mona adalah anaknya dengan Naya. Dia ingin menemui siapa ibu nya untuk memastikan kalo dia bukan Naya.