
Setelah sempat melamun Naya memutuskan duduk di kursi CEO. Naya tersenyum bahagia memandang keluar ruangannya yang menampilkan pemandangan indah Kota Jakarta. Saking semangatnya, Naya terjatuh dari kursi nya ke belakang hingga dirinya meringis kesakitan. Ada seseorang yang melihat Naya terjatuh tadi kemudian membantu membangun badan Naya kembali duduk seperti semula. Seseorang yang membantu Naya bernama Arum Estiningtyas adalah Sekretaris Naya di Perusahaan Wardhana Group. Arum sempat bertanya kondisi Naya saat ini memastikan kalo tidak apa-apa.
“ Buk Naya gak papa kan? ada yang luka?”, tanya Arum khawatir pada Naya yang habis jatuh dari kursi tadi.
“ Gak papa kok Rum”, jawab singkat Naya sambil tersenyum.
“ Kok bisa jatuh Buk?”, tanya Arum penasaran penyebab Naya terjatuh.
“ Hahaha tadi ibu lagi ngetes kursi nya kuat gak eh.. malah jatuh”, ucap Naya tertawa lepas.
“ Buk Naya lucu pinter melawak”, ucap Arum ikut tertawa bersama Naya.
Naya dan Arum tertawa bersama untuk menghilangkan suasana tegang habis dia ketahuan jatuh tadi. Arum merasa aneh karena bos sebelumnya Tuan Wardhana terlihat tegas dan kaku tapi sekarang kondisinya berbeda sejak kedatangan Naya tidak ada suasana canggung dan kaku terlihat sangat bersahabat. Arum senang mendapatkan bos baru yang ternyata jauh dari gosip miring selama ini di kantor yang bilang Naya galak dan perfeksionis. Setelah tertawa bersama, Naya mulai bertanya tentang tugasnya hari ini kepada Arum.
“ Tugas ibu apa hari ini? jangan padat-padat dulu ya kan masih magang juga ibu?”, tanya Naya mengenai jadwalnya kepada Arum sambil bercanda.
“ Buk Naya bisa aja bercanda nya. Jadwal ibu hari ini hanya berkenalan dengan semua karyawan, memantau kinerja masing-masing divisi, dan makan siang dengan dewan direksi serta memimpin kuliah umum untuk para karyawan magang. Gak terlalu padat kok buk jadi santai aja”, ucap Arum tersenyum mendengar candaan Naya dan membacakan jadwal Naya hari ini.
__ADS_1
“ Baiklah saya paham”, jawab singkat Naya paham.
“ Ibu boleh tanya gak Rum?”, lanjut tanya Naya ke Arum.
“ Boleh Buk”, jawab Arum singkat memperbolehkan Naya bertanya.
“ Suasana kantor memang tegang gitu ya? Papa Dhana selama ini memimpin seperti apa? ibu dengar juga lo tentang gosip disini”, tanya Naya penasaran dengan suasana kantor yang tegang dan cara kepemimpinan Tuan Wardhana.
“ Gini buk selama kepemimpinan Tuan Wardhana memang begitu ketat dan sangat kaku. Para karyawan semua takut kena tegur apalagi dipecat termasuk saya sangat takut. Ibu gak marahkan kalo gosip disini bilang Bu Naya memimpin nya akan lebih parah dari Tuan Wardhana”, ucap Arum menjelaskan kondisi sebenarnya kantor itu dengan rasa was-was.
“ Owhh gitu, ibu gak marah kok. Gini aja nanti pas ibu perkenalan dengan karyawan lain maupun kuliah umum dengan karyawan magang ibu bakal merubah bebebrapa aturan ketat disini. Ibu gak nyaman kalo kalian semua takut sama ibu mending bikin suasana friendly dan kekeluargaan aja pasti mereka semua setuju”, ucap Naya menyampaikan pendapatnya ingin merubah suasana kantor menjadi friendly dan kekeluargaan.
“ Baiklah mulai saat ini kita bersama-sama merubah image kaku di kantor ini dengan merubah beberapa aturan ketat. Ibu juga sudah bilang ke Papa Dhana kalo akan pake cara kepemimpinan sendiri. Kebetulan Papa Dhana sangat setuju supaya kantor ini semakin berkembang bahkan banyak investor yang berinvestasi di sini”, ucap Naya akan merubah beberapa aturan ketat di kantor itu dan kepemimpinan sendiri.
“ Saya akan mendukung Buk Naya”, ucap Arum setuju dengan ide Naya. Naya hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Arum yang setuju dengan ide nya itu yang ingin suasana kantor berbeda. Naya yakin hampir seluruh karyawan akan setuju dengan ide nya ini. Kepemimpinan Naya akan sangat berbeda dari kepemimpinan Tuan Dhana yang kaku dan tegang dengan aturan ketat.
Akhirnya, Naya memulai kegiatannya sesuai dengan jadwal. Semua karyawan banyak yang menyukai gaya kepemimpinan Naya yang friendly dan kekeluargaan namun tetap profesional. Naya kira respon dari karyawannya tidak akan seantusias ini bahkan Naya sempat terkejut atas respon karyawan. Naya sangat bahagia apabila karyawan nya setuju dengan ide nya.
__ADS_1
Seharian ini, Naya menjalani tugasnya dengan baik dan seksama. Meskipun lelah Naya terlihat sangat puas atas kinerja karyawannya. Naya sempat memberi evaluasi kegiatan hari ini didampingi Tuan Wardhana. Tuan Wardhana sangat senang karena respon karyawan yang menyukai kepemimpinan Naya saat ini yang sangat jauh berbeda dengannya. Tuan Wardhana yakin bahwa dia tidak salah memilih Naya sebagai pengganti nya memimpin perusahaan nya itu.
...KEJUTAN POLISI GANTENG...
Tepat hari ini, sudah 6 bulan Naya menjalankan tugas barunya sebagai seorang CEO di Perusahaan Wardhana Group banyak kemajuan yang telah dicapai. Kemajuan itu seperti suasana kantor yang friendly, masuknya investor baru, dan keberhasilan Naya membuka 3 kantor cabang di Negara Skandinavia. Naya melakukan banyak perubahan bagi perusahaan itu dan menjadikan nya populer dikenal oleh kalangan pebisnis muda potensial.
Naya telah sampai di kantor sebelum karyawannya masuk hal itu sengaja dilakukan untuk melihat siapa saja karyawan yang rajin dan malas. Terlihat seorang Cleaning Service yang tengah membersihkan meja maupun kursi disana. Mereka yang melihat kedatangan Naya pun tersenyum dan menyapa nya dengan ramah. Naya juga membalas sapaan nya dengan tersenyum kepada Cleaning Service itu.
“ Pagi Buk Naya”, ucap Cleaning Service menyapa Naya dengan ramah.
“ Pagi Mas”, ucap Naya membalas ucapan Cleaning Service itu tersenyum ramah.
“ Wah Buk Naya pagi-pagi dah masuk. Kan baru jam 6.30 pagi karyawan belum banyak yang masuk. Keren banget Buk”, ucap Cleaning Service memuji sikap Naya yang rajin.
“ Biasa aja Pak. Saya hanya mencontohkan kepada para karyawan untuk rajin berangkat pagi. Kan pemimpin harus mencontohkan yang baik kepada bawahannya”, ucap Naya merasa senang mendengar pujian Cleaning Service itu.
“ Saya mau masuk kedalam ruangan dulu Mas”, ucap Naya pamit pada Cleaning Service kedalam ruangannya.
__ADS_1
“ Iya Buk silahkan”, ucap Cleaning Service mempersilahkan Naya masuk kedalam ruangan.
Naya berlalu meninggalkan Cleaning Service itu yang masih melanjutkan kerjanya. Naya menaruh tasnya di Meja nya kemudian dia mengambil ponselnya takut ada yang menelponnya pagi-pagi sekali. Naya memilih duduk di Sofa sambil scroll media sosial nya yang baru. Saat tengah asik scroll benar dugaannya seseorang menelponnya segera setelah memegang ponselnya. Naya kemudian mengangkat panggilan telpon dari Arga, untung saja ruangan Naya kedap suara dan kaca nya cuman satu arah jadi aman baginya menjawab telpon dari Arga