
Meeting pun dimulai dari pihak Andre mengemukan project mereka membangun pabrik pupuk di Indonesia dan Malaysia sekaligus pembangunan Kawasan Khusus Pembangunan Pupuk Terpadu ( KPT Terpadu). Naya cukup tertarik dengan bisnis ini karena akan membuka lapangan kerja dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Andre pun senang karena dengan mudah Naya percaya pada rencana bisnisnya. Ada rencana licik yang telah Andre siapkan untuk memanfaatkan kesepakatan bisnis ini. Naya yang peka terhadap rencana licik Andre, Naya pun membuat beberapa persyaratan dan mengawasi pengembangan bisnis itu.
“ Baik Pak Andre. Saya setuju tapi saya akan mengajukan beberapa persyaratan dalam bisnis ini. Saya ingin terlibat langsung memantau pengerjaan project ini”, ucap Naya setuju dengan project Andre dan ikut terlibat langsung pada project itu agar Andre tidak berbuat curang
“ Persyaratan apa Buk Naya? kenapa ibu ingin terlibat langsung Buk?”, tanya Andre protes pada persyaratan yang Naya ajukan pada project itu.
“ Kalo Pak Andre tidak setuju. Lebih baik dibatalkan saja. Tidak perlu repot-repot menawarkan project bisnis seperti ini hanya buang waktu saja”, ucap Naya dengan senyum mengejek kemampuan Andre. Andre terkejut karena Naya sangatlah pintar dalam memilah terlibat pada projectnya. Kemudian, Andre berkonsultasi dengan Alvin setelah melalui banyak pertimbangan Andre pun menyetujui persyaratan yang diajakun Naya nanti. Andre tidak mau merasakan kerugian karena telah banyak investor yang tertarik pada project ini selain Perusahaan Wardhana Group.
“ Baik Buk saya setuju”, jawab singkat Andre setuju.
“ Pertama, saya ikut langsung memantau pembangunan pabrik maupun KPT Terpadau. Kedua, seluruh pekerja nya baik di Indonesia maupun Malaysia memakai pekerja lokal. Ketiga, penerimaan karyawan memprioritaskan pada SDM lokal unggul. Keempat, tidak boleh ada kecurangan pada tata kelola pabrik dan KPT Terpadu. Kelima, saya akan menanamkan modal sekitar 90% pada saham project ini jadi apabila anda menipu saya, saya bisa tuntut anda dan minta ganti rugi sesuai nilai investasi yang disepakati”, ucap Naya menyebutkan persyaratan yang diajukan itu pada Andre untuk project bersama itu.
“ Saya setuju dengan persyaratan yang anda ajukan pada saya”, ucap Andre dengan terpaksa menerima persyaratan yang diajukan Naya pada project itu.
“ Arum tolong siapkan dokumen perjanjiannya. Nanti pakaikan materai Rp 10.000 jadi apabila terjadi kecurangan kita punya buktinya. Setelah itu kirimkan salinan dokumen aslinya ke saya”, perintah Naya pada Arum untuk segera menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.
__ADS_1
“ Baik Buk Naya. Saya segera siapkan. Saya pasti kan semua perintah ibu dilaksanakan dengan baik”, ucap Arum mengerti perintah dari Naya. Arum pun berlalu menuju ke Ruangannya untuk segera menyiapkan dokumennya. Naya tersenyum kepada Andre yang tampak syok dengan kemampuan Naya. Dia merasa puas untuk tidak mempercayai Andre sepenuhnya karena Andre terkenal licik dan janji manis pada investor lain.
Setelah meeting bersama itu, Andre pamit pada Naya untuk kembali ke Kantornya bersama Alvin. Didalam mobil Andre masih tidak menyangka kalo Naya begitu jeli pada project yang ditawarkannya. Andre mengira Naya mudah dibodohi agar rencana liciknya mulus namun kenyataannya Naya sangatlah pintar tidak terjebak pada rencana Andre. Karena masih syok Andre meminta pendapat Alvin supaya mudah baginya menentukan keputusan yang tepat.
“ Vin lo tadi dengarkan persyaratan yang diajukan Naya. Naya keliatan jeli banget sampe tau rencana licik gue. Gue gak nyangka dia sangat paham dalam mengambil keputusan kayak gini”, ucap Andre kepada Alvin yang tidak percaya pada persyaratan yang diajukan oleh Naya tadi.
“ Ya Bos. Gue denger, gila Naya pinter banget ya sampe tau rencana kita tadi hebat juga kemampuan nya. Pantas gue denger banyak investor yang senang kerja sama dengan Naya karena keputusan yang tepat dan gak neko-neko dalam memberi persyaratan yang saling menguntungkan”, ucap Alvin setuju dengan pendapat Bos nya sekaligus menjelaskan alasan banyak investor yang tertarik kerja sama dengan Naya.
“ Gue sempat denger sih tapi masih belum percaya sampe tadi kita ajukan dia setuju dan beri persyaratan agar gak ada yang dirugikan”, ucap Andre masih tak menyangka kemampuan Naya yang hebat.
“ Terpaksalah kita ikuti. Gue gak mah dituntut sama Naya apalagi tadi dia menanamkan modalnya 90% pada saham project ini. Bahaya kalo kita bikin masalah”, ucap Andre pasrah menerima kesepakatan kerjasama project tadi.
“ Kayaknya nih kita gak bisa macam-macam sama Naya”, ucap Alvin setuju dengan ucapan Bos nya yang pasrah.
“ Tapi setelah gak ketemu Naya makin cantik aja. Apalagi pake pakaian formal dipadukan sama hijabnya. Aura kecantikan nya seketika muncul”, ucap Andre mengingat penampilan Naya yang mempesona.
__ADS_1
“ Bos masih suka sama Naya?”, tanya Alvin penasaran kalo Bos nya suka pada Naya.
“ Ya suka lah. Gue dari dulu suka sama dia. Naya tuh cantik banget”, ucap Andre masih menyukai Naya.
“ Deketin aja Bos kan kesempatan tuh apalagi dia dah jadi CEO”, ucap Alvin menyarankan Bos nya mendekati Naya lagi.
“ Gue bakal usaha dekati Naya lagi”, ucap Andre yakin mendekati Naya kembali.
Andre tersenyum karena bisa mendekati Naya lagi. Dia yakin Naya tidak akan menolaknya lagi seperti dulu. Dia segera merencanakan usaha mendekati Naya sesuai keadaan karena Naya sekarang telah menjadi wanita karir jadi lebih mudah mendekatinya bahkan dia sempat membayangkan apabila mampu menjadi Pendamping Hidup Naya otomatis kekayaannya akan bertambah dan menguasai banyak bisnis.
Andre sangat yakin bahwa suatu saat nanti Naya akan ditaklukkan oleh dirinya. Dia memiliki segalanya mulai dari wajah rupawan maupun harta melimpah itu semua salah satu nilai tambah bagi dirinya untuk menaklukkan hati Naya. Menurutnya, Naya merupakan titisan Seorang Bidadari Kayangan yang diturunkan dari Surga ke Bumi untuk menjadi Pendamping Hidupnya. Dia sangat berambisi memiliki Naya seutuhnya apalagi status Naya sekarang single parents tanpa suami dengan mudah dirinya akan menaklukkan hati Naya.
Andre melamun membayangkan dirinya bersanding dipelamin bersama Naya. Dia akan menjadi pasangan bahagia karena Istrinya cantik dan kaya. Bayangan wajah Naya terus berputar di Kepala Andre saat ini sampai membuatnya tersenyum sendiri dan memeluk bantal di Sofa. Alvin hanya tersenyum melihat Bosnya bahagia seperti itu setelah bertemu dengan Naya. Alvin merasa keadaan Bosnya kembali baik seperti sediakala setelah mengalami depresi karena mimpi didatangi oleh Revi. Hal itu sempat membuat Andre harus menjalani pengobatan ke Luar Negeri.
Alvin tak henti-hentinya mengulaskan senyuman kearah Bosnya. Dia mampu merasakan suasana hati Bosnya yang bahagia seperti sekarang. Dia yakin bahwa suatu saat nanti Bosnya akan memiliki Naya seutuhnya setelah kepergian Revi. Alvin bergumam dalam hati sambil berharap Bosnya bahagia bersama Naya nanti.
__ADS_1
" Gue berharap semoga Bos bisa bahagia dengan Naya. Apalagi Revi sudah tiada jadi Bos akan dengan mudahnya menaklukkan hati Naya. Jangan khawatir Bos gue bakal bantu lo agar Naya benar-benar jadi milik Bos", gumam Alvin dalam hati sambil tersenyum melihat Bosnya bahagia seperti sekarang dan mampu melupakan depresinya dulu.