
Revi pergi menemui Hendra yang berada di luar ruangan itu, Hendra sengaja merekam semua nya mulai dari obrolan Revi dengan Farah sampai pada sikap asli Farah. Mereka sebenarnya telah curiga pada Farah setelah Revi tanpa sengaja melihat isi ponsel Farah dan dia terkejut karena ada pesan dari Andre, dia pun curiga kalo Farah orang suruhan Andre. Akhirnya Revi dan Hendra menyelidiki tentang biodata Farah mereka menemukan sebuah fakta kalo Farah seorang pelakor terkenal dan model papan atas. Revi dan Hendra pun menyusun sebuah rencana untuk menjebak Farah. Revi mengajak Hendra ke ruangan nya untuk rencana selanjutnya.
“ Good luck Boss. Lo memang keren aktingnya dan natural banget. Gak salah kalo lo kuliah pernah ikut theater”, ucap Hendra memuji akting Revi.
“ Keren kan. Hal kayak gitu dah biasa gue lakuin saat ikut theater bahkan gue pernah marahan dengan dosen untuk mendalami karakter. Kayaknya bisa nih jadi aktor”, ucap Revi narsis.
“ Idiihh narsisnya kumat. Tapi gue kasih 10 jempol buat lo. Bisa akting gitu”, ucap Hendra kagum pada kemampuan akting Revi. Revi hanya tertawa mendengar ucapan Hendra. Buat Revi akting seperti itu hanya hal kecil dia banyak disukai oleh para mentor maupun sutradara theater karena kemampuannya itu.
“ Habis ini rencana lo apa Ndra? Bisa kita eksekusi langsung?”, tanya Revi penasaran untuk ide Hendra selanjutnya.
“ Ide gue yang pertama kita kumpulin bukti kuat agar Farah maupun Andre gak mengelak. Kedua lo bisa lebih protektif kepada Naya jangan biarin celah seperti paket pas itu terjadi lagi. Ketiga lo tarik investasi kita melalui anak usaha lo yang selama ini dirahasikan pada Andre kayak sekitar 120 anak usaha kan itu lumayan buat dia gusar karena hutangnya menggunung. Keempat lo coba bangun anak usaha di negara tempat banyak usaha nya Andre tapi informasi nya dirahasiakan. Udah itu aja ide gue mungkin tinggal eksekusi dan bisa lo tambah apa aja yang ingin lo lakukan”, ucap Hendra memberikan ide ke Revi.
“ Gue setuju ide lo. Tapi gue bakal menarik seluruh modal dari perusahaan nya Andre melalui 150 anak usaha perusahaan gue. Gue bakal batasi transaksi Andre dan memastikan dia tidak bisa meminjam bank”, ucap Revi menambahkan ide nya.
“ Oke Bos. Lo tinggal eksekusi tapi pelan-pelan aja. Kita ikuti permainan mereka dulu”, ucap Hendra memberi saran.
“ Lo besok ikut ngantar Lisa liat hasil tes nya?”, tanya Revi menanyakan Hendra akan mengantar Lisa.
“ Ya Bos. Sekalian berduan sama ayang. Pengen bucin-bucinan”, ucap Hendra bucin.
“ Ehh alah dasar bucin. Gue titip Naya ya soalnya Papa gue nyuruh gue berangkat ke Dubai ketemu investor. Jadi harus ninggalin Naya”, ucap Revi menitipkan Naya kepada Hendra.
“ Santai aja Bos. Gue bakal jagain Kaka ipar gue kok. Lisa pasti senang bisa berangkat bareng Naya”, ucap Hendra menyetujui permintaan Revi.
“ Gue percaya sama lo. Tadi pagi gue udah bilang ke Naya kok. Dia setuju meskipun berat ninggalin Naya tapi ini masalah kerjaan gak bisa ditinggalin”, ucap Revi sedih menjelaskan kekhawatirannya meninggalkan Naya.
“ Tenang Bos. Naya pasti paham kok. Sebagai suami lo harus kuat”, ucap Hendra menguatkan Revi. Revi hanya menganggukkan kepalanya dan menghela napas nya panjang. Hendra sangat paham kondisi Revi yang harus meninggalkan Naya untuk urusan bisnis ke luar negeri.
Setelah obrolan itu, Revi dan Hendra melanjutkan kerjaan karena hari ini sangatlah padat. Revi sempat menelpon Naya tidak bisa pergi makan siang dengannya karena pekerjaan yang sangat banyak. Naya mengerti dan menyemangati nya supaya cepat menyelesaikan pekerjaannya. Revi tersenyum bahagia mendapatkan support dari istri nya itu.
... LULUS TES...
Naya, Lisa, dan Hendra berangkat menaiki mobilnya Hendra menuju Kantor Mabes Polri untuk melihat pengumuman lulus tes. Naya dan Lisa sangat berdebar hatinya karena ini adalah hari yang mereka nanti kan selama ini yang menentukan masa depan karir mereka. Hendra yang melihatnya pun berusaha menenangkan mereka berdua agar lebih tenang lagi.
Sesampainya di Kantor Mabes Polri, Naya menggandeng tangan Lisa diikuti Hendra dibelakang nya. Mereka bertiga menuju ruangan pengumuman hasil tes 1 bulan sebelumnya, wajah mereka terlihat tegang saat akan mendengarkan hasil pengumuman hasil tes. Saat yang ditunggu tiba seorang panelis didampingi moderator acara membacakan siapa saja yang dinyatakan lulus dan tidak pada tes itu. Sontak Naya dan Lisa kaget mendengar nama mereka berdua menempati posisi pertama untuk Naya maupun Lisa menempati posisi kedua pada tes itu.
“ Nay gue gak mimpikan? Ini beneran gak sih?”, tanya Lisa tidak percaya.
__ADS_1
“ Ini gak mimpi saya. Kita berdua dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. Gue senang banget Sa”, ucap Naya seakan tidak percaya bisa lolos.
“ Selamat ya Naya-Lisa. Untuk Naya anggap itu sebagai hadiah untuk suami dan calon anak lo nanti pasti bangga. Untuk Lisa anggap itu sebagai hadiah pernikahan kita nanti sayang”, ucap Hendra menatap Naya dan Lisa dengan rasa bangga. Naya dan Lisa hanya terharu kemudian saling pelukan bahagia. Mereka pun berfoto bersama saat acara pengumuman hasil tes. Naya memilih duduk di kursi karena sedikit pegal kaki nya sedang Hendra dan Lisa masih berfoto ria.
“ Liat Nak. Mama lulus tes pasti papa mu bangga. Mama harap kalian bangga ya”, ucap Naya sambil mengusapi perut yang mulai membesar.
“ Pasti mereka bangga kok Nay. Mama nya hebat gitu. Apalagi Revi dia pasti sangat bahagia karena berjuang sama lo pas tes itu”, ucap Nadia yang duduk disebelahnya. Naya yang mendengar itu pun sontak melihatnya karena gak menyangka bertemu Nadia disana.
“ Nadia kok lo disini sama siapa? Jemput adek lo ya kok gak ada?”, tanya Naya kebingungan.
“ Ya Nay. Gue nemenin suami gue tuh dia lagi foto bareng anak gue. Gue bangga liat suami gue lolos tes juga”, ucap Nadia menunjuk ke arah suami nya.
“ Yang itu ya. Bukannya itu Pak Risyad Haris kan polisi ganteng yang terkenal itu. Jadi lo istrinya Nad”, ucap Naya seakan tidak percaya.
“ Ya gue istrinya Nay. Gue nikah setahun sebelum lo tunangan sama Dimas dana anak gue sekarang dah berusia 3 tahun. Nama nya Aprilia Aurum Haris”, ucap Nadia menjelaskan tentang suami dan anaknya.
“ Selama ini suami gue tuh ceritain lo Nay katanya lo terkenal polwan paling cantik dan galak”, tambah Nadia.
“ Ternyata gue terkenal juga ya”, ucap Naya bercanda. Nadia dan Naya mengobrol bareng mengenai pernikahan Nadia. Nadia juga memberikan nasihat untuk Naya tentang kondisi kehamilannya dan cara antisipasi masalah-masalah dalam kehamilan. Suami Nadia yang melihat kearah Nadia pun menemuinya dengan mengajak anaknya yang cantik.
“ Hai Mbak Naya ya. Kenalkan nama saya Risyad Haris. Suaminya Nadia”, ucap Risyad memperkenalkan diri.
“ Ayah, tante ini yang ada di tv itu kan. Yah aku mau foto biar bisa dikasih liat ke nenek. Ayo dong yah”, ucap April merengek minta foto ke Naya. Naya hanya heran karena baru pertama kali di mintai foto. Naya menatap Nadia merasa belum percaya dan kaget. Nadia hanya menggunakan kepalanya pelan.
“ Ya udah April foto sama Bunda dan Tante aja ya. Biar ayah yang foto kan, tapi April jangan loncat-loncat nanti dedek bayi nya tante sakit. Pelan-pelan sayang”, ucap Risyad saat akan memfoto.
Risyad pun memotret April, Nadia, dan Naya dengan berbagai gaya yang lucu abis. Risyad dan Nadia berterima kasih telah mau menuruti permintaan dari sang anak. Setelah berfoto Risyad dan Nadia pun pamit akan pulang bersama April. Mereka tak lupa memberikan alamat rumahnya kepada Naya yang kebetulan ada di Jakarta.
Setelah acara pengumuman itu, Hendra mengajak Naya dan Lisa pulang karena terlihat mereka sangat lelah. Lisa akan menginap di Rumah Tuan Wardhana untuk menemani Naya sebelumnya Lisa telah izin ke Mama Nisa. Naya sangat antusias mendengar Lisa akan menginap dia bisa segera mencoba banyak resep kue bersama Lisa maupun Mama Nisa. Sedangkan Hendra kembali bekerja ke perusahaan karena masih ada berkas file yang dikirim Revi dan kontrak yang harus dia pelajari dari klien.
... MENCOBA RESEP BARU...
Di Rumah Tuan Wardhana, Naya dan Lisa sedang mencoba resep kue baru yang akan dibuat. Mereka bersaing dalam membuat kue dengan penuh kehati-hatian dan perhatian agar tidak gagal. Mama Nisa hanya melihat dengan duduk di meja makan menunggu kue bikinan Naya dan Lisa selesai. Mama Nisa akan menjadi juri menilai siapa juara nya dalam membuat kue. Setelah selesai semua kue di hidangkan pada hadapan Mama Nisa, dia mulai mencicipi dan kue mana yang terbaik.
“ Kue nya Naya enak tapi masih ada beberapa bagian yang kering sedikit dan krim nya belum matang sempurna. Selebihnya perfect”, ucap Mama Nisa menilai kue Naya.
“ Kalo kue ku gimana Ma? Apa ada yang kurang?”, tanya Lisa deg-degan. Naya hanya menguping saja tanpa berbicara. Dia pun mencoba kue ternyata hanya sedikit saja kekurangan nya. Naya merasa puas dengan hasil nya.
__ADS_1
“ Kue nya Lisa enak semua Mama suka rasanya, tampilannya, dan krim nya cocok banget. Perfect sekali”, ucap Mama Nisa memuji kue Lisa.
“ Yes menang Nay. Kayaknya gue cocok nih jadi chef. Sekalian buat toko kue”, ucap Lisa bangga dan narsis.
“ Idiihh dah narsis aja pasti gara-gara ngikutin gaya Mas Revi ya”, ucap Naya menyindir Lisa.
“ Ya dong harus bangga”, ucap Lisa kembali narsis. Naya langsung cemberut mendengar ucapan Lisa tadi. Lisa hanya tertawa melihat Naya cemberut dan kesal padanya. Mama Nisa hanya tersenyum melihat tingkah Naya dan Lisa.
“ Udah-udah jangan berantem, kue kalian enak semua kok. Nanti mama bakal habisin semuanya. Mama makasih udah dibuatin kue sama kalian”, ucap Mama Nisa melerai Naya dan Lisa yang berantem. Akhirnya Naya dan Lisa baikan lagi berkat bantuan Mama Nisa. Mama Nisa mengajak mereka menyantap kue masing-masing dan minta menilai nya sendiri. Naya dan Lisa tersenyum saat mencoba kue masing-masing yang enaknya gak kalah sama buatan toko kue terkenal.
Seusai drama lomba bikin kue, Naya dan Lisa pamit ke Mama Nisa untuk kembali ke kamar. Saat di kamar Naya cerita ke Lisa kalo dia sangat kangen pada suami nya yang lagi ada di Dubai. Naya ragu-ragu ingin video call tapi dipaksa oleh Lisa agar dirinya bisa lebih tenang. Beberapa panggilan belum diangkat dan pada panggilan ke 10 akhirnya Revi mengangkatnya.
{ “Mas kangen nih sayang. Kamu lagi apa sama Lisa? Ingat gak boleh telat makan ya”}, ucap Revi manja.
{ “Lebay Mas. Aku lagi rebahan aja kok kalo Lisa lagi main game. Iya.. ya.. Pa”}, ucap Naya datar.
{ “Kok lebay sayang kan beneran kangen”}, ucap Revi memelas manja.
{ “Ya deh aku juga kangen puas”}, ucap Naya ketus.
{ “Selamat ya yang lolos tes dan bentar lagi mau dilantik”}, ucap Revi memberi selamat kepada Naya.
{ “Makasih Mas. Dah mau berjuang bareng aku mulai anterin sampe nungguin aku tes. Ini hadiah buat suami ku yang hebat”}, ucap Naya terharu pada perjuangan Revi.
{ “Ya Sayang. Memang itu udah tugas mas kok. Makasih hadiahnya cantik”}, ucap Revi menggoda Naya.
{ “Pulang mau mas bawain apa sayang?”}, tanya Revi bawa oleh-oleh untuk Naya.
{ “Bawain baju dan makanan aja mas”}, ucap Naya meminta oleh-oleh.
{ “Siap buk Bos lusa mas pulang sama papa”}, ucap Revi menjelaskan kepulangan nya nanti.
{ “Hati-hati di jalan ya mas”}, ucap Naya mengingatkan.
{ “Mas kerja dulu ya sayang, bye. Assalamualaikum”}, ucap Revi pamit ke Naya.
{ “Ya Mas. Bye-bye. Walaikumsalam”}, ucap Naya menjawab salam Revi. Naya pun mematikan video call nya dan meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia melirik Lisa sudah tertidur pulas saat ini mungkin karena capek. Naya pun ikut tidur di sebelah Lisa dengan posisi membelakangi nya.
__ADS_1
Naya dan Lisa tidur siang karena kecapekan setelah aktivitas tadi yang begitu padat. Usia kandungan Naya saat ini sudah 2 bulanan tapi karena dia mengandung 2 janin jadi perut terlihat sudah seperti ibu hamil yang usia kandungan nya 4 bulan. Aura kecantikan alami semakin memancar dari wajah Naya efek dari bawaaan bayi nya. Sejak zaman sekolah, Naya terkenal menjadi gadis primadona pujaan para cowok di sekolahnya dulu. Hingga saat ini Naya yang telah menikah masih menjadi trend center dan primadona para cowok meskipun telah berhijab itu semua berkat kecantikan alami Naya.