PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
CHAPTER 6


__ADS_3

...GOSIP TENTANG NAYA...


Setelah mendapatkan kabar kalo Naya kaki nya terkilir Lisa langsung menemui Naya yang tengah istirahat di ruang tunggu tamu. Karena ada gosip yang gak sedap mengenai Naya dengan seorang cowok tadi Lisa ingin memastikan kabar itu dan melihat kondisi Naya. Lisa merasa khawatir apalagi dia sudah menganggap Naya seperti kaka nya. Mereka bersahabat sudah lama sejak tugas bareng di Aceh sampai sekarang di Jakarta. Sesampainya di ruang tunggu istirahat dia pun mendekati Naya dan menanyai kondisi nya sekarang.


“ Naya gue khawatir saat dapet kabar lo sakit tadi. Mana yang sakit gak patahkan?”, ucap Lisa khawatir melihat kondisi Naya.


“ Hahaha dah mirip ibu gue Lisa. Ekspresi nya sama persis”, ucap Naya coba mengalihkan perhatian Lisa dan mencoba tenang.


“ Lo mah udah kayak gini. Masih bercanda aja gue khawatir beneran kita ke dokter ya Naya”, ucap Lisa tambah khawatir.


“ Tenang aja kok Sa. Gue gak papa kalo mau ke dokter nanti habis selesai jam kantor ya”, ucap Naya menenangkan Lisa yang khawatir.


“ By the way, lo tau gue sakit dan istirahat disini dari siapa?”, sambung Naya penasaran.


“ Gue tau dari anak-anak yang lain bahkan ada gosip lo ditolongin pacar lo. Parah banget kan”, ucap Lisa geram.


“ Ya udah Lisa biarin aja. Gue malas tanggapi nya besok pasti hilang kok berita itu”, jawab Naya santai.


“ Lo gak marah. Gak mau ngelabrak gitu”, ucap Lisa heran. Naya hanya menganggukkan kepalanya.


“ Oke Nay. Hmm tapi gue kepo cowok tadi tuh ganteng gak”, ucap Lisa kepo.


“ Males ah jawabnya. Lo tuh suka banget kepo”, ucap Naya malas jawab.


“ Jelasin lah siapa tau gue bisa kenalan juga. Jangan pelit sama gue”, ucap Lisa tambah kepo.


“ Bodo biarin pelit”, ucap Naya gak peduli.


Lisa terus menanyai Naya yang hanya diam aja. Naya malas menjelaskan karena dia sendiri masih syok dengan kejadian tadi. Dia merasa aneh saat ini karena hati nya bahagia bertemu si cowok itu. Bahkan saking stoknya dia tidak tau mengenai nama cowok tadi yang menolong nya.


... ...


...PERIKSA KE DOKTER...


Sesuai saran dari Lisa, Naya akan pergi ke dokter sore ini sehabis pulang kantor karena Lisa masih ada beberapa pekerjaan. Sedangkan Naya hanya santai saja menunggu jam pulang kantor karena diizinkan istirahat. Pukul 17.00 seluruh anggota polisi pulang meninggalkan kantor hanya beberapa polisi piket saja yang disana. Naya jalan perlahan karena masih sakit dia menolak bantuan Lisa, Lisa hanya membawa tas nya Naya aja.


Setelah duduk di dalam mobil Lisa melajukan mobil Naya dengan kecepatan sedang. Lisa yang menyetir karena Naya masih sakit dan belum mampu menyetir sendiri mobilnya. Dan mengarahkan mobil itu ke klinik terdekat yang buka untuk memeriksa kondisi kaki Naya. Naya masih merasa sedikit nyeri di kaki nya. Sesampainya di klinik Naya dan Lisa bergegas mendaftar pada suster yang berjaga di klinik.


“ Permisi sus, saya daftar atas nama Kanaya Ariska Putri”, ucap Lisa kepada suster yang berjaga.


“ Ya silahkan duduk. Saya data dulu sebentar saya akan panggil lagi dan ini nomornya”, ucap suster tadi. Lisa pun kembali ke kursi tunggu duduk disebelah Naya.


Hening saat itu karena Lisa yang khawatir melihat kondisi Naya. Sedangkan Naya hanya melihat nomor urutnya yang ke 29 sebenarnya dia jenuh menunggu begini. Apalagi Lisa sangat khawatir kepadanya merasa tidak enak ajakan Lisa ke dokter. Padahal kalo keseleo Naya sering ke tukang pijit karena lebih hemat dan efisien. Tak lama nama Naya dipanggil oleh suster tadi.


“ Pasien atas nama Kanaya Ariska Putri”, ucap suster menanyakan.


“ Saya sus. Apa saya sudah boleh masuk”, ucap Naya mengacungkan jarinya.

__ADS_1


“ Boleh. Tolong bawa nomor urutnya ke ruangan dokter”, ucap Suster mengingatkan Naya.


“ Baik suster”, ucap Naya berterima kasih.


Naya dan Lisa pun memasuki ruangan dokter. Naya dan Lisa merasa takjub melihat ruangan yang rapi. Mereka berdua dikejutkan oleh seorang dokter tampan yang akan mengobati Naya. Saking terkejutnya mereka berdua bengong sendiri melihat yang tampan paripurna.


“ Sore buk. Kok bengong liatin apa buk”, ucap dokter mengalihkan perhatian Naya dan Lisa.


“ Ehh gak liat apa-apa kok dok”, ucap Naya pura-pura agar tidak malu.


“ Benar kata teman saya dok. Tidak apa-apa, owh ya dokter temen saya kaki nya sakit masih baik-baik saja atau cedera”, ucap Lisa menjelaskan kondisi Naya.


“ Biar saya liat. Coba ibu duduk di atas ranjang ya biar saya periksa”, ucap Dokter menenangkan Naya.


“ Baik dok. Mohon bantuannya”, ucap Naya ramah.


Dokter itu sempat terenyuh oleh senyuman Naya yang sangat manis. Dokter memeriksa kondisi kaki Naya dan menjelaskan kaki nya hanya bengkak saja tidak cedera. Si dokter memasangkan gips dan meminta Naya banyak istirahat tidak lupa dia memberikan resep obat. Setelah itu Naya keluar dari ruangan itu, Naya diminta menunggu diruang tunggu sedangkan Lisa yang mengambil obat di apotik klinik sekaligus membayar administrasinya.


Lisa langsung menemui Naya dan mereka pun menaiki mobil nya yang dikemudikan oleh Lisa. Mobil melajukan dengan kecepatan sedang karena jalanan sudah agak macet. Mereka memerlukan waktu lebih lama karena terjebak macet. Diperjalanan mereka selalu membahas dokter tampan tadi dan main tebak-tebakan dia sudah nikah atau belum. Naya dan Lisa selalu suka menghibah apalagi membahas cowok ganteng.


 


...MISI REVI PART II...


Keesokan hari nya, Revi bangun dari tidurnya dan tersenyum mengingat kejadian kemarin. Dia merasa beruntung bisa bertemu dengan Naya serasa seperti sebuah mimpi. Pagi ini dia bangun sebelum subuh jadi dia bisa melaksanakan sholat subuh ketika masuk waktunya. Setelah sholat subuh Revi mulai berolahraga ringan yang membuat tubuhnya sangatlah bugar dan sehat seperti binaraga karena memiliki otot yang besar.


“ Gue bakal melanjutkan misi lagi bakal banyak kejutan buat lo Naya. Pokoknya gue gak bakal lepasin lo”, gumam Revi lirih saat akan melajukan mobilnya.


Dia hari ini sengaja memantau kost an nya Naya dari kejauhan. Karena kemarin malam dia mendapatkan info dari Hendra kalo Naya ngekost tidak jauh dari kompleks rumahnya. Jarak kost yang tidak begitu jauh cuman berjarak 5 blok dari kompleks rumah nya Revi. Dengan senyum senang Revi memantau mobil kost an Naya dari jauh dan dia sudah membeli bubur ayam untuk sarapan nya kali ini.


“ Sa gue minta tolong anterin surat izin gue kayaknya gue mau istirahat aja 3 hari ini”, ucap Naya menyerahkan surat izin kepada Lisa.


“ Oke Nay. Lebih baik lo istirahat aja biar cepat sembuh. Sini surat izinnya nanti gue kasih ke atasannya lo”, ucap Lisa menerima surat izin Naya.


“ Thanks ya Sa. Gue makasih ke lo”, ucap Naya berterima kasih.


“ Sama-sama Nay”, ucap Lisa.


Lisa pun pamit berangkat kepada Naya dan Bu Narsih. Hari ini Lisa berangkat sendirian ke kantor nya sendirian tanpa Naya. Setelah kepergian Lisa karena bosan Naya pun mengambil laptop nya dan membuat novel yang akan diterbitkan di platform digital. Dia sudah 3 tahun ini membuat novel yang diterbitkan di platform digital dan pendapatan nya juga lumayan bahkan melebihi gajinya menjadi polwan.


“ Mobilnya Naya belum keluar juga ya. Nah itu mobilnya baru aja diomongin udah keluar. Ehh... tapi kok kayaknya gak ada Naya ya. Apa masih sakit ya?”, gumam Revi dalam hati dengan penuh tanya.


Mobil Naya pun berlalu, pergi meninggalkan mobilnya Revi yang digunakan untuk memantau kost Naya. Revi masih bertanya dalam hati nya karena merasa khawatir dengan kondisi Naya. Karena sudah sangat khawatir dengan ragu-ragu dia melangkah menuju kost an Naya. Dia pun mengetuk pintu kost nya Naya beberapa kali.


Tok... Tok... Tok....


“ Assalamualaikum”, ucap Revi.

__ADS_1


“ Walaikumsalam, siapa ya”, ucap Bu Narsih membuka pintu rumahnya. Dia sempat kaget karena kedatangan tamu cowok ganteng dan keren didepan rumahnya. Dengan tatapan penuh selidik Bu Narsih mengizinkan Revi untuk masuk kedalam rumah.


“ Silahkan masuk nak. Kalo boleh tau ada perlu apa ya?”, Ucap Bu Narsih mempersilahkan Revi untuk duduk di kursi nya dan mulai bertanya kepada Revi.


“ Naya nya ada buk. Saya temennya merasa khawatir karena dapat kabar kalo Naya sakit”, ucap Revi dengan sopan.


“ Ada nak. Sebentar ya ibu panggil dulu”, ucap Bu Narsih masuk kedalam kamar nya Naya. Bu Narsih menjelaskan ke Naya kalo didepan ada tamu. Naya yang penasaran pun mengikuti langkah Bu Narsih.


Saat telah sampai di ruang tamu, Naya sangat terkejut karena ada seorang laki-laki yang tersenyum kepada nya. Yang bikin dia sangat kaget adalah lelaki itu orang yang membantu nya kemarin dan dikerjain tempo hari. Naya merasa malu dan menundukkan kepala nya rona wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus saat ini.


“ Halo Naya. Apa kabarnya?”, tanya Revi sopan.


“ Ya gue baik-baik aja. Kok lo bisa tau kost an gue sih”, ucap Naya mulai kesal


“ Gue tau dari temen-temen polisi lo. Jadi gue kesini aja”, ucap Revi berbohong agar Naya gak marah.


“ Owhh gitu. Thanks ya dah mau jenguk gue”, ucap Naya berterima kasih dan tersenyum. Hal itu membuat Revi senang dan hanyut oleh senyuman manis Naya.


“ Sama-sama Naya. Lo dah makan belum gue bawa bubur ayam ini buat lo aja”, ucap Revi menyerahkan bubur ayam itu ke Naya.


“ Belum sih. Maaf kalo gue jadi ngerepotin”, ucap Naya malu-malu.


“ Gak repot kok. Lo makan aja habis itu minum obat”, ucap Revi menasehati Naya. Naya hanya menganggukkan kepalanya halus tanda setuju.


Naya pun memakan bubur ayam itu dengan perasaan canggung. Terlihat sekali Naya mulai menikmati bubur ayam itu yang awal canggung berubah santai dan senang. Revi hanya memperhatikan senyuman Naya tadi dia sangat terpesona oleh kecantikan Naya yang tidak berubah dan sekarang makin cantik. Setelah selesai memakan bubur ayam itu, Naya dan Revi mulai mengobrol bareng tapi dengan suasana sangat canggung karena belum pernah ada cowok yang main ke kost an nya.


“ Kita belum kenalan ya, perkenalkan nama gue Revi”, ucap Revi mencoba menjabat tangan Naya.


“ Ya belum. Kalo gue nama nya Naya”, ucap Naya tersenyum malu-malu.


“ Gue liat lo makin cantik aja nih dari kemarin”, ucap Revi mencoba menggoda Naya.


“ Emang gue cantik dari lahir baru nyadar lo”, ucap Naya mulai agak emosi dengar ucapan Revi.


“ Hahaha, kemarin kan lo marah-marah. Jadi gak keliatan cantiknya”, ucap Revi tertawa renyah.


“ Anjirr lo ya. Gue kira ada maksud baik kesini ternyata cuman mau ejekkin gue”, ucap Naya ketus dan kesal sekali.


“ Sorry Nay. Cuman bercanda kok tapi beneran deh lo cantik wajahnya kayak anak SMA dan imut banget”, ucap Revi mulai gombal Naya.


“ Gombal. Dasar kadal buntung bin buaya darat. Sono lo keluar dari sini”, ucap Naya mengusir Revi.


“ Ya deh. Gue pamit ya jangan kangen lo”, ucap Revi dengan mengedipkan mata nya.


“ Idiih kepedean lo. Sono cepat keluar”, ucap Naya sambil mengepalkan tangannya. Revi pamit dan mengucapkan salam namun dibalas dengan kesal oleh Naya.


Naya merasa aneh melihat tingkah Revi itu dari memberikan perhatian dan gombalin dia padahal baru ketemu. Naya hanya bisa tersenyum manis mengingat ucapan Revi tadi kepada nya. Bu Narsih yang mengintip dari belakang gorden dengan pintu ke dapur hanya bisa tersenyum dan berdoa kalo mereka berjodoh. Karena belum pernah ada cowok manapun yang berani main ke kost an Naya dan menggoda nya seperti saat ini. Kebanyakan langsung ciut nyali nya gara-gara sikap galak Naya.

__ADS_1


__ADS_2