PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 27


__ADS_3

...RENCANA PEMBUNUHAN...


Di kediaman Andre, Andre dan Alvin tengah berbincang dengan serius setelah kejadian memalukan di Mall. Dia masih terlihat sangatlah marah terhadap perkataan Revi yang membuat harga dirinya turun dihadapan Naya. Dia tengah meminta pendapat mengenai rencana selanjutnya agar Revi tidak lagi berkutik terhadap dirinya. Andre sudah tidak lagi takut terhadap ancaman Mr. Ronn karena dia anggap hanya gertakan saja. Alvin mulai memberikan saran kepada Andre yang ingin membuat Revi hancur-sehancurnya.


“ Saran gue kita buat rencana pembunuhan aja bos. Tapi kita buat rekayasa seolah-olah Revi mengalami kecelakaan. Nah kalo Revi mati bos bisa dekati Naya dengan cara halus jangan terlalu memaksa”, ucap Alvin memberikan ide ke Andre.


“ Gue setuju ide lo. Kita mampusin aja si Revi itu. Gue dah gedek sama tingkahnya yang sok romantis ke Naya gitu”, ucap Andre menyetujui ide dari Alvin.


“ Gini bos kita buat rekayasa kecelakaan Revi. Pertama, kita bikin korban tabrak lari didekatnya Revi biar dia ngejar tuh mobil yang habis tabrak. Kedua, kita arahkan mobil Revi menuju perlintasan kereta api tanpa palang pintu habis itu kirim 50 orang anak buah untuk habisin Revi. Ketiga, setelah Revi mati dihajar 50 orang anak buah kita terus masukin dia ke mobil lagi habis itu mobil di palangin pada lintasan kereta biar ditabrak”, ucap Alvin menerangkan rencana nya.


“ Kalo dia masih hidup gimana? kalo dia amnesi kan berabe?”, tanya Andre khawatir.


“ Gue udah mikirin itu bos. Kita tinggal buat ledakan seolah-olah habis kecelakaan itu mobilnya meledak. Kita bikin akta kematian palsu agar semua percaya bos. Gue bisa hubungi dokter di Singapura yang biasa ngurusin hal kayak gitu bos”, ucap Alvin memberikan solusi kepada Andre.


“ Oke gue setuju ide lo. Atur semua nya dan jangan sampai bocor. Hubungi orang-orang yang kompeten untuk masalah gini”, ucap Andre menerima ide Alvin tadi.


“ Berapa lama observasi nya?”, tanya Andre mengenai waktu observasi.


“ Sekitar 2 bulan bos. Mungkin menjelang lahiran Naya. Kita perlu merencanakan matang bos”, ucap Alvin memperkirakan butuh waktu observasi.


“ Good luck Vin”, ucap Andre tersenyum puas.


Selama menunggu waktu observasi, Andre akan berencana mendekati Naya dengan cara halus agar Naya nyaman didekatnya. Saat waktunya tiba dia benar-benar tidak sabar melihat plakat pemakaman Revi. Dia tersenyum puas membayangkan kalo dia akan menjadi suami Naya dan ayah dari anak kembar Naya. Dengan mudah juga dia bisa masuk ke Perusahaan Wardhana untuk pelan-pelan mengambil alih tongkat estafet perusahaan itu.


Saat sedang melamun, Andre teringat seorang pembunuh bayaran profesional namanya Snakes Eyes. Snakes Eyes dikenal sebagai pembunuh bayaran terkenal dan buronan nomor 1 CIA. Dia akan meminta bantuan nya agar Revi bisa benar-benar mati. Rencana nya kali ini akan berhasil dengan mudah menghancurkan Revi.


“ Halo, ini dengan Snakes Eyes? lo sibuk gak gue ada tugas?”, tanya Andre menyapa Snakes Eyes dengan senyum jahat.


“ Ya ini gue Snakes Eyes. Lo Andre kan wah senang bisa dengar kabar lo lagi dah lama juga. Tugas apaan gue pasti bakal bantu”, ucap Snakes Eyes menyapa Andre.


“ Ya ini gue. Gini tugasnya lo bisa kan membunuh orang buat gue. Dia rival abadi gue sejak zaman kuliah”, ucap Andre menjelaskan target pembunuhan.


“ Owhh gue bisa Ndre gampang itu mah”, ucap Snakes Eyes gampang.


“ Gue bakal kirim datanya untuk eksekusi nya 2 bulan lagi”, ucap Andre menjelaskan waktu eksekusi.


“ Oke Ndre gue laksanakan nanti”, ucap Snakes Eyes mengerti.


“ Untuk bayaran nya udah gue transfer. Secara bertahap bakal gue transfer ke elo dan bonus bakal gue kasih kalo berhasil. Pastiin jangan salah orang”, ucap Andre akan mentransfer bayaran untuk Snakes Eyes.

__ADS_1


“ Beres Boss”, jawab singkat Snakes Eyes. Andre pun mematikan ponselnya segera setelah mendengar jawaban Snakes Eyes. Dia yakin kalo Revi kali ini bakal beneran mampus selama ini rencana nya selalu gagal untuk mampusin Revi. Apalagi tidak ada ancaman dari Mr. Ronn membuatnya bebas melakukan apa pun.


Andre memutuskan pergi ke kamarnya dan tidur dengan nyenyak. Selama ini Andre selalu memikirkan Naya membuatnya gelisah setiap malam. Dia sebentar lagi akan menjadi pendamping Naya maupun jadi orang kaya. Karena seluruh kekayaan Keluarga Wardhana akan jatuh kepada Naya. Jadi dia akan lebih mudah menguasai sepenuhnya saat Naya jatuh dalam pelukannya.


 


...PELANTIKAN NAYA...


Naya sedang bercermin menatap dirinya yang telah memakai seragam dinas polisi lengkap. Naya terlihat sangat cantik dipadukan hijab yang dipakainya meskipun usia kehamilan telah 8 bulan Naya tetap mengusahakan hadir pada acara pelantikan nya. Revi akan mendampingi istrinya karena tidak tega apabila Naya kecapekan dan sakit kaki nya. Saat tengah asik bercermin, tiba-tiba dari belakang datang Revi yang memeluknya erat sambil mengelus perut Naya yang semakin membuncit.


“ Bu Polwan udah siap belum? Kang Ojol dah nungguin nih?”, tanya Revi manja.


“ Udah siap Kang Ojol. Yuk berangkat takutnya macet. Udah dong Kang Ojol main pelukannya”, ucap Naya berusaha melepaskan diri dari pelukan Revi.


“ Sebentar dong Kang Ojol mau nyapa Baby Twins”, ucap Revi menolak melepaskan pelukannya pada Naya.


“ Ya udah buruan nyapa Kang Ojol”, ucap Naya membalikkan badannya menghadap Revi.


“ Sayang nanti Papa minta kerja sama nya ya. Jangan rewel Mama lagi ada acara. Jangan minta jajan ya”, ucap Revi mengelus perut Naya lembut. Naya hanya tersenyum melihat perlakuan suami nya yang menggemaskan. Revi menciumi perut Naya dan dia merasakan calon anaknya menendang terus.


“ Ya Papa. Adek janji gak nakal kok. Kan adek sayang papa”, ucap Naya menirukan ucapan anak kecil dan tersenyum bahagia.


1 jam berselang acara akan dimulai saat itu suasana menegangkan karena pengumuman lulusan terbaik. Naya dan Lisa yang tengah berbadan dua begitu tegang karena akan mendengar pengumuman tentang lulusan terbaik. Meskipun suami masing-masing hadir menemani tapi perasaan khawatir pun masih ada saat ini. Lulusan terbaik telah dibacakan, Naya menempati posisi pertama sebagai lulusan terbaik sedangkan Lis menempati posisi keempat sebagai lulusan terbaik. Sontak rona wajah bahagia muncul dari wajah Naya maupun Lisa setelah mendengar pengumuman tadi.


“ Selamat ya Nay lo hebat itu hadiah untuk Baby Twins”, ucap Lisa memberikan selamat kepada Naya.


“ Makasih ya Sa. Lo juga hebat kok. Mungkin itu rezeki buat calon ponakan gue nanti”, ucap Naya memuji Lisa sambil mengelus perut Lisa yang mulai membesar.


“ Dah berapa bulan Sa? Kok kayaknya dah mulai besar nih perut lo?”, tanya Naya penasaran.


“ Dah 4 bulan Nay. Ini aja sekarang gue dah sering banyak makan. Jadi buncit deh”, ucap Lisa bercanda.


“ Gak papa Sa. Yang penting kan sehat. Makin keliatan cantik”, ucap Naya memuji kecantikan Lisa.


“ Makasih Nay lo juga makin cantik banget”, ucap Lisa memuji Naya ganti.


Naya dan Lisa sedang asik ngobrol bareng membahas hal-hal mengenai ibu hamil maupun curhat tentang kehamilan. Revi, Hendra, dan Arin pun menghampiri menuju kearah mereka dari tempat duduk dibarisan tengah cukup jauh jaraknya dari tempat Naya dan Lisa. Arin berteriak memanggil mama nya membuat Lisa menengok kearah Arin diikuti oleh Naya.


“ Mama selamat ya dah jadi juara”, ucap Arin polos mencium pipi Lisa.

__ADS_1


“ Ya sayang. Makasih juga cantik. Mama senang Arin datang”, ucap Lisa terharu melihat Arin.


“ Tadi dijemput Papa”, jawab singkat Arin.


“ Selamat Tante Naya jadi juara satu”, ucap Arin melihat kearah Naya.


“ Makasih Arin yang cantik”, ucap Naya mengelus rambut Arin dengan lembut.


“ Tante Naya kapan dedeknya keluar? Arin pengen ajak masak-masak nanti”, tanya Arin polos.


“ Bentar lagi sayang. Mending mainnya sama tante aja. Nanti tante buatin kue”, ucap Naya membalas perkataan Arin.


“ Sayang kasihan Tante Naya. Kan dedeknya ada 2. Mending main sama dedeknya mama aja ya”, ucap Lisa sambil mengelus pipi nya Arin.


“ Ya Ma”, jawab singkat Arin. Arin naik ke pangkuan Lisa dibantu oleh Hendra. Mereka bertiga pun berfoto bersama menunjukan sebagai keluarga bahagia. Naya yang melihatnya hanya tersenyum bahagia melihat sahabatnya memiliki keluarga yang utuh. Tiba-tiba Revi duduk di sebelah Naya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Naya.


“ Bahagia ya liat mereka berfoto bersama”, ucap Revi manja.


“ Ya Mas. Aku kagum Hendra dan Lisa menerima Arin sebagai anak sambungnya. Bikin iri banget mas”, ucap Naya mengelus kepala Revi yang menyender di bahu nya.


“ Gak usah iri sayang. Kan bentar lagi keluarga kita lengkap. Ada aku, kamu, dan Baby Twins”, ucap Revi sambil mengelus perut Naya.


“ Mas foto yuk buat kenangan”, ucap Naya mengajak Revi berfoto.


Akhirnya Revi dan Naya berfoto bersama di dekat panggung acara tadi maupun area tempat foto Instagramble. Mereka juga tidak lupa mengajak Lisa, Hendra, dan Arin berfoto bersama bahkan dengan isengnya Arin mengambil kamera itu untuk foto selfie. Sontak semua tertawa melihat kelakuan lucu Arin yang sangat polos. Setelah acara pelantikan itu, Naya dan Revi berpisah dengan keluarga kecil Hendra yang harus pulang ke Rumah Baru mereka. Revi dan Naya memilih pulang karena Naya merengek telah capek berdiri tadi. Revi hanya menuruti permintaan sang istri yang makin manja.


Sedangkan ada seseorang yang terus memantau kegiatan Revi dan Naya dari kejauhan. Dia terus memantau pergerakan mereka dengan seksama sampai tidak ada yang terlewati. Orang itu adalah orang suruhan Andre yang ditugaskan melakukan pemantauan sekaligus observasi kebiasaan Revi. Orang itu tengah menelpon bosnya Andre dan melaporkan semua kegiatan Revi.


“ Revi habis mengikuti pelantikan Naya. Saya telah memantau nya dai kejauhan dan hal yang paling penting Naya semakin manja kepada Revi. Untuk laporan hari ini hanya itu”, ucap Orang Suruhan Andre.


“ Oke bagus kerja lo. Terus pantau jangan sampe ketahuan. Revi punya banyak mata”, ucap Andre puas akan hasil pemantauan.


“ Owhh ya Bos. Saya mau melaporkan kayaknya Revi saat ini sangat lengah dan tidak waspada. Kira-kira mobilnya mungkin bisa sabotase secepatnya”, ucap Orang Suruhan Andre.


“ Jangan terburu-buru. Kita tunggu waktu yang tepat terlalu beresiko. Kalo harus bertindak sekarang”, ucap Andre mengingatkan Orang Suruhan nya itu.


“ Baik Bos. Saya bakal pelajari kelemahan mobilnya Revi agar mudah untuk sabotasenya nanti”, ucap Orang Suruhan Andre akan mempelajari seluruh seluk-beluk mobilnya Revi.


“ Oke gue tutup”, jawab singkat Andre mematikan telpon itu.

__ADS_1


Andre sangat puas mendapatkan seluruh data tentang Revi dan kehidupannya akan memudahkan dirinya menghancurkan Revi. Dia tidak sabar lagi melihat Revi mati dan Naya jatuh dalam pelukannya. Andre terus tersenyum lebar dengan wajah jahatnya. Andre terkenal sebagai orang yang tangguh dan licik yang bisa melakukan apa pun dengan cara baik maupun buruk.


__ADS_2