
...MANTANNYA DOKTER BRYAN...
2 minggu kemudian...
Naya mengajak Arum dan Rahmi pergi ke Bandung untuk bertemu dengan klien dan melakukan kerjasama bisnis. Perjalanan bisnis ke Bandung akan berlangsung selama 3 hari jadi Naya meminta kepada Arum dan Rahmi mempersiapkan keperluan mereka masing-masing. Alasan Naya memilih mereka berdua karena kebetulan Arum dan Rahmi berasal dari Bandung jadi lebih mengetahui daerah disana. Naya juga menyetujui permintaan Arum maupun Rahmi bertemu dengan orang tua nya masing-masing.
Perjalanan ke Bandung hanya memerlukan waktu 2 jam saja karena melalui tol jadi lebih cepat dan hemat waktu. Naya begitu menikmati perjalanan ini karena bisa kerja sambil liburan bersama. Akhirnya mereka telah sampai di Bandung dan langsung menuju Hotel Bandung Star International (HBSI) tempat mereka akan menginap. Sesampainya di Hotel itu, mereka bertiga disambut oleh Manajer Hotel secara langsung dengan sopan dan ramah. Naya begitu tersanjung mendapatkan sambutan dari Manajer Hotel sedangkan Arum dan Rahmi merasa kaget karena mereka kenal si manajer itu. Nama Manajer Hotel adalah Farrel Sangaji Rahardian seseorang yang pernah menolak cintanya Arum semasa zaman perkuliahan.
“ Farrel”, ucap Arum menyapa Farrel seakan tak percaya pada perubahan Farrel yang semakin ganteng dan keren.
“ Arum, senang bisa bertemu”, ucap Farrel menyapa Arum dengan senyum ramahnya. Naya yang terus memperhatikan sikap Arum yang terkejut terhadap penampilan Farrel. Naya menyenggol tangan Rahmi untuk meminta penjelasannya, Rahmi pun menjelaskan bahwa Farrel teman kuliah Arum sekaligus orang yang menolak cintanya. Naya mengerti dan berpura-pura tidak tau mereka yang saling kenal.
“ Lho kalian dah saling kenal ya?”, tanya Naya berpura-pura tidak tau.
“ Farrel dulu teman kuliah ku Buk”, ucap Arum menjelaskan bahwa Farrel teman kuliahnya dulu kepada Naya.
“ Kebetulan banget dong. Kalo ada masalah di hotel ini bisa hubungi Pak Farrel langsung. Biar cepat ditangani”, ucap Naya senang apabila Arum sudah mengenal Farrel.
“ Iya boleh banget Buk”, ucap Farrel memperbolehkan kalo Naya, Arum, dan Rahmi butuh bantuan bisa menghubungi Farrel langsung.
“ Lo masih kenal gue kan? dah lama gak ketemu ya?”, tanya Rahmi kepada Farrel masih mengenalnya tidak dan senang bisa jumpa lagi.
“ Kenal dong lo kan Rahmi. Mahasiswi paling aktif di Kampus dulu. Iya gak nyangka bisa bertemu lagi”, ucap Farrel masih kenal pada Rahmi dan tidak menyangka bertemu kembali.
“ Pak Farrel bisa antar kami?”, tanya Naya meminta bantuan Farrel mengantar mereka bertiga ke kamarnya.
“ Bisa Buk. Mari saya antar. Semoga nyaman menginap di Hotel ini”, ucap Farrel mengantarkan mereka bertiga ke kamarnya.
Kemudian Farrel mengantar Naya, Arum, dan Rahmi. Naya menyewa 2 kamar disana terdiri atas 1 kamar untuk Naya dan 1 kamar untuk Arum dan Rahmi yang memilih 1 kamar buat berdua. Seusai mengantar mereka bertiga, Farrel pamit kembali menuju Ruangan Kerja nya sambil mengecek laporan keuangan hotel dan kepuasan pelanggan. Saat berada di Kamarnya, Arum dan Rahmi terlibat perbincangan yang membahas pertemuan mereka dengan Farrel.
“ Gue gak nyangka Rum ternyata Farrel makin ganteng dan keren. Dulu lo ingat gak kita pernah bully dia sampe nangis. Tapi sekarang dia dah bikin kita salfok pada penampilannya”, ucap Rahmi tidak menyangka bertemu kembali dengan Farrel dan mengingat perubahan penampilan yang berbeda dratis dari yang dulu.
__ADS_1
“ Kayaknya dia mau balas dendam sama kita ya”, ucap Arum berpikiran negatif terhadap penampilan Farrel yang berbeda dengan yang dulu.
“ Lo jangan suudzon Rum. Siapa tau dia beneran dah sukses mewujudkan cita-cita nya dulu. Sekarang dia dah bisa buktiin ke kita”, ucap Rahmi mengingatkan Arum untuk tidak berpikiran negatif terhadap Farrel dan keberhasilan Farrel membuktikan berhasil menggapai cita-cita nya.
“ Lo masih inget gak dulu dia menolak cinta gue? jual mahal banget si cupu itu?”, tanya Arum menanyakan Rahmi mengingat saat Farrel menolak cintanya Arum dengan rasa kesal dan emosi mengingat kejadian itu.
“ Iya gue inget. Si cupu bikin seorang Arum yang terkenal primadona di Fakultas Ekonomi malu karena ditolak Farrel. Terus lo tega ngerjain Farrel dengan gantungin sepeda nya diatas Menara Wifi”, ucap Rahmi mengingat Farrel pernah menolak cintanya Arum dan ngerjain Farrel dengan gantungin sepeda nya di Menara Wifi.
“ Itu akibatnya kalo berurusan sama gue udah cupu dan pake kacamata jadul lagi”, ucap Arum dengan Nada kesal mengingat penolakan Farrel bikin Arum sangat malu gara-gara cintanya ditolak.
“ Gue inget lo dulu pernah koleksi banyak foto Superman. Bisa jadi nanti Farrel bakal jadi Superman nya lo. Superman kan suka nyamar dan pake kacamata kayak Farrel gitu”, ucap Rahmi mengejek Arum dengan menyamakan Farrel seperti Superman super hero favorit Arum.
“ Idihh... Ogah kali gue sama dia”, ucap Arum ketus pada ejekkan Rahmi tadi.
“ Awas aja sampe lo demen sama Farrel dan gue gak bakal tanggung jawab”, ucap Rahmi mengancam Arum apabila menaruh rasa pada Farrel.
“ Minggir sana gue mau tidur”, ucap Arum dengan wajah cemberut dan kesal kepada Rahmi.
Setelah perbincangan itu, Arum dan Rahmi memutuskan untuk tidur karena hari sudah larut malam. Mereka tidur dengan nyenyak dan sangat pulas. Meskipun gitu kebiasaan buruk Arum muncul lagi dengan mendengkur. Rahmi menutupi kupingnya dengan penutup kuping yang sengaja telah dia siapkan untuk atasi dengkuran Arum. Saking kerasnya dengkuran itu terdengar hingga kamarnya Naya. Naya hanya geleng-geleng kepala karena baru tau kebiasaan buruk Arum.
Keesokan pagi nya, Naya telah berpakaian rapi dan cantik menuju Ruang Makan Hotel. Naya memilih makanan favoritnya untuk disantap sebagai menu sarapan pagi ini. Naya melihat-lihat kursi yang masih kosong namun semuanya kursinya penuh. Pilihan Naya jatuh pada kursi yang di tempati oleh Rahmi yang tengah duduk sendiri. Naya pun duduk di kursi sebelahnya Rahmi sontak Rahmi terkejut dan menutupi ponselnya. Naya sempat melirik ponsel Rahmi tadi disana terdapat foto nya Dokter Bryan bersama Rahmi. Hal itu membuat Naya sedikit curiga dan ingin menanyakannya kepada Rahmi langsung.
“ Cieee... Liatin foto nya siapa tuh”, goda Naya kepada Rahmi membuatnya salting dan malu.
“ Gak ada Buk Naya. Itu tadi foto gak penting. Maaf buk saya malas bahasnya”, ucap Rahmi sambil mengalihkan pembicaraan Naya tadi.
“ Kok masih manggil ibuk sih kan kemarin dah sepakat kalo diluar kantor panggilnya Naya aja”, ucap Naya mengingatkan Rahmi untuk tidak memanggilnya Ibuk karena sekarang sedang berada di luar Kantor dengan nama biasa.
“ Baik Buk. Saya manggilnya Mbak aja ya. Biar lebih sopan”, ucap Rahmi setuju memanggil Naya dengan sebutan Mbak karena lebih sopan.
“ Ya setuju”, ucap Naya setuju dengan ide Rahmi tadi.
__ADS_1
“ Mbak Naya saya boleh curhat gak? kalo gak merepotkan Mbak?”, tanya Rahmi ingin curhat kepada Naya dan tidak enak merepotkan Naya.
“ Gak repot kok Mi”, ucap Naya tersenyum ingin mendengarkan curhat Rahmi.
“ Mbak pasti kenal kan sama Hardi Bryan Herlambang. Dia itu adalah mantan ku dulu saat zaman kuliah. Kita pacaran saat aku masih semester 3 sedangkan Mas Bryan sudah koas”, ucap Rahmi menjelaskan bahwa dia adalah mantannya Bryan dan mereka pacaran saat masih kuliah.
“ Beneran Mi?”, tanya Naya seakan tidak percaya pada ucapan Rahmi tadi. Naya sangat penasaran apakah Bryan benar-benar pernah berpacaran dulu tapi terpaksa putus. Selama ini Arga jarang bercerita kepada Naya tentang masalah ini membuatnya sangat penasaran. Rahmi berusaha kuat dengan menghela napasnya panjang sebelum bercerita kepada Naya untuk menjelaskan fakta sebenarnya.
“ Beneran Mbak. Makanya kenal betul sama Bang Arga karena Bang Arga adik angkatnya Mas Bryan. Kita pernah ketemu mbak dulu tapi dah lama”, ucap Rahmi menjawab pertanyaan Naya yang tidak percaya bahwa Bryan adalah kaka angkatnya Arga .
“ Kebetulan banget dong”, ucap Naya tersenyum setelah mengetahui fakta bahwa Bryan kaka angkatnya Bryan.
“ Kalian kenapa bisa putus?”, tanya Naya penasaran penyebab Bryan dan Rahmi bisa putus.
“ Kami putus gara-gara miskomunikasi karena dulu Mas Bryan dikirim ke Pedalaman Kalimantan. Bahkan kita sering cek-cok dan adu argumen satu sama lain. Kami putus baik-baik Buk”, ucap Rahmi menjelaskan penyebab dia putus dengan Bryan. Naya melihat ekspresi wajah Rahmi yang menyesal setelah putus dengan Bryan. Dengan malu-malu Rahmi memeluk tubuh Naya sambi menitikkan air mata nya. Naya berusaha menenangkan Rahmi dan setelah tenang Rahmi kembali bercerita bahwa dirinya masih mencintai Bryan.
“ Kamu masih cinta gak Mi sama Bryan?”, tanya Naya penasaran apakah Rahmi masih cinta dengan Bryan.
“ Aku sebenarnya masih cinta sama Mas Bryan”, ucap Rahmi masih cinta kepada Bryan.
“ Kalo masih cinta ya kamu perjuangin lagi Mi”, ucap Naya menyemangati Rahmi untuk memperjuangkan cintanya. Rahmi hanya menganggukan kepalanya paham pada ucapan Naya. Naya tersenyum dan menyeka air mata Rahmi dengan tissu. Setelahnya, Rahmi bertanya tentang status Bryan saat ini apakah dia masih bisa mendekati nya.
“ Mas Bryan sudah punya istri atau pacar belum Mbak Naya?”, tanya Rahmi penasaran dengan status Bryan saat ini suda menikah atau sudah memiliki pacar.
“ Kalo setau aku sih kayaknya Bryan gak pernah punya pacar atau istri. Bryan mungkin masih belum bisa move on dari kamu. Santai aja mbak bakal bantu kok”, ucap Naya menjelaskan status Bryan saat ini tidak memilik pacar atau istri dan berniat membantu Rahmi.
“ Mungkin aku masih ada kesempatan ya Mbak”, ucap Rahmi senang mendengar ucapan Naya tadi. Naya membalas senyuman Rahmi tadi turut merasa senang. Ekspresi wajah Rahmi sudah terlihat lebih santai dan berseri setelah Naya menceritakan tentang Bryan. Rahmi bersyukur memiliki bos yang baik dan peduli dengannya.
“ Pasti bisa semangat ya”, ucap Naya memberikan semangat kepada Rahmi.
Sehabis mengobrol bareng Naya dan Rahmi menyantap makanannya dengan perasaan bahagia karena Rahmi sudah mulai nyaman dan terbuka. Semenjak Naya menjadi bos nya banyak perubahan untuk perusahaan maupun karyawan sangat nyaman dengan gaya kepemimpinan Naya. Rahmi sangat senang bersahabat dengan Naya yang begitu baik dan peduli. Mereka berdua telah selesai sarapan pagi ini, Naya memutuskan mengajak Rahmi berkeliling di sekitar Hotel ini menikmati pemandangan yang begitu indah.
__ADS_1