PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 59


__ADS_3

...BERTEMU KEMBALI...


Akhirnya Naya dan Rezi telah sampai di Surabaya. Rezi sempat menghubungi Revi menanyakan lokasinya saat ini. Rezi mendapatkan lokasi Revi saat ini berada di Kantor Mapolda Jawa Timur. Rezi melajukan mobilnya menuju Kantor Mapolda Jawa Timur dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai tepat waktu. Naya sempat memprotes cara berkendara Rezi yang ugal-ugalan itu Rezi hanya tertawa melihat raut wajah Naya yang ketakutan dan was-was. Hingga akhirnya mereka berdua telah sampai lebih cepat.


Naya bergegas keluar dari mobil Rezi berlari masuk kedalam Kantor Mapolda Jawa Timur menemui Petugas Jaga. Naya menanyakan keberadaan Revi dan Kedua Putrinya hingga Petugas Jaga itu memberitahukan Naya pergi ke Lorong sebelah Mushola. Naya mengerti bergegas berlari mencari keberadaan mereka semuanya. Akhirnya Naya menemukan mereka semua di Ruangan itu disana juga terdapat Rezi tersenyum karena lebih dulu sampai. Naya meluapkan rasa kesal dan emosinya kepada Rezi.


“ Kamu kok bisa sampe sini duluan?”, tanya Naya kepada Rezi dengan nada kesal dan emosi.


“ Maaf Buk. Habisnya langsung lari tanpa nanya saya dulu. Ya udah saya langsung kesini aja”, ucap Rezi menjawab santai ucapan Naya tadi.


“ Ihhh... Nyebelin”, ucap Naya kesal kepada Rezi. Saat tengah kesal kepada Rezi tiba-tiba ada 2 tangan memeluk tubuhnya. Naya tau kalo itu adalah Kedua Putrinya yang sudah lama dirindukannya selama ini. Naya membalikkan tubuhnya menghadap keduanya kemudian memeluknya lagi.


“ Mama kok baru datang”, ucap Mona menangis dalam pelukan Mama nya.


“ Mami Mona jangan nangis dong”, ucap Naya menyeka air mata Mona.


“ Liat nih kak. Princess gak nangis. Hebat kan Ma”, ucap Mona menunjukkan dirinya tidak menangis namun keliatan wajahnya mencoba menahan tangisnya sambil memeluk Mamanya lagi. Naya yang melihat itu tersenyum kearah Moni sambil mencubit pelan pipinya dan mengusapi rambutnya. Naya membalas pelukan mereka begitu erat tidak mau berpisah lagi. Setelah berpelukan Naya berusaha kuat dan tersenyum bahagia kepada Kedua Putrinya.


“ Kalian bikin Mama kangen”, ucap Naya mencubit pelan pipi Kedua Putrinya.


“ Kami kangen juga Ma”, ucap Keduanya kompak menjawab ucapan Mamanya.


Setelah drama berpelukan, Naya menyuapi Kedua Putrinya dengan bubur ayam yang dibelikan oleh Hendra. Mona-Moni begitu antusias menerima suapan dari Mama nya. Mereka makan dengan lahap dan habis karena merasa enak bubur ayamnya. Seusai makan bubur ayam Naya menidurkan Kedua Putrinya untuk istirahat karena lelah dan kecapekan. Hendra dan Rezi memilih pergi setelah Hendra memberikan bubur ayam kepada Naya. Hendra mengajak Rezi makan siang bersama di Kantin dekat dengan Ruangan Naya saat ini.

__ADS_1


Naya terus memandangi wajah Kedua Putrinya yang begitu cantik dan meneduhkan baginya. Rasa rindu selama berhari-hari dapat teratasi dengan memandangi mereka yang tengah tidur. Tiba-tiba saat tengah asik memandangi wajah Kedua Putrinya, Naya merasakan sebuah pelukan dari orang yang selama ini dirindukannya. Naya menoleh kearahnya yang tengah menatapnya balik mereka saling pandang sebentar sebelum Naya langsung mengakhiri nya.


“ Mas kenapa sih pandangi aku segitunya?”, tanya Naya malu-malu saat mengingat mereka saling pandang.


“ Mas kangen kamu. Tapi kamu nyaman kan pas Mas peluk. Jangan malu-malu gitu kalo mau lagi”, ucap Revi mencoba menggoda Naya.


“ Idihh... Kepedean banget”, ucap Naya menyindir Revi.


“ Aku lebih nyaman sama Mas Arga. Ketimbang Mas Revi orangnya mesum dan kepedean gitu. Cepat berubah”, lanjut Naya bercanda kepada Revi lebih suka Arga ketimbang Revi. Revi mendengarnya hanya menahan tawa takut membangunkan Kedua Putrinya tidur. Dia kembali mengisyaratkan mata mengajak Naya ke Ruang Sebelahnya. Dia menarik tangan Naya karena tidak segera bergerak dan lemot dalam memahami maksudnya.


“ Sini ikut Mas”, ucap Revi menarik tangan Naya menuju Ruangan Sebelahnya.


“ Mas inget ini Kantor Polisi jangan macam-macam”, ucap Naya berusaha mengingatkan Revi untuk tidak macam-macam kepadanya.


“ Mas hanya ingin kamu. Udah ngikut aja jangan banyak melawan. Mas gak macam-macam kok”, ucap Revi membujuk Naya untuk mengikutinya dan berjanji tidak macam-macam.


Mereka berdua berpindah dari Ruangan Istirahat tadi menuju Ruangan Tunggu yang kebetulan kosong dan tidak digunakan. Mereka berdua masuk didalamnya melihat ada kasur, meja, kursi, dan perlengkapan lainnya. Naya lebih memilih duduk di kursi ketimbang dikasur karena dia tau suaminya mungkin tanpa terduga meminta haknya. Revi menuruti kemauan istrinya itu tanpa protes sama sekali. Baginya sekarang waktunya Dia dan Naya berpacaran berdua disana.


Naya sedikit canggung berduaan dengan Revi ditempat itu. Revi menyadari itu dia pergi keluar sebentar mengambil sesuatu. Naya penasaran namun malas untuk mengikutinya keluar Ruangan. Kemudian Revi masuk kembali kedalam Ruangan membawa buket bunga, cokelat, surat cinta, dan perhiasan. Sontak Naya terkejut karena Revi memberikannya sebuah kejutan romantis dan menyentuh hatinya. Karena penasaran Naya mulai bertanya kepada suaminya itu alasannya membawa hadiah itu semua.


“ Mas kok bawa hadiah banyak banget sih?”, tanya Naya penasaran sambil terus melihat hadiah yang dibawa Revi.


“ Kamu lupa hari ini hari spesial kita”, ucap Revi sengaja menggantung supaya Naya penasaran.

__ADS_1


“ Hari spesial apa Mas? ultah aku dah lewat”, tanya Naya sangat kebingungan atas ucapan Suaminya itu. Naya merasa tidak mengerti maksud dari ucapan Suaminya itu. Menurut Naya, suaminya itu kelakuannya sangat aneh dan sulit ditebak seperti biasanya. Revi menyadari bahwa istrinya tengah bingung dan penasaran maksud atas hadiah yang dibawanya itu.


“ Kamu lupa ya. Ini hari hari pernikahan ke-7 tahun. Tepat ditanggal ini kita menikah untuk pertama kali”, ucap Revi tersenyum mengingatkan hari pernikahan mereka berdua tepat hari ini.


“ Maaf Mas. Aku beneran lupa dan gak ingat. Makasih suamiku atas hadiah yang begitu romantis”, ucap Naya meminta maaf telah lupa dan berterima kasih diberi hadiah romantis oleh Suaminya.


“ Mas cuman bisa bikin sederhana gini Sayang”, ucap Revi memeluk tubuh Naya dengan erat dan penuh kasih sayang. Naya begitu nyaman dalam pelukan Revi yang sangat dirindukannya dan nantikan lagi. Dia tersenyum bahagia merasakan lagi kasih sayang dari Revi. Dia betah berlama-lama dalam pelukan Revi hingga Revi melepaskannya pelan-pelan.


“ Kok dilepas Mas?”, tanya Naya protes pelukannya dilepas oleh Revi.


“ Nanti lagi aja Sayang. Tadi kita diintipin Buk Polwan tuh. Buk Polwannya pura-pura jalan kesana,”, ucap Revi menjelaskan alasannya melepaskan pelukan Naya tadi karena diintipin Polwan.


“ Ya udah deh di Rumah aja”, ucap Naya tersenyum setuju ucapan Suaminya.


“ Mas mau melamar kamu tepat dihari ini”, ucap Revi to the point kepada Naya sambil memegang punggung tangan Naya dan menciumnya lembut. Naya yang mendapatkan perlakuan itu langsung salting dan malu. Dia tak menyangka Suaminya begitu romantis dan perhatian kepadanya. Dia berusaha menenangkan dirinya kemudian bertanya maksud Suaminya itu.


“ Maksud Mas mau nikah lagi?”, tanya Naya kaget dan bingung atas ucapan Suaminya.


“ Iya kita rujuk. Kan mas dah hilang tanpa kabar selama 7 tahun otomatis secara agama kita sudah bercerai namun secara negara masih sah suami-istri. Tapi Mas gak mau bercerai dengan kamu apa pun alasannya makanya Mas mau ajak kamu rujuk”, ucap Revi menjelaskan alasan ingin rujuk dengan Naya dan tidak ingin bercerai.


“ Jawaban aku masih sama seperti awal Mas. Aku mau rujuk sama Mas. Aku siap jadi istrimu seutuhnya”, ucap Naya menerima ajakan rujuk Revi.


“ Kamu pake cincin ini ya”, ucap Revi memakaikan cincin yang dibawanya pada jari manis Naya. Naya sangat bahagia memakai cincin yang begitu indah dan cantik ditangannya. Dia merasa seperti seorang putri yang sudah bertemu dengan pangerannya. Hari ini adalah hari spesial bagi Naya karena mendapatkan hadiah spesial dari Suami tercinta.

__ADS_1


“ Cantik dan indah”, ucap Naya tersenyum memandangi cincin pada jari manisnya.


“ Mas pengen yang terbaik buat kamu”, ucap Revi mencium kening Istrinya itu.


__ADS_2