PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 62


__ADS_3

Setelah obrolan Naya dan Mama Nisa berakhir, Naya memutuskan masuk Kamar Revi untuk beristirahat. Naya terduduk membayangkan lamaran Revi kedua kalinya membuat dirinya bahagia dan merasa melayang menantikan saat seperti ini lagi. Naya yakin apabila nanti malam Papa Dhana dan Mama Nisa bakal menanyai sudah siap menerima lamaran Arga. Meskipun Papa Dhana dan Mama Nisa belum tau kalo Arga adalah Revi suami sahnya, dia sangat yakin mereka bakal terkejut setelah tau dan pasti langsung setuju. Naya masih tersenyum mengingat lamaran Revi kemarin yang mengajaknya rujuk kembali membuat hatinya berbunga-bunga dan melayang.


Malam harinya, Papa Dhana dan Mama Nisa memanggil Naya ke Ruang Tamu untuk menanyakan kebenaran kabar lamaran Arga. Papa Dhana ingin memastikannya langsung kepada Naya supaya yakin dan tidak jadi berita bohong. Naya menuju Ruang Tamu setelah didatangi seorang Asisten Rumah Tangga yang menyampaikan pesan Tuan Wardhana meminta datang di Ruang Tamu. Akhirnya sampai di Ruang Tamu dan memilih duduk disebelah sofa Mama Nisa. Papa Dhana memulai perbincangan mereka dengan menanyai kebenaran kabar lamaran Arga.


“ Apa benar kamu mau dilamar oleh Arga?”, tanya Papa Dhana penuh selidik kearah Naya.


“ Iya Pa benar. Aku akan dilamar oleh Mas Arga. Mungkin lusa Mas Arga bakal datang dan meminta izin ke Papa”, ucap Naya menjelaskan bahwa dirinya akan dilamar Arga dan meyakinkan Papa Dhana.


“ Oke Papa setuju dengan lamaran Arga dan Papa minta ke kamu jangan suka berduaan dengan Arga”, ucap Papa Dhana setuju dan mengingatkan Naya tidak berduaan dengan Arga. Sontak wajah Naya malu dan merah seperti kepiting rebus karena Papa Dhana sudah tau itu. Dia bingung dari mana Papa Dhana tau hal itu padahal kemarin Kedua Putrinya telah berjanji tidak memberitahukan kepada Papa Dhana. Dia masih tak percaya kemudian kembali menanyakan dari mana Papa Dhana kabar itu.


“ Papa tau dari mana kalo Naya berduaan sama Mas Arga”, ucap Naya malu-malu setelah mendengar ucapan Papa Dhana tadi.


“ Papa tau dari Hendra. Dia sempat liat Kamu dan Arga di Ruang Tunggu kemarin setelahnya Hendra memberitahukan kepada Papa. Papa gak marah cuman tidak suka aja kalian belum menikah sudah berani berduaan”, ucap Papa Dhana menjelaskan penyebab dirinya tau kabar itu dari Hendra.

__ADS_1


“ Maafin kenakalan Naya ya Pa”, ucap Naya meminta maaf sambil menciumi punggung tangan Papa Dhana.


“ Tenang aja Nay, Papa dan Mama gak marah kok cuman sebagai wali kami berhak mengingatkan supaya gak kebablasan”, ucap Mama Nisa memberikan pengertian kepada Naya. Seketika Naya menatap kedua mertuanya yang begitu menyayanginya seperti anaknya. Naya menitikkan air mata nya mendapatkan perhatian khusus dari Kedua Mertuanya. Naya memeluk Papa Dhana dan Mama Nisa bergantian serta mengucapkan ucapan terima kasih.


“ Makasih Pa-Ma. Sudah baik dan sayang sama Naya. Naya beruntung punya kalian”, ucap Naya menitikkan air mata nya terharu pada sikap Kedua Mertuanya yang sangat perhatian dan sayang kepadanya.


“ Sama-sama Nay. Papa dah anggap kamu anak kami berdua. Apalagi selama ini Papa sangat ingin punya anak perempuan akhirnya kesampaian juga”, ucap Papa Dhana menyeka air mata Naya supaya tidak menangis lagi.


“ Mama sayang sama kamu Nay, Mama sangat senang Kamu dan Si Kembar ada disini Rumah menjadi rame”, ucap Mama Nisa tersenyum kearah Naya mengatakan sayang dan senang kedatangan Naya bersama Kedua Putri Naya.


“ Kamu besok bisa masuk kerja lagi ya, Papa sudah urus semua pekerjaan yang kamu tinggalkan kemarin”, ucap Papa Dhana memberitahukan bahwa Naya bisa kembali masuk kerja besok dan sudah mengurus pekerjaan yang ditinggalkan oleh Naya.


“ Maaf Pa. Jadi ngerepotin begini. Makasih Pa”, ucap Naya tersenyum malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah mendengar ucapan Papa Dhana.

__ADS_1


“ Iya sama-sama Nay, jangan sungkan-sungkan bilang ke Papa kalo butuh bantuan dan minta solusi”, ucap Papa Dhana meminta Naya tidak sungkan meminta bantuan dan solusi menghadapi masalah kepadanya.


“ Betul tuh Nay, Papa kamu siap bantu kok”, tambah Mama Nisa setuju dengan ucapan Suaminya.


“ Iya Pa-Ma, Naya bakal usahakan”, ucap Naya mengerti ucapan Papa Dhana dan Mama Nisa.


Mereka bertiga mengobrol di Ruang Tamu diselingi canda tawa. Papa Dhana menceritakan hal-hal lucu saat Mama Nisa nyidam aneh-aneh membuat Papa Dhana pusing menurutinya. Naya hanya tertawa mendengar hal itu semua membayangkan kalo Revi nanti bakal merasakan hal yang sama seperti Papa Dhana. Naya sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Kedua Mertuanya yang sangat asik diajak ngobrol. Banyak cerita yang terlontar saat itu mulai nyidam Mama Nisa sampai aib Papa Dhana yang selama ini ditutupi dibongkar oleh Mama Nisa.


Seusai perbincangan itu, Naya pamit kepada Papa Dhana dan Mama Nisa ingin menemani tidur Kedua Putrinya di Kamar Anaknya. Naya masuk kedalam Kamar Anaknya kemudian melihat mereka masih tertidur pulas mungkin karena kecapekan dan keletihan dengan peristiwa kemarin maupun perjalanan jauh yang harus dilalui dari Surabaya ke Jakarta dengan Kereta Api. Kemarin mereka terpaksa menaiki Kereta Api karena sistem operasional Bandara mati total akibat kekacauan yang dilakukan Anak Buah Andre. Walaupun begitu Kedua Putri Naya begitu menikmati perjalanan pulang dengan Kereta Api karena bisa melihat pemandangan alam yang indah dan cantik. Kemudian Naya berbaring didekat Moni sambil mengusapi kepala mereka berdua. Setelahnya Naya tertidur menyelami mimpi bersama Kedua Putrinya.


...PENYAMBUTAN NAYA...


Keesokan hari, Naya telah berangkat menuju Kantor Wardhana Group untuk kembali bekerja lagi seperti semula. Naya memilih diantar sopir agar lebih aman dan tidak mendapatkan gangguan. Naya mengulas senyum bakal bertemu para Karyawan di Kantornya itu. Naya begitu kangen pada suasana Kantor yang friendly dan kekeluargaan meskipun sempat tidak masuk Kantor karena insiden penyaderaan kemarin Naya terlihat antusias dan semangat untuk masuk kembali.

__ADS_1


Sesampainya di Kantor Wardhana Group, Naya sempat heran melihat banyak karangan bunga yang berjejer rapi didepan Kantor. Saking herannya saat melangkah Naya masih memperhatikan karangan bunga itu. Naya juga merasa aneh tidak biasanya Pintu Masuk Kantor tidak ada yang jaga dan bertanya-tanya kemana para Security pergi. Naya tak aku ambil pusing hingga dia membuka pintu kemudian masuk kedalam Kantornya. Naya terkejut melihat banyak para Karyawan, Manajer, Security, dan Cleaning Service menyambut kedatangan Naya dengan meriah. Naya tak bisa mengedipkan mata nya mendapatkan kejutan itu hingga Arum datang dan membawakan buket bunga untuk Naya.


__ADS_2