PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 38


__ADS_3

{ “ Assalamualaikum, ada apa Mas Arga?”}, tanya Naya mengangkat telpon Arga dengan sopan.


{ “ Walaikumsalam, Mas kangen nih sama kamu”}, ucap Arga menjawab salam dan menjelaskan dirinya kangen pada Naya dengan bercanda.


{ “ Hah, apaan sih kamu. Nyebelin pagi-pagi dah godain aku tak matiin telponnya”}, ucap Naya kesal pada Arga karena telah mengerjai nya.


{ “ Maaf canda Nay. Jangan marah dong nanti cantiknya hilang lo. Malah cepat tua kalo marah-marah”}, ucap Arga merayu Naya agar tidak marah.


{ “ Kamu nyumpahin aku cepat tua ngeselin deh”}, ucap Naya kesal kepada Arga yang nyumpahin Naya cepat tua.


{ “ Gak kok Nay. Ehhh.... ya aku mau ngasih tau nanti bakal ada kejutan buat kamu. Kamu siap-siap ya”}, ucap Arga akan memberikan kejutan kepada Naya.


{ “ Kejutan apa sih? kan aku gak ulang tahun?”}, tanya Naya kebingungan atas ucapan Arga.


{ “ Gak usah banyak tanya. Nanti tunggu pas makan siang pasti kamu terkejut. Jangan bawel”}, ucap Arga tertawa pasti Naya bakal tambah kesal padanya.


{ “ Ngeselin banget sih kamu yaudah aku matiin”}, ucap Naya sangat kesal karena terdengar Arga menertawai nya.


{ “ Assalamualaikum”}, ucap Arga mengucapkan salam pada Naya.


{ “ Walaikumsalam”}, ucap Naya membalas salam dari Arga dengan malas.


Naya begitu kesal pada Arga saat ini karena Arga tidak peka kalo Naya mulai menyukai nya. Selama 3 bulan terakhir hubungan Naya dan Arga sudah semakin dekat. Arga berhasil meluluhkan hati Naya yang begitu dingin menjadi berwarna sejak kedatangan Arga. Mereka selalu berkomunikasi dengan intesns dan jalan bareng saat weekend. Naya selalu mengajak kedua putri nya ikut karena mudah akrab dan menerima kehadiran Arga membuat Naya bisa luluh hatinya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang menggantung menanti kejutan dari Arga, Naya menjalani pekerjaannya dengan perasaan was-was menanti kejutan untuknya. Menjelang makan siang Naya mendapatkan telpon dari Arga meminta nya datang ke Caffe depan Kantor Wardhana Group. Naya datang setelah mendapatkan telpon dari Arga ke Caffe itu. Saat telah sampai di Caffe itu Naya melihat kursi yang telah dipesan Arga kemudian duduk sambil menanti kedatangan Arga. Tiba-tiba Arga mengejutkan Naya dengan kejutan yang spesial bagi Naya.


“ Kejutan”, teriak Arga datang membawa boneka panda bertuliskan nama Naya.


“ Mas Arga, makasih atas hadiahnya”, ucap Naya terharu mendapatkan kejutan boneka panda dari Arga.


“ Iya Nay. Coba perhatikan baju Mas Arga. Mas dah jadi polisi disini Nay”, ucap Arga memperlihatkan seragam polisi yang dikenakannya.


“ Ya ampunn ganteng banget Mas Arga”, ucap Naya memuji penampilan Arga yang ganteng.


“ Kamu senang kan? jadi kita gak perlu jauhan lagi?”, tanya Arga memastikan Naya senang melihatnya bertugas disini.


“ Senang banget Mas. Gak nyangka mas bisa seganteng opa-opa Korea dengan seragam ini. Bisa ketemu terus”, ucap Naya bahagia menerima saran Naya untuk menjadi polisi disini.


“ Ngomong apa Mas?”, tanya Naya penasaran dan deg-degan.


“ Mas ingin kamu menjadi pacarnya mas. Mas dah lama suka kamu sejak pertama bertemu. Mas benar-benar telah mencintai mu Nay”, ucap Arga menembak Naya menjadi pacarnya dengan romantis sambil memegang tangan Naya.


“ Iya aku mau mas jadi pacarmu. Kamu gak keberatan kan status ku seorang single parent dengan 2 anak. Aku takut mas gak mau menerima mereka”, ucap Naya menerima Arga sebagai pacarnya dan memastikan menerima Naya dengan status berbeda dengannya.


“ Aku mau menerima kamu apa adanya Nay dan kedua putri mu”, ucap Arga mau menerima Naya apa adanya dan kedua putri nya.


“ Makasih Mas Arga”, ucap Naya tersenyum bahagia kepada Arga.

__ADS_1


“ Selain boneka, ini ada bunga dan cokelat buat kamu Nay”, ucap Arga menyerahkan bunga dan cokelat kepada Naya. Naya pun menerima nya dengan senang hati. Arga tersenyum bahagia karena berhasil meluluhkan hati Naya yang dingin untuk menerima cinta nya. Naya dan Arga saling pandang dengan tatapan penuh cinta.


“ Mas Arga makan yuk aku lapar”, ucap Naya malu-malu mangajak Arga makan siang.


“ Ehh... Ya lupa. Kita pesan burger, friench fries, donat, dan jus jeruk aja ya. Kan itu kesukaan kamu semua”, ucap Arga memilihkan menu pesanan buatnya dan Naya.


“ Ya mas”, jawab singkat Naya menyetujui menu pesanan yang dipilihkan Arga.


Akhirnya, Arga dan Naya makan siang bareng dengan romantis. Mereka saling menyuapi makanan satu sama lain hingga makanan nya habis. Naya senang telah menemukan dambaan hati nya yang ditunggu selama ini. Naya merasa sangat bahagia setelah menerima cinta nya Arga sekaligus menjadi pacarnya.


Setelah makan siang bersama Arga mengantarkan Naya menuju kantor nya. Mereka menjadi bahan perhatian seluruh karyawan Naya, ada yang senang melihat Naya bersama Arga jalan bergandengan tangan dan ada yang iri karena kemesraan mereka berdua. Mereka berdua tidak menghiraukan bisik-bisik orang yang membahas hubungan keduanya dan memilih terus berjalan hingga Naya tiba di ruangan nya. Arga memilih pamit kepada Naya karena masih banyak pekerjaan hari ini.


...MUNCULNYA ANDRE...


Dengan semangat, Andre berpakaian rapi dengan setelan jas lengkap dan celana jeans panjang ala bos perusahaan. Dia akan menemui Naya sebagai rekan bisnis pada project terbaru. Dia telah meminta Alvin untuk melakukan pertemuan formal di Perusahaan Wardhana Group menawarkan project terbaru yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Pihak dari Naya menyetujui penawaran tersebut dengan segera akan melakukan meeting bersama membahas seluruh kesepakatan.


Andre didampingi Alvin telah sampai di Perusahaan Wardhana Group. Mereka disambut oleh Arum selaku Sekretaris Pribadi Naya kemudian mengantarkan nya menuju Ruangan Meeting. Naya didampingi oleh beberapa manajer dan staffnya telah menunggu mereka di Ruangan Meeting. Akhirnya, Andre dan Alvin telah memasuki ruangan itu didampingi Arum dan di duduk pada kursi yang telah disediakan. Andre memberikan senyuman kearah Naya sebagai tanda hormat. Kemudian Naya membalas senyuman dari Andre tadi sambil bergumam dalam hati karena berhasil memancing keluar Andre kembali.


“ Akhirnya kamu muncul Andre. Aku dah tau sifat asli mu selama ini dan sengaja menjauh agar kamu tidak menyadari kalo Naya yang sekarang beda dengan yang dulu. Aku sekarang sudah mengerti tentang bisnis jadi kamu tidak akan bisa menipu ku dengan rencana licik mu”, gumam Naya dalam hati melihat Andre memberikan senyuman kearahnya.


" Liat aja Ndre, siapa yang bakal memenangkan tender ini. Aku yakin kamu pasti tidak akan berkutik dengan keputusan yang aku ambil. Lawan bisnismu bukan Papa Wardhana lagi tapi aku Ndre", gumam Naya dalam hati tersenyum sinis memandangi Andre.


Andre hanya terdiam dan menunduk tanpa berani menatap kearah Naya. Suasana Ruang Meeting menjadi sangat hening. Seluruh peserta meeting tidak berbicara dan saling tegur. Naya masih menatap kearah Andre memindai penampilannya dari bawah ke atas sambil memastikan bahwa sosok didepannya adalah Andre. Setelah memindai penampilan Andre, Naya memalingkan wajahnya melihat berkas meeting yang akan dilakukan. Andre menghela napas lega karena tidak lagi ditatap oleh Naya seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2