
...INDAHNYA JADI PENGANTIN...
Di pagi hari, Naya terbangun dari tidurnya dan merasakan badannya ada yang memeluknya. Karena terkejut Naya refleks mendorong tangan Revi yang memeluknya tadi. Revi yang kaget terjatuh pun tidak sempat menghindar dia tidak menyangka kalo Naya kuat mendorong dirinya. Naya melihat badannya ternyata masih memakai baju lengkap dan menutupi nya dengan selimut.
“ Kok kamu dorong aku sih Nay. Sakit tau didorong sampe jatuh lagi”, ucap Revi protes.
“ Maaf Mas. Aku refleks tadi habisnya kamu peluk aku sih. Kan aku ngerasa takut kamu apa-apain aku”, ucap Naya menjelaskan alasan mendorong Revi.
“ Ya gak papa. Kan kamu aja nyaman aku peluk tidurnya pulas. Ternyata nikah rasanya enak ya ada yang bisa dipeluk”, ucap Revi bercanda. Naya pun kaget pada apa yang dikatakan suaminya dia melemparkan guling ke arah Revi.
“ Aduh sakit... tau kok main lempar aja”, ucap protes Revi lagi.
“ Biarin kamu dah berani macam-macam. Emang kamu gak takut aku patahin tanganmu kayak kemarin aku patahin besi. Kalo mau nyoba sini”, ucap Naya mengancam Revi.
“ Jangan dong. Ngeri lo serem lagi kamu bikin mas takut. Mas mau mandi aja deh”, ucap Revi merajuk kepada Naya.
Revi mengambil handuk pergi menuju kamar mandi dan dia melakukan ritual mandi nya selama 30 menit. Dia sengaja mandi lama karena itu adalah saran dari Hendra agar Naya merasa iba. Naya yang menunggu Revi di ranjang tidur dengan duduk manis mulai merasa khawatir pada Revi karena belum keluar juga. Dia takut terjadi apa-apa oleh Revi karena khawatir dia pun mengetuk pintu kamar mandi.
Tok...tok... tok ketukan pintu Naya
“ Mas aku minta maaf karena hal tadi. Mas jangan ngambek ya aku bakal nurut sama mas. Mas keluar dong”, ucap Naya lembut agar Revi memaafkannya.
“ Mas jangan marah gitu dong. Masa istrinya ditinggal sendiri aku ada phobia ruangan gelap mas. Mas keluar yuk”, ucap Naya mencoba membujuk Revi. Karena iba Revi keluar kamar mandi dan dia telah memakai baju ganti. Revi memakai kaos sepak bola dipadukan celana training. Sontak Naya kaget melihat Revi keluar dengan baju itu dia terlihat tampan.
“ Mas kok udah pake baju? Baju nya mana mas?”, tanya Naya kebingungan.
“ Udah dong. Di kamar mandi juga udah banyak baju ganti. Mama udah nyiapin semua nya termasuk baju ganti mu. Kalo keluar telanjang nanti kamu hajar lagi”, ucap Revi bercanda.
“ Masss... kok malah bercanda sih. Ya udah aku masuk minggir”, ucap Naya kesal karena Revi bercanda. Revi menahan tangan Naya sebum masuk ke kamar mandi. Revi masih sempat menggoda nya namun tidak mempan.
“ Mau kemana sayang. Gak mau mas mandiin biar bersih. Mandi di bath up enak lo bisa sambil tiduran”, ucap Revi menggoda Naya.
“ Gak mau. Pergi aku mau mandi. Pantas tadi belum mau keluar berarti kamu tidurkan”, ucap Naya kesal dan menjewer kuping Revi.
“ Ampunn sayang lepasin dong. Sakit nih”, ucap Revi meminta maaf ke Naya. Naya melepaskan nya dan langsung masuk ke kamar mandi. Dia mandi cukup lama sekitar 60 menit membalas Revi tadi dia juga betah berlama-lama disana karena suasana nya nyaman.
Setelah selesai Naya keluar kamar mandi dan sudah memakai daster ala ibu-ibu dengan santai mencari keberadaan suaminya namun tidak ada. Dia mencari Revi dari sudut ruangan ke sudut yang lain tapi tidak menemukannya. Naya pun memutuskan menyisir rambutnya di meja rias disana banyak peralatan make up dan skincare lengkap. Beberapa saat kemudian Revi masuk ke kamar dan memanggil Naya yang sibuk menyisir rambutnya. Dia membawa kan makanan dan juga sebuah hijab seperti ibunya yang telah berhijab.
“ Sayang sini aku bawain makanan dan ini buat kamu dari mama”, ucap Revi memberikan makanan dan hijab ke Naya.
__ADS_1
“ Kamu dari mana aja sih mas. Pergi gak bilang? Aku nyariin kamu lo”, tanya Naya.
“ Maaf sayang mas dah laper dan makan dulu. Mas juga diajak Mama ke kamar dan disuruh memberikan beberapa hijab buat kamu. Kamu terima ya”, ucap Revi menjelaskan alasannya pergi tadi.
“ Ya aku maafin kok. Jangan diulangi lagi, bilang makasih ya mas buat Mama dah mau memberikan hijab buat aku. Tapi kok aku ragu untuk memakainya”, ucap Naya lembut kepada Revi.
“ Ya mas gak nakal lagi kok”, ucap Revi janji ke Naya.
“ Kamu duduk sini. Mas pengen kamu nyoba pake hijab ya karena sekarang kan kamu istri mas. Dicoba dulu aja lama-kelamaan kalo nyaman kamu bisa terus pake. Mas gak mau maksa kamu, mas ingin kamu bisa lebih menutup aurat. Kamu paham kan”, ucap Revi penuh pengertian ke Naya agar mau memakai hijab itu.
“ Baik mas, aku nurut apa kata kamu. Sebenarnya aku udah lama ingin pake hijab tapi masih ragu. Sekarang aku udah bulatkan tekad mau pake hijab mulai sekarang mengikuti perintah suami ku yang ganteng”, ucap Naya sambil memeluk Revi. Revi pun menyambutnya dengan baik dia gak menyangka istrinya sangat penurut dan pengertian.
Setelah itu Naya memakai hijab pemberian Mama Nisa. Naya sangat senang hati memakainya karena dia nilai suka sama motif hijab yang simpel dan stylish saat dipakai. Revi semakin kagum melihat kecantikan Naya yang terlihat sangat alami dengan hijab itu membuat dia betah memandangi nya. Revi menyuapi makanan ke Naya dan mereka sempat bercanda ria menikmati masa-masa indah pengantin baru. Naya sempat bercermin sebentar setelah sarapan bareng suaminya tadi.
“ Indahnya jadi pengantin baru serasa dunia milik berdua. Aku bakal berusaha menjadi istri terbaik buat suami ku dan setia kepadanya”, gumam Naya dalam hati memandangi dirinya di cermin meja rias. Revi yang melihatnya pun hanya tersenyum dan berlalu menuju dapur untuk mengantar bekas piring makan tadi.
...PACARAN SETELAH NIKAH...
Siang hari Revi mengajak Naya jalan bareng ke Mall menikmati masa berduaan agar semakin mesra. Mereka telah izin kepada Tuan Wardhana dan Nyonya Nisa untuk jalan berdua. Saat diperjalanan Naya terlihat sangat senang karena bisa jalan bareng suami nya tidak takut bakal ketangkap basah warga kalo sedang berduaan di suatu tempat. Revi memilih salah satu mall yang masih satu jaringan bisnis papa nya yang ada di Jakarta. Setelah sampai, Revi mengandeng tangan Naya masuk ke Toko Buku untuk membeli beberapa buku novel mereka disambut oleh Manajer toko tersebut.
“ Siang Bu. Saya dan istri saya ingin mencari rak buku novel. Ada disebelah mana ya, sudah mutar-mutar tidak ketemu”, ucap Revi ramah. Naya hanya tertunduk malu karena dipanggil Nyonya.
“ Ada pak mari saya tunjukkan”, ucap Manajer Toko Buku.
“ Baik buk”, ucap Revi mengenggam tangan Naya mengikuti Manajer Toko Buku itu.
Setelah sampai Naya terlihat sangat antusias memilih beberapa buku novel favoritnya dan buku yang baru rilis. Revi hanya tersenyum melihat Naya yang sangat antusias itu seperti anak kecil. Saat akan membayar duit Revi ditolak oleh sang Manajer Toko Buku itu dan bilang kalo semua itu gratis karena tak enak hati Revi memaksa membayarnya. Si Manajer Toko hanya pasrah menerima dan berterima kasih kepada Revi. Setelah dari Toko Buku, Naya mengajak Revi makan siang di salah satu caffe. Mereka pun duduk berdua di caffe itu seperti abg yang baru pacaran.
“ Sayang kamu mau pesan apa? Biar aku pesanin”, tanya Revi ke Naya mau pesan makan apa saja.
“ Hmm.. aku mau pesan fried chicken, dimsum, kwetiauw, mie ayam, dan kentang goreng”, ucap Naya memesan banyak makanan.
“ Hahaha banyak banget pesanannya. Kayak orang nyidam aja. Nanti kalo gak habis aku gak tanggung jawab lo”, ucap Revi menggoda Naya.
“ Biarin aku laper Mas. Buruan dong”, ucap Naya mulai merengek.
“ Beres Nyonya Naya”, ucap Revi bercanda. Naya hanya diam karena malu mendengar ucapan sang suami. Revi pun berlalu menuju meja kasir untuk memesan makanan.
__ADS_1
Sehabis memesan makanan Revi duduk berhadapan dengan Naya. Sontak Naya kaget dan canggung melihat wajah tampan sang suami. Dia pun memalingkan wajahnya melihat keluarga kecil yang bahagia duduk disebelah meja mereka bahkan Naya sempat memperhatikan nya. Naya tersenyum setelah melihatnya dan mulai memandang sang suami.
“ Mas liat deh. Keluarga itu bahagia banget dengan dua anak mereka. Anaknya gemesin lagi”, ucap Naya merasa iri melihat keluarga kecil disebelahnya.
“ Ya Nay. Gak sabar nanti kalo kita punya anak. Semoga bisa kayak gitu, ammin”, ucap Revi membenarkan ucapan Naya.
“ Aku juga pengen Mas. Tapi mas bisa sabar kan aku bulan depan ada tes dan pengen pacaran dulu. Kayaknya enak ya habis nikah pacaran”, ucap Naya meminta Revi bersabar menunda memiliki anak.
“ Ya aku ngerti kok. Kita nikmati masa-masa pacaran dulu. Aku juga gak mau buru-buru untuk memiliki momongan nunggu kamu siap juga”, ucap Revi setuju dengan ucapan Naya.
“ Makasih Mas. Dah mau ngerti kondisi ku”, ucap Naya senang dengan ucapan Revi. Naya memegang pipi suami nya dan mengelus dengan lembut.
Pesanan yang ditunggu telah sampai mereka pun memakannya. Naya menyuapi Revi juga sebaliknya Revi menyuapi Naya makanan. Mereka terlihat sangat mesra sekali banyak pelanggan yang melihatnya namun Revi maupun Naya hanya cuek. Setelah makan siang itu mereka berjalan lagi menuju tempat lainnya, Revi mengajak Naya ke Salon yang ada di Mall itu. Revi meminta Naya melakukan perawatan agar lebih cantik lagi.
Naya terlihat tambah cantik setelah perawatan tadi. Revi terus menggoda nya membuat Naya sangat malu saat itu dia berjalan cuek meninggalkan Revi dibelakangnya. Tiba-tiba saja Naya tidak sengaja menabrak seseorang didepannya. Seseorang itu menoleh ke Naya dan membuat Naya sangat terkejut karena dia adalah Andre orang yang bikin suami nya marah saat acara resepsi pernikahan kemarin.
“ Kamu tidak apa-apa cantik. Apa ada yang luka?”, ucap Andre genit ke Naya.
“ Maaf saya tidak sengaja menabrakmu. Saya gak papa anda jangan macam-macam nanti suami saya marah. Saya peringatkan sekali lagi”, ucap Naya menepis tangan Andre yang hendak memegang pipi nya dan memberikan ancaman.
“ Galak banget cantik. Suamimu mana mending aku ajak jalan aja. Kita have fun bareng”, ucap Andre semakin berani memegang pipi Naya. Naya berusaha menepisnya namun gagal karena Andre memegang tangan Naya. Naya ketakutan diperlukan seperti itu meskipun jago bela diri Naya sangat ketakutan karena trauma di masa kecilnya pernah mendapatkan perlakuan begitu.
“ Lo lepasin tangan istri gue. Naya cepat kesini ngumpet dibelakang. Biar dia urusan Mas”, ucap Revi lantang melihat Naya di goda Andre. Naya hanya menuruti perintah Revi, dia berlari ke belakang punggung Revi.
“ Santai aja bro. Kita bisa senang-senang sama istri lo. Pasti seru kalo main bertiga”, ucap Andre semakin mesum. Membuat Revi sangat murka dan ingin menghajar Andre namun ditahan oleh Naya karena tidak ingin terjadi keributan.
“ Untung ada istri gue. Kalo gak gue hajar lo habis-habisan. Udah berani godain istri gue”, ancam Revi kepada Andre. Andre hanya tertawa dan berlalu saja meninggalkan Naya dan Revi.
“ Kamu gak papa Nay. Maaf mas gak bisa jagain dan lindungi kamu. Mas tau kamu pasti masih trauma sampai ketakutan. Tenang sayang sekarang ada mas”, ucap Revi menenangkan Naya yang ketakutan. Revi memeluk Naya erat agar tidak ketakutan lagi.
“ Ya Mas, aku sangat takut. Tapi aku senang mas datang kesini dia gak apa-apain aku kok. Makasih ya mas”, ucap Naya yang telah tenang dalam pelukan Revi.
“ Ya udah. Kita pulang yuk”, ucap Revi mengajak Naya pulang. Naya hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Naya dan Revi memutuskan pulang setelah kejadian itu. Revi merasa kasihan karena dia tau dulu Naya pernah akan dilecehkan oleh orang tak dikenal namun saat itu Revi lewat di dekat Naya dan berhasil menghajar pelaku tersebut. Revi masih mengingat kejadian itu dia berjanji akan menjaga nya. Naya ketiduran dalam mobil, Revi melihatnya terenyuh karena wajah Naya semakin cantik.
“ Gila makin cantik aja istri gue. Pantas aja banyak cowok yang lirik Naya tadi aura kecantikan Naya makin keluar meskipun sudah berhijab. Gue janji Nay bakal jagain lo dari ulah si brengsek Andre”, gumam Revi dalam hati melihat Naya yang tertidur pulas.
__ADS_1