
...IKUT TES...
Sebulan kemudian, Naya dan Lisa akan mengikuti tes untuk menentukan masa depannya di Kepolisian. Mereka akan tes kenaikan pangkat dan cpns yang dilaksanakan di gedung Mabes Polri Jakarta. Saat ini Naya berpangkat Briptu sedangkan Lisa berpangkat Bripda, mereka berdua telah menyiapkan diri baik fisik maupun latihan soal agar lolos seleksi. Dengan wajah yang tegang mereka pun memasuki gedung tempat tes banyak sekali peserta yang akan mengikuti tes itu. Sebelumnya Naya datang di temani oleh Revi sedangkan Lisa ditemani oleh Hendra. Mereka berangkat menuju tempat tes tersebut.
Naya sempat meminta doa dan dukungan suami nya. Revi mendoakannya dan menyemangati agar berhasil menggapai cita-cita nya itu. Tes akan dilaksanakan selama 3 jam tes kenaikan pangkat dan 2 jam tes cpns jadi total ada sekitar 7 jam tes ditambah tes fisik untuk masing-masing tes yang berbeda. Naya dan Lisa pun masuk kedalam gedung itu dengan langkah penuh keyakinan.
“ Nay semoga kita berhasil ya, ammin”, ucap Lisa menyemangati Naya.
“ Ammin.. Sa gue yakin kalo kita bakal lolos semangat. Kan lumayan jadi kado pernikahan”, ucap Naya juga menyemangati Lisa.
“ Ya udah gue langsung kesana Nay”, ucap Lisa menunjuk ke arah ruangan tes nya.
“ Oke Sa. Sampai jumpa”, ucap Naya. Mereka berdua pun berpisah Lisa menuju ke ruangannya sedangkan Naya ke ruangan lainnya.
Naya maupun Lisa mengikuti setiap tes nya dengan penuh keyakinan. Meskipun melelahkan mereka berhasil melaksanakan dengan baik. Rasa bangga dirasakan kedua nya kala menyelesaikan semua tahapan tes hari ini. Mereka keluar dari dalam gedung tepat pukul 22.00 malam, Naya dan Lisa di sambut oleh Revi dan Hendra yang kebetulan setia menunggu mereka diluar gedung.
“ Gimana tes nya Nay. Lancarkan? Ada yang susah gak?”, tanya Revi kepo melihat Naya sangat kelelahan.
“ Lancar Mas. Gak terlalu susah kok cuman aku capek nih. Sampe kaki ku gak kuat buat jalan”, ucap Naya menjelaskan kondisi ke Revi dan memegang kaki nya.
“ Ya udah sini mas gendong. Jangan banyak nolak nanti keburu larut malam pulangnya. Ayo cepat”, perintah Revi bersiap menggendong Naya dibelakang punggung nya. Naya hanya diam dan menuruti perintah suami nya. Hendra yang kebetulan melihat keromantisan Revi dan Naya pun mencoba menawari Lisa gendongan yang sama seperti pasangan disebelahnya.
“ Ayo Sa. Mas gendong juga biar kamu gak capek. Jangan nolak ya”, ucap Hendra menawarkan gendongan ke Lisa.
“ Gak mau Mas. Aku laper nih, biarin mereka kayak gitu sengaja kok bikin kita pengen. Udah yuk cari tempat makan”, ucap Lisa menolak tawaran gendongan dari Hendra. Hendra hanya mendengus kasar dan mengikuti Lisa ke warung depan dekat Mabes Polri. Naya dan Revi hanya tertawa renyah melihat tingkah konyol Hendra ke Lisa tadi.
Naya dan Revi memutuskan pulang lebih dulu menaiki taksi online sedangkan mobilnya Revi dibawa Hendra untuk mengantar Lisa. Revi sengaja membiarkan Hendra memakai mobilnya takutnya nanti mereka terkena begal kalo naik angkutan umum apalagi sudah mulai larut malam. Didalam taksi online Naya tertidur pulas disamping bahu Revi, Revi yang melihat itu hanya tersenyum dan membenarkan hijab istrinya yang berantakan.
“ Naya kamu lucu banget kalo tidur. Wajahmu cantik dam imut kayak anak SMA padahal kamu lebih tua dari aku. Mas masih gak nyangka kalo sekarang kita udah nikah bentar lagi bakal punya anak. Mas bahagia banget”, ucap Revi lirih disamping kuping Naya. Naya yang tertidur sempat mendengar ucapan lirih suami nya pun tersenyum dan semakin merekatkan pelukan nya di lengan Revi.
Sesampainya di Rumah Tuan Wardhana, Revi membayar taksi online dan menggendong Naya ala bridal style sekaligus menggendong tas sekolah Naya yang lumayan berat. Dia menggendong Naya dengan hati-hati takut Naya bakal jatuh karena sempat molet beberapa kali. Setelah penuh perjuangan menggendong Naya, Revi sampai didalam kamar dan merebahkan Naya di atas ranjang. Dia sempat melepaskan sepatu dan hijab Naya setelahnya menyelimuti seluruh badan Naya. Revi hanya memandangi wajah Naya yang tertidur pulas sekali.
__ADS_1
“ Kamu makin cantik aja Nay. Pantas banyak cowok yang sering melirik dan menggoda kamu karena wajahmu memang menampilkan kecantikan alami yang berbeda dari yang lain. Mas beruntung memiliki mu mas akan jaga kamu gak bakal biarin cowok lain mendekati mu, termasuk Andre. Cuma kamu yang mampu bikin mas klepek-klepek Nay”, gumam Revi dalam hati nya.
Revi sempat melamun sebentar memandangi wajah Naya. Kemudian Revi ikut merebahkan tubuhnya di samping Naya sambil mengusapi kening Naya dan mengusapi perut Naya. Dia berdoa semoga mereka diberikan momongan segera sebagai kado pernikahan mereka. Revi pun mulai tertidur menyusul Naya yang tertidur sangat pulas karena kecapekan. Mereka menyelami mimpi bersama dengan tidur berpelukan seperti biasa.
...NAYA HAMIL...
Revi menemani Naya di kamar mandi karena dari pukul 3.00 dini hari Naya terus mual sampai lemas. Karena kasihan Revi memijati pundak Naya agar lebih lega dan setelah mual nya berhenti Revi menggendong Naya ke ranjang tidurnya. Revi pergi mengambil air hangat dan kompresan dengan hati-hati Revi merawat Naya yang terlihat sangat lemas. Kemudian datanglah Mama Nisa ke kamar Revi untuk melihat kondisi menantu nya.
“ Naya dari kapan mual teru Vi. Apa tadi malam kalian pulang larut malam? Gak kehujanan kan?”, tanya Mama Nisa khawatir.
“ Dari jam 3.00 dini hari Ma. Tesnya kemarin selesai jam 22.00 malam terus kita langsung pulang sih. Gak hujan kok Ma”, ucap Revi menjelaskan kepada Mama nya yang khawatir pada Naya.
“ Hmm.. aneh juga ya. Padahal Naya pulang malam biasa juga kemarin. Ehh... nanti dulu apa jangan-jangan Naya hamil Vi”, ucap Mama Nisa penasaran penyebab Naya mual.
“ Bisa jadi sih Ma. Kata Naya tadi malam dia udah telat datang bulan 2 harian. Ditambah habis tes kemarin”, ucap Revi tersadar kalo Naya hamil. Naya yang mendengar perkataan suami nya sontak terkejut karena dia hamil.
“ Kayaknya sih ya. Lebih baik kita tespcak dulu ya. Mas ambil alat tespack nya”, ucap Revi menuju lemari baju. Dia mengambil alat testpack 3 jenis berbeda agar hasilnya bisa akurat. Kemudian Revi memberikannya pada Naya agar cepat melakukan tes nya langsung.
“ Mama temenin ya Nay. Mari mama bantu berdiri Nay. Kita tes yuk nanti buat surprise Revi”, ucap Mama Nisa membantu Naya berdiri. Naya hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Mama Nisa menuju kamar mandi.
Revi merasa sangat khawatir menunggu Naya dan Mama nya keluar dari kamar mandi. Dia tak henti-hentinya mondar-mandir saking paniknya ingin mendengar kabar dari Naya. Setelahnya Naya dan Mama Nisa keluar dari kamar mandi dengan wajah gembira. Karena penasaran Revi pun maju dan memegang pundak Naya ingin memastikan kabar baik dari Naya.
“ Gimana sayang hasilnya? Kok kamu ketawa sih?”, tanya Revi khawatir memastikan kabar baik dari Naya.
“ Mas... mas hasilnya positif. Aku beneran hamil. Kita bakal punya anak”, ucap Naya menangis di pelukan Revi. Revi yang mendengar itu pun terkejut wajahnya yang sebelumnya khawatir sekarang berubah bahagia.
“ Alhamdulillah sayang. Akhirnya kita dapat titipan dari Allah SWT. Kita jaga bareng-bareng ya”, ucap Revi terharu mendengar kabar baik dari Naya. Dia masih memeluk Naya dengan erat karena bahagia.
“ Selamat ya Vi-Nay. Mama gak nyangka secepat ini kalian mendapatkan titipan momongan. Mama minta kalian jaga baik-baik calon cucu mama”, ucap Mama Nisa terharu dan memberikan selamat kepada anak maupun menantu nya.
__ADS_1
“ Ya Ma makasih. Kami bakal jaga baik-baik”, ucap Revi merasa senang dengar ucapan Mama Nisa.
“ Mas aku nanti minta tolong izinin ya. Aku pengen istirahat gak masuk kerja dan kita periksa ke dokter ya. Aku penasaran liat calon anak kita”, ucap Naya meminta bantuan Revi untuk izin ke kantornya gak masuk kerja.
“ Beres sayang Mas urus itu. Sehabis kita sarapan nanti ke dokter ya. Kamu mas gendong biar gak capek”, ucap Revi posesif.
“ Apaan sih Mas. Masa digendong sih kan malu. Aku masih bisa jalan kok”, ucap Naya menolak halus perintah suami nya. Revi hanya mengangguk kan kepalanya paham dan berlalu keluar kamarnya menuju dapur membawa makanan untuk Naya.
“ Sabar aja Nay. Revi memang gitu Mama aja sakit gak dibolehin melakukan apa-apa. Dia posesif banget sama orang tersayang”, ucap Mama Nisa menerangkan sikap posesif Revi kepada Naya.
“ Ya Ma. Sampe bingung aku hadapi kelakuan Mas Revi. Bikin pusing hahaha”, ucap Naya bercanda. Mama Nisa ikut tertawa mendengar candaan Naya.
“ Ehhh... ya Nay. Kamu terakhir datang bulan kapan? Udah lebih dari sebulan belum?”, tanya Mama Nisa kepo.
“ Hmm.. kalo gak salah sih datang bulan terakhir 1 minggu lalu. Terus pas tes kemarin tuh dah kerasa agak mual Ma tapi aku tahan. Mualnya yang parah sekarang Ma. Terus terakhir melakukan hubungan sama Mas Revi 2 hari sebelum tes”, ucap Naya menjelaskan dia terakhir datang bulan ke Mama Nisa.
“ Berarti kamu hamil sudah 1 minggu Nay. Kamu harus jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran. Kalo kamu stress pengaruh ke calon bayi kamu”, ucap Mama Nisa mengingatkan Naya agar jaga kesehatan dan gak stress.
“ Ya Ma. Makasih aku bakal inget kok pesan mama. Pengen menikmati masa-masa kehamilan kua”, ucap Naya bahagia.
Kemudian Mama Nisa meninggalkan kamar Revi karena sebelumnya Revi telah datang ke kamar dengan membawa nampan makanan dan buah-buahan. Revi memilih bubur ayam agar Naya bisa memakannya dengan lahap dia tau Naya begitu tidak berselera makan. Revi menyuapi Naya dengan penuh perhatian dan kasih sayang Naya yang melihat menjadi terharu.
“ Nay kenapa kok nangis gitu? bubur nya gak enak ya?”, tanya Revi penasaran melihat Naya nangis.
“ Gak kok Mas. Aku nangis bahagia karena kita bisa sampai tahap ini. Aku gak nyangka kalo bisa jadi istri mu dan ibu dari anak-anak kita”, ucap Naya terharu.
“ Ya Nay. Kita berhasil melewati ujian cinta kita. Kamu bisa janji kan bakal setia mendampingi mas selamanya”, ucap Revi sambil memeluk Naya.
“ Ya Mas. Aku janji bakal setia mendampingi mas. Aku gak bakal mendua”, ucap Naya berjanji kepada Revi.
Setelah menyelesaikan sarapan bubur ayam, Naya pun mandi di bantu Revi karena masih lemas mereka mandi bersama. Ritual mandi berlangsung 1 jam lama nya karena Revi terus menggoda Naya. Naya hanya pasrah digoda oleh Revi karena tubuhnya masih lemas dan capek. Kemudian Naya dan Revi bersiap pergi menuju rumah sakit untuk periksa kandungan. Mereka juga sudah pamit kepada Mama Nisa sebelum pergi tadi.
__ADS_1