
Setelah makan siang, Naya mengajak Revi berkunjung ke Kantor Wardhana Group. Kantor yang pernah dia tinggalkan dulu sekarang telah dikelola dengan baik oleh Naya. Revi merasa bangga atas pencapaian Naya yang mampu menjadi CEO besar sekaligus Pebisnis tangguh. Mendapatkan pujian dari suami nya membuat Naya salting dan malu sendiri hingga tidak kuat menatap wajah Revi yang makin tampan itu. Revi berpamitan kepada Naya untuk kembali pulang ke Rumah Keluarga Herlambang. Didalam mobilnya Revi begitu senang karena Naya menerimanya kembali dan tidak membencinya. Revi sempat melamun membayangkan kejadian tadi seperti mimpi baginya.
“ Gak nyangka kamu menerima aku lagi Nay. Ini kayak mimpi buatku. Aku bahagia banget memiliki Kamu dan Mona-Moni”, gumam Revi dalam hati seakan tak percaya pada kejadian tadi.
...JAWABAN NAYA...
Tepat hari ini, tenggat waktu yang diberikan oleh Naya untuk menguji siapa sosok yang layak menjadi pendamping hidup Naya. Naya sudah menghubungi Arga dan Andre untuk bertemu di Kantor Wardhana Group. Naya akan mengumumkan seseorang akan dipilih Naya. Naya sudah memberikan penilaian terhadap sikap dan tes berkaitan dengan agama. Semua penilaian mutlak dari Naya sendiri sehingga tidak dapat diganggu gugat maupun diprotes.
Andre dan Arga sudah tiba 1 jam sebelum Naya sampai di Kantor Wardhana Group. Mereka duduk terpisah di Ruang Tunggu VVIP dengan tidak saling pandang dan tegur sapa. Setelah menunggu cukup lama Naya datang menemui mereka berdua. Naya sempat menyapa Arga maupun Andre dengan ramah tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Naya memilih duduk terpisah dari keduanya kemudian memulai perbincangan itu dengan serius. Wajah Arga dan Andre seketika itu menjadi tegang karena Naya akan memilih siapa yang menjadi pendamping nya nanti.
“ Baik sekarang kalian berdua telah hadir mari kita mulai pertemuan ini”, ucap Naya memulai pertemuan membahas siapa yang terpilih sebagai calon pendamping Naya.
“ Naya kamu pilih aku kan”, ucap Andre percaya diri bahwa Naya memilihnya.
“ Hahaha lo kepedean banget”, ucap Arga menyindir Andre.
“ Ya harus pede dong kan gue bakal jadi calon suaminya Naya”, ucap Andre membalas sindiran Arga.
“ Mimpi”, ucap Arga semakin menyindir Andre. Andre menjadi sangat emosi mendengar sindiran Arga tadi. Dia bahkan berani menarik kerah baju Arga dengan kencang dan menatapnya tajam. Naya yang melihat itu kemudian melerai pertengkaran mereka.
__ADS_1
“ Udah-udah kayak anak kecil kalian berdua”, ucap Naya mencoba melerai pertengkaran Arga dan Andre.
“ Oke kalo kalian gak sabar. Dari semua penilaian aku hasilnya aku lebih memilih Arga. Nilai Arga lebih tinggi dibandingkan Andre”, ucap Naya menjawab yang memilih Arga sebagai calon suaminya.
“ Nilainya tinggi dari mana Nay?”, tanya Andre dengan nada emosi dan marah tidak terima atas keputusan Naya. Naya terkejut karena perilaku Andre belum berubah sama sekali. Dia masih suka emosi dan tidak mampu menahan amarahnya. Takut suasana makin keruh Naya mulai buka suara dengan meminta maaf dan menjelaskan alasannya memilih Arga.
“ Maaf sebelumnya. Aku lebih memilih Arga karena dia baik, penyayang, bertanggung jawab, dan mampu menahan emosi nya. Aku tidak suka cowok yang kasar seperti mu”, ucap Naya meminta maaf kepada Andre karena lebih memilih Arga dan menjelaskan alasannya memilih Arga.
“ Kamu kok tega Nay?”, ucap Andre kecewa terhadap keputusan Naya yang lebih memilih Naya.
“ Maaf Andre, aku punya alasan atas itu dan keputusan ini mutlak”, ucap Naya meminta maaf kepada Andre atas keputusannya itu dan merahasiakan alasannya mengambil keputusannya.
“ Kamu gak perlu minta maaf Nay. Itu hakmu mengambil keputusan yang tepat supaya tidak menyesal dikemudian hari. Aku bangga kamu bisa ambil keputusan yang tepat Nay”, ucap Arga menenangkan Naya yang tak enak hati kepada Arga dan menyemangati Naya. Arga menyeka air mata Naya yang terus menetes. Naya mulai tersenyum melihat perhatian Arga yang peka dan paham pada kondisi Naya yang rapuh. Andre yang melihat itu segera menarik tangan Arga agar menjauh dari wajah Naya.
“ Kenapa gak boleh kan Naya pacar gue. Jadi bebas lah kalo gue kasih perhatian ke Naya. Lo aja yang dikenal playboy boleh ngasih perhatian ke banyak cewek tapi gue dilarang gitu ya ogahlah”, ucap Arga membalas ucapan Andre dengan menyampaikan fakta bahwa dia adalah pacar Naya. Andre yang mendengar itu terkejut karena selama ini Naya tidak pernah mengatakannya. Naya hanya membisu melihat tatapan Andre yang tidak percaya dan belum yakin pada ucapan Arga tadi. Kemudian Arga menjelaskan kepada Andre bahwa Dia dan Naya telah lama berpacaran supaya Andre percaya dan tidak mendekati Naya lagi.
“ Iya benar Ndre. Gue sama Naya dah pacaran. Rencananya gue bakal menikahi Naya”, ucap Arga menjelaskan bahwa Dia dan Naya telah berpacaran kemudian ada rencana menikahi Naya.
“ Gue gak setuju Naya”, ucap Andre tidak setuju dengan rencana Arga yang akan menikahi Naya.
“ Aku memang ingin menikah dengan Mas Arga karena kita telah komitmen melangkah ke jenjang yang serius”, ucap Naya setuju dengan ucapan Arga tadi yang akan menikahinya.
__ADS_1
“ Aku kecewa sama kamu Nay”, ucap Arga kecewa terhadap ucapan Naya sambil berlalu meninggalkan Naya dan Arga.
Naya yang melihat Andre pergi merasa tak enak kemudian menangis. Air mata Naya jatuh dengan derasnya di wajah cantik Naya. Arga yang melihat Naya menangis mencoba menenangkannya dan menyeka air matanya. Naya memandangi wajah Arga yang begitu tampan tengah menyeka air matanya membuatnya terenyuh hatinya oleh perlakuan Arga yang begitu romantis.
Kemudian, Naya memeluk dadanya Arga sambil menenggelamkan wajahnya disana. Naya merasa nyaman saat dalam pelukan Arga merasa lebih tenang dan damai. Arga membalas pelukan Naya sambil mengusapi kepalanya Naya walaupun terhalang hijabnya. Arga terus mengusapinya dengan sangat lembut dan penuh perhatian. Setelah berpelukan, Arga mencoba mengajak Naya berbicara agar Naya bisa melupakan kejadian tadi.
“ Sayang kamu tau gak saat kita berpelukan tadi mirip adegan romantis dalam Drakor”, ucap Arga mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Naya agar melupakan kejadian tadi.
“ Iya Mas. So sweet banget. Aku senang bisa gitu lagi”, ucap Naya tersenyum bahagia kearah Arga yang mencoba menghiburnya.
“ Tiap hari pun mas mau kok kayak tadi”, ucap Arga tersenyum melihat Naya bahagia saat ini. Naya yang melihat senyuman suaminya yang tampan itu salting dan gugup. Naya merasakan deburan dalam dada nya yang sangat deg-degan. Naya mencoba menenangkan dirinya dengan mengalihkan bahan pembicaraan dengan Arga.
“ Hmm... Mas aku bingung mau manggil kamu Revi atau Arga”, ucap Naya kebingungan memanggil nama suaminya memakai nama Revi atau Arga.
“ Mending Arga aja. Mas nyaman pake nama itu. Merasa jadi orang lain yang beruntung memiliki kamu”, ucap Arga menyarankan Naya memanggilnya Arga dan mulai menggombali Naya.
“ Mulai deh gombalnya”, ucap Naya menyindir Arga sambil tersenyum manis.
“ Kamu mau gak rujuk sama Mas?”, tanya Arga kepada Naya apakah bersedia rujuk dengannya lagi
“ Aku mau Mas”, jawab singkat Naya sambil tersenyum malu-malu. Arga yang mendengar itu langsung memegang tangan Naya. Arga mendaratkan ciuman di tangan Naya lembut dan romantis. Naya yang melihat itu pipi nya menjadi merah merona dan tampak malu-malu.
__ADS_1
Arga mengajak Naya sarapan bareng di Ruangan itu. Arga telah membawakan bekal makanan favorit Naya. Naya begitu senang mendapatkan perlakuan romantis dari Arga. Mereka berdua menyantap bekal makanan tadi sambil menyuapi satu sama lainnya. Sesudah sarapan barenga Arga berpamitan kepada Naya untuk kembali bertugas ke Kantor Polisi. Tak lupa Naya memberikan semangat kepada Arga hal itu membuat Arga begitu bahagia dan senang.