PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 51


__ADS_3

Saat tengah melamun tiba-tiba Pak Harso dikejutkan oleh sebuah panggilan telpon dari Sekretaris Pribadinya. Pak Harso yakin bahwa ada hal yang tak beres karena selama ini Sekretaris Pribadi nya jarang menelpon kecuali ada hal yang sangat mendesak. Dengan terpaksa Pak Harso mengambil ponselnya yang berada di atas Nakas dekat Ranjang Tidurnya. Kemudian Pak Harso mengangkat telpon dari Sekretaris Pribadinya dengan perasaan was-was dan gelisah takut hal yang dipikirkannya bakal terjadi.


{ “ Halo, ada apa Sa?”}, tanya Pak Harso menyapa Elsa dan menanyakan ada hal penting apa hingga Elsa menelponnya.


{ “ Gawat Pak. Saham kita tiba-tiba anjlok dan banyak Investor yang menarik modalnya dari Perusahaan Bapak. Saya yakin ini terkait berita Bapak tadi”}, ucap Elsa menjelaskan keadaan Perusahaan yang tiba-tiba anjlok sahamnya dan Investor menarik seluruh modalnya dari Perusahaan Suharso Group imbas dari berita itu.


{ “Saya gak salah dengar?”}, tanya Pak Harso tidak percaya beritanya Elsa. Pak Harso sangat syok mendengar kabar dari Elsa. Dia sempat berpikir gara-gara rencananya gagal imbasnya langsung kepada Perusahaannya. Dia melamun membayangkan hal itu akan terjadi bahkan mengabaikan ucapan dari Elsa yang memberikan saran dan solusi untuk masalah itu. Hingga Elsa menyerah dan memilih menjelaskan kejadian itu secara detail.


{ “Betul Pak. Ini mungkin imbas dari berita viral tentang keterlibatan Bapak dan Pak Andre dalam kasus berita bohong tentang Buk Naya. Jadi para Investor lebih percaya kepada berita yang ada di Media saat ini”}, ucap Elsa berusaha menjelaskan penyebab Para Investor menarik seluruh sahamnya dari Perusahaan Suharso Group.


{ “Saya gak nyangka akibat berita itu Perusahaan Suharso Group terkena imbasnya sangat dahsyat”}, ucap Pak Harso masih tak menyangka Perusahaannya terkena imbas dari berita itu. Pak Harso begitu frustasi setelah mendengar penjelasan Elsa tadi. Dia masih tak menyangka karena nafsunya membalas dendam dan memanfaatkan Andre justru berakhir nahas. Dia mulai menenangkan dirinya dan memberikan perintah kepada Elsa untuk menyangkal berita itu maupun menyiapkan Konferensi Pers segera.


{ “Elsa... Saya perintahkan kamu menyangkal berita itu dan kita siapkan Konferensi Pers segera”}, perintah Pak Harso kepada Elsa untuk menyangkal berita itu dan menyiapkan Konferensi Pers segera.


{ “Baik Pak. Saya akan laksanakan perintah Bapak. Saya izin mematikan telpon nya”}, ucap Elsa mengerti perintah Pak Harso dan izin mematikan panggilan telponnya.


{ “Baik”}, jawab singkat Pak Harso mematikan ponselnya dengan wajah kesal dan marah.


Setelah menelpon Elsa, Pak Harso kembali berpikir untuk menghubungi Andre namun panggilan telponnya diluar jangkauan. Beberapa kali Pak Harso mencoba menghubungi Andre tapi hasilnya tetap nihil Andre tidak bisa sama sekali dihubungi. Dengan wajah pasrah dan gelisah Pak Harso mencoba menenangkan dirinya. Kemudian dia menghubungi seorang temannya kebetulan Pengacara terkenal, Pak Harso meminta bantuannya dan temannya itu mau untuk membantunya. Pak Harso merasa lebih lega dan tenang setelah mendapatkan jawaban bahwa temannya akan membantu menangani kasus ini.


Saat tengah tersenyum bahagia setelah temannya mau membantu menangani kasus ini, tiba-tiba datang seorang Asisten Rumah Tangga nya menemui dirinya yang tengah duduk di Ruang Tamu. Asisten Rumah Tangga itu memberitahukan bahwa Rumah Pak Harso kedatangan beberapa orang Polisi yang ingin menangkapnya dan membawanya ke Kantor Polisi. Pak Harso mengelak tak terima dirinya ditangkap Polisi. Hingga bersitegang dengan Polisi yang ingin menangkapnya itu.

__ADS_1


“ Apa-apaan kalian berani sekali ingin menangkap saya”, ucap Pak Harso menolak untuk ditangkap oleh Polisi.


“ Maaf Pak. Kami hanya menjalankan tugas. Kami sudah ditugaskan untuk menangkap anda menuju Kantor Polisi”, ucap Ketua Tim Polisi yang ingin menangkap Pak Harso.


“ Siapa yang perintah kalian? mana surat perintah penangkapannya?”, tanya Pak Harso menantang Ketua Polisi itu untuk mengatakan mendapat perintah dari siapa dan menunjukkan surat penangkapan dirinya. Pak Harso menatap sengit kearah Ketua Tim Polisi itu hendak mengintimidasi. Ketua Tim Polisi itu tidak menggubris tatapan Intimidasi dari Pak Harso namun sebaliknya malah tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Akhirnya, Ketua Tim Polisi itu mulai angkat bicara dan menunjukkan surat penangkapan Pak Harso.


“ Saya dapat perintah dari atasan. Ini surat penangkapan anda sudah saya bawa untuk jaga-jaga anda bakal mengelak dan menolak ditangkap. Coba perhatikan baik-baik isi surat ini”, ucap Ketua Tim Polisi mengatakan mendapat perintah penangkapan Pak Harso dari atasannya dan menunjukkan bukti surat penangkapan kepada Pak Harso.


“ Saya tidak terima ini dan akan menuntut kalian”, ucap Pak Harso tidak terima untuk ditangkap dan ingin menuntut para Polisi itu.


“ Coba aja kalo bisa”, ucap Ketua Tim Polisi itu menantang Pak Harso untuk menuntut Polisi yang menjalankan tugas ini. Seketika Pak Harso terkejut karena tidak percaya bahwa Polisi tersebut berani menantang dirinya. Dia begitu syok dan kaget setelah mendengar ucapan Si Polisi tadi. Dia sangat heran selama ini belum ada Polisi yang berani menantang dirinya kecuali Ketua Tim Polisi itu.


“ Ka..ka...kamu siapa berani menantang saya?”, tanya Pak Harso gugup dan gelisah kearah Polisi itu yang berani menantang dirinya.


“ Ja..jadi... Kamu Kekasihnya Naya yang ada di Konferensi Pers pagi tadi”, ucap Pak Harso terbata-bata mengarahkan jarinya kearah Arga.


“ Iya saya Kekasihnya Naya. Dan orang yang menunjukkan bukti kejahatan anda ke Para Awak Media. Terkejut bukan dengan kedatangan saya kesini”, ucap Arga tersenyum melihat Pak Harso yang tengah melamun dan terbengong.


“ Saya tidak terima ini”, ucap Pak Harso tidak terima dan tetap menolak penangkapan dirinya oleh Arga. Wajah Pak Harso menjadi jengkel dan marah setelah tau kebenaran itu. Dia masih tetap pada pendiriannya menolak penangkapan itu dan berusaha berontak. Saat akan melarikan diri dari sana seketika dia terkejut melihat seluruh Polisi mengepung Rumahnya.


“ Kenapa kok gak jadi lari?”, tanya Arga sambil tersenyum puas melihat Pak Harso tidak bisa melarikan diri dan kabur.

__ADS_1


“ Kurang ajar. Kamu berani sama saya. Setelah ini lihat saya akan bebas dengan mudah dan kembali menuntutmu”, ucap Pak Harso mengumpat kasar kearah Arga dan berusaha mengintimidasinya.


“ Silahkan”, ucap Arga mempersilahkan Pak Harso setelah bebas kembali menuntut dirinya. Seketika Pak Harso terkejut mendengar ucapan Arga bahkan tidak menyangka Arga tidak takut dan berani menantangnya. Dia mencoba mencerna ucapan Arga tadi yang seolah-olah ingin menantang dirinya dan tidak terintimidasi. Dia kembali berbicara kepada Arga dam menanyakan maksudnya atas ucapannya tadi.


“ Maksudnya?”, ucap Pak Harso tidak percaya pada ucapan Arga tadi.


“ Sekarang anda tidak bisa berbuat apa-apa. Saya telah berhasil menjaring seluruh Polisi dan Pejabat yang bekerja sama dengan anda. Kerajaan anda sudah hancur sekarang”, ucap Arga menjelaskan maksud ucapannya kepada Pak Harso dan mengatakan telah berhasil menjaring Polisi maupun Pejabat didalam Kerajaan Gelap yang dibuat Pak Harso.


“ Saya kebetulan dikirim Kepolisian Seoul ke Indonesia untuk menyelidiki masalah ini. Kepolisian Indonesia telah meminta bantuan kepada Kepolisian Korea Selatan dengan mengutus saya kesini dan membereskannya. Kebetulan saya sangat suka bisa bermain-main dengan anda”, lanjut Arga menjelaskan bahwa kedatangannya Ke Indonesia untuk menyelidiki Kerajaan Gelap Pak Harso sekaligus membereskannya. Arga tersenyum puas membuat Pak Harso merasa terintimidasi dan kaget. Dia yakin Pak Harso sangat syok saat ini karena Kerajaan Gelapnya pada lembaga pemerintahan dan Kepolisian telah terbongkar oleh Arga. Arga kembali berbicara dan menasehati Pak Harso untuk tidak melawan.


“ Anda tidak perlu melawan. Ikuti aja hukuman yang bakal menanti. Saya akan berusaha semampunya membantu anda”, ucap Arga menasehati Pak Harso untuk tidak melawan dan mengikuti sarannya.


“ Apa jaminannya bagi saya?”, tanya Pak Harso kepada Arga menanyakan jaminan kalo dia mengikuti perkataan Arga.


“ Jaminannya adalah hukuman anda akan lebih ringan”, ucap Arga mengatakan jaminan untuk Pak Harso mendapatkan hukuman ringan. Sontak Pak Harso kembali terkejut setelah mendengar ucapan Arga. Dia tidak tau harus berbuat apa kecuali mengikuti perkataan Arga tadi. Akhirnya, Pak Harso mengikuti perkataan Arga tadi setidaknya hukumannya menjadi lebih ringan dan segera bebas.


“ Baiklah saya setuju”, ucap Pak Harso setuju dan menengadahkan kedua tangannya untuk diborgol oleh Arga.


“ Mari saya antar”, ucap Arga tersenyum setelah berhasil menangkap Pak Harso dan menggiringnya ke Kantor Polisi.


Rencana Arga telah berhasil menangkap Pak Harso. Selama ini Arga sengaja memantau gerak-gerik Pak Harso yang terindentifikasi sebagai Ketua Kerajaan Gelap yang kekuasaannya mencakup Lembaga Pemerintahan, Kepolisian, dan Cabang Bisnis. Karena kekuasaannya itu, Pak Harso kemungkinan besar menguasai seluruh bisnis baik konvensional maupun gelap. Arga harus menunggu cukup lama karena dia tidak mau gegabah menangkapnya dan perlu bukti tambahan. Momen yang ditunggu datang bertepatan tersebarnya berita bohong Skandal yang ditujukan kepada Naya namun terbantahkan atas bantuan Arga menunjukkan bukti persekongkolan jahat Pak Harso dan Andre kemudian menangkap Pak Harso dengan bukti yang kuat.

__ADS_1


Setelah Arga berhasil menangkap Pak Harso. Tugas berikutnya adalah menangkap dan membongkar kebusukan Andre selama ini. Arga menilai bahwa saat ini merupakan momen yang tepat baginya untuk membongkar itu semua termasuk bisnis gelap Andre. Tugasnya ini mungkin akan begitu berat karena bisa aja Andre berbuat nekat dan melakukan tindakan berbahaya untuk bisa bebas dari jeratan hukum.


 


__ADS_2