
Naya terus menyuapi Suami nya tanpa berhenti hingga semua menu makanan tadi habis dimakan semua oleh Suami nya. Naya hanya makan beberapa menu saja namun yang menghabiskan malah Suami nya. Setelah menyuapi Suami nya Naya pergi ke Kasir untuk membayar makanannya tadi. Arga baru tersadar dari lamunannya akibat terbius rayuan maut Naya, dia melihat beberapa piring yang telah kosong di depannya. Arga merasa heran apa benar tadi dirinya yang telah menghabiskan seluruh menu makanan itu. Naya datang sambil tersenyum menemui Arga yang tengah bingung itu. Kemudian dia mengajak Arga pergi menuju Stand Baju.
Naya membelikan beberapa baju untuk Arga, Kedua Putrinya, Kedua Mertua nya, dan Kedua Keluarga Angkatnya Arga. Arga senang melihat Naya perhatian terhadap Seluruh Keluarga nya mungkin aja sudah dianggap sebagai Keluarga Besar bagi Naya. Jadi Naya ingin memberikan yang terbaik untuk semua orang tersayang Arga. Tak lupa Naya membeli alat make up dan aksesoris hijabnya disana karena banyak diskon harga. Arga hanya geleng-geleng kepala melihat belanjaan Naya yang begitu banyak dan bingung mobilnya akan muat atau tidak.
Akhirnya Naya dan Arga memutuskan pulang karena malam sudah semakin larut. Arga tak enak hati Naya dimarahi oleh Papa Dhana kalo sudah pulang malam ini. Sesampainya di Kediaman Tuan Wardhana, Arga bersyukur karena Papa Dhana belum pulang jadi Naya tidak bakal dimarahi. Arga menurunkan seluruh belanjaan Naya serta hanya menyisakan belanjaan yang dipilih Naya untuknya dan Keluarga Herlambang. Arga pamit dari sana kemudian memutuskan pulang ke Kediaman Keluarga Herlambang. Saat diperjalanan Arga sempat berhenti di sebuah tempat pertemuannya dengan Naya dulu saat Naya masih menjadi Polwan. Arga turun dari mobil dan duduk di Kap Mobilnya sambil memandangi tempat itu. Arga berusaha bernostalgia ditempat istimewa awal pertemuannya dengan Naya.
“ Tempat ini sudah banyak berubah ya. Dulu gue ingat awal pertemuan gue sebagai Revi bertemu Naya disini. Awal kisah cinta kita berdua bermula dari sini, sekarang gue gak nyangka sudah mau nikah 2 kali sama orang yang sama”, gumam Arga dalam hati mengingat-ingat kejadian awal pertemuannya dengan Naya di tempat itu.
“ Makasih Tuhan sudah pertemukan Gue sama Naya disini. Setelah ini gue bakal lindungi dan jagain Naya bersama Kedua Putri gue. Gue gak bakal campur tanganmu memudahkan perjalanan cinta gue”, lanjut gumam Arga dalam hati berterima kasih kepada Tuhan atas campur tangannya dapat mempertemukan Dia dengan Naya seperti sekarang.
Hampir 30 menit, Arga bernostalgia ditempat itu dia memutuskan untuk pulang ke Kediaman Keluarga Herlambang. Arga sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah karena tidak ingin kehilangan momen-momen paling indah dalam hidupnya. Sesampai di Kediaman Keluarga Herlambang Arga langsung beristirahat di Kamar Tidurnya. Tak lupa Arga menitipkan titipan baju pemberian Naya tadi ke Asisten Rumah Tangga Kediaman Keluarga Herlambang untuk memberikannya kepada Bryan dan Pak Herlambang. Setelah itu Arga tertidur dengan pulasnya menyelami mimpi masih membayangkan mimpi indah dengan Naya.
__ADS_1
...SAHABAT LAMA...
Di Kantor Wardhana Group, Naya bersama Arum dan Timnya sedang menyiapkan bahan presentasi. Naya meminta Arum dan Timnya memberikan penampilan terbaik mereka karena bakal kedatangan Tamu Kehormatan. Tamu itu adalah Seorang Pebisnis Muda Keturunan Indonesia-Rusia yang telah tinggal di Rusia dan membangun bisnis disana hingga berkembang pesat. Kebetulan mereka tertarik menjalin kerja sama dengan Perusahaan Wardhana Group yang dinilai bisa menjadi mitra terbaik mereka. Jadi Naya meminta kepada Arum dan Timnya memberikan kesan terbaik selama presentasi itu. Setelah seluruh bahan presentasi siap mereka semua pergi menuju Ruangan Meeting segera supaya tidak telat dan memberikan brieffing sebelum presentasi dimulai.
Rombongan Pebisnis itu telah tiba di Perusahaan Wardhana Group, mereka diantar oleh Arum yang bertugas menjemput Tamu Kehormatan itu kemudian mengarahkannya menuju Ruangan Meeting. Rombongan Pebisnis itu masuk kedalam Ruangan Meeting didampingi oleh Arum. Mereka semua mendapatkan sambutan hangat dari Naya dan Tim yang ditunjuknya untuk presentasi hari ini dengan Tamu Kehormatan itu. Naya sempat curi pandang melihat Tamu Kehormatan, Naya teringat seseorang Sahabat Lama nya dulu. Naya mencoba mengingatnya sebentar hingga dia teringat nama Sahabat Lama nya itu adalah Lingga Nareswara. Sontak Naya terkejut karena dia bertemu sahabat semasa SMA nya dulu yang pernah menembaknya namun Naya tolak. Tak perlu waktu lama presentasi di mulai Tim yang sudah ditunjuk Naya menjelaskan presentasi nya dengan baik dan cukup menarik bagi Rombongan Pebisnis itu hingga akhirnya Pebisni Muda itu mulai berbicara ingin melihat langsung detail projectnya dan profil keuntungan kerjasama ini.
“ Boleh saya lihat detail project dan profil keuntungan dari kerja sama ini? menurut saya sangat menarik bagi Perusahaan kami”, tanya Lingga kepada Naya untuk melihat detail project dan profil keuntungan kerjasama karena menurutnya sangat menarik bagi Perusahaan nya.
“ Makasih Buk Naya”, ucap Lingga membalas senyuman Naya kemudian menerima salinan detail project dan profil keuntungan kerjasama untuk dibacanya. Naya sempat terenyuh melihat senyuman Lingga yang tak berubah dari dulu hingga sekarang. Dia memperhatikan gerak-gerik Lingga yang menurutnya tambah tampan dan bersahaja. Dia sempat membuang muka ke sembarang arah karena ketahuan melirik oleh Lingga. Lingga hanya tersenyum melihat tingkat Naya yang tak berubah sejak dulu. Hingga Lingga bertanya untuk memecah keheningan diantara mereka berdua.
“ Buk Naya tadi liat apa?”, tanya Lingga sengaja ingin membuat Naya kikuk dan salting.
“ Ehh... Enggak liat apa-apa kok Pak. Tadi ada cicak disana bentuknya aneh deh makanya saya liatin. Mau saya tangkap malu ada anda disini”, ucap Naya ngeles mencari alasan karena ketahuan melirik Lingga tadi.
__ADS_1
“ Hahaha ada-ada aja Buk. Ruangan ini bersih kok ada cicak. Anda tidak berubah ya dari dulu sampe sekarang tetap unik dan lucu”, ucap Lingga tertawa melihat tingkah Naya yang unik dan lucu tidak berubah sejak dulu.
“ Hahaha susah mau berubah Pak, dulu pengen jadi Power Ranger Pink ehhh... Malah berubah jadi Mak Lampir”, ucap Naya bercanda untuk mencairkan suasana supaya tidak tegang dan canggung. Sontak semua yang hadir tertawa setelah mendengar candaaan Naya. Lingga ikut tertawa sambil mengingat masa SMA dulu bersama Naya yang suka bercanda dan riang anaknya tak berubah sama sekali sejak dulu. Lingga senang bisa melihat Naya lagi setelah beberapa tahun tak jumpa akhirnya bisa berjumpa lagi. Lingga akhirnya selesai membaca seluruh salinan detail project dan profil keuntungan kerja sama kemudian setuju menjalin kerjasama dengan Perusahaan Wardhana Group.
“ Baik saya setuju dengan kerja sama Perusahaan Wardhana Group. Semoga kerja sama kita lancar. Dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah”, ucap Lingga setuju menjalin kerjasama dengan Perusahaan Wardhana Group sambil menyalami tangan Naya sebagai tanda persetujuan.
“ Terima kasih atas kepercayaannya kepada Perusahaan kami”, ucap Naya tersenyum membalas ucapan Lingga tadi.
“ Buk Naya ada sibuk tidak? mungkin mau makan siang bersama apabila tidak sibuk?”, tanya Lingga mengajak menanyakan Naya memiliki sibuk tidak dan mengajaknya makan siang bersama.
“ Saya tidak sibuk kok Pak. Saya bersedia mungkin kita bisa makan siang di Kantin Kantor aja. Mari saya antar”, ucap Naya bersedia diajak makan siang bersama oleh Lingga.
“ Mari Buk”, jawab singkat Lingga mengikuti langkah Naya menuju Kantin Kantor.
__ADS_1