
Seusai dinner, Arga dan Bryan mengantar Rahmi terlebih dahulu sebelum mengantar Naya. Saat Naya akan keluar mobil Arga menahan tangannya dengan erat. Hal itu membuat Naya tidak sengaja memeluk dada bidangnya Arga yang begitu menawan dan nyaman. Bryan yang melihat itu mendehem beberapa kali hingga Arga dan Naya tersadar. Naya salting setelah kejadian tadi namun Arga malah tersenyum puas rencananya berhasil. Naya pun pamit kepada Arga dan Bryan kemudian masuk kedalam Rumah Tuan Wardhana.
...MENGUNGKAP SEBUAH FAKTA...
Di Kediaman Keluarga Herlambang, Arga dan Bryan tengah berbincang serius di Ruang Tamu. Mereka berdua membahas jawaban Naya terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh Arga. Bryan yang mendengar jawaban itu sempat tak percaya kalo Naya tidak membenci Revi apabila kembali menemui nya. Karena tidak percaya Bryan memastikan jawaban itu kepada Arga namun hasilnya tetap sama bahwa Naya tidak membenci Revi.
Arga dan Bryan merasa lega atas jawaban Naya itu. Menurut mereka, jawaban itu telah mewakili seluruh keraguan mereka selama ini yang menilai bahwa Naya membenci Revi dan melupakan Revi selama nya. Namun pemikiran mereka itu terbantahkan oleh jawaban Naya kemarin malam. Bryan memegang pundak Arga dan menanyakan rencana apa yang akan dilakukan.
“ Sekarang rencana lo apa?”, tanya Bryan penasaran rencana apa yang akan disiapkan oleh Arga.
“ Rencana gue adalah membongkar identitas asli gue. Naya harus tau mengenai fakta bahwa Revi masih hidup. Gue yakin Naya bakal percaya sama gue”, ucap Arga menjelaskan rencana nya membongkar identitas asli nya kepada Naya.
“ Jadi lo yakin bongkar itu semua?”, tanya Bryan seakan tidak percaya atas ucapan Arga tadi. Arga hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Bryan yang tak percaya kepadanya. Bryan bingung terhadap sikap Arga yang tersenyum sambil memandangnya. Akhirnya, Arga mulai menjawab pertanyaan Bryan yang tidak percaya dan ragu kepadanya.
“ Gue harus mengungkap fakta itu semua”, ucap Arga tersenyum kearah Bryan.
“ Rencana pertama, gue bakal bongkar identitas asli gue kepada Naya dengan memperlihatkan seluruh bukti ini. Gue pastiin Naya bakal percaya dan merahasiakan sementara identitas asli gue ke orang-orang. Kedua, gue bakal jebak Andre dengan permainan dia sendiri sampe dia dijebloskan ke penjara atas kejahatannya selama ini. Ketiga, gue bakal paksa Snakes Eyes buka mulut apa aja perintah dan imbalan yang Andre berikan. Keempat, gue bakal bikin perhitungan kepada Pak Harso karena telah bikin Naya kesulitan selama ini meskipun dia bisa menghadapinya namun gue masih gak tega mendengar beberapa projectnya dihalangi Si Botak itu. Kelima, gue bakal bongkar semua nya saat momen yang tepat pada ulang tahun pernikahan gue ke-7 tahun”, ucap Arga menjelaskan seluruh rencana nya secara rinci kepada Bryan dan yakin bahwa semua itu bakal berhasil.
“ Gue setuju sama rencana lo”, jawab singkat Bryan setuju terhadap rencana Arga.
“ Tapi gue minta lo harus hati-hati kepada Andre dan Pak Harso mereka bukan orang sembarangan”, tambah Bryan mengingatkan Arga untuk hati-hati terhadap Andre dan Pak Harso.
“ Gue paham resiko nya Bang. Gue gak bakal biarin mereka macam-macam sama Naya dan Kedua Putri gue. Sekali macam-macam sama mereka gue pastiin semua perusahaannya hancur”, ucap Arga sambil mengepalkan tangannya menahan emosi dan marah. Bryan berusaha menenangkan Arga yang tengah emosi dan marah. Arga mulai tenang setelah ditenangkan dirinya oleh Bryan. Bryan mulai berbicara dengan menasehati Arga untuk tidak gegabah bertindak.
“ Lo gak boleh gegabah dalam bertindak. Jangan turuti emosi lo. Karena kalo lo emosi rencana lo bakal gagal semuanya”, ucap Bryan memegang pundak Arga sambil mengingatkan nya untuk tidak emosi.
“ Makasih Bang Bryan”, ucap Arga tenang setelah ditenangkan oleh Bryan.
__ADS_1
Saat ini hubungan Arga dan Bryan semakin baik. Sebelumnya, Arga tidak mau memakai nama itu karena tidak nyaman dan kurang pas. Bryan mengetahui hal itu kemudian mengajak Arga menuju sebuah makam yang baru diketahui bahwa itu adalah makam adik angkatnya Bryan. Adiknya meninggal di usia 8 tahun akibat kecelakaan tertabrak kereta sama persis yang dialami Revi sebelum memakai nama Arga. Bryan menyesal karena dulu marah kepada sang adik sesaat sebelum kejadian nahas itu.
Saat mengetahui Revi mengalami upaya pembunuhan oleh Andre dengan merekayasa menjadi kecelakaan korban tabrakan kereta. Bryan yang iba pun membantu Revi untuk selama dan membawanya pergi ke Korea Selatan untuk perawatan lebih lanjut. Bryan menyarankan Revi menjadi adik angkatnya dengan nama Arga agar tidak tau identitas aslinya dan keamanan nya bakal terjamin. Revi yang baru mengetahui fakta itu hanya bisa meminta maaf dan menyesal atas perilaku nya selama ini kepada Bryan sebagai kaka angkatnya di Keluarga Herlambang. Bryan memaafkan kesalahan Arga dengan senang hati dan lapang dada. Akhirnya, Revi mau menggunakan nama Arga dan mengakui Bryan sebagai kaka nya. Semenjak itu hubungan mereka semakin lengket bagai seorang kaka dan adik.
...KEMBALINYA REVI...
Arga mengajak Naya bertemu di Caffe dekat Kantor nya Naya. Arga ingin membicarakan hal penting yang harus diketahui oleh Naya. Naya yang begitu penasaran kemudian menyetujui ajakan Arga untuk bertemu. Naya kebingungan karena jarang sekali Arga mengajaknya bertemu membahas hal penting biasanya mereka bertemu karena Arga memberikan kejutan tak terduga dan bikin Naya geleng-geleng kepala.
Kemudian, Naya telah sampai di Caffe tempat mereka janjian. Naya masuk kedalam Caffe dengan perasaan was-was dan hatinya berdebar begitu kencang dibuat penasaran hal penting yang akan disampaikan Arga. Naya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arga. Setelah menemukan meja yang dipesan Arga lalu Naya menemuinya. Naya duduk berhadap-hadapan dengan Arga sambil menampilkan senyum manisnya. Naya memulai obrolan mereka yang begitu serius.
“ Mas mau bahas apa?”, tanya Naya to the point karena penasaran terhadap hal penting yang akan disampaikan oleh Arga.
“ Kamu janji gak bakal marah dan pergi dari sini ya”, ucap Arga meminta Naya berjanji untuk tidak marah dan pergi begitu saja.
“ Ya aku janji”, jawab singkat Naya berjanji kepada Naya. Arga tersenyum kearah Naya setelah mendengar Naya telah berjanji kepadanya. Naya menjadi salting saat mendapatkan senyuman manis dari Arga. Arga menghela napasnya panjang dan mulai berbicara.
“ Maksudnya apa sih bikin bingung?”, tanya Naya kebingungan mendengar ucapan Arga yang membahas identitas asli nya.
“ Sebenarnya identitas asli ku adalah Revi bukan Arga. Aku suami mu Nay selama ini aku masih hidup dan merahasiakannya dari orang lain. Kamu pasti tidak akan percaya kepada Mas”, ucap Arga dengan berat hati menjelaskan kepada Naya bahwa identitas asli nya sebagai Revi bukan Arga.
“ Jangan ngaco Mas gak lucu ih”, ucap Naya masih tak percaya terhadap ucapan Arga tadi. Arga menghela napas panjang karena dia tau Naya gak bakal langsung kepadanya. Naya masih menatap bengong kearah wajah Arga yang kecewa dan sedih. Kemudian Naya memegang pipi nya Arga dengannya yang lembut untuk menenangkannya. Setelah kembali tenang Arga melanjutkan berbicara nya dengan menunjukkan beberapa bukti kepada Naya.
“ Ini bukti yang mas bawa. Kamu boleh percaya atau tidak itu hak mu. Tapi yang pasti mas ini suami mu”, ucap Arga meyakinkan Naya bahwa dia adalah Revi dan menunjukkan beberapa buktinya.
“ Mas Revi”, ucap Naya lemah dengan deraian air mata yang menetes mendapati seseorang yang selama ini dirindukannya.
“ Iya Sayang”, ucap Revi membalas ucapan Naya dengan suara bergetar dan terharu bahwa Naya percaya padanya. Naya yang begitu bahagia bertemu Revi kembali memeluknya begitu erat. Naya menumpahkan seluruh kerinduannya terhadap Revi selama ini. Revi membalas pelukan Naya dengan erat seakan tidak mau berpisah lagi. Setelah itu mereka melepaskan pelukan masing-masing dan saling pandang dengan senyuman bahagia. Hingga Naya memulai perbincangannya dengan Revi sambil menatapnya dalam-dalam.
__ADS_1
“ Mas jangan tinggalin aku lagi ya”, ucap Naya tersenyum bahagia kearah Revi dan masih terlihat beberapa tetes air matanya.
“ Jangan nangis dong. Nanti bedaknya luntur lo. Mas gak akan ninggalin kamu kok kecuali pulang duluan”, ucap Revi bercanda sambil menyeka air mata Naya.
“ Mas tuh suka bercanda aja, aku nih serius tau”, ucap Naya dengan wajah cemberut setelah mendengar candaan Revi.
“ Ternyata kamu makin cantik Nay”, ucap Revi menggombali Naya.
“ Huhh... Dasar gombal”, ucap Naya malu-malu setelah digombali oleh Revi yang membuatnya salting. Revi yang melihatnya mencubit hidung Naya cukup kencang hingga merah. Naya yang mendapatkan perlakuan itu pun berontak hingga Revi melepaskan nya. Kemudian, Naya mulai protes atas perlakuan Revi tadi dengan nada kesal dan marah.
“ Sakit lo mas sampe merah gini”, protes Naya kepada Revi karena dicubit hidungnya hingga merah dengan nada kesal dan marah.
“ Habisnya gemesin banget sih”, ucap Revi tertawa renyah melihat Naya protes kepadanya karena habis dicubit hidungnya oleh Revi.
“ Ihh...Ngeselin awas aja kalo sampe rumah aku kunciin kamu di Toilet”, ucap Naya sangat kesal melihat Revi tertawa renyah kepadanya.
“ Maaf sayang aku gak bisa pulang nanti”, ucap Revi meminta maaf dengan suara manja kepada Naya.
“ Kenapa Mas? kamu gak kangen sama Si Kembar?”, tanya Naya kebingungan kenapa suaminya menolak diajak pulang.
“ Ini masalah keamanan belum stabil. Aku masih perlu menyamar. Kangen banget lah sama Princess Mona-Moni apalagi sekarang dah pinter dan cantik”, ucap Revi menjelaskan tidak bisa pulang karena masalah keamanan yang belum stabil dan mengungkapkan rasa kangennya dengan Kedua Putrinya.
“ Owhh gitu ya udah deh”, jawab singkat Naya merasa berat belum bisa bersama suaminya. Revi mengenggam tangan Naya begitu erat. Naya mengerti maksud Revi, dia kemudian Naya memberikan sebuah ciuman di pipi nya Revi sontak Revi hanya bisa terkejut. Revi tersenyum manis kearah Naya. Setelah adegan ciuman itu Revi berbicara kepada Naya untuk meminta bantuannya.
“ Sayang aku perlu bantuanmu”, ucap Revi meminta bantuan Naya.
“ Bantuan apa Mas?”, tanya Naya penasaran bantuan apa yang diperlukan suami nya itu.
“ Kamu rahasiakan identitas mas dari orang lain”, ucap Revi meminta Naya merahasiakan identitasnya kepada orang lain.
__ADS_1
“ Beres Mas”, ucap Naya setuju merahasiakan identitas asli Revi saat ini dari orang lain.
Seusai perbincangan serius itu, Naya dan Revi makan siang bersama dengan mesra seperti biasa. Revi sangat senang mendapatkan perhatian khusus dari Naya yang telah tau identitas asli nya. Tidak lupa Naya menceritakan semua hal yang selama ini dia pendam selama hampir 7 tahun ini. Revi hanya menyimak luapan kekesalan istri nya itu dengan derain air mata karena terharu dan tersentuh oleh perjuangan Naya. Tak henti-hentinya Revi meminta maaf kepada Naya atas keputusan saat itu dan berjanji melindungi Naya bersama kedua putri kembarnya.