
...SURPRISE UNTUK NAYA...
Di sore hari pukul 17.00, Revi menjemput Naya di Kantor Polda. Revi sengaja menjemput Naya karena akan mengajaknya ke suatu tempat dan membuat surprise untuk nya. Revi setia menunggu Naya di Gerbang Masuk, dia tengah duduk disana dan dia sempat melihat seorang anak kecil penjual bunga mawar yang sedang berkeliling. Revi yang iba memanggil anak kecil itu dan membeli seluruh bunga mawar itu.
“ Dek abang beli bunga semua nya tolong jadi kan satu ikat ya”, ucap Revi membeli seluruh bunga mawar itu.
“ Ini bang udah semua”, ucap Anak Kecil itu memberikan bunga mawar itu.
“ Berapa semuanya dek?”, tanya Revi dengan ramah.
“ Semuanya Rp 150.000 Bang. Itu udah saya jadi kan satu ikat. Semuanya udah lengkap bang”, ucap Anak Kecil itu polos.
“ Owhh baik Dek. Abang kasih kamu Rp 1.000.000 tapi kamu janji ya jangan jualan lagi kayak gini. Abang tambahin Rp 500.000 buat kamu modal usaha”, ucap Revi memberikan duit kepada Anak Kecil tadi.
“ Makasih banyak Bang. Apa gak kebanyakan bang. Saya tidak terbiasa pegang duit banyak”, ucap Anak Kecil itu ragu-ragu menerima duit Revi.
“ Gak papa Dek. Kan bisa kamu pake buat bikin usaha di rumah. Pokoknya jangan jualan lagi di jalanan bahaya. Simpan aja kasih ke orang tua mu”, ucap Revi memerintah Anak Kecil itu. Anak kecil itu hanya menganggukkan kepalanya paham dan berlalu pergi meninggalkan Revi. Revi sempat tersenyum melihat ikatan bunga mawar itu yang akan diberikan kepada Naya.
Dari kejauhan Naya keluar dari kantor menuju gerbang. Dia sempat melihat mobil nya Revi dan menuju ke arah mobil itu. Naya sebelumnya telah pamit kapada Lisa yang sudah dijemput oleh Hendra. Saat melihat-lihat mobil nya Revi dari dekat, dia bingung mencari keberadaan suami nya itu. Tiba-tiba dari belakang ada yang menarik tangannya dengan refleks dia menarik ganti tangan itu sampai terhempas di atas kap mobil. Naya kaget karena Revi kesakitan diatas kap mobilnya akibat dihempaskan oleh Naya tadi.
“ Mas gak papa kan. Mana ada yang luka gak. Kepalanya gak amnesia kan”, ucap Naya khawatir sambil mengecek kondisi Revi.
“ Gak papa Sayang. Maaf kagetin kamu ternyata tenaga mu masih kuat ya. Mau dong dibanting lagi”, ucap Revi bercanda.
“ Ihh.. nyebelin. Malah bercanda. Tadi aku gak sengaja mas dan kamu tuh bikin kaget aku. Untung gak aku patahin tangannya”, ucap Naya kesal.
“ Cantik jangan kesel dong”, ucap Revi menggoda Naya.
“ Ya aku gak kesal kok”, ucap Naya ketus.
Saat sedang debat karena kesalah pahaman tadi, tiba-tiba Revi turun dari kap mobilnya masuk ke kursi belakang mengambil sesuatu. Naya melihat Revi mengambil membuatnya membawa buket bunga mawar sebagai kejutan kecil untuk Naya. Revi memberikan kepada Naya karena hal itu Naya terharu atas keromantisan nya Revi. Revi yang melihat Naya berkaca-kaca menerima buket bunga mawar itu pun dia peluk dengan erat. Revi mulai mengeluarkan gombal-gombalan mautnya kepada Naya.
__ADS_1
“ Andai kan kamu mungkin bukan jodohku mungkin hari ini aku tidak akan merasakan cinta. Cinta ku akan sama dari dulu, sekarang, hingga nanti hanya kepada mu seorang. Aku ingin menjadi suami dan papa terbaik untuk anak-anak kita. Terima kasih telah memilih diriku ini”, ucap Revi dengan bahasa puitis.
“ Lebay pake bahasa puitis gitu. Cukup satu kata buat kamu aku akan selalu cinta sama kamu. Dan ingat jangan kasih kejutan gini ya”, ucap Naya terharu dengan ucapan Revi.
“ Ya Sayang. Pengen nyoba gaya nya Dilan eh.. malah kena banting. Lumayan juga sih ini minta dipijitin kamu”, ucap Revi bercanda.
“ Dasar Dilanda encok haha. Bayar ya gak gratis”, ucap Naya ikut tertawa. Revi dan Naya hanya tertawa mengingat kejadian tadi. Mereka juga sempat berpelukan kembali sebagai tanda kasih sayang. Saat itu mereka telah menjadi pusat perhatian banyak orang karena sikap romantis mereka di Depan Gerbang Kantor Polda.
Setelah cukup lama disana, Revi memutuskan mengajak Naya ke sebuah Mall untuk belanja baju bayi maupun keperluan nya. Naya begitu antusias saat diajak suaminya untuk belanja baju calon anaknya nanti. Revi memperhatikan Naya hanya bisa mengulas senyum bahagia karena bisa menyenangkan hati nya Naya.
Sesampainya mereka di Mall itu, Naya menarik tangan Revi begitu kuat sehingga dia hanya pasrah saja. Mereka melihat-lihat toko mana yang akan mereka masuki hingga pilihan jatuh di Toko Kids Star. Mereka pun masuk kedalam melihat pakaian apa saja yang akan dipilih. Hingga mereka disambut oleh seorang Manajer Toko itu.
“ Selamat sore Bapak dan Ibu, ada yang bisa dibantu?”, tanya Manajer Toko ramah.
“ Sore Mbak. Saya dan istri saya mau cari pakaian bayi. Sekalian kalo ada perlengkapan nya”, ucap Revi menjelaskan tujuannya kepada Manajer Toko.
“ Mari saya antarkan ke bagian khusus baju bayi dan perlengkapan nya”, ucap Manajer Toko mengarahkan Revi dan Naya.
Mereka mengikuti sang Manajer Toko ke bagian khusus baju bayi dan perlengkapan nya. Naya sangat takjub melihat banyak baju bayi yang lucu-lucu dan gemasin. Revi menggelengkan kepalanya melihat wajah Naya sangat bersemangat sekali. Hingga perhatian Naya dan Revi terhenti pada baju bayi couple bermotif super hero.
“ Bisa Buk. Cocok sekali kalo dipake untuk anak kembar. Bisa buk saya ambilkan sampelnya mungkin ibu bisa pilih warna mana yang bagus”, ucap Manajer Toko itu menjelaskan pertanyaan Naya.
“ Mbak saya juga ambil baju bayi couple yang motif baju tidur, polisi, kemeja, dan syar’i beserta hijab nya. Terus yang tadi juga usahakan untuk cewek ya mbak”, ucap Revi memilihkan baju bayi.
“ Baik Pak. Saya ambilkan dulu pesanannya. Mungkin kalo mau liat-liat yang lain boleh pak”, ucap Manajer Toko mengambilkan seluruh pesanan Revi dan Naya.
Revi dan Naya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk membeli perlengkapan untuk bayi nya itu. Ke semuanya akan diantar ke Rumah Tuan Wardhana, sebelumnya Naya telah mandi di kamar mandi umum dalam Mall itu dan berganti pakaian. Mereka pun menuju Caffe untuk mengisi perut mereka yang keroncongan sejak tadi. Saat sedang makan, tiba-tiba muncul Andre pindah duduk di meja mereka dan berhadap-hadapan dengan Naya. Revi yang melihatnya menjadi risih dan jengah.
“ Hai Nay, apa kabarnya?”, ucap Andre menyapa.
“ Baik” ucap singkat Naya.
__ADS_1
“ Wah makin cantik aja kamu Nay. Ternyata udah hamil besar bentar lagi lahiran ya. Pasti lucu-lucu anaknya”, ucap Andre menggoda Naya.
“ Hemm.. ngajak ngobrol sama istri orang”, ucap Revi menyindir Andre.
“ Seterah gue lah sirik aja lo”, ucap Andre ketus.
“ Udah-udah jangan berantem. Aku mau makan dah laper nih kalian gak kasihan sama anak ku. Aku males tanggapi kalian berantem”, ucap Naya malas.
“ Tuh dengerin istri gue marah”, ucap Revi memperingatkan Andre.
Kemudian Naya dan Revi melanjutkan makannya, mereka tidak menanggapi keberadaan Andre yang ada didekat mereka. Bahkan Revi dan Naya menunjukkan kemesraannya di depan Andre. Andre yang masih ada ras pada Naya menjadi kesal melihat itu. Dia selama 5 bulan terakhir pergi ke Macau untuk memantau bisnisnya disana. Namun dia tidak pernah tenang karena terus teringat oleh wajah Naya yang membuat jatuh hati. Karena sudah jengah melihat Revi menyuapi Naya, Andre pun berdiri dan menyambar sendok itu hingga dia jatuh kan dibawah meja. Naya yang melihat itu terkejut tidak menyangka tindakan kasar Andre. Hingga Andre mulai menyindir Revi dengan menghina nya di depan Naya.
“ Kenapa lo mau sama bocah tengil kayak dia yang sok romantis gitu? apa kelebihannya?”, tanya Andre membentak dengan emosi. Naya masih terkejut melihat sikap Andre yang begitu kasar dan playboy. Revi yang melihat istri nya terkejut dengan mata yang berkaca-kaca mengenggam tangan Naya erat. Karena tidak tega melihat Naya dibentak Andre dengan nada emosi. Revi meminta persetujuan Naya supaya dia yang menjawabnya.
“ Biar Mas aja aja yang jawab”, ucap Revi akan menjawab pertanyaan Andre. Naya hanya menganggukkan kepalanya pelan. Dia tak sanggup berbicara saat ini karena tidak pernah dibentak oleh siapapun termasuk ayahnya.
“ Naya lebih milih gue karena gue itu orangnya apa adanya, tidak suka menyakiti wanita, bertanggung jawab, dan cinta kepada Naya sepenuh hati”, ucap Revi menjelaskan dengan tegar.
“ Nay lo mau aja di kibulin sama bocah tengil ini. Dia tuh orang yang bodoh dan suka ikut campur urusan orang. Dia gak lebih baik dari gue”, ucap Andre sombong.
“ Lo salah milih suami yang tepat tuh gue”, tambah Andre sombong.
“ Udah cukup Ndre. Kamu berani banget ngatain suami ku. Aku bakal sampaikan alasan aku milih Mas Revi biar jelas. Pertama, Mas Revi berani melamarku langsung kedua orang tua ku. Kedua, Mas Revi itu orang yang bertanggung jawab dan memuliakan derajat wanita. Ketiga, Mas Revi selalu ada didalam kondisi apa pun baik senang maupun susah. Keempat, aku tidak suka cowok yang kasar dan playboy. Kelima, cinta pertama ku adalah Mas Revi”, ucap Naya dengan mata berkaca-kaca.
“ Aku tegasin ke kamu Andre meskipun kamu pake cara apa pun untuk mendapatkan ku. Tidak akan pernah aku akan berpaling dari Mas Revi suami terbaik bagi aku. Belum tentu kalo aku memilih kamu bakal menerima anak-anak Mas Revi”, ucap Naya menangis di pelukannya Revi.
“ Udah sayang kita tinggalin tempat ini”, ucap Revi menenangkan istrinya yang menangis.
Mereka pergi meninggalkan Andre yang terpaku di kursi nya karena ditolak mentah-mentah oleh Naya. Revi pergi menggandeng tangan Naya meninggalkan Caffe itu. Revi sempat membayar makanannya tadi di kasir dan beberapa pengunjung melihat ke arah mereka banyak yang iba. Beberapa pengunjung menggosipi penyebab pasangan tadi keluar karena ulah Andre yang menyakiti hati Naya.
Andre melamun mengingat kejadian tadi saat Revi menjatuhkan harga dirinya didepan Naya. Dia menjadi sangat emosi dan marah kepada Revi karena dia selalu saja menggagalkan rencana nya selama ini. Andre telah bertekad akan menaklukkan hati Naya dengan cara apa pun. Kemudian dia memikirkan sebuah cara agar bisa mendekati Naya lagi.
__ADS_1
“ Gue bakal pake cara ini aja. Biar Naya takluk dalam pelukan gue dan lupain Revi selamanya. Sekalian gue bakal habisi Revi sampe mampus. Tunggu aja pembalasan gue”, gumam Andre dalam hati dengan rencana jahatnya.