PESONA POLWAN CANTIK

PESONA POLWAN CANTIK
Chapter 31


__ADS_3

...SELAMAT DARI RENCANA PEMBUNUHAN...


Revi tengah terbaring lemah di ranjang  Sakit saat ini. Dia berhasil diselamatkan oleh Dokter Bryan yang kebetulan sedang melintas di sekitar tempat kejadian kecelakaan. Dia sempat melihat Revi hendak di bunuh oleh Andre didampingi oleh beberapa anak buahnya. Dia sempat terkejut mengetahui kalo masih hidup setelah babak belur dihajar maupun terkena tembakan dari jarak jauh.


Dokter Bryan sempat menyelamatkan Revi yang tak berdaya didalam mobilnya. Mobil itu berada tepat di lintasan kereta yang akan datang menuju ke arah mobil Revi. Dengan cepat Dokter Bryan menarik tangan Revi keluar dari dalam mobil setelah melihat Andre lengah. Mereka berdua terjatuh di saluran air tepat setelah mobil Revi ditabrak kereta. Dokter Bryan membawa Revi ke Rumah Sakit tempatnya bekerja agar dilakukan perawatan terhadap Revi yang mengalami luka parah. Setelah 5 jam berlalu, Revi akhirnya sadar dengan membuka matanya dan melihat dirinya berada di Rumah Sakit.


“ Aku dimana ini? bukannya aku telah mati?”, tanya Revi lemah.


“ Lo ada di Rumah Sakit. Lo belum mati Vi gue tadi menyelamatkan elo diwaktu yang tepat. Gue dah liat semuanya”, ucap Dokter Bryan tersenyum lega melihat Revi tersadar.


“ Makasih dok atas bantuannya”, ucap Revi berterima kasih dengan nada lemah.


“ Dokter Bryan pasti liat kalo gue tadi berantem dengan Andre. Dia licik ingin bunuh gue dengan rekayasa kecelakaan. Si pecundang itu kurang ajar”, ucap Revi tersenyum lemah.


“ Ya gue tau Vi. Gini aja lo ikut gue ke Korea Selatan untuk perawatan luka lo sekalian operasi plastik karena wajah lo hancur hampir 85% jadi susah untuk dikenali”, ucap Dokter Bryan memberi saran kepada Revi. Revi sempat berpikir sebentar mendengar ucapan Dokter Bryan tadi. Dia bingung untuk mengambil keputusan terbaik baginya. Revi juga takut kalo Naya tau wajahnya begini Naya akan meninggalkan nya. Setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya Revi menyetujui ide Dokter Bryan.


“ Gue setuju ide lo dok”, ucap Revi setuju ide dari Dokter Bryan.


“ Gue ada sebuah permintaan”, tambah Revi memberikan permintaan kepada Dokter Bryan.


“ Permintaan apa? gue bakal bantu lo?”, tanya Dokter Bryan mendengar permintaan Revi


“ Pertama, gue minta palsukan kematian gue karena kecelakaan. Kedua, gue minta jangan ada yang tau kalo gue masih hidup termasuk Naya. Ketiga, gue akan operasi plastik dengan wajah seperti cowok-cowok Korea. Keempat, gue bakal berkarir disana dan kembali ke Indonesia menemui Naya dan anak-anak gue nanti. Kelima, gue bakal menyelidiki tentang Andre kemudian jebloskan dia ke penjara”, ucap Revi menyebutkan permintaan nya.


“ Oke baiklah gue setuju. Untuk itu lo bakal jadi adik angkat gue agar mudah bagi lo jalin koneksi sama banyak orang. Lo boleh berkarir apa aja disana sesuai kemauan elo kebetulan gue banyak kenal orang yang bisa bantu karir lo”, ucap Dokter Bryan menyetujui permintaan Revi.


“ Kayaknya gue lebih milih jadi polisi aja”, ucap Revi lebih memilih menjadi polisi.

__ADS_1


“ Baik gue bantu kebetulan om gue adalah Komisaris Polisi Tinggi kalo disini setingkat Komjen. Jadi lo bebas nyoba mau masuk lewat jalur apa aja”, ucap Dokter Bryan memberi saran ke Revi.


“ Baik Bang”, ucap Revi tersenyum.


Mereka pun berbincang membahas peristiwa tadi maupun rencana yang akan dilakukan setelahnya. Mereka sepakat akan pergi ke Korea Selatan setelah 1 minggu saat Revi diizinkan pulang. Selanjutnya Revi akan melanjutkannya perawatan nya di Korea Selatan sekaligus melakukan operasi plastik agar tidak banyak orang yang tau identitas nya. Sebelum berangkat Revi ingin meminta tolong ke Dokter Bryan untuk memantau keadaan Naya dan memberikan surat perpisahan.


Revi sangatlah sedih harus meninggalkan Naya dan kedua buah hati nya yang baru saja lahir. Dia tidak tega meninggalkan mereka namun apa boleh daya Revi harus pergi tanpa meminta izin Naya. Dia memutuskan mengikuti permainan Andre agar mudah baginya untuk membalaskan perbuatan licik Andre kepadanya. Dia akan kembali disaat waktu yang tepat membongkar semua kebusukan Andre selama ini.


 


...BERITA KEMATIAN REVI...


Seminggu berselang setelah Naya keluar rumah sakit. Naya baru diberitahu kalo suami nya telah meninggal sontak Naya sangat syok dan sedih hingga tidak mau makan beberapa hari. Karena khawatir terhadap kondisi Naya, Mama Nisa meminta bantuan Lisa untuk membujuk Naya agar mau makan dan tegar menerima ini semua. Lisa dengan senang hati menerima permintaan Mama Nisa untuk membujuk Naya. Saat ini Lisa tengah duduk di ranjangnya Naya dan membujuk Naya agar mau makan.


“ Nay makan yuk. Nanti dingin lo. Pasti lo laperkan”, ucap Lisa membujuk Naya makan.


“ Gak mau Sa. Gue pengen nyusul Mas Revi aja. Gue telah janji bakal men dampingi dia selama nya”, ucap Naya menolak bujukan Lisa.


“ Oke kalo lo mau nyusul Revi. Habis makan kita jenguk ke makam nya Revi sama gue. Lo boleh ngapain aja disana kecuali gali makamnya”, ucap Lisa bercanda agar tersenyum lagi.


“ Lo mah gitu bercanda mulu. Ya udah yuk gue mau makan gak sabar ketemu sama makam suami gue. Gue mau bawain buket bunga, cokelat, dan surat cinta”, ucap Naya antusias ingin ke makam suami nya.


“ Ya udah sini makan”, ucap Lisa sambil menyendokkan makanan kedalam mulut Lisa.


Akhirnya, Naya mau keluar kamar setelah di bujuk oleh Lisa. Papa Dhana, Mama Nisa, dan Hendra yang melihatnya senag. Walaupun Naya masih terlihat terpukul tapi kini dia sudah mulai menerima semua nya dengan tegar. Lisa izin ke Papa Dhana dan Mama Lisa akan pergi menuju makam Revi namun Mama Nisa ingin mereka didampingi oleh Hendra selaku ajudannya Revi. Mereka bertiga berangkat bersama menuju makam nya Revi yang tidak jauh dari kediaman Tuan Wardhana. Sebelumnya Naya sudah membeli sebuah buket bunga, cokelat, dan surat cinta untuk pusara sang suami. Sesampainya nya mereka di makam Revi, Naya yang begitu rindu memeluk batu nisan suami nya dan menangis sejadi-jadinya.


“ Mas kok ninggalin aku. Aku gak tau bakal kuat hidup tanpa mu mas. Mas gak kasihan sama Mona dan Moni pasti bakal merindukan mas. Mas bangun.. bangun.. hiks...hiks...”, tangis Naya pecah itu juga membuat Lisa dan Hendra terenyuh melihatnya.

__ADS_1


“ Udah Nay. Lo harus tegar menerima semua kenyataan ini. Lepasin Revi agar tenang di surga sana”, ucap Lisa menenangkan Naya yang menangis histeris.


“ Gak Sa. Mas Revi harus bangun dia dah janji bakal ajak gue dan si kembar liburan. Gue gak mau apa yang terjadi pada Dimas dulu dialami Mas Revi juga”, ucap Naya menangis dalam pelukan Lisa.


“ Menangis lah Nay. Kalo itu bisa buat lo lebih tenang gue akan disisi lo sebagai sahabat. Gue tau semua itu berat tapi lo harus kuat demi si kembar”, ucap Lisa menenangkan Naya dalam pelukannya.


“ Apa yang di katakan Lisa benan. Gue juga ngerasa kehilangan karena Revi sudah gue anggap sebagai adik gue sendiri meskipun kita sering berantem tapi dia juga peduli sama gue. Gue dah janji pada dia bakal jagain lo bersama si kembar”, ucap Hendra ikut menenangkan Naya.


“ Betul Nay kita bakal bantu lo”, ucap Lisa setuju dengan ucapan suami nya.


“ Gue butuh sendiri dulu disini”, ucap Naya ingin menenangkan diri. Lisa mengerti kemudian mengajak Hendra pergi. Mereka pergi tidak jauh dari Naya agar memudahkan memantau Naya. Mereka takut Naya akan berbuat nekad karena batinnya masih terpukul.


Naya kembali duduk di dekat pusara suaminya. Dia menciumi dan memeluk nisan sang suami serta membacakan surat yasin agar suaminya bisa tenang di Surga. Setelah membaca surat yasin, Naya mengambil buket bunga dan cokelat yang dibawanya tadi. Dia meletakkan buket bunga di samping batu nisan suaminya. Dia memakan cokelat nya tadi kemudian memakannya sambil mengobrol dengan pusara suami nya seolah-olah suaminya masih hidup.


Hendra dan Lisa yang melihat itu turut merasakan kesedihan mendalam karena sahabatnya ditinggalkan suami nya untuk selamanya. Lisa menangis dalam pelukan Hendra karena tidak tega melihat sahabatnya terpukul. Hendra membawa Lisa ke Warung dekat Pemakaman Umum untuk membelikannya minum agar tenang. Saat tengah mengingat masa-masa indah pernikahan dengan suaminya. Dari belakang ada seseorang yang datang dan menepuk pundak Naya lembut. Sontak Naya menoleh kearahnya orang itu adalah Andre seseorang yang telah Naya tolak cintanya. Andre tersenyum kepada Naya namun Naya tidak menanggapi nya.


“ Lo gak usah sedih Nay. Gue bakal ada disisi lo kalo butuh bantuan gak usah sungkan-sungkan ngomong aja. Gue bakal gercep bantuin lo”, ucap Andre menawarkan bantuan kepada Naya.


“ Gak usah makasih”, jawab singkat Naya.


“ Gue tau kalo lo kehilangan Revi. Makanya gue datang kesini buat semangati lo agar kembali seperti Naya sebelumnya. Naya yang gue kenal tuh kuat dan teguh pendirian nya jadi gue bakal bantuin lo buat bangkit lagi”, ucap Andre berpura-pura menasehati Naya.


“ Thanks Ndre. Makasih dah datang kesini. Maaf kalo suami gue ada salah sama lo”, ucap Naya meminta maaf atas kesalahan Revi kepada Andre.


“ Ya gue maafin semua kok”, ucap Andre sambil mengenggam tangan Naya.


“ Gue akan bakal ada disamping lo Nay”, tambah Andre sambil terus mengenggam tangan Naya. Naya tidak menepisnya hanya membiarkan tangan Andre memegang tangan nya. Andre tersenyum manis melihat tidak ada penolakan dari Naya. Dia berhasil meluluhkan hati Naya yang begitu keras padanya.

__ADS_1


Setelah itu, Naya didampingi Andre keluar dari area pemakaman. Mereka menuju tempat Hendra dan Lisa berada di Warung dekat TPU. Lisa yang melihat Andre memegang tanya Naya pun menegur Andre agar menjaga sikapnya pada Naya. Hendra yang kebetulan disana menaruh curiga pada Andre karena tidak ada yang tau tempat pemakaman Revi.


Lisa dan Hendra memutuskan mengajak Naya pulang ke Rumah Tuan Wardhana. Mereka sengaja mengajak pulang Naya agar Andre tidak bisa mendekati Naya yang sedang berkabung. Andre pulang dari TPU itu dengan perasaan bahagia karena rencana nya telah berhasil menyingkirkan Revi selama-lamanya. Meskipun jasad Revi belum ditemukan dia merasa senang karena telah mendapatkan lampu hijau dari Naya untuk mendekati nya.


__ADS_2