
"KAU!" kata Melly mendorong Seli ke tembok di belakang sekolah. Dia hanya terdiam. Dia tak berdaya. kepalanya sakit sejak kemarin malam
Di luar dugaan. ternyata Melly mengetahuinya lebih cepat. baru 2 hari yang lalu Seli ditembak melalui pesan oleh Zohan. Dan baru kemarin dia mengetahui kalau Melly membencinya karena Zohan dari kakak kelas yang berada toilet. Dan sekarang dia bahkan sudah di datangi oleh Melly.
"apa yang kau pakai hah? kenapa semua cowo ganteng di sekolah ini mau sama lo hah? lo pake apa untuk menarik perhatian mereka hah? gue ga percaya kalau lo ga pake apa apa. muka polos lo ga bisa mengelabuhi gue. lo pake santet ya? sampe cowo gua jatuh cinta sama lo" katanya memegang kerah baju Seli
Semarah marahnya Melly sebenarnya lebih marah dirinya. Dia tidak terima diperlakukan seperti ini. Ditambah lagi, dia merasa tak melakukan apa apa kepada mereka. Dia juga tak memakai apa apa untuk menarik perhatian mereka. Sebenarnya dia sangat muak dengan semua ini. Dia capek diperlakukan seperti ini. Ingin rasanya dia memberontak. ingin rasanya menampar orang yang berada di depannya ini. tapi apa dayanya? dia tidak mungkin melakukan itu. Dari jumlah saja Ia sudah kalah banyak. apalagi kekuatan. tidak mungkin dia bisa menang adu otot dengan orang sebanyak itu. Selain itu dia sudah lemas sejak kemarin malam. wajahnya pucat. kepala sakit. Dia berpikir keras tadi malam sampai begadang dan tidak makan dari kemarin siang pulang sekolah untuk masalah ini. tapi tak ada solusi yang dia dapat ditambah lagi Diluar dugaan Melly mengetahuinya lebih cepat dari perkiraannya. tentu saja Itu terjadi karena Melly punya banyak anggota. jadi dia bisa dengan cepat mengetahui apa pun informasi yang ingin dia ketahui.
"jawab biadap!" bentak Melly menyiram wajahnya dengan air.
"kau tak punya pita suara untuk menjawab? hah?" bentak Melly lagi sambil menampar Seli dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya masih memegang kerah baju Seli
"jangan buat gue seperti berbicara pada batu! jawab cewek sialan!" bentak Melly menampar pipi satunya lagi
"cewe ini benar benar buat aku geram" kata Melly melepas sebelah tangannya yang sedari tadi masih mencengkram kerah baju Seli
setelah tangan Melly melepas cengkeramannya, seketika itu juga tubuh Seli roboh. tubuhnya terduduk di semen. Kaki nya tidak dapat lagi menopang tubuhnya yang terasa semakin melemah. wajahnya semakin pucat dan kepalanya pusing. Dia hanya bisa terduduk menunduk di semen.
rasa kasian dari geng itu sepertinya sudah lenyap sari muka bumi. Mereka bahkan melempari Seli yang terduduk dengan botol botol bekas dan sampah sampah. sungguh sangat menyedihkan kondisi Seli saat ini.
__ADS_1
"ini hukuman untukmu yang berani cari masalah denganku" kata Melly sambil membungkuk mencengkram dagu Seli dengan kuat. Tapi cengkeraman itu sudah tak terasa oleh Seli. tamparan yang keras tadi sudah membuat pipinya sakit dan berdenyut sehingga cengkeraman itu hanya seperti cengkraman biasa karena pipinya sudah terlalu sakit.
"ku harap kau tidak mencari masalah lagi denganku" kata Melly melepaskan cengkramannya dengan kasar. Melly and the genk pergi meninggalkan Seli yang masih terduduk dengan keadaan menyedihkan. sama sekali tak berdaya. Bahkan ingin menangis pun dia tidak bisa lagi.
ternyata cantik tidak selamanya menguntungkan. Seli yang cantik malah dibully di sekolah itu. Perlahan dia mencoba untuk berdiri. dengan sedikit tenaga tersisa dia memaksakan dirinya berjalan sambil sempoyongan menuju toilet. Dia mengunci toilet dari dalam kemudian menatap dirinya yang kacau balau di cermin toilet. Sangat menyedihkan keadaannya sekarang. Perlahan Ia mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya. membasahinya dan mulai melap pipinya. rasanya sakit dan perih saat tersentuh. Air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.
Bel masuk sudah berbunyi sejak 20 menit yang lalu. tepatnya saat Melly and the genk meninggalkannya di sudut sekolah. Dia tidak masuk kelas. Dia langsung bergegas menuju UKS. tadi dia sudah mengirim pesan ke Mira supaya guru yang masuk tau dimana dia berada.
Setelah membaringkan tubuhnya, dia langsung memejamkan matanya. Sebenarnya dia sangat ingin menangis. Tapi dia tau dia masih berada di sekolah dan dia tidak ingin siapa pun melihatnya menangis. Dia sangat lemas tak berdaya. kepalanya semakin pusing. Sampai kapan dia akan begini? Dia bahkan tidak bisa lagi memendamnya sendiri semua ini. terlalu capek harus menanggungnya sendiri.
Seli membuka kelopak matanya perlahan karena sadar ada yang meletakkan tangan di keningnya. pandangannya masih buram. Dia belum bisa melihat dengan jelas siapa itu. tapi yang pasti itu lelaki.
Guru yang masuk di kelas Abrian sedang cuti melahirkan dan Abrian memutuskan untuk ke ruang Osis tapi tidak sengaja dia masuk ke ruang uks karena pintunya terbuka. dan setelah dia membaca nama yang sedang sakit di buku uks, dia segera menjenguk Seli.
"kak Abrian?" batin Seli kemudian berusaha duduk.
"tidak. tidak apa apa. kamu tiduran saja." kata Abrian
"sejak kapan kamu sakit? sepertinya kemarin kamu tak seperti ini. kalau sakit kenapa kamu sekolah?" tanya Abrian yang duduk di kursi samping kasur Uks
__ADS_1
"apa masker itu buat sesak? mau kubukakan?" tanya Abrian dan langsung dibalas gelengan dari Seli.
"sepertinya kondisimu buruk sekali. mau kuantar pulang?"
Seli hanya mengangguk pelan. Dia masih lemas.
"baiklah. kebetulan wakilku bawa mobil. biar ku antar pakai mobil saja. lagi pula aku ga mau kondisimu semakin buruk" kata Abrian membantu Seli turun dari kasur uks. Dia merapikan kerah jaket yang Seli pakai. Dia masih memakai jaket untuk menutup luka di tangannya. Saat Seli berdiri dia seperti ingin jatuh. dan Abrian dengan cepat langsung menangkapnya.
"kamu sanggup berjalan?" tanyanya dan langsung dibalas anggukan dari Seli. tentu saja dia tidak ingin merepotkan Abrian. tapi berjalan beberapa langkah dia terlihat sempoyongan.
"maaf" kata Abrian yang kemudian langsung menggendongnya menuju parkiran.
"aku tak tega melihatmu seperti itu" kata abrian sambil berjalan menuju parkiran dengan menggendong Seli.
"lain kali kamu tak perlu memaksakan diri seperti itu. jangan paksakan sekolah jika sedang sakit dan jangan paksakan dirimu seakan kamu masih kuat tapi sebenatnya tidak. kamu terlalu tegar menghadapi semua ini sampai kamu tak tau kalau kamu sebenarnya sedang memaksakan dirimu untuk tegar" kata Abrian saat mereka sudah naik mobil.
Kata kata sederhana Abrian sukses membuat Seli merasa bersalah pada dirinya. Dia terlalu memaksa dirinya untuk tegar walau sebenarnya dia lelah. walau sebenarnya dia muak, walau sebenarnya dia sudah tak sanggup lagi menahan semua yang dialaminya. tapi dia memaksa dirinya terlalu keras.
Tanpa Ia sadari air matanya sudah mengalir. Dia menangis tanpa suara. Dia sudah berusaha terlalu jauh dan sudah tegar terlalu lama. Siapa pun bila diposisinya mungkin tidak akan tahan dengan semua perlakuan itu. Tapi dia tetap bersikeras untuk tegar. kurang tangguh apalagi wanita ini?
__ADS_1
Saat dia sadar dia menangis di depan Kak Abrian, dia segera menghapus air matanya. Sedangkan Abrian masih menatapnya. Abrian tak tau harus melakukan apa. wanita itu terlalu tertutup tentang masalahnya. Abrian tidak tau apa masalahnya yang pasti dia merasa kasian kepada Seli.