
Seperti biasa, Seli berjalan sendiri ke sekolah. Dia masih takut dengan pembullyan Melly and the genk. mereka tidak mungkin secepat itu mengetahui kalau Seli sudah pacaran dengan Abrian kan. Seli melihat kiri dan kanannya. Dia mencari keberadaan Melly and the genk. kira kira hari ini dimana dia ditunggu genk itu.
Saat Seli celengak celenguk, dia melihat Zohan berjalan dan dibrlakangnya terlihat Melly mengikutinya sambil mengatakan sesuatu atau bisa dibilang meyakinkan dan menjelaskan sesuatu. Tapi terlihat jelas Zohan seperti menghindarinya. Seli mengikuti kemana mereka berjalan.
"kenapa lo ga percaya sih? ini semua demi lo Zohan"
"bisa-bisanya lo ga menghargai gue"
"gue berjuang demi lo"
"kenapa lo terus menghindari gue sih?"
"YA BUKAN GINI CARANYA!" bentak Zohan sambil berbalik ke arah Melly. Seli yang juga sudah berada di dekat mereka ikut kaget.
"terus gimana? gimana caranya? apa cara gue salah?"
"sangat salah. lo memang udah gila" jawab Zohan hendak menampar Melly.
"tunggu!"
Zohan melihat ke sumber suara. beberapa langkag dari mereka terlihat Seli berdiri menghadap mereka.
"jangan sakiti kak Melly. bagaimana pun dia juga wanita. Dan ga ada wanita yang mau diperlakukan dengan kekerasan" jawab Seli
"gue harap lo nyesal pernah membully orang sebaik dia" kata Zohan pergi meninggalkan Melly kemudian berpapasan dengan Seli.
Zohan berhenti sejenak menatap Seli. lalu langsung beranjak pergi tanpa mengatakan apa pun. Seli melihat Melly yang terpaku di tempatnya kemudian perlahan mendekatinya
"Kak, Aku minta maaf untuk semuanya" Kata Seli menatap Melly. Tak ada salahnya meminta maaf walau bukan dia yang salah. Itulah yang dipikirkan Seli saat ini.
"bisa bisa lo minta maaf walau bukan lo yang salah" jawab Melly sinis kemudian pergi.
Seli hanya tersenyum kepada Melly sambil melihatnya berjalan pergi. Sebenarnya masih ada benci di hati Seli. permintaan maafnya tidak diterima ditambah lagi seharusnya Melly yang meminta maaf tapi dia tidak mendapatkan maaf apa pun dari mulut Melly seakan semua ini salah Seli. Tapi bagaimana pun, sesama wanita dia mengerti rasanya dibentak bentak seperti itu. itulah sebabnya dia meminta maaf terlebih dahulu. karena dia tidak ingin wanita lain mengalami apa yang dia alami. Semua rasa sakit ini biar dia yang tanggung sendiri.
"Sel"
Seli melihat ke orang yang merangkulnya.
"eh pagi kak"
"ngapain kamu berdiri disini masih bawa tas?"
"gapapa kak. mau ke kelas kok" jawab Seli melepas tangan Abrian yang merangkulnya.
"kenapa di lepas?" tanya Abrian melihat Seli jaga jarak.
"ini masih di sekolah harus jaga sopan santun. hahaha... eh bentar lagi bel masuk. aku duluan ya kak"
"eh, tunggu dulu"
"kenapa kak?"
"nanti pulang sekolah bareng ya" kata Abrian dan dibalas anggukan dari Seli sambil tersenyum manis padanya.
"aduh jantungku... kenapa dia manis sekali?"
"yan, itu pacar baru lo?" tanya Tomi
"yan!"
__ADS_1
"apaan lu Tom?"
"itu pacar baru lo?" yang ditanya hanya membalas dengan senyuman
"buset cakep bat dah. kenapa sih lo bisa dapat cewe cewe cantik terus. liat penampilan lo sih biasa aja"
"iri bilang bos hahaha"
"tapi semua mantan-mantan lo sih dia paling cantik dan paling baik. Gue juga sempat naksir sih pertama kali ngeliat dia" Kata Tomi dan langsung menerima tatapan tajam dari Abrian.
"ya yak ya sekarang ga lagi sih. gue udah punya gebetan" jawabnya dan dibalas acungan jempol dari Abrian.
lu beruntung banget men. Tapi gue kasian sih" kata Tomi lagi
"kasihan apa lu? sama siapa lu kasihan?"
"sama pacar baru lu"
"emangnya kenapa?"
"ya karena dia dapat pacar playboy lah hahaha"
"apaan lu. gue setia kok" jawab Abrian.
"okay gue simpen bacotan lu hahaha"
"eh, tapi kalo lo udah ga suka sama dia bakal gue ambil hahaha"
"halah lu juga banyak bacot. dari tadi bgebacot terus. emangnya gue percaya lo punya gebetan? emangnya gue percaya lo bakal nikung? bacot tuh semua. dari lahir aja lo jomblo. nembak cewe aja lo ga berani"
"cowo men cowo berani dong" kata Abrian lagi sambil menepuk nepuk pundak Tomi lalu mereka bergegas menuju kelas.
***
"haaaaahhhh akhirnya" kata Mira meregangkan tangannya
"eh lo ngapain? ibu masih di dalam"
"bodo amat dah. capek banget belajar matematika 3 les. jam terakhir pula.
"sampai sini saja pelajaran hari ini, jangan lupa keberdihan kelas sesuai jadwal. Selamat siang" kata guru matematika itu menutup pembelajaran hari ini
"siang buuuu" jawab siswa serentak
"yuk pulang."
"hmmm gue bareng kak abrian Mir. Tapi pulang bertiga juga gapapa sih"
"eh, lo jadian sama kak Abrian?" tanya Mira dan dibalas anggukan oleh Seli
"wah, selamat Sel. lo ga jomblo sejak lahir lagi"kata Mira
"bisa aja lo"jawab Seli tertawa
"gue duluan ya. eh tetangga gue udah nunggu lo depan kelas tuh" kata Mira berjalan keluar
"tetangga lo?" tanya Seli sambil melihat Ke depan kelas.
"kak Abrian?" kata Seli kemudian bangkit berdiri dari kursinya
__ADS_1
"jaga dia baik baik kak" kata Mira saat berpapasan dengan Abrian. kemudian pergi
"udah lama kak?" tanya Seli
"baru kok. kelas XII dan kelas X kan ga dekat haha"
"iya bener kak"
"ya udah yuk. kita pulang"
"ga ada urusan osis lagi yang mau diurus kak?"
"udah aman kok" kata Abrian berjalan. Seli hendak mensejajarkan langkahnya dengan Abrian tapi dia malah jalan perlahan saat Melihat Prilly dan Melly yang sedang berjalan bersama sambil tertawa.
"*Prilly kenapa sama kak Melly?"
"Kelihatannya mereka akrab"
"Prilly kenapa sih? bukannya kemaren dia benci banget sama kak Melly setelah dia tau kalau kak Melly yang membully gue?
"bahkan luka luka yang dikasih kak Melly belum sembuh total tapi dia malah pergi sama kak Melly?"
"pril sebenarnya lo di pihak siapa*?"
Abrian yang melihat Seli tidak ada di sampingnya berhenti dan berbalik. Seli yang masih berjalan pelan tanpa melihat ke depan dan malah menabrak Abrian yang berdiri menunggunya.
"aw... ma maaf kak"
"jalannya kenapa pelat banget sih?"
"gapapa kak" jawab Seli senyum
"habis dari sini mau makan dulu?"
"engga kak"
"mau beli sesuatu?"
"engga kak"
"atau mau ke suatu tempat? taman?"
Seli diam sejenak sebelum akhirnya menjawab.
"engga kak pulang aja"
"ya udah yuk aku antar"
sepeda motor Abrian melaju membelah jalanan kota. tak sepatah kata pun keluar dari mulut Abrian ataupun Seli. mereka hanya diam dan entah apa yang mereka pikirkan. sibuk dengan pikiran masing masing. tidak ada canda gurau seperti pasangan kekasih lainnya saat menaiki motor seperti ini.
Sorenya Seli ke taman Kota. Dia duduk di bangku biasa tempat dia duduk menatap lurus ke depan dan beberapa saat kemudian melihat tangannya yang tiap hari dia sembunyikan. lukanya memudar tapi bekasnya masih terlihat disana. Dia kembali memikirkan apa yang dia liat pulang sekolah tadi.
"*sebenarnya lo di pihak siapa Pril?"
"atau sejak awal lo di pihak kak Melly dan lo cuma jadi mata matanya kak Melly?"
"kenapa gue ngerasa lo ninggalin gue lagi?"
"kenapa gue ngerasa lo menghianati gue lagi?"
__ADS_1
"kalau memang sejak awal lo ada dipihak kak Melly, berarti semua respon lo itu cuma sandiwara?"
"tolong jangan buat gue jadi orang yang berpikir negatif kaya gini*"