Please Come Back

Please Come Back
~38~


__ADS_3

Rasanya baru kemarin Seli jadi siswi baru di SMA nya. Sekarang dia bahkan sudah kelas XI semester 1. Libur kenaikan kelasnya, Dia pulang ke rumah yang beda kota dengan sekolahnya itu. Menghabiskan liburannya disana. Seli juga mengajak mbak Citra ikut bersamanya. Dulunya memang mbak citra bekerja di rumah orang tuanya. Tapi karena Seli sekolah di beda kota, jadi mbak Citra ikut pindah dengannya. Dia tak ikut pulang karena dia ingin mengurus rumah. Katanya tak baik meninggalkan rumah tanpa penghuni.


Vito, sejak mengunjungi makam kakaknya dengan Seli waktu itu, belum berani menyatakan perasaannya. Mungkin jika dia menyatakan perasaannya, orang orang pasti kaget pria sedingin dia akhirnya menyatakan perasaannya. Dia menghabiskan liburnya di rumah. membaca buku, artikel dan semua yang berhubungan dengan penyataan perasaan. Dia belum punya keberanian menyatakannya. Dia ingin menyatakannya secara langsung. Bukan dari dunia maya.


Seli masuk ke kelasnya yang baru. Tak ada perubahan dengan teman temannya. Teman teman satu krlasnya masih sama tidk ada sistem acak. Jadi mereka akan menjadi rekan Seli selama 3 tahun dia SMA. Seli mendapati Mira sudah duduk di bangku ke dua dari depan.


"lo sebangku sama siapa Mir?"


"lo sama gue aja. Ga usah nyari teman yang lain"


"yang lain pada cari sebangku yang baru lho"


"udahlah. gapapa. Ga harus juga kan ganti teman sebangku" Seli mengangguk kemudian duduk di sebelah Mira.


"eh lo tau ga Mir, ka Abrian masih berharap sama lo"


"kenapa lo bilang gitu?"


"iya soalnya dia minta bantuan gue supaya lo balik lagi sama dia. Dia juga udah ga punya pacar sejak putus sama lo. Memang sih dia dekat dengan banyak cewek. Tapi dia nyesel banget ga memperjuangin lo waktu itu Sel. Dia bilang lo itu beda banget dari yang lain. Dia sayang sama lo Sel. Lo tau kan, lo cewek pertama yang dia ajak balikan. Artinya memang dia nyesel banget tuh Sel"


"terus lo sebenarnya dipihal siapa sih Mir? pihal gue atau tetangga lo itu? lo mau gue balikan sama dia?"


"ya engga sih Sel. Gue cuma mau cerita aja sama lo"


"gue ga bisa Mir. Ga mungkin lah gue balik lagi sama dia. Iya memang diawalnya susah ngeluapain tapi sekarang gue udah bisa ngelupain dia kok. Gue ga mungkin bertahan sama orang yang ga menghargai gue Sel. Sekali pun dia mungkin udah berubah, tapi gue masih trauma karena gimana pun dia masih orang yang sama Mir"


"Iya Sel. gue ngerti kok. Tapi gue cuma ngasih tau aja. Supaya lo tau."


"ya udah keluar yuk. hari pertama masuk sekolah masih bebas tau ga" Mira bangkit berdiri dari bangkunya.


"hah? serius?"


"iya. ya udah yuk" Mira menarik lengan Seli


"kita kemana?"


"ke kantin. Gue belum sarapan. karena telat bangun tadi. Semenjak libur gue telat bangun soalnya haha"


Mereka segera sampai di kantin. kantin tidak sepi juga tidak terlalu padat. Seli langsung mendatangi steling kantin hendak memasan makanan.

__ADS_1


"kita makan bakso ya"


"gue udah sarapan"


"Gue teraktir"


"bukan soal teraktir atau engganya Mir. Gue ga lap-"


"mang, bakso 2 ya"


"lo ga boleh nolak Sel. Udah gue pesan soalnya hehe. Lagipula masa gue sendiri yang makan lo cuma nontonin gue. Kan gue bisa risih"


"hah (menghela nafas) terserah lo dah"


"duduk disana aja yuk. Ada bangku kosong tuh" Mira kembali menarik tangan Seli.


Mereka duduk di bangku yang kosong itu menunggu bakso mereka datang.


"Seli"


Seli membalikkan badannya kemudian mendongak.


"astaga lo sekolah disini juga? kok gue ga tau?"


"baru pindah. Ini hari pertama gue masuk sekolah" Rendy duduk di samping Seli.


"wah. lo kok ga bilang bilang sih?"


"yah mau gimana lagi?" Seli kembali duduk


"ini teman lo?"


"iya. Namanya Mira. Mir, ini Rendy temen gue sejak SMP" Mira tersenyum kepada Rendy.


Percakapan mereka terhenti sejenak karena mamang kantin tiba dengan nampan berisi 2 mangkuk dan 1piring. 2 bakso dan 1 batagor.


"lo udah pesan Ren?"


"udah dong. batagor punya gue haha"

__ADS_1


"kebetulan baget Ren. Batagor disini enak banget tau ga"


"oh ya?" Rendy menyendok batgor miliknya


"betul yang lo bilang. ngomong ngomong lo kelas berapa?"


"XII MIPA 4" kali ini Seli yang menyendok baksonya setelah menjawab pertanyaan Rendy.


"tetanggaan dong. Gue MIPA 3"


"terus lo kenapa pindah kesini Ren?"


"sejak dulu lo memang ga peka sama perasaan gue Sel. Gue kesini demi bisa melihat lo lagi"


"yah gapapa sih. cari suasana baru haha"


"jangan jangan lo buat masalah di sekolah lama lo"


"ya enggalah. lo tau kan gue bukan orang yang suka bermasalah"


"haha iya juga sih. Tapi mana tau kan. Lo mungkin aja udah berubah kan Ren"


"gue ga akan berubah kok Sel"


"gue senang dengarnya haha"


"Eh Mir, maaf ya lo jadi dicuekin nih"


"gapapa gue ngerti kok. lo kan masih mau melepas rindu sama temen lama lo. Jadi santai lah gue ga merasa terasingkan kok"


Mereka semua tertawa tanpa mereka sadari Vito yang berdiri beberapa meter dari mereka sedang melihat mereka. Vito menghela nafas. Kenapa banyak sekali lelaki yang mendekati wanita itu? Vito segera berjalan ke arah mereka meletakkan sebotol air mineral di meja Seli lantas duduk di sebelahnya. Bakso mereka sudah habis. Rendy heran melihat Vito yang tiba tiba duduk di sebelah Seli tanpa izin. Dia ga tau apa Rendy teman Seli sejak SMP. Tapi Vito hanya bodoh amat.


"Darimana lo?" tanya Seli melihat Vito disampingnya sambil mengelap mulutnya.


"Dari kelas" Jawab Vito singkat sambil meraih botol air mineral tadi kemudian membukanya dan memberikannya pada Seli. Seli menerimanya dan langsung meneguknya kemudian mengembalikannya ke Vito supaya botolnya ditutup kembali


Mira di depan Seli terkekeh pelan sambil menutup mulutnya melihat tiga orang dihadapnya. Apakah akan ada cinta segitiga? lucu sekali melihat dua lelaki itu terlihat seakan rebutan. Itu kentara sekali. Lihatlah dua lelaki itu memilih duduk di samping Seli padahal di samping kiri dan kanan Mira kosong melompong. Ingin rasanya Mira tertawa sekencang kencangnya tapi dia tidak ingin membuat seluruh kantin melihatnya.


Vito berpikir bahwa dia harus segera mengungkapkan semuanya sebelum lelaki ntah siapa namanya dan asalnya itu mendahuluinya. Lagi pula dia terlihat sangat akrab dengan Seli. Atau jangan jangan itu pacar baru seli? Tidak tidak itu tidak mungkin.

__ADS_1


Sedangkan Rendy mencuri curi pandangan dengan Vito yang diam di sebelah Seli dengan ekspresi datar. Bagaimana jika dia pacar Seli? Apa perjuangan Rendy sampai pindah sekolah harus terhenti? Tapi kenapa ekspresinya sangat datar melihat Seli akrab dengan Pria lain? Tapi tadi dia membawakan Seli minum bahkan membukakannya. Seharusnya jika tidak ada hubungan apa apa Seli tidak menerima Minuman itu kan?


__ADS_2