Please Come Back

Please Come Back
~28~


__ADS_3

Tak terasa sekarang sudah memasuki semester dua. Dan sebentar lagi pemilihan osis. Abrian sangat sibuk mengurus semuanya. Entahlah dia mengurus apa. Setidaknya itu lah yang dia sampaikan pada Seli. dia tidak bisa mengantar Seli pulang karena sibuk mengurus pemilihan. Dan Seli tentu saja bisa nerima itu. Itu urusan sekolah.


"kak Abrian masih sibuk" Tanya Mira yang dibalas anggukan dari Seli. Mereka berdua sudah di atas angkot saat ini


"emangnya ngurusin apaan sih?"


"ya mana gue tau Mir. gue kan bukan bagian dari osis" Seli menatap jengkel


"iya jangan marah dong. eh terus terus hubungan lo sama kak Abrian gimana?"


"lho kok lo tiba tiba nanya hubungan gue sama kak Abrian sih? karena kami ga pulang bareng bukan berarti ada apa apa dong"


"yah. nanya aja sih. Dasar betina sensitif amat" Mira mendengus


"emangnya lo apa? jantan lo?"


"betina juga sih hahaha. Terus kak Abrian masih sering ngabarin elo ga?"


"mmm ga sesering dulu sih. beberapa hari terakhir dia agak jarang ngasih kabar"


"lo ga curiga?"


"apa yang harua gue curigain Mir?"


"lo ga takut dia bermain di belakang lo?"


"maksud lo apa sih? ngubah suasana aja"


"aduh Sel, lo sebagai cewek seharusnya curigalah. Curiga itu sifat cewek Sel."


"terus harus curiga gimana sel?"


"aduh susah ya ngomong sama orang yabg baru pertama kali pacaran"


"begini sel. Dia beberapa hari terakhir ga ngasih kabar sama lo terus beberapa hari terakhir juga dia ga pulang bareng lo. Lo ga curiga? jangan jangan dia selingkuh Sel"


"astaga lo apaan sih ngomong gitu"


"curiga itu wajar sel"


"yah kalau dia memang selingkuh, ya ga mungkin lah dia pertahanin hubungan kaki yang pernah jatuh ketitik terbawah"


"astaga sel ternyata pengetahuan lo tentang suatu hubungan itu masih dasar banget ya"


"maksud lo?"


"namanya juga selingkuh sel. Ya dia pertahanin elo sambil ngejar cewe lain lah. Dia ga cukup satu wanita sel. kalo dia mutusin lo terus jadian sama yang lain kan bukan selingkuh namanya sel. Astaga... gue tau lo polos tapi gue baru tau lo sepolos ini sel."

__ADS_1


"lagian ya sel, dia ga ngasih kabar kan baru beberapa hari lalu. Sedangkan masalah lo dengan dia itu lama sebelum hari ini sel"


"udah lah mir. mikir positif aja"


"lo tukaran akun ga sama dia?"


"engga"


"lo pernah ga cek isi hp nya?"


"engga. pegang juga ga pernah"


"duh Sel kan gue makin curiga nih. Ditambah lagi dia kan playboy sel..."


"apaan sih Mir jangan negatif thingking mulu deh"


"gue sebagai orang yang sudah berpengalaman lagi ngasih nasihat buat lo Mir. Astaga..."


"beda ngasih nasihat beda negatif thingking Mir"


"astaga gue kehabisan kata kata deh. ngomong sama lo"


"emangnya kenapa lo securiga itu sih?"


"insting gue tajam Sel. Zodiak gue pisces. Zodiak dengan insting tertajam"


"tapi naluri gue itu biasanya sembilan puluh delapan persen benar Sel"


"oh my God pede amat lo"


"duh dibilangin ga percaya. serah lo dah. jangan sampai nyesel lo"


"iya deh. Gue duluan ya" Seli melambai dan turun dari angkot.


Sesampainya di rumah sebenarnya Seli sedikit memikirkan perkataan Mira. Tapi dia segera menepiskan pikiran pikiran negatif itu saat melihat kota kado yang beberapa minggu lalu dia terima. Kotak kado serba ungu itu. mulai dari kota hingga isi isi nya semuanya ungu. Waktu itu dia berpikir itu memang dari kakak nya tapi setelah bertanya, kakak nya memang ingin memberi hadiah. Tapi bukan itu. Kakaknya memberi kalung. lagi lagi dia tidak peduli dengan kafo yang dia terima. Entahlah itu dari siapa yang penting itu tidak berbahaya atau pun mengganggunya.


Ponsel Seli berbunyi. Ada pesan masuk. Itu dari Abrian. Dia memberi kabar untuk Seli setelah 2 hari tanpa kabar. Pesan dari seli juga hanya dibaca 2 hari terakhir. Seli tersenyum melihat pesan dari Abrian. Dia segera membalasnya. walau Abrian lama membalas pesannya, tapi setidaknya dia sudah memberi kabar. Hampir saja dia berpikir negatif. Percakapannya dengan Mira tadi sedikit mempengaruhi. Tapi sekarang dia kembali positif thingking. Abrian sudah mengabari dia dan sepertinya apa pun yang Mira bilang kepada nya tadi tidak akan pernah terjadi.


Ponsel Seli kembali berbunyi. Dia pikir itu balasan dari Abrian. ternyata itu pesan dari Seli. Dia mengirimkan sebuah foto.


Sel coba lo liat deh


^^^^^^ apaan sih mir?^^^^^^


itu Vito lagi bertengkar


^^^terus apa hubungannya sama gue mir?^^^

__ADS_1


Lo ga percaya kan kalo niat Vito sebenarnya baik?


^^^ya engga lah. Lo aja tuh mentang mentang suka sama dia malah dibelain^^^


Gue ga suka dia mir. Gue kagum aja sama dia. dia selalu ngelindungi cewek. Ga kebayang deh kalau dia punya pacar. Pasti dia sayaaaaaang banget sama pacarnya


^^^... jangan halu mulu mir...^^^


ga halu Sel


^^^lo ga usah terlalu percaya deh. Dia mah tampang doang ganteng tapi brandal^^^


Astaga sel lo sejak kapan jadi negatif thingking gini sih?


^^^ini bukan negatif thingking mir. emang kenyataannya gitu kok.^^^


^^^^^^ suka berantam sama kekerasan gitu, gimana mau gue percaya? jangan jangan cewek cewek juga dikerasin tuh.^^^^^^


Aduh Sel. Stop dong negatif thingking lo. lo bahkan ga mau tau sisi baiknya?


^^^emangnya dia punya sisi baik?^^^


astaga sel. lo asli dah sadis beut.


^^^maaf maaf gue kesel banget soalnya^^^


gue jelasin nih. Dari foto lo bisa liat kan. Dia itu sebenarnya ngelindungi cewek yang dibelakangnya itu sel. Cewe itu baru digodain preman


^^^lo tau darimana? lo di lokasi kejadian?^^^


engga sih


^^^ya elah terus lo tau darimana?^^^


gue yakin bat Sel. Gue kan punya insting kuat


^^^astaga insting dibangga banggain. lo bilang kan insting lo tepat 98 persen. gimana kalo ternyata kali ini insting lo yang dua persennya?^^^


gue ga ngerti deh sama lo. Kak Abrian dibela belain. posistif mulu. Giliran Vito lo jelek jelekin. negatif mulu. lo kenapa sih?


^^^ya beda dong say. Kak Abrian itu pacar aku dan Vito, temen mungkin.^^^


terserah lo dah. Kepala besi mah gitu.


Setelah berkiriman pesan dengan Mira, Seli merasa agak bersalah. Bagaimana mungkin dia menilai buruk seseorang sampai segitunya? lagipula itu Vito. Vito yang dulu pernah membantu dia dan mengizinkan dia tinggal di rumahnya hanya untuk menutupi kekerasan dari Melly and the gank. Seli bahkan sempat berpikir, apakah dia keterlaluan? atau memang dia yang terlalu menilai Vito buruk sampai lupa kalau dia pernah membantunya?


Seli menghela nafasnya. seharusnya dia tidak seperti itu. Dia keterlaluan. Dia biasanya positif thingking terhadap apa pun. Tapi apa salahnya menilai orang lain?

__ADS_1


__ADS_2