
hari berganti hari bulan berganti bulan dengan sangat cepat. Terus berjalan tanpa menunggu siapa pun. Sudah sebulan sejak Seli dan Abrian putus. Seli sudah mulai bisa melupakan Abrian. Dia sudah kembali ceria seperti semula. Tidak sering menangis lagi seperti sebulan lalu. Vito juga sudah banyak berubah. Dia sudah tidak terlalu cuek seperti dahulu. Tapi hanya kepada Seli seorang. mungkin dia terikat peraturan yang dibuat Seli dalam pertemanannya. Atau mungkin karena memang Seli teman satu satunya? Sedangkan Abrian? Entahlah apa yang dia lakukan selama 1 bulan terakhir. Yang pasti menurut pengamatan Seli, dia dekat dengan banyak wanita tetapi Seli tidak tau apakah dia sudah punya penggantinya atau belum. Dia bahkan sudah mulai tidak peduli dengan Abrian lagi.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Vito segera keluar dan lansung menuju ke kandin dekat kelas Seli. Jarak kelas mereka hanya dipisahkan 4 kelas. Hanya beberapa menit saja untuk sampai ke kantin. Vito melihat ke dalam kelas Seli dari jendela jendela ruang kelas Seli. Tak ada Seli disana hanya beberapa orang yang sedang piket saja yang terlihat masih di dalam ruangan. Vito segera melangkah menuju kantin karena biasanya Mereka bertemu disana. Jarak Kelas Seli dengan kantin hanya beberapa meter saja.
Vito sudah sampai di kantin. Disana memang ada Seli. Dia sedang duduk disana. Vito mrlangkah mendekatinya. baru beberapa langkah, Dia segera berhenti. Dia melihat seseorang datang dan duduk di samping Seli. Vito menatap sejenak. Seli sama sekali tidak menyadarinya sudah berdiri beberapa meter darinya. Melihat Seli yang sepertinya tidak terganggu dengan kedatangan orang itu, Vito akhirnya pergi dari kantin meninggalkan mereka berbicara disana.
Seli melihat ke arah samping. Tadinya dia kira itu Vito ternyata bukan. Entah mau apa orang ini disini. Dan kenapa pula Vito lama sekali datang? Seli tak tau kalau Vito baru saja pergi.
"Selamat siang kak"
"kamu kenapa belum pulang?"
"masih nunggu teman kak."
"oooh" mereka lengang sejenak.
"Sel, ada yang mau aku bicarakan sama kamu"
"tentang apa kak?"
"aku mau kita mengulang semuanya dari awal lagi"
"maksud kakak?"
"aku mau kita kaya dulu lagi sel?"
"balikan?" Abrian menanggapi dengan mengangguk. Seli diam sejenak. Tak tau harus mengatakan apa.
"kamu tau sel, sebulan terakhir aku dekat dengan banyak wanita tapi tak ada yang seperti kamu. Bahkan mantan mantaku pun tak ada yang seperti kamu Sel. Kamu berbeda. Aku tau aku memang playboy kaya kata orang orang tapi baru kali ini aku benar benar sayang sama orang lain sel. Aku benar benar sayang sama kamu Sel. Aku nyesal sel"
Seli masih belum menjawab apa pun. Apa Abrian sungguh sungguh? bagaimana jika tidak? tapi bagaimana jika memang betul yang dikatakannya?
__ADS_1
"kamu mau nerima aku kembali kan sel. Aku janji ga akan mengulang itu semua lagi. Percaya samaku Sel. Aku benar benar menyesal. Aku benar benar sayang sama kamu Sel."
"Aku belum pernah minta balikan sama mantanku Sel. Biasanya setelah putus aku langsung cari yang lain. Tapi setelah putus dari kamu, aku merasa kehilangan sekali sel. Aku merasa hidupku semakin kosong."
"Aku mohon Sel. sekali ini saja. Aku akan memperbaiki semuanya. Aku janji. Aku ga akan mengulang kesalahan kesalahan yang pernah aku buat. Aku belum pernah sesayang ini sel. aku mohon terima aku kembali Sel"
Setelah lama diam akhirnya Seli menjawab Abrian. Semuanya harus pasti pasti. Dia tidak inhin menggantung siapa pun
"maaf kak sepertinya aku ga bisa"
"tapi sel? kamu yakin? Kali ini aku serius sel. Aku memang benar benar sayang sama kamu."
"maaf kak tapi aku ga bisa lagi" Seli bangkit berdiri
"aku duluan kak Selamag siang" Seli sedikit membungkuk hormat kepada Abrian yang masih duduk di posisinya. Dia tidak mencegah Seli sama sekali. Seli segera pergi meninggalkan Abrian di kantin. Abrian terlihat mengacak acak rambutnya. Sepertinya dia sangat menyesal pernah menyia nyiakan Seli yang setia padanya. Abrian terlihat sangat sedih dia masih merenung di bangku kantin.
Seli terlihat mondar mandir. Bagaimana tidak? Vito masih belum datang padahal sekolah sudah sepi. Dia menelfon Vito tapi ponselnya tidak aktif. Seli mendengus kesal sambil berjalan menuju gerbang dia akan pulang sendiri saja. Mungkin Vito lupa padanya.
Tapi tetap saja hasilnya nihil. Vito tidak ada di taman. Seli sudah putar putar taman mencari Vito tapi tetap saja tidak menemukannya dimana pun. Seli duduk sejenak. Bagaimana jika dia mencarinya di klub nya? mungkin saja dia sudah ke tempat latihan kan? Seli segera berdiri dan lanhsung menuju ke tempat latihan Vito
Seli pulang ke rumah dengan kecewa. Di tempat latihannya juga tidak ada kata pelatihnya. lalu dimana anak itu? kenapa tiba tiba hilang begini? apa dia diculik? tidak mungkinlah. Siapa pula yang berani menculiknya? lagi pula dia petarung yang hebat dia pasti bisa menjaga diri. Bukannya sewaktu mereka tabrakan, Seli melihat dia menghabisi beberapa preman? Seli bingung campur khawatir. Dia kembali menelfon Vito. kali ini telfonnya masuk tapi tak diangkat. Seli kembali menelfon. Telfonnya ditolak. Seli mendengus kesal kemudian kembali menelfon. kalau kali ini Vito masih tidak mengangkatnya, dia akan memutuskan pertemanannya.
"halo"
"lo darimana aja sih? ditelfon telfon ga aktif. Giliran aktif malah ga diangkat. pulang duluan ninggalin gue lagi. Lo tau ga sih gue udah nyari nyari lo ke taman bahkan ke klub lo. Gue sempat berpikir lo hilang diculik tau ga sih"
"lo kenapa tiba tiba marah marah sih?"
"ya iyalah. lo ninggalin gue soalnya. malah ga ada kabar lagi. kalau lo bilang kan gue tau"
"gue dari tadi di rumah"
__ADS_1
"astaga gue kira lo kenapa napa. Terus, kenapa lo ninggalin gue? astaga gue pulang sendiri tau ga sih. Sekolah juga udah sepi banget."
"lo kan udah punya pacar. ga butuh gue lagi lah"
"apaan sih maksud lo gue ga ngerti"
"tadi kan lo bareng Abrian"
"kami kan udah putus"
"terua lo ngapain bareng dia? kalian balikan kan"
"haha ya enggalah. Masa gue balikan sama dia? jangan jangan lo ngeliat gue sama kak Abrian di kantin"
"memang iya"
"duh. lo udah salah paham nih. iya dia memang ngajak balikan tapi gue ga mau"
"oh baguslah"
"baguslah apanya?"
"ya...ya baguslah. baguslah lo ga akan di selingkuhi lagi"
"oh. Ya udah gue tutup nih. Tapi ingat lo masih punya utang sama gue"
"utang apaan?"
"lo berhutang karena udah ninggalin gue sendiri di sekolah"
"iya iya"
__ADS_1
"okay bye"