Please Come Back

Please Come Back
~25~


__ADS_3

Ketukan pintu kamar Seli sudah terdengar sejak 30 detik lalu. Mbak Citra memanggil manggil Seli tapi malas sekali rasanya Seli menanggapinya.


"Sel, dicaiin tuh"


"bilang aja aku ga di rumah mbak"


"ga mungkin Sel. ini udah sore ga mungkin kamu masih di luar"


"buat alasan lain kek apa gitu mbak"


"tapi Abrian udah lama nunggu Sel"


"bodo amat"


"ga boleh gitu dong Sel. kasihan"


"Seli malas mbak ketemu sama dia"


"Sebentar aja Sel. Ga mungkin diusir juga kan. Ga sopan. Apalagi dia udah datang ke rumah. hargai dong Sel"


"iya iya aku keluar sekarang" terdengar suara Seli yang kesal.


Dia segera membuka kunci kamarnya dan berjalan ke luar. Di teras Abrian sudah duduk menunggunya. Sudah beberapa kali Mbak citra mengajaknya masuk tapi dia menolak dan memilih menunggu di luar. Seli sampai di teras dan duduk di bangku teras dekat Abrian. Tidak mengekuarkan sepatah kata apa pun. entah itu bertanya mengapa Abrian datang


"Aku tau kamu masih marah."


Abrian menyodorkan sebuah bunga mawar kepada Seli


"Aku tau kamu besok ulang tahun yang ke 17 tapi aku ga bisa bertemu kamu besok"


"kamu ga bertanya kemana aku besok Sel?"


"baiklah walau kamu ga bertanya aku akan tetap bilang


"aku olimpiade besok. Dan malam ini aku akan berangkat"


"sepertinya ini olimpiade terakhirku saat SMA. sebentar lagi semester dua dan ga lama lagi aku tamat. Aku harap sebelum aku tamat kamu bisa nerima maaf ku."


"Selamat ulang tahun Sel" Abrian bangkit berdiri


"selamat olimpiade kak. Semangat" kata pertama yang keluar dari mulut Seli sejak diam sedari tadi. Dia mengucapkannya tanpa melihat Abrian sedikit pun.


"terima kasih Sel. Itu udah lebih dari cukup untuk ku. Aku pamit pulang"


Seli hanya memandang punggung Abrian yang kini sedang berjalan di halaman rumahnya. Abrian naik ke motor nya kemudian melihat Seli yang masih duduk di bangku teras kemudian tersenyum lalu pergi. Seli hanya melihat motor Abrian yang berjalan perlahan meninggalkan rumahnya.


***


keesokannya di sekolah, Seli mendapatkan banyak sekali ucapan selamat ulang tahun dari teman teman satu kelas mau pun luar kelasnya. Mereka terluhat sangat bahagia. terutama Seli. Akhirnya umurnya genap 17 tahun. Hanya ucapan selamat ulang tahun dari satu orang yang tidak dia terima. Vito.


Sedangkan Vito sudah beberapa kali hendak menelfon Seli. Tapi dia selalu mengurungkan niatnya. Dia juga hendak mengirim pesan tapi selalu saja gagal.

__ADS_1


"HBD"


"Mat ultah"


"Selamat ulang tahun"


"Sel, selamat ulang tahun. gu-" lagi lagi pesan itu dihapus dan Vito tidak mengirimkan sepatah kata pun ke Seli. Dia melempar ponselnya di sebelahnya dan merebahkan badannya di kasur empuk miliknya.


Seli sudah sampai di rumah. Memang tidak ada perayaan ulang tahun tapi mbak citra sudah mempersiapkan makanan kesukaan Seli lengkap dengan Kue ulang tahunnya.


"bukannya ga ada acara ulang tahun mbak?"


"memang ga ada Sel. Tapi ini sweet seventeen Sel. harus beda sama ulang tahun yang udah lalu. ini spesial"


"dreeett dreettt"


"hp kamu getar tuh sel"


Seli segera mengangkat telfon yang masuk ke ponselnya


"halo ma"


"halo sel. Selamat ulang tahun sayang"


"makasih ma"


"maaf ya sayang mama ga bisa ucapin langsung. Tapi mama udah siapin kadonya kok. Mudah mudahan kamu suka. Oh iya tadi papa nitip salam. Sebenarnya sih mama sama papa lagi rapat tapi mama menyempatkan sedikit waktu untuk menghubungi kamu. mama ga mau kamu kecewa di sweet seventeenmu ga ada ucapan dari orang tua"


"iya ma. Seli ngerti kok"


"iya ma makasih. bye..."


"Oh iya nyonya memang udah nyiapin Kado Sel. Itu" Mbak Citra menunjuk kotak berwarna pink.


"isinya apaan mbak?"


"mana mbak tau sel. kan itu kado kamu ga mungkin mbak buka lah"


"iya sih." kata Seli membuka kotak pink kecil itu.


"loh ini apaan?"


"hah? jangan jangan mama udah pesan satu restoran untuk dinner. Tapi kenapa kertas nya ada 2? mbak citra ikut?"


"haha engga lah Sel. Itu untuk kamu dan seseorang."


"seseorang?"


"kado yang spesial."


"ding dong" Bel rumah seli berbunyi

__ADS_1


"tuh udah datang"


"siapa?" Seli berlari membuka pintu. Dia bingung kado spesial apa yang datang itu.


Dia membuka pintu dengan cepat dan seorang laki laki ada di hadapannya. Seli kaget sampai membatu di posisinya. Dia teramat mengenal orang itu. Dan pria itu sangat dia sayangi. begitu pula sebaliknya


"kejutan" Suara ramah pria itu sambil tertawa. Seli sangat bahagia kemudian langsung memeluk Pria itu dan dibalas pelukan hangat dari pria itu


"wah, adik gue udah remaja nih. ga boleh manja manja lagi lho"


"ih apaan sih" Seli melepas pelukannya. Dia sangat rindu pada saudara laki lakinya itu. Pria itu setengah berjongkok yang menandakan akan menggendong Seli di punggungnya. Sama seperti kelakuan mereka sewaktu kecil. Seli yang sudah mengerti langsung naik ke punggung kakak nya


"eh ngomong ngomong kita kaya anak kecil tau ga"


"bodo amat" Seli langsung melingkarkan tangannya di leher kakak nya dan menyandarkan kepalanya di samping kepala kakak nya.


"hahaha meluncur...."


mereka terlihat sangat bahagia. Sejak kecil mereka selalu akur dan semesra itu. umur mereka hanya berjarak 3 tahun.Dia Pria yang paling Seli sayangi.


"eh ngomong ngomong dinnernya bareng kak Hans?" tanya Seli turun dari punggung kakak nya


"iya dong" jawab Hans tersenyum merangkul Seli.


"kakak ga capek?"


"engga dong. lagi pula gue ga bisa lama lama Sel"


"emangnya lo mau kemana kak? jangan bilang lo pulang malam ini"


"engga dong. gue pulangnya besok pagi"


"secepat itu?" tanya Seli kecewa


"maaf ya Sel. nanti kalau gue libur, gue bakal bawa lo kemana pun lo mau. Sekarang gue memang benar benar sibuk"


Seli hanya membalasnya dengan mengangguk kecewa. Beberapa menit lalu dia bahagia akhirnya bisa bertemu dengan kakak laki lakinya yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu. Tapi ternyata pertemuannya tidak lama.


"jangan kecewa gitu dong lo kan udah 17 tahun nih haha"


"engga kok. Ya udah istirahat dulu entar malam kan kita pergi"


"Siap bos" jawab Hans sambil meletakkan tangan di pelipis tanda hormat. kemudian pergi meninggalkan Seli.


"oh iya mbak, itu kotak ungu dari siapa?"


"ga tau sih Sel. Yang pasti kata kurirnya dari seorang pri. Dan kayanya pria itu pria spesial. setidaknya gitulah kata kurirnya"


"seorang laki laki? kak Hans? tapi kenapa dia ga bilang apa apa. Tapi dari siapa lagi jika bukan dari kak Hans? bukannya cuma kak hans yang tau warna kesukaanku ungu?"


Seli Membuka bungkus Kadonya dan terlihat boneka berwarna ungu muda dan setangkai mawar ungu. sangat sulit sekali mencari mawar berwarna ungu.

__ADS_1


"apa dari kak abrian? tapi dia sudah memberika mawar merah kemarin sore." Seli sama sekali tak tau itu dari siapa. Dia juga berniat menanyakan kakak nya nanti malam. Mana tau kado itu memang dari Hans.


Seli sama sekali tidak mengerti arti bunga mawar ungu itu. Padahal ada Makna dibaliknya. Bunga mawar ungu melambangkan "cinta yang mendalam"


__ADS_2