
"kamu udah lama nunggu?" kata Abrian menutup ruang osis.
"10 menit kak" jawab Seli sambil menggeleng. Dia sedang duduk di bangku depan ruang osis. Abrian yang baru keluar dan duduk di sebelahnya. Suasananya lengang sejenak. Tidak seperti biasanya Abrian langsung membuka percakapan, bercanda, tertawa, suasana yang hangat. Tapi saat ini suasananya tak sehangat biasanya. Seli yang bingung, memutuskan membuka percakapan terlebih dahulu
"kita nunggu siapa kak? kenapa ga langsung pulang? sekolah juga udah sepi"
"aku mau nanya sesuatu sama kamu" Abrian terlihat serius
"tentang apa?" tanya Seli masih bingung
"kemarin kamu pulang sama siapa?"
"aku pulang bareng kak Mario"
"Dia siapa kamu?"
"Dia sepupu aku"
"benar sepupu?"
"suasana nya kok jadi kaya gini ya kak?"
"Jawab!"
"iya dia sepupu aku kak. lagi pula kenapa kakak menatap aku tajam gitu? kamu marah sama aku?"
"perasaan percakapan kita ga seasik kemarin. setiap kata yang keluar selalu mengasikkan. tanggapan yang asik juga. Percakapan kalian asik banget ya kemarin. kamu yakin dia cuma sepupu?"
Seli terdiam sejenak menghela nafas, berpikir ada apa dengan Abrian yang tiba tiba bersikap aneh apanya. Jelas jelas Abrian cemburu pada Mario.
"Jawab Seli!"
"iya kak."
"kamu ga berbohong kan sama aku?"
" engga kak. kenapa? kakak cemburu? Dia saudara ku kak. kenapa kakak jadi kaya gini?" jawab Seli berdiri. Dari ucapannya terlihat sekali dia kesal diperlakukan seperti itu
__ADS_1
"atau jangan jangan kakak merasa aku Selingkuh?"
"Cuma orang yang pernah selingkuh yang punya pemikiran curiga sama pasangannya. takut dia selingkuh juga"
"maksud kamu apa? maksud kamu aku selingkuh? iya?" tanya Abrian mulai meninggikan suara nya dan bangkit berdiri.
"enggak kak" jawab Seli menggeleng sambil mendongak. "Aku cuma mau kakak percaya sama aku"
"aku percaya sama kamu" tatapan yang tajam.
"lalu, kenapa kakak curiga sama aku?"
"aku sayang sama kamu Sel. Aku takut kamu selingkuh dari aku"
"itu artinya kakak ga percaya sama aku. Kakak cemburu sama sepupu ku sendiri."
"aku ga suka liat kamu sama cowo lain"
"Dia saudaraku"
"BAHKAN DIA! AKU GA SUKA LIAT KAMU SAMA DIA WALAU DIA SAUDARA KAMU. AKU GA SUKA!!!" Abrian meneriaki Seli sambil meninju pintu ruang osis
Seli masih mendongak. menatap Abrian sambil berkaca kaca. Dia tidak punya maksud apa pun. Dia juga tidak selingkuh. Sebelum air matanya mengalir dia segera menurunkan pandangannya menatap lurus.
"Maaf kak. ini kali pertama aku punya pacar. mungkin aku ga tau harus bersikap seperti apa atau harus melakukan apa. menanggapi pacar seperti apa. menenangkan pacar seperti apa. Tapi sesuatu yang pasti, aku tau kakak ga percaya padaku. kakak curiga padaku. Dan kata kata kakak barusan aku ga tau harus merasa seperti apa. tapi yang pasti aku benci dibentak seperti itu. Aku juga ga tau sejak kapan ada peraturan tidak bisa dekat dengan sepupu sendiri dalam hubungan kita" jawab Seli pelan kemudian mengambil tas nya yang masih berada di bangku. Dia segera pergi meninggalkan Abrian sambil menahan air matanya agar tidak menetes. Abrian sadar. Seharusnya dia tidak membentak Seli seperti itu.
"Sel, Sel maafin aku Sel."
"aku ga bermaksud seperti itu"
"Sel, jangan seperti ini sel"
"aku bisa jelasin"
"Sel maafin aku"
"aku sayang sama kamu"
__ADS_1
kata abrian sambil mengejar Seli yang mempercepat langkahnya. Matanya tak sanggup menahan air matanya. Air matanya pun mengalir sembari dia berjalan dengan cepat. Seli sudah sampai di luar gerbang sekolah.
"Sel kamu mau kemana?"
"aku antar kamu pulang sel"
"sel" Abrian meraih tangan Seli tapi seli langsung menepis tangannya. Tidak ada yang bisa menghalanginya pergi.
"Sel, aku mohon sel"
"aku minta maaf"
"aku sayang sama kamu sel"
"jangan seperti ini sel"
"aku tau aku salah"
Seli terus berjalan sambil mengusap air matanya. Sebentar lagi dia akan sampai di simpang sekolah. Dari kejauhan Seli sudah melihat angkot lewat. dengan cepat dia melambaikan tangannya dan secepat mungkin dia naik ke angkot tersebut.
Abrian terlihat berhenti di simpang sekolah. Dia tidak bisa melakukan apa apa. Dia juga tidak mungkin mengejar angkot yang Seli naiki. Dia hanya berdiri dengan segala penyesalan sambil melihat angkot yang Seli naiki pergi meninggalkan simpang sekolah.
Seli tidak langsung pulang. Dia singgah di taman Kota. Hari ini Vito tidak disana. kalau pun dia disana, Seli bisa langsung pergi meninggalkannya tanpa harus mengeluarkan sepatah kata pun padanya. itu cara menghindar terbaik.
Seli menatap lurus kedepan. Sudah mulai sore. cahaya matahari menerpa wajahnya dengan lembut. apakah dia akan menghindari Abrian juga sama seperti Vito? Tapi bagaimana pun hubungan mereka belum berakhir. Dia sangat bingung dengan semua ini.
Dia bahkan tak tau harus melakukan apa sekarang. Abrian membentaknya, meneriakinya bahkan menuduhnya selingkuh dan melarangnya dekat dengan sepupunya sendiri. padahal Seli sudah mengatakan yang sejujurnya. Tapi Abrian memilih tidak percaya padanya. Entah kenapa dia berpikir seperti itu pada Seli yang tak tau apa apa.
Abrian beberapa kali menelfon Seli. bukan hanya menelfon dia juga mengirim pesan pada Seli. Tapi semua yang dilakukan Abrian, Tidak dipedulikan oleh Seli. Dia bahkan memati dayakan ponselnya. Tidak ada yang boleh mengganggu ketenangannya.
Vito lewat dan mendatangi bangku Seli. Dia hendak bertanya kabar Seli dan ingin menceritakan kesalah pahaman beberapa waktu lalu. Tepat saat Vito duduk di ujung bangku yang Seli tempati, Seli langsung bergegas pergi meninggalkan Vito. Vito hendak mencegahnya tetapi Seli sudah keburu jauh.
Sesaat setelah Seli pergi, Abrian sampai di taman dan mencarinya. Abrian berjalan cepat ke bangku biasa Seli tempati. Tapi hanya ada Vito disana tidak ada Seli sama sekali. Dari apa yang dilihat Vito, sepertinya dia mengerti apa yang terjadi pada mereka saat ini.
"lo liat Seli?" tanya Abrian dan langsung dibalas gelengan pelan dari Vito. Vito memang tak tau apa masalah mereka tapi yang pasti Vito yakin Seli tidak ingin diganggu siapa pun termasuk Abrian. Dia pasti sedang berusaha menghindar dari Abrian.
"kalau lo liat dia, kabari gua" Kata Abrian yang tidak dibalas respon apa pun dari Vito.
__ADS_1
"kalau terjadi sesuatu pada seli, lo akan berhubingan sama gue. Siapa pun tidak berhak mengganggu atau pun melakukan kekerasan padanya"