
Gue kenal seorang wanita yang sifatnya mirip kaya lo. Dia cantik dan baik. Dia orang yang ceria dan mudah senyum kaya lo. Dia juga tulus dan penyayang sama persis kaya lo. bahkan sikap tertutupnya juga sama kaya lo. Gue ga tau apa semua orang yang ceria selalu tertutup dengan masalanya seperti kalian? gue ga tau. Dan apa yang dia alami juga sama kaya lo alami.
Dia korban bully di sekolahnya. Para wanita di sekolahnya benci dan iri padanya karena dia wanita tercantik di sekolah itu. Kecantikan yang natural. Cantik luar dalam. Dia anak yang pintar, juga atitude yang baik. Dia sopan menanggapi semua guru guru. Dia bahkan tidak segan segan tersenyum kepada orang yang melihatnya walau dia tidak mengenalnya. Sifat itu juga persis kaya sifat lo. Dia seakan terlahir sempurna ke dunia ini.
Semua itu membuat orang orang iri padanya. Terutama para wanita. Semua pria berlomba lomba mendekatinya. Itu malah mengundang iri pada para wanita. Mereka merasa sulit menyaingi nya. Pria yang mereka suka malah menyukai wanita itu. Lagipula pria mana yang tak suka dengan gadis cantik, pintar dan sopan? putri sulung dari orang kaya pula. Sempurna sudah. Dia memiliki segalanya.
Aku kenal beful wanita itu. Dia tidak pernah sekali pun menangis di hadapanku hanya cerianya yang selalu tampak tersenyum. Awalnya aku juga merasa semuanya baik baik saja. Lagi pula siapa yang akan tetap ceria jika punya masalah? Tapi aku salah. Dia hanya berusaha menutupi masalahnya dengan keceriaannya. Aku sama sekali tak tau kalau dia dibully di sekolahnya. Aku terlambat mengetahuinya.
__ADS_1
Dia disebut pelacur oleh orang orang yang membullynya. Tapi setelah dibully, besoknya dia masih tetap masuk sekolah dan bisa kembali ceria. Tak ada yang tau kalau sebenarnya dia dibully. Tiap pulang sekolah dia selalu dibawa ke sudut sekolah kemudian mereka menyiksanya disana. melempar, menampar, mendang dan semua bentuk kekerasan lain diberikan padanya. Tapi keesokan harinya di masih tetap sekolah. Masih tetap ceria.
Sama kaya lo. di juga pakai masker dan jaket. hanya untuk menutupi kekerasan dari orang orang yang membullynya. Dia sama sekali tak ingin ada yang tau. Sifatnya sangat tertutup. Dia bahkan lebih memikirkan orang lain. Dia takut orang lain juga disakiti jika dia berada dekat dengannya.
Berminggu minggu dia menyembunyikannya sendiri. Memendamnya sendiri. Seakan dia sanggup untuk semua itu. Dia terlalu memaksakan diri. lagi lagi itu sama kaya lo. Hari harinya sangat berat di sekolah. Tapi tak sekali pun dia tidak masuk sekolah atau bolos. Dia tetap tegar menghadapi semua itu. Dia bahkan tidak cerita apa pun padaku. padahal kami bertemu setiap hari. Aku juga tak mengetahui apa pun. tak ada yang memberitahukannya.
Dia terus melanjutkan hidupnya seakan tak ada masalah dipundaknya. seakan dia eanita terbahagia di dunia. Tapi dia terlihat lebih kurus. berat badannya dari waktu kewaktu berkurang. Nilai nya juga terus menurun. Saat itu juga aku belum tau kalau sebenarnya tiap malam dia berpikir keras merenung hingga tak ada waktu untuk belajar. Dan tubunya mengurus karena harus berpikir.
__ADS_1
Keesokan harinya setelah surpice yang dia berikan, dia mendadak hilang. Aku tak bisa menemukan dia dimana pun. Ternyata dia sudah tergantung di dalam kamarnya. Dia bunuh diri. polisi segera datang. Dia mengatakan itu memang bunuh diri bukan pembunuhan. Dan motif nya untuk bunuh diri adalah depresi. Saat dia sudah diturunkan aku bisa melihat banyak luka di tangan kaki dan juga wajahnya. Hasil otopsi bahkan mengatakan lebih banyak luka ditubuhnya. Lebih banyak dari yang aku lihat waktu itu.
Dia depresi. Tidak ada teman untuk berbagi cerita. Aku sama sekali tak tau apa yang sebenarnya terjadi padanya. mengapa dia bisa luka seperti itu dan dimana dia mendapat luka luka itu. Aku mulai menyelidikinya. Hingga mendapatkan sebuah surat. Surat itu dikirimkan oleh temannya. Dalam surat itu menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi padanya. menjelaskan tentang pembullyan yang dialaminya berminggu minggu itu. Temannya meminta maaf yang sebesar besarnya. Dia sama sekali tidak bisa membatunya. Wanita yang dibully itu mencegahnya memberitahukan siapa pun. Dan saat Wanita itu meninggal temannya itu memberitahukan segalanya. Dia merasa sangat bersalah. Dia menyesal. seharusnya dia tak perlu mendengarkan dan langsung saja melaporkan semua pembullyan itu. Tapi berkali kali dia ingin melakukannya selalu saja gagal. Orang yang mengirim surat itu tak melampirkan namanya. Dia minta maaf tak bisa melindungi wanita itu. Hingga sekarang aku tak tau siapa yang mengirim surat itu.
Nama wanita yang dibully itu Mawar. Dia... dia kakak kandungku. Umur kami hanya selisih 3 tahun. Dia meninggal di usia 17 tahun. Sejak saat itu pula keluarga kami berubah. Tak ada lagi keceriaan di keluarga kami. semua tinggal kelam. Mama dan papaku sibuk bekerja. Sejak umurku 15 tahun tepatnya setelah 1 tahun kakak ku pergi, orang tuaku sudah jarang pulang. mereka sibuk bekerja di luar kota dan luar negeri. Aku tau itu hanya cara. Cara agar mereka tidak selalu mengingat kalau mereka sudah kehilangan satu anak yang pernah membuat keluarga itu ceria. itu hanya cara agar mereka bisa lupa kalau mereka sudah kehilangan anak kebanggaan mereka.
Mulai saat itu. Aku mulai lebih rajin latihan dari biasanya. bukan untuk bertarung di arena seperti waktu itu tetapi untuk bertarung di jalanan. melindungi mereka yang tertindas. khususnya wanita. Tak boleh ada wanita yang ditindas atau dibully di hadapanku. Aku pernah gagal jadi adik. Aku ga bisa melindungi kakak ku. Kali ini aku ga akan melakukan kesalahan lagi.
__ADS_1
"Selama ini lo udah salah paham. gue cuma melindungi mereka yang lemah dan tertindas sel. ga ada maksud lain. tapi gue tau apa yang lo rasakan. lo takut karena lo pernah dibully dengan kekerasan. Jadi lo benci segala bentuk kekerasan itu."
"mulai sekarang lo ga perlu takut sama gue. Gue bisa jadi teman lo kaya sebelumnya"