Please Come Back

Please Come Back
~44~


__ADS_3

Saat ini Mira, Seli, Putri, Diana dan Rendy sudah berkumpul di salah satu cafe di kota mereka. Mereka sudah pulang sekolah dan mengenakan pakaian bebas mereka.


"Gue udah ngumpulin nomor teman-temannya Fernando beserta foto fotonya." Mira menyerakkan foto teman teman adiknya itu di atas meja.


"nomornya ada di balik fotonya"


"hah anak itu bisa bisa nya dia kabur" kata Putri


"kalo ketemu, gue tapok tuh kepalanya" balas Diana Sedangkan Seli dan Rendy mulai memperhatikan foto foto teman Fernando satu persatu. Ada 5 orang yang fotonya diberikan Mira tadi. Mereka itu teman teman akrab Fernando.


"Mereka semua ini sering main ke rumah." kata Mira


"udah lo coba hubungi?"


"gak ada yg angkat Sel. kayanya sih mereka kenal nomor gue. Jadi kalau mau dapat info dari mereka, kita harus bertemu langsung. kalau ditelfon mungkin ga akan diangkat"


"duh. jangan-jangan mereka saling melindungi. Biar ga ketahuan" jawab Putri


"hmmm sulit juga yah dapat info dimana adek lo itu" balas Seli


"gimana kalau kita langsung ke rumahnya aja?" Diana memberi saran.


"gue juga sempat berpikir gitu. Tapi gue sama sekali ga tau dimana rumah teman temannya ini"


"kita ga punya solusi nih. kita harus gimana ya?"


"Drrreeettt drrreeettt drrreeet"


"Sebentar. Ada telfon" Seli meraih ponselnya kemudian beranjak berdiri dari posisi duduknya di samping Mira. kemudian berjalan beberapa langkah.


"Halo"


"Sel, kamu dimana?"


"Aku, Aku lagi di luar kenapa?"


"kenapa ga ngajak aku? Emangnya kamu sama siapa?"


Seli melihat kearah teman temannya "Aku sama Mira. kamu, kenapa nelfon?"


"hah... kamu bahkan ga menjenguk aku Sel" Jawab Vito yang sedaritadi menunggu Seli mengatakan "pulang dari sini aku akan menjenguk kamu. Ternyata tidak. Seli lupa


"Astaga... maaf Vito. Aku akan datang kalau ada waktu ya"


"kalau ada waktu? emangnya kamu sibuk?"


"ya... ya begitulah... okay nanti lagi ya" Seli segera mematikan ponselnya lalu kembali ke bangkunya.


"kenapa lo ga bilang ga bilang aja kalau kita lagi nyari adiknya Seli?" Rendy bertanya


"hah... Dia lagi cedera. kalau gue bilang, bisa bisa dia nyusul ke sini. padahal dia masih dalam proses penyembuhan. Dia harus cepat sembuh. kejuaraannya tinggal sebentar lagi. Teman-temannya bahkan sudah masuk karantina. Sabeum Mark bisa kecewa kalau Vito ga bisa ikut kejuaraan ini. Karena itu Vito ga boleh terlibat dalam hal ini" Seli menjelaskan.


"Bijak banget sih lo haha" Diana tertawa.


"kita kembali ke inti pertemuan kita" muka Seli memerah. kemudian kembali melihat foto teman teman Fernando.

__ADS_1


sudah satu jam mereka mencoba menghubungi nomor teman teman fernando tapi sama srkali tidak membuahkan hasil. Mereka tidak mendapat petunjuk apa pun. Tiba tiba ponsel Mira berbunyi.


"Siapa?" Putri bertanya


Mira mengambil ponselnya dari dalam tas yang dia letakkan di atas meja dan tak sengaja mengeluarkan 1 foto lagi yang tadinya terselip.


"hah... ini mah alaram"


"Ini foto siapa Mir?" Diana memungut foto yang keluar dari tas Mira.


"eh, ini satu lagi teman adek gue. Tapi mereka ga sedekat 4 lainnya sih. kayanya terselip"


"Coba deh gue liat" Pinta Seli. Diana segera menyerahkannya


"Bima?" Seli mengerutkan kening


"eh lo kenal?"


"iya gue kenal. Dia junior Vito di taekwondo. Nomornya?" Seli membalikkan foto Lelaki bernama Bima itu. "Nice" Seli tersenyum.


Panggilan keluar...


"halo"


"Bim, ini kak Seli"


"eh kak Seli? ada apa?"


"Bisa ke cafe mawar sebentar?"


"Ada yang mau kita bicarakan"


"Emangnya penting kak?"


"Banget."


"tapi aku-"


"duh ini penting banget Bim. kesini aja cepat jangan lama lama deh. lagian kan waktu latihan masih beberapa jam lagi. Masih sempat kok"


"Tapi aku lagi kerja kelompok kak"


"bentar aja bim. please... Emangnya kamu kerja kelompoknya dimana?"


"Perumahan Melati"


"Astaga Bim, itu mah tinggal nyeberang udah sampe cafe mawar. Kita butuh kamu cuma sebentar doang kok"


"Ya udah deh. Otw"


"ditunggu... jalan lama ya" Seli menutup ponselnya.


"Kalau dia ga tau apa apa gimana?" Tanya Mira


"ya setidaknya kita bisa tau dari Bima kira kira siapa teman Fernando yang tau dimana keberadaannya" Seli menghela nafas.

__ADS_1


Seli melambai saat melihat Bima masuk ke cafe dan celengak celenguk mencari mereka. Lambaian Seli dilihat oleh Bima dan langsung bergegas mendekat.


"Duduk Bim"


"ini kenapa ya? kok rame? aku kira cuma kak Seli dan kak Vito"


"okay Bim kita langsung masuk ke intinya. Fernando kabur dari rumah dan kita semua ini lagi berusaha mencari informasi keberadaannya. Kamu tau ga?"


"Fernando? Dia sering ke cafe cafe China. Di Cafe China biasanya ada Judi. Dia selalu nonton judi. Cafe China membuka judi setiap hari minggu"


"Cafe mana?"


"Masalah itu aku juga tidak tau. Tapi mencarinya pasti mudah. Disini cuma ada 2 cafe China. kalian cari saja di kedua Cafe itu. Dia pasti ketemu. Aku bisa memastikan itu. Dan hanya itu yang aku tau tentang fernando"


"Cafe China? Okay Bim setidaknya kita sudah tau harus mencari kemana"


"kalau begitu, aku langsung pulang ya kak Sel. Kerja kelompok kami belum selesai" Bima beranjak berdiri


"kamu ga ikut makan sama kami?"


"Ga usah deh kak"


"Ya udah kalau gitu. Nih" Seli melempar sebungkus makanan ringan ke arahnya dan ditangkap dengan mantap.


"Makasih kak. Sampai jumpa di tempat latihan"


"Okay makasih ya Bim. hati hati"


"kita udah dapat informasi. apa kita lanhsung bergegas mencari saja?"


"Tapi kata Bima tadi, Judi dibuka hari minggu"


"sepertinya keberuntungan berpihak pada kita. Besok minggu. kita bisa langsung cari Fernando besok" kata Rendy.


"Kita berpencar saja besok. Agar lebih mudah dan mempersingkat waktu" Kata Rendy memberi usul.


"Kalau begitu Aku, Putri dan Diana satu tim. kalaian belum terlalu akrab kan. Akan lebih baik kita satu tim dengan orang yang kita kenal." Mira menjelaskan.


"Kita sih oke oke aja" jawab Putri


"Yang tersisa cuma Gue dan Rendy. kalau begitu, kita satu tim" kata Seli melihat Rendy.


"Okay sepertinya masalah tim sudah selesai. Sekarang cafe yang mau kita tuju. siapa yang ke cafe hóngsè de dan siapa yang ke cafe lánsè de?"


"kami ke lánsè de"


"kalau begitu kita ke hóngsè de Ren. Dan apa perlu kita buat pertemuan lagi sebelum kita berpencar besok?" Tanya Seli


"Sepertinya tidak usah. kita komunikasi lewat telfon saja" Rendy memberi usul.


"baiklah. Ide bagus. apa ada lagi pertanyaan? atau ada hal lain yang harus dibahas"


mereka saling memandang "Sepertinya engga. Udah cukup jelas" Mira menjawab.


"Kalau begitu selamat bekerja besok. Semoga adek lo bisa ketemu"

__ADS_1


__ADS_2