
Hans sudah menunggu Seli diatas mobil hitam di halaman rumah. sudah 5 menit adiknya itu tidak kunjung keluar dari rumah. Hans membunyikan klakson mobil hitam yang sudah dia naiki itu. Setelah lengang beberapa saat terlihat Seli keluar dengan sangat cantikk.
"lama banget sih"
"lima menit dong"
"tujuh menit sel"
"perhitungan banget sih"
"ya kan harus disiplin waktu Sel. Kalau lo kuliah nanti harus lebih disiplin lagi"
"bisa bisanya lo nyama nyamain gue dengan kuliah lo. ulang tahun gue nih jangan merusak suasana dong"
"haha iya iya. kita berangkat sekarang deh"
Mobil yang di kendarai Hans melaju cepat dan hilang di persimpangan jalan. Seli sama sekali tak tau restoran mana yang akan mereka tuju. Hans, mbak ciyra mau pun mamanya tak memberi tau restoran mana yang sudah di pesan mamanya. Yang pasti, orang tuanya pasti sudah mempersiapkan yang terbaik di ulang tahunnya yang ke 18 ini.
Rasa penasaran Seli langsung terbayar saat mereka sampai di restoran pinggir pantai. banyak lampu lampu yang buat suasananya semakin menakjubkan. Tapi banyak pengunjung disana. Seli mengira mama nya memesan 1 restoran dan mengosongkannya. tetapi ternyata tidak seperti itu
"eh, jangan salah paham dulu dong. tempat kita di lantai tiga. lo bakal melihat pemandangan yang indah dari sana"
"lantai tiga?"
"iya tapi lo ga perlu khawatir restoran ini ada lift nya kok. restoran ini kan sekalian penginapan. jadi lantai satu dua tiga dipakai restoran lantai diatasnya dipakai sebagai penginapan."
"ooo"
"gue ga sabar deh sampai di atas" hans nyengir sambil masuk ke dalam lift.
"emangnya mama nyiapin apa?"
"lo liat aja"
Pintu lift terbuka dan saat itu juga pelayan pelayan disana menyanyikan "happy birtday" dan melemparkan sesuatu. entahlah apa itu. yang pasti itu berkilau kilau. Seli yang kaget menutup mulutnya tak percaya. Seorang pelayan memberikannya sebuah buket bunga mawar yang besat. Dia terkagum kagum dengan kejutan yang baru saja dia liat.
Seorang pelayan menuntun mereka ke sebuah meja. meja itu juga terlihat spesial. posisi mereka berada di pinggir dinding kaca bening yang langsung menyuguhkan pemandangan pantai yang indah. Ditambah lagi, dari tempat mereka bisa melihat lampu lampu kota yang berwarna warni dan sangat cantik.
Saat mereka duduk para pelayan segera meninggalkan mereka disana. Rasanya Seli sangat terharu dengan surprice ini. Dia belum pernah melihat pemandangan secantik ini. Seli melihat Hans begitu pun hans. Mereka tersenyum. kagum dengan semua yang disuguhkan. Pelayan restoran mengantarkan sebuah kue ulang tahun ke meja mereka.
"kita punya acara kecil kecilan nih haha"
"lo tenang aja. potongan pertama kue gue bakal gue kasih sama lo kok"
"ya iya lah kan cuma gue disini haha"
"bisa aja kan potongan pertama, gue kasih ke diri gue sendiri" Seli menyodorkan potongan pertamanya ke mulut Hans
__ADS_1
"bisa aja lo"
"sekarang giliran gue nyuap lo" Hans memotong kue untuk Seli
"enak ga?"
"enak lah haha"
"stop. gue ga mau wajah gue kena krim kue lo. lo tau kan gue paling ga suka itu"
"tau aja lo apa yang gue pikirin."
"Tapi sayang banget ga sih?" Kata Seli lagi.
"apanya?"
"tempat sebagus ini dan kue sebesar ini cuma untuk kita berdua. kalau ajak teman teman pasti senang banget nih"
"jadi ceritanya lo ga senang dinner sama gue?"
"ya ga gitu juga sih. aduh lo jangan mengubah suasana deh"
"hahaha ya udah kita singkirkan dulu kue ulang tahun lo. Waktunya kita makan malam... mungkin kue lo ini bisa kita bawa pulang nanti"
"tau aja lo gue suka banget kue kaya gini"
"iya iya lo menang"
Pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka. tampilan makanannya juga sangat menarik. sepertinya apa pun yang ada di restoran itu sangat menarik. Mereka menghabiskan makanan sambil sesekali terdengar suara tertawa. Mereka terlihat sangat bahagia. Selesai makan mereka mengganti posisi mereka. Sekarang posisi mereka menghadap dinding kaca yang menyuguhkan pemandangan indah. mereka duduk bersebelahan.
"gimana dinnernya? asik ga sih?"
"asik banget." Seli tersenyum
"Setidaknya sih gue bisa jadi pacar lo satu hari haha jadi lo ga kesepian di ulang tahun lo yang ke 17 ini. Gue tau lo jomblo sejak lahir. makanya gue sama mama buat rencana kaya gini. biar lo bisa ngerasain gimana dinner bareng cowo"
"ih, gue terlalu muda kali untuk dinner sama cowo lain"
"sadar umur neng. lo bertambah tua lah. tahun depan udah 18 loh"
"ya kan tetap gue masih muda. bertambah pun terus umur gue, gue ga akan tancap gas terus ngebut biar gue bisa lebih tua dari lo. lo kan tetap lebih tua dari gue bertambah pun terus usia gue"
"haha ya iyalah. gue juga ga mau punya kakak kali. nanti gue disuruh ini di suruh itu lagi"
"ya gue juga ga mau sih. Gue beruntung punya abang kaya lo" Seli memeluk Hans.
"eh, tapi ngomong ngomong lo bilang gue jomblo kan. ya engga lah" Seli melepas pelukan
__ADS_1
"hah? serius lo punya pacar?"
"iya serius"
"lo jangan bercanda deh. ga lucu"
"iya duarius malah"
"emangnya ada cowo yang mau sama lo" Hans tertawa
"ih apaan sih lo"
"ya kan gue kira cuma gue cowo yang sayang sama lo"
"eh, udah berapa lama?" tanya Hans lagi
"masih baru kok. Sebulan"
"wah, lo benar benar deh. Gue kalah dong"
"lo masih belum punya pacar?"
"belum. lo tau kan gue ga peduli masalah pacar. lagi pula gue madih punya adik yang bisa gue kasih srmua kasih sayang gue. ngapain jauh jauh nyari cewek lain" Tawa mereka kembali pecah.
Mereka memang selalu seperti itu setiap kali bertemu. sangat akur, saling menjahili dan saling menyayangi sejak kecil. Tapi mereka jarang bertemu. orang tua mereka mendidik mereka untuk mandiri. ketika Hans tamat SMP, dia langsung didaftarkan di SMA yang beda kota dengan tempat tinggal mereka. Sama seperti Seli sekarang. Hanya saja SMA mereka tidak sama.
"lo kedinginan?" Tanya Hans dan dibalas anggukan oleh Seli. Hans segera merangkul Seli dengan tangan kirinya. Seli menyandarkan kepalanya di dada Hans. Kemudian lengang sejenak
"kak, gue mau nanya sesuatu" kata Seli memecah keheningan 1 menit lalu.
"nanya apa?"
"gue butuh pendapat lo"
"tentang?"
"kak, kalau lo punya pacar terus cemburuan bahkan nuduh lo selingkuh, apa tanggapan lo?"
"kalau memang gue ga salah ngapain takut ngejelasin semuanya dengan sejujur."
"Tapi dia ga percaya sama apa pun yang lo bilang. sekali pun lo jujur"
"gue bakal putusin dia?"
"hah?"
"engga lah. pasti ada jalannya. pasti bisa dijelasin baik baik. Yang pasti Gue bakal terus bertahan selama itu masih bisa dipertahankan"
__ADS_1
"bertahan selama itu bisa dipertahankan"