Please Come Back

Please Come Back
~49~


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan Seli punya jadwal kebersihan kelas hari ini. Dia pulang paling akhir karena harus nyapu setelah semua orang keluar dari kelas.


"huh (menghela nafas) udah selesai. Yuk pulang Mir" Ajak Seli pada Mira yang sedari tadi menunggunya di luar kelas. Mereka pulang dengan konfisi sekolah sudah Sepi bahkan di lorong kelas XI tinggal mereka.


Mereka berjalan melewati beberapa kelas 11 lainnya. Kebetulan posisi kelas Mereka berada di ujung lorong. Saat hendak berbelok dari lorong kelas XI menuju gerbang sekolah, seseorang memanggilnya dari Kelas XI Mipa 1. kelas itu yang pertama kali ketemu jika kita memasuki lorong kelas 11.


"Sel!" Seli menoleh ke arah kelas XI mipa 1. Dia kenal suara itu. Seli melihat 2 orang lelaki di dalam sana. Dan dua orang itu, sangat Ia kenal. Seli segera menghentikan langkahnya dan menyuruh Mira menunggu sebentar.


"Kenapa Bri? Brimus berdiri dari posisi duduk nya kemudian keluar menemui Seli


"Hmmm" Dengan ragu ragu sambil sesekali menoleh ke Rendy, akhirnya Brimus menjawab


"Rendy mau ngomong"


"Rendy mau ngomong apa?" Seli menoleh ke belakang Brimus melihat Rendy. Dia masih duduk di posisi awalnya.


"Ren, ayo!" Brimus berseru pada Rendy yang juga masih terlihat ragu ragu.


"Iya" Rendy berdiri dari posisi duduknya di atas Meja kemudian berjalan mendekati Seli.


"Kita bisa bicara di dekat kelas kamu aja?"


"Iya boleh" Mereka semua berjalan ke ujung lorong.


"Maaf Mir. Bisa tinggalkan kami bertiga sebentar?" Tanya Brimus.

__ADS_1


"oh privasi ya? Ga lo bilang juga, gue bakal ninggalin kalian bertiga juga. Tapi sebentar kok Sel. Ga lama"


"Emang lo mau kemana?" Tanya Seli


"Sebentar" Jawab Mira tersenyum sambil menunjuk layar ponselnya. Seli dapat membacanya. Itu telfon masuk. Dan Seli kenal siapa orang yang menelfon Mira itu. Itu gebetannya sejak lama. Hanya menunggu waktu mereka jadian saja.


"Ohhh okay okay" Seli menjawab dengan senyumannya. Segera Mira menjauh beberapa langkah dari mereka. Tapi masih berada di lorong kelas XI itu.


"Jadi, lo mau ngomong apa?"


"Maaf Sel sebenarnya gue ga mau menceritakan ini sama lo. Tapi gue juga ga tau lagi mau gimana. Dan gue tau lo pasti punya solusi"


"Tentang apa sih? kok kayanya serius banget" Seli bertanya sambil menatap Rendy lamat lamat. sedangkan Rendy bahkan tak berani menatap Seli. Dia terlihat kelelahan. Lingkaran Hitam di bawah matanya menjadi bukti bahwa dia memang kurang istirahat.


"Sejak kemarin dia memberanikan diri untuk ini Sel. Tadi pun dia hampir tak jadi mengatakan ini pada lo. Tapi, gue yang paksa dia supaya dia jujur sama lo."


"Maaf Sel. kalau gue jadi pria paling brengsek yang pernah lo temui."


"Katakan. Gue udah siap." Jawab Seli meyakinkan.


"Kak Mario nyeret gue ke toilet sekolah kemarin. Dia juga nendang gue disana. Bukan cuma itu gue juga ditunggu oleh teman temannya kak Mario di lapangan sepak bola. Bahkan gue dikirimi pesan sama kak Tegar, kak budi dan kak Thomas. Mereka semua menentang kita dekat dan mereka semua juga nuduh gue bawa lo ke tempat berbahaya"


"kak Tegar, kak Budi dan kak Thomas?"


"Iya Sel. Jujur gue sebenarnya tertekan kaya gini. Gue bahkan ga berani kemana mana. ke sekolah ketemu sama kak Mario dan kawan kawan, di lapangan gue ketemu sama teman temannya yang bahkan ga gue kenal. Di rumah gue selalu dihubungi nomor nomor yang tak dikebal. Sampai sampai hp gue ga aktif dari kemarin malam"

__ADS_1


"Jadi kak Mario tau kalau kita ke cafe itu?"


"Iya Sel. Dan sekarang semuanya semakin runyam"


Seli menghela nafas sambil menutup matanya sejenak.


"Okay. gue udah dengar dan udah tau masalahnya. Ini bukan cuma masalah lo. Sekarang ini jadi masalah gue karena lo udah cerita sama gue. Dan, masalah ini berawal dari gue. Jadi sekarang lo boleh pulang dan ubtuk masalah ini biar gue yang selesaikan. Udah. lo ga perlu pikirkan apa pun mulai sekarang. Gue yang urus kak Mario, kak Tegar, kak budi, kak Thomas dan teman temannya. Biar gue yang yanggung semuanya.


"Lo tega membuat seorang cewe yang nanggung semuanya?" Tanya Brimus pada Rendy.


Rendy diam sejenak kemudian krmbali berbicara.


"Sel maafin gue. Ga seharusnya gue cerita ini sama lo. Lo, lo ga perlu menyelesaikan ini. Udah sel biar gue aja yang selesaikan semua ini. Gue nyesal udah cerita sama lo masalah ini. Seharusnya gue sendiri yang nyelesaikan ini. Maaf Sel. Tolong jangan lakukan apa pun. Biar gue aja" Setelah mendengar penjelasan Seli tadi, Rendy sedikit menyesal sudah menceritakan masalah ini pada Seli.


"Engga. Gie yang buat masalah ini jadi runyam. Dan masalah ini juga menyangkut gue. Maafin gue Rensy udah nyeret lo kedalam masalah ini. Mulai sekarang lo ga perlu pikirin itu. Gue pasti bisa nyelesaikan ini. Lo ga perlu khawatir. Gue sanggup menyelesaikan semua ini. Gue duluan Ren. bri." Setelah mengatakan semua itu, Seli pergi meninggalkan Rendy dan Brimus yang masih mematung pada posisi nya.


Seli tak tau jika semua akan serunyam ini. Mengapa krang orang selalu saja salah paham. Tak bisa kah orang orang berpikir positif? Tapi dia sadar manusia memang seperti itu. Seli saja yang selalu berpikir positif sempat berpikir negatif pada Vito. Itu sifat yang sangat Manusiawi.


salah paham itu membuat banyak sekali masalah. Mulai dari pertengkarannya dengan Vito, kak Mario yang marah dan menindas Rendy yang tak bersalah. Bahkan Tegar, Budi dan Thomas pun ikut didalamnya. Seli kenal betul dengan ketiga teman akrab abang sepupunya itu. Berani beraninya mereka juga ikut campur dalam hal ini.


perasaan Seli bercampur aduk saat ini. Tapi dia akan menyelesaikan masalah ini. Ini yang ditakutkan oleh Seli sehingga dia terlalu tertutup pada semua orang. Dia takut karena dia, orang lain yang kena imbasnya. Dia benar benar tak habis fikir tentang ini.


Tapi hati Seli tak tergiuahkan. Ini lah sifat Seli yang sesungguhnya. Dia berani dan tak ingin orang lain sengsara karena Dia. Sekali orang itu cerita padanya, itu juga sudah termasuk jadi masalahnya. Bagaimana pun dia harus menyelesaikannya.


Tak masalah harus melawan belasan orang di belakang Mario. Tapi Dia akan membalas Mario dan ketiga sahabatnya itu terlebih dahulu karena mereka adalah orang orang yang Seli kenal dengan baik. Sedangkan orang orang yang berada di belakang mereka, Mereka akan segera tifak mempermasalahkan itu jika kepala mereka sudah tidak membahas itu kan.

__ADS_1


Mari kita cari solusi ini masalah yang mengangkut Seli kali ini.


__ADS_2